Cara Ampuh Atasi ISK dengan Antibiotik Saluran Kemih

  • January 1, 2020

Antibiotik saluran kemih merupakan Langkah pengobatan utama ketika Anda positif mengidap infeksi saluran kemih (ISK). Cara pemberianya bisa melalui suntikan atau minum, tergantung kondisi dan posisi ISK itu sendiri. Namun apakah Anda tahu jika berulang kali terkena penyakit ini, Anda bisa-bisa harus mengonsumsi antibiotik ini hingga lebih dari 6 bulan?

Fakta ini bukan untuk menakut-nakuti, memang benar bagi wanita yang terserang bakteri penyebab infeksi saluran kemih lebih dari 3 kali dalam satu tahun, konsumsi antibiotik dengan dosis rendah dalam jangka waktu Panjang tidak terhindarkan.

Cara menghindari risikonya

Ketika Anda divonis positif ISK untuk pertama kalinya, jangan sekali-sekali menghentikan konsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Biasanya, bagi wanita yang pertama kali menderita ISK, dokter hanya akan meresepkan antibiotik untuk 2-3 hari atau maksimal 14 hari (bagi penderita ISK berat). Jika Anda hanya mengalami ISK ringan, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik, seperti fosfomycin, ceftriaxone, cephalexin, nitrofurantoin, maupun trimethropim/sulfamethoxazole.

Sementara antibiotik fluoroquinolone dan levofloxacin akan diberikan pada penderita ISK parah atau yang juga menderita infeksi ginjal. Ketika Anda divonis menderita ISK berat, dokter bisa saja meresepkan antibiotik suntik.Sedangkan pada ibu hamil yang terkena ISK, dokter akan meresepkan antibiotik yang cenderung tidak memengaruhi perkembangan janin. Misalnya, amoxicillin, erythromycin, maupun penisilin.

Saat proses penyembuhan dengan antibiotik ini, Anda mungkin akan merasa jenuh dan ingin menghentikan pengobatan. Apalagi, jika gejala ISK, seperti rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil, tidak Anda rasakan lagi. Jika konsumsi antibiotik memang harus dihentikan, biarkan dokter yang memutuskan hal itu setelah melakukan serangkaian pemeriksaan pada saluran kemih.

Pasalnya, menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya hanya akan membuat bakteri penyebab ISK bisa kembali berkembang sehingga menyebabkan ISK kambuhan. Semakin sering Anda terinfeksi bakteri penyebab ISK, semakin lama Anda harus mengonsumsi antibiotik. Jadi, lebih baik menuntaskannya sekarang daripada mengulang prosesnya dari awal.

Semua obat yang katanya alami pun, pasti memiliki efek sampingnya, tidak terkecuali antibiotik saluran kemih. Untuk antibiotik saluran kemih sendiri, efek samping yang ditimbulkan bisa berupa diare, mual atau muntah, sakit kepala, ruam, dan kerusakan pada otot tendon atau saraf.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*