7 Hal Salah Kaprah soal Distonia

  • July 14, 2020

Penyakit distonia memang tidak terlalu umum terdengar. Namun, jenis penyakit neurologi ini nyatanya semakin banyak ditemukan sehingga membuat kesadaran akan penyakit ini perlu ditingkatkan. Secara umum, distonia merupakan gangguan pergerakan di bagian tubuh yang membuat Anda tidak mampu mengontrol otot-otot tubuh. Ketidakmampuan kontrol ini membuat gerakan pada tubuh menjadi tidak normal.

distonia

Gejala distonia biasanya baru disadari ketika penyakit ini sudah memasuki tahap lumayan parah. Pada saat itu, Anda bahkan akan sulit untuk mengontrol gerakan otot guna berjalan maupun menulis. Gejala akan semakin parah ketika Anda merasa stres.

Karena belum terlalu familiar di lingkungan awam, masih banyak terjadi salah kaprah mengenai distonia. Berikut ini adalah beberapa hal salah kaprah yang sering dipandang orang terjadi jenis gangguan pergerakan yang satu ini.

  1. Sama dengan Parkinson

Gejala gerakan yang sulit terkontrol membuat distonia kerap dikaitkan dengan penyakit parkinson. Bahkan, jelas keduanya merupakan jenis penyakit yang berbeda. Hanya saja memang, distonia akan lebih mudah menyerang orang yang sudah terlebih dahulu menderita penyakit parkinson.

  • Selalu Disertai Tremor

Harus diingat bahwa distonia sebenarnya merupakan penyakit neorologi, bukan penyakit yang memang menyerang saraf secara langsung. Karena itu, sebenarnya tidak semua gejala distonia diikuti dengan tremor. Gejala  yang pasti dari distonia adalah kontraksi otot yang menyebabkan gerakan tubuh terlihat aneh sebab tidak terkontrol.

  • Merupakan Penyakit Genetik

Distonia memang kerap terjadi pada orang-orang yang memang memiliki potensi bawaan genetik terkait penyakit ini. Akan tetapi, ada juga distonia yang dipicu oleh kehadiran penyakit-penyakit lain. Contohnya, orang yang mengalami stroke, parkinson, ataupun tumor otak pada akhirnya kerap mengalami gejala distonia sebagai efek samping.

  • Menyerang Usia Dewasa

Gejala gangguan pergerakan berupa distonia memang umumnya mulai dirasakan oleh orang-orang yang berusia 21 tahun ke atas. Namun, salah jika mengatakan bahwa penyakit ini hanya menyerang orang dewasa. Nyatanya banyak anak-anak di bawah usia remaja yang ketika diperiksa memiliki gejala distonia. Hanya saja karena gejalanya masih sangat ringan, banyak orang yang tidak menyadarinya dan tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  • Tak Dapat Disembuhkan

Adalah benar jika dikatakan bahwa distonia merupakan suatu jenis penyakit seumur hidup. Namun, menjadi salah kaprah jika distonia disebut tidak bisa disembuhkan. Gejala gangguan pergerakan akibat penyakit ini sebenarnya bisa dikurangi dan dipulihkan dengan penanganan yang tepat. Hanya saja memang, ada potensi gangguan tersebut datang kembali di kemudian hari.

  • Gangguan Gerakan Bersifat Acak

Banyak orang menganggap gangguan pergerakan yang dialami pasien distonia terjadi secara acak. Di mana gerakannya bisa berpindah secara cepat dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain. Padahal sebenarnya, distonia hanya menyerang beberapa area tubuh tertentu dan daerah di sekitarnya secara berulang.

  • Tidak Sebabkan Kematian

Distonia kadang-kadang dinilai remeh sebab dianggap tidak menyebabkan kematian. Gangguan pergerakan ini dinilai hanya akan membuat aktivitas Anda terganggu. Padahal, pasien-pasien distonia diketahui ternyata memiliki potensi usia lebih pendek daripada mereka yang tidak terkena penyakit ini. Kondisi ini terjadi karena gejala distonia bisa saja memicu gangguan pernapasan yang membahayakan jiwa, khususnya bagi mereka yang menderita distonia di bagian leher.

***

Mengetahui fakta penyakit ini secara lebih jelas akan membuat Anda lebih waspada terhadap penyakit ini. Jika kewaspadaan Anda tinggi, Anda bisa segera menyadari gejala distonia yang menimpa Anda dan melakukan penanganan medis yang tepat agar kondisinya tidak semakin memburuk. Salam sehat selalu!

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*