Apa Itu Pelvic Organ Prolapse?

  • March 8, 2021
Pelvic Organ Prolapse

Pelvic organ prolapse (prolaps organ pelvis) merupakan kondisi dimana posisi salah satu atau lebih organ dasar manusia menurun. Kondisi tersebut terjadi karena otot dasar panggul tidak kuat untuk menahan bagian-bagian tersebut.

Faktor Risiko

Pada dasarnya, semua orang bisa berpotensi mengalami pelvic organ prolapse. Namun, wanita lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Sekitar sepertiga wanita di dunia pernah mengalami kondisi tersebut. Kondisi tersebut lebih terjadi karena wanita memiliki lebih banyak organ di dalam rongga panggul dibandingkan dengan pria.

Organ dasar panggul pria meliputi kandung kemih, usus, dan rektum. Organ dasar panggul wanita meliputi kandung kemih, rahim, vagina, usus halus, dan rektum.

Gejala

Setiap orang bisa menunjukkan gejala yang berbeda jika mereka mengalami pelvic organ prolapse. Tingkat keparahannya juga bervariasi.

Sebagian penderita bisa mengalami pelvic organ prolapse tanpa merasakan gejala apapun. Namun, gejalanya baru bisa diketahui ketika mereka menjalani pemeriksaan.

Berikut adalah gejala yang bisa terjadi sesuai dengan jenis kelamin penderita:

  • Laki-laki

Pria yang mengalami pelvic organ prolapse bisa mengalami gejala berikut:

  • Bagian pelvis terasa berat atau penuh (karena dipengaruhi tekanan).
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Infeksi saluran kemih kronis atau yang terjadi secara berulang.
  • Sembelit.
  • Jaringan rektum keluar dari anus.
  • Punggung bagian bawah terasa sakit.
  • Perempuan

Sebagian wanita mungkin tidak merasakan gejala akibat pelvic organ prolapse karena organ panggul yang menurun tidak melewati vagina. Jika organ panggul melewati vagina, penderita bisa mengalami gejala berikut:

  • Tekanan pada vagina.
  • Sulit untuk menahan buang air kecil dan lebih sering buang air kecil.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Punggung bagian bawah terasa sakit.
  • Perdarahan atau bercak darah dari vagina.

Penyebab

Pada dasarnya, seseorang yang mengalami pelvic organ prolapse disebabkan oleh hal yang dapat meningkatkan tekanan dalam perut. Berikut adalah beberapa contoh penyebab pelvic organ prolapse:

  • Batuk kronis.
  • Sulit buang air besar.
  • Obesitas.
  • Kehamilan.
  • Proses persalinan.
  • Kanker organ panggul.
  • Faktor genetik.
  • Operasi pengangkatan rahim (histerektomi).

Jika Anda Mengalami Pelvic Organ Prolapse

Jika Anda mengalami pelvic organ prolapse, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat pelvic organ prolapse.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda sering menahan buang air kecil atau besar?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui jika pasien mengalami pelvic organ prolapse atau tidak. Pemeriksaan fisik bisa dilakukan dengan memeriksa kondisi panggul pasien.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan dilakukan untuk mengetahui kondisi organ dalam pelvis secara terperinci. Contoh tes pencitraan yang dilakukan dokter adalah CT scan dan MRI.

Pengobatan

Untuk mengobati pelvic organ prolapse, pasien dapat melakukannya melalui cara berikut:

  • Senam

Pasien dapat melakukan senam Kegel untuk menguatkan otot dasar panggul.

  • Penggunaan alat

Dokter dapat menggunakan alat plastik kecil yang disebut sebagai pesarium yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menahan organ dasar panggul.

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki jaringan atau otot panggul yang lemah. Dokter juga perlu mengangkat rahim jika pasien sudah mengalami menopause.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah pelvic organ prolapse:

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat secara rutin.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan menahan buang air besar.

Kesimpulan
Pelvic organ prolapse merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kondisi tubuh. Untuk mengatasi pelvic organ prolapse, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang pelvic organ prolapse, Anda bisa bertanya kepada dokter.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*