Apa Itu Skinship dan Apakah Fungsinya?

  • November 18, 2020

Skinship merupakan sentuhan fisik yang intim antara dua orang. Tidak hanya dapat mempererat hubungan saja, skinship juga dianggap memiliki dampak yang baik bagi kesehatan dan kesejahteraan diri. Saat kita menyentuh, memeluk, mencium pasangan atau teman, sikap tersebut dipenuhi oleh niat dan arti. Kita mencari kasih sayang, mencoba membangun hubungan, atau berusaha untuk menyatakan kebutuhan. Beragam budaya menggunakan sentuhan dalam berbagai cara untuk menunjukkan rasa hormat, dan primate lain selain manusia menggunakannya untuk menciptakan hubungan dan membangun hirarki sosial.

Akan tetapi baru-baru ini beberapa peneliti telah menyatakan kekhawatiran mereka bahwa masyarakat dunia Barat sedang mengalami sebuah krisis, di mana skinship atau bahkan sentuhan fisik diatur dengan ketat dan jarang ditunjukkan dalam aksi sosial, seperti berpelukan. Tentu saja sentuhan fisik tidak selalu pantas dilakukan, terutama oleh orang asing karena hal tersebut dapat menandakan adanya tindakan asusila. Peneliti dari Finlandia dalam studi mereka yang dipublikasikan tahun 2019 menyatakan apakah sentuhan dapat memberikan efek positif atau negatif sangat tergantung pada konteks kapan sentuhan tersebut terjadi. Mereka menyatakan bahwa sentuhan tidak selamanya menyampaikan emosi yang positif secara universal. Perbedaan-perbedaan budaya dapat membuat sentuhan sebagai sebuah aksi yang melanggar ruang pribadi seseorang. Di waktu yang sama, penelitian juga menemukan bahwa sentuhan merupakan hal penting bagi manusia  saat menyampaikan emosi dan menjaga hubungan, baik romantis ataupun tidak.

Mengapa skinship dan sentuhan itu penting?

Menyentuh, dan disentuh, mengaktifkan beberapa daerah khusus di otak, sehingga memengaruhi proses pikiran, reaksi, dan bahkan respon psikologi. Misalnya, sebuah studi melaporkan bahwa scan otak menunjukkan sentuhan penuh sayang atau skinship dapat mengaktifkan orbitofrontal cortex, daerah di otak yang dihubungkan dengan pembelajaran dan pembuatan keputusan, sekaligus perilaku emosional dan sosial. Beberapa eksperimen tertentu juga menyatakan bahwa ciuman romantis merupakan alat yang penting, khususnya bagi wanita, dalam memilih pasang karena campuran bahan kimia yang ditemukan di air liur seseorang dapat menyampaikan informasi penting ke otak tentang kecocokan fisiologis mereka.

Sentuhan juga dapat memberikan ketenangan pada seseorang yang sedang mengalami kesusahan. Di sini, sentuhan berperan dalam menyampaikan dukungan dan empati. Sebuah studi dari Swedia dengan hasil temuan dipublikasikan dalam Penelitian Interaksi Bahasa dan Sosial tahun lalu menemukan bahwa memeluk anak yang sedang sedih memiliki efek menenangkan bagi mereka. Dalam kejadian tersebut, interaksi yang melibatkan orang tua memberikan sinyal bahwa mereka tersedia dalam menawarkan sentuhan yang menenangkan, diikuti pengakuan anak akan ketersediaan tersebut dan respon positif terhadap hal tersebut. Interaksi dan koordinasi yang terlibat dalam scenario tersebut membuat anak yang sedang sedih mendapatkan rasa aman dan ketenangan. Sebagai hasilnya, ada banyak perdebatan tentang penggunaan sentuhan dalam konseling, terutama tentang potensi manfaat melebihi kode etik yang menyelimutinya. Para peneliti memahami bahwa sentuhan memiliki potensi terapis yang bermanfaat dan beberapa orang dapat mengambil manfaat tersebut dari menerima sentuhan di pundak saat mereka merasa sedih.

Sentuhan, terutama skinship, juga merupakan sebuah cara efektif meringankan rasa sakit di tubuh. Terapi pijat dapat menjadi cara yang baik dalam meredakan semua jenis rasa nyeri, dari sakit kepala hingga sakit punggung. Anda tidak perlu mengunjungi panti pijat untuk mengalami manfaat pereda nyeri lewat sentuhan. Cukup menggenggam tangan pasangan saja, atau tindakan skinship lainnya, sudah cukup.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*