Bahaya Vertigo Bisa Picu Stroke? Simak Faktanya Berikut!

  • July 18, 2020

Sensasi seperti ruangan berputar-putar adalah gejala umum vertigo yang seringkali dikeluhkan. Rasa sakit kepala yang begitu berat ini serupa dengan pengalaman kecil Anda setelah memutarkan badan sekencang-kencangnya kemudian berhenti secara mendadak. Bedanya, gejala vertigo tersebut tidak dapat direncanakan, melainkan datang secara tiba-tiba.

Orang awam mungkin akan menggambarkan vertigo seperti pusing, kliyengan, dan tubuh yang tidak seimbang, karena sensasi ruangan di sekitarnya berputar. Kondisi ini dipicu oleh gangguan pada pusat keseimbangan tubuh yang terletak pada telinga bagian dalam atau batang otak dan otak kecil.

Setidaknya tercatat sekitar 20-30% dari keseluruhan populasi mengalami vertigo. Meskipun kondisi ini seringkali dialami, vertigo tidak boleh dianggap remeh begitu saja. Perlu dicatat, vertigo bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala.

Seberapa tinggi risiko bahaya vertigo yang mungkin dapat muncul?

Bahaya vertigo tidak hanya berhubungan dengan penyakit yang memicu timbulnya gejala vertigo tersebut, namun juga gejala yang menyertainya. Di bawah ini, terdapat beberapa bahaya dan risiko vertigo yang dapat membahayakan kesehatan tubuh:

  • Tingginya risiko terjatuh dan cedera, karena kehilangan keseimbangan.
  • Mengalami gangguan penglihatan.
  • Rasa mual dan muntah yang disertai vertigo. Kondisi ini berisiko memicu dehidrasi jika tidak diimbangi dengan mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup.
  • Penurunan kualitas hidup. Dalam beberapa kasus vertigo kronis, kondisi yang mungkin terjadi, antara lain stres, gangguan emosi dan konsentrasi, serta terhambatnya aktivitas.
  • Kesulitan atau bahkan kehilangan kemampuan pendengaran. Kondisi ini terjadi dalam kasus penyakit meniere yang menjadi salah satu penyebab vertigo perifer yang terkadang disertai dengan gangguan pendengaran.

Lain lagi dengan vertigo sentral yang merupakan penyebab terjadinya gangguan pada sistem saraf pusat (otak). Penyebab utama dari vertigo sentral ini adalah penyakit serebrovaskular yang lebih sering dikenal dengan penyakit stroke. Faktor pemicu terjadinya vertigo sentral yang telah diketahui sejauh ini, antara lain:

  • Tumor otak
  • Migrain
  • Infeksi
  • Cedera kepala
  • Multiple sclerosis

Bahaya yang ditimbulkan dari vertigo sentral dikatakan cukup berbahaya, karena dapat mengancam kondisi kesehatan penderita itu sendiri. Sejauh ini, bahaya vertigo sentral yang diketahui, yaitu:

  • Munculnya gejala neurologis lainnya, seperti kesulitan menelan, kemampuan berbicara secara jelas menurun (bicara pelo), rasa lemas pada salah satu sisi badan, dan mulut yang terlihat mencong.
  • Memicu nistagmus vertikal, yaitu perlambatan gerakan mata dari satu arah yang diikuti gerakan cepat ke arah sebaliknya. Kondisi ini dapat terjadi tanpa kesadaran penuh dan tidak dapat dikontrol oleh penderita vertigo sentral.
  • Penurunan kesadaran.

Sementara itu, vertigo sentral dapat terjadi dengan beberapa risiko yang perlu diwaspadai. Dalam kasus normal, aliran darah diharuskan mengalir dengan lancar ke pusat keseimbangan yang terletak di batang otak dan otak kecil (serebelum). Sementara itu, pada penderita vertigo sentral, proses ini terganggu, karena adanya kemungkinan perdarahan atau penyempitan pembuluh darah otak maupun penekanan yang terjadi akibat massa tumor.

Beberapa risiko yang dapat memperburuk kondisi perlu Anda waspadai, seperti kondisi tekanan darah tinggi (hipertensi), kebiasaan merokok, usia lanjut, kelainan irama jantung (fibrilasi atrium), dan diabetes melitus.

Seseorang pada umumnya akan mengalami vertigo yang dapat hilang setelah 24-36 jam. Namun, jika kondisi vertigo tersebut disertai dengan kondisi kesehatan tertentu dan bahaya vertigo yang telah disebutkan, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*