Makanan-Makanan Penyebab Alergi pada Bayi

Makanan-Makanan Penyebab Alergi pada Bayi

  • June 9, 2021

Usia enam bulan menjadi waktu awal bagi bayi untuk mulai mengenal makanan selain ASI. Pada usia ini, orang tua sebaiknya mulai memperkenalkan berbagai jenis makanan dalam bentuk MPASI. Namun, dalam proses mengenal berbagai jenis makanan, anak kerap dihadapkan pada masalah alergi. Alergi pada bayi ini biasanya terjadi karena ada suatu reaksi kekebalan tubuh yang menyimpang dan akibatnya langsung ditunjukkan oleh tubuh.

Tubuh bayi maupun dewasa memiliki antibodi yang disebut IgE, yang merupakan protein pendeteksi zat makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ketika zat makanan tertentu yang menyebabkan alergi masuk, antibodi ini akan melepaskan zat-zat seperti histamin. Nah, inilah yang menyebabkan reaksi alergi, baik ringan maupun berat.

Adapun beberapa makanan penyebab alergi pada bayi yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • Telur

Meski tinggi akan kandungan protein, vitamin, dan mineral, protein dalam putih telur berpotensi menimbulkan alergi. Adapun tiga jenis protein yang memicu alergi adalah ovomucoid; ovalbumin; dan conalbumin.

Gejala alergi yang timbul akibat konsumsi telur antara lain muntah, diare, dan asma. Reaksi alergi terhadap telur juga bisa timbul pada kulit si kecil berupa gatal-gatal, kulit memerah, atau bentol/bengkak. Mata berair dan bersin juga bisa jadi gejala alergi terhadap telur.

Apabila salah satu gejala muncul, sebaiknya kamu hentikan dulu penggunaan telur dalam bubur bayi.  Konsultasikan ke dokter anak dan cari tahu penyebab yang mungkin dapat memicu alergi pada bayi. 

  • Susu sapi

Susu sapi merupakan penyebab alergi yang sangat umum terjadi pada kebanyakan bayi. Bila bayi alergi terhadap susu sapi atau turunannya, maka beberapa penanganan yang dilakukan oleh dokter anak umumnya akan menyarankan makanan yang terbuat dari protein susu sapi yang telah terhidrolisa sehingga tidak menimbulkan alergi pada bayi, atau menyarankan makanan dengan protein dari kedelai.

Tidak semua masalah perut pada bayi atau rewel setelah menyusu adalah gejala alergi susu sapi. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Karena ada sejumlah masalah pada bayi dengan gejala yang hampir serupa.

  • Gluten

Gluten adalah protein yang terdapat dalam biji-bijian, seperti beras dan gandum. Tapi, intoleransi gluten bukanlah alergi, melainkan sensitif terhadap makanan yang mengandung gluten. Olahan yang mengandung gluten antara lain makanan berbahan tepung seperti mi, roti, dan kue.

Gejala intoleransi gluten pada bayi terkadang tidak terlihat langsung atau sangat ringan. Kadang gejalanya hanya ditunjukkan dari tidak bertambahnya berat badan, tanpa keluhan lainnya. Jika anakmu mengalami intoleransi terhadap bahan ini, pencernaan dia akan bereaksi dengan menunjukkan gejala seperti kembung, diare, dan sembelit.

  • Ikan dan makanan laut

Ikan laut juga rentan menimbulkan alergi pada bayi. Gejala paling umum terhadap alergi ikan laut adalah gatal-gatal pada kulit. Selain itu, gejala alergi ikan juga bisa berupa muntah atau diare. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda alergi ikan laut, kamu bisa ganti protein harian dengan bahan lain. Setelah gejala mereda, barulah kamu bisa memberikan ikan air tawar sebagai alternatif.

Di sisi lain, jika bayi alergi terhadap ikan laut tertentu, belum tentu ia juga alergi terhadap makanan laut lainnya, seperti udang. Karena itu, kamu harus teliti saat menyiapkan bahan makanan bayi untuk menganalisis apa penyebab alergi pada anak.

  • Kacang

Kacang merupakan salah satu makanan yang umum menyebabkan alergi pada bayi dan anak-anak. Protein nabati yang terdapat dalam kacang tanah termasuk tinggi. Beberapa makanan pendamping ASI yang mengandung kacang tanah dapat menyebabkan rasa gatal pada tubuh bayi, juga munculnya bisul-bisul dengan warna kemerahan pada area tangan dan wajah bayi.

***

Nah, itulah beberapa informasi mengenai alergi pada bayi. Agar terhindar, sebagai orang tua kamu harus mengenali alergi makanan yang akan dikonsumsi buah hati. Lalu, konsultasikan dengan dokter tentang gejala alergi pada bayi yang dialami sehingga dokter bisa memberikan penanganan tepat. Terakhir, kendalikan alergi pada bayi dengan cara menghindarkan anak dari makanan-makanan yang mengakibatkan alergi.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*