Cara Mudah Kendalikan Ekspresi Marah

  • January 13, 2021

Menunggu terlalu lama, terjebak di kemacetan yang tidak kunjung mereda, ataupun harus berhadapan dengan teman kerja yang menyebalkan, semua hal tersebut dapat memicu ekspresi marah dalam diri Anda. Meskipun ekspresi marah terhadap hal-hal yang mengganggu tersebut merupakan respon yang normal terhadap stres, terus kesal dan emosional dapat bersifat merusak. Bukan sebuah rahasia bahwa menunjukkan ekspresi marah dan mengamuk dapat melukai hubungan profesional dan pribadi Anda. Namun, hal tersebut juga dapat berdampak pada kesejahteraan diri. Terus menerus frustasi dapat menyebabkan reaksi emosional dan fisik, seperti tekanan darah tinggi dan kecemasan. 

Untungnya, ada beberapa cara dalam mengendalikan ekspresi marah yang bisa Anda lakukan. Sebuah studi tahun 2010 menemukan bahwa mampu menunjukkan ekspresi marah dengan cara yang sehat dapat menurunkan risiko Anda menderita penyakit jantung. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

  • Ambil napas dalam-dalam

Di saat emosi meluap, kita mudah tidak menghiraukan pernapasan. Namun pernapasan yang pendek pada saat marah membuat Anda berada dalam mode melawan atau lari. Untuk mengatasi hal ini, cobalah ambil napas yang pelan dan terkontrol, di mana Anda menarik napas menggunakan perut dan bukan dada. Hal ini akan membuat tubuh Anda menjadi tenang. Anda juga bisa melakukan latihan pernapasan berikut ini, seperti duduk di tempat yang bisa membuat Anda tenang dan nyaman; tarik napas dalam-dalam lewat hidung dan perhatikan saat perut mulai naik; keluarkan udara lewat mulut; lakukan latihan pernapasan ini 3 kali sehari selama 5 hingga 10 menit atau selama yang Anda butuhkan. 

  • Ucapkan mantra yang menenangkan

Mengucapkan frasa yang menenangkan berulang kali dapat membuat mengekspresikan emosi sulit dengan mudah, termasuk rasa marah dan frustasi. Perlahan, ucapkan “santai saja” atau “semuanya akan baik-baik saja” berulang kali ketika Anda merasa kewalahan dalam menghadapi sesuatu. Bahkan Anda bisa mengucapkannya dengan suara keras, atau hanya memikirkannya saja. 

  • Coba teknik visualisasi

Menemukan tempat bahagia Anda saat Anda menghadapi masalah apapun dapat membantu Anda merasa lebih tenang di saat tersebut. Saat ekspresi marah mulai muncul, cobalah untuk membuat “mental picture” untuk menenangkan tubuh dan pikiran, dengan cara seperti mencoba berpikir tentang tempat khayalan atau nyata yang membuat Anda bahagia, tenang, dan aman. Tempat tersebut dapat berupa gunung di mana Anda membuat kunjungan berkemah atau pantai eksotis yang ingin Anda kunjungi suatu hari nanti. Setelah itu, cobalah untuk berfokus tentang detail-detail yang Anda bayangkan di tempat tersebut, seperti apa baunya, suaranya, dan pemandangannya. Terakhir, perhatikan teknik pernapasan yang Anda lakukan dan jaga gambar tersebut di pikiran Anda hingga rasa cemas atau marah mulai sirna. 

  • Ekspresikan frustasi yang dimiliki

Tiba-tiba meluapkan ekspresi marah tidak akan membantu Anda dalam menghadapi masalah yang sedang dijalani. Namun hal tersebut bukan berarti Anda tidak dapat meluapkan rasa frustasi pada teman atau anggota keluarga yang dipercaya, terutama saat Anda menjalani hari yang buruk. Dengan mengeluarkan rasa frustasi tersebut (dan tidak memendamnya dalam-dalam), Anda bisa mencegah ekspresi marah menumpuk di dalam diri. 

Ekspresi marah juga bisa diatasi dengan menemukan humor dalam masa sulit yang sedang Anda jalani. Hal ini akan membantu Anda menjaga perspektif yang seimbang. Bukan berarti Anda bisa menertawakan masalah yang Anda miliki. Namun dengan melihat masalah tersebut secara santai dapat membantu Anda mencegah ekspresi marah berlebih dan membantu tubuh tenang guna memecahkan masalah dengan pikiran yang jernih. 

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*