Bidai Tulang Kering, Kondisi yang Sering Menyerang Atlet

  • October 5, 2020

Bidai tulang kering, atau dikenal dengan istilah “shin splints” mengacu pada rasa sakit di sepanjang tulang kering (tibia), yaitu tulang besar di bagian depan kaki bagian bawah. Dalam dunia medis, kondisi ini bernama “medial tibial stress syndrome”, dan sering terjadi pada atlet yang baru-baru ini mengubah atau meningkatkan rutinitas berlatih. Peningkatan aktivitas tersebut membuat otot, tendon, dan jaringan tulang bekerja dengan lebih keras. Kebanyakan kasus bidai tulang kering dapat diatasi hanya dengan cukup istirahat, kompres es, atau perawatan diri lain. Menggunakan alas kaki yang layak serta memodifikasi rutinitas latihan Anda dapat membantu mencegah bidai tulang kering terjadi kembali di kemudian hari.

Penyebab dan faktor risiko

Rasa sakit atau nyeri yang dihubungkan dengan kondisi bidai tulang kering disebabkan karena jumlah teaga berlebih pada tulang kering dan jaringan yang menghubungkan tulang kering dengan otot di sekitarnya. Tenaga berlebih tersebut menyebabkan otot membengkak dan meningkatkan tekanan terhadap tulang, menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Bidai tulang kering juga dapat menyebabkan reaksi stres terhadap retak tulang. Hentakan yang konstan dapat menyebabkan retakan kecil pada tulang kaki. Tubuh dapat memperbaiki retakan tersebut setelah beberapa waktu. Akan tetapi apabila tubuh tidak mendapatkan cukup istirahat, retakan kecil dapat menyebabkan fraktur lengkap atau fraktur stres.

Berbagai aktivitas dan sifat fisik dapat meningkatkan risiko Anda menderita bidai tulang kering. Faktor risiko tersebut termasuk ketidaknormalan anatomi (seperti sindrom kaki datar), kelemahan otot pada paha dan pantat, kurangnya fleksibilitas, teknik berlatih yang tidak tepat, berlari menuruni bukit, berlari di permukaan yang miring atau medan tidak rata, berlari di permukaan yang keras seperti beton, memakai sepatu yang tidak layak pakai, dan berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan aktivitas berhenti dan mulai berlari dengan cepat. Bidai tulang kering juga dapat terjadi ketika otot dan tendon kaki lelah. Wanita, orang-orang dengan kaki datar, atlet, rekrutan militer, dan penari semuanya memiliki risiko lebih besar menderita bidai tulang kering.

Gejala, diagnosa, dan perawatan

Orang-orang yang menderita bidai tulang kering akan mengalami beberapa gejala berikut ini, seperti nyeri tumpul di bagian depan kaki bagian bawah, rasa sakit yang berkembang saat latihan, nyeri di kedua sisi tulang kering, nyeri otot, nyeri di sepanjang tungkai bawah bagian dalam, pembengkakan di tungkai bawah, serta mati rasa dan kelemahan kaki. Kunjungi dokter apabila bidai tulang kering Anda tidak memberikan respon terhadap metode perawatan yang diberikan, atau Anda menderita gejala seperti nyeri parah di tulang kering setelah terjatuh atau kecelakaan, tulang kering yang terasa panas, tulang kering yang bengkak, dan rasa nyeri pada tulang kering saat Anda beristirahat.

Dokter biasanya dapat mendiagnosa bidai tulang kering saat pemeriksaan fisik. Mereka akan bertanya seputar jenis aktivitas fisik yang Anda lakukan dan seberapa sering/intens Anda dalam melakukan aktivitas tersebut. Dokter juga akan meresepkan tes diagnosa seperti pemindaian pencitraan dan sinar-X apabila mereka mencurigai Anda menderita retak tulang atau kondisi lain selain bidai tulang kering.

Bidai tulang kering umumnya membutuhkan istirahat dari aktivitas fisik tertentu. Rasa tidak nyaman biasanya akan hilang setelah beberapa jam atau beberapa hari dengan beristirahat dan membatasi aktivitas. Biasanya, Anda akan diminta beristirahat selama dua minggu. Dalam waktu tersebut, Anda bisa melakukan olahraga yang tidak menyebabkan kerusakan tambahan pada kaki, seperti berjalan atau berenang.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*