Susu Soya untuk Bayi, Ketahui Pro dan Kontranya

  • March 30, 2021

Susu kedelai atau susu soya untuk bayi biasanya diberikan sebagai pengganti bila anak alergi terhadap susu sapi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda memberikan si Kecil susu kedelai.

Apakah Susu Soya Cocok Dikonsumsi oleh Bayi?

Nutrisi yang terkandung dalam susu soya memang tidak selengkap nutrisi ASI ataupun susu formula. ASI dan susu formula mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. 

Namun, jika keluarga Anda vegetarian atau si Kecil memiliki alergi terhadap susu sapi atau karena kondisi kesehatan tertentu, tidak ada salahnya memberikan susu kedelai tanpa gula yang sudah diformulasikan.

Usahakan memilih susu soya dari kedelai utuh, bukan susu rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih juga susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral tambahan, yang akan dibutuhkan oleh bayi selama masa pertumbuhan dan perkembangan.

Susu Soya tidak boleh dikonsumsi oleh bayi yang berusia di bawah 1 tahun. Saat bayi berusia 0-6 bulan, hanya boleh diberikan ASI atau susu formula saja. Setelah memasuki usia 6 bulan, si kecil diberikan juga makanan pendamping ASI (MPASI), dengan tetap mengonsumsi ASI atau susu formula. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil.

Bayi yang sudah berusia 1 tahun ke atas, masih lebih baik diberikan susu sapi. Akan tetapi jika memang ada kondisi kesehatan atau alergi terhadap susu sapi, maka berikanlah susu kedelai tanpa gula yang sudah diformulasikan. Tentu ini sesuai dengan saran dokter.

Beberapa kondisi yang memperbolehkan bayi mengonsumsi susu soya tanpa gula yang sudah diformulasikan adalah sebagai berikut:

  • Alergi terhadap susu sapi
  • Keluarga vegetarian atau tidak mengonsumsi produk hewani
  • Intoleransi laktosa
  • Memiliki kondisi kesehatan tertentu dan dokter menyarankan untuk konsumsi susu soya yang diformulasikan.

Jangan sampai Anda memberikan susu selain ASI pada bayi secara sembarangan. Pastikan sudah sesuai dengan saran dan petunjuk dari dokter. 

Susu Soya Vs Susu Sapi

Membahas soal kandungan nutrisi susu kedelai, sebenarnya ada banyak perbedaan jika dibandingkan dengan susu sapi. Perbedaan-perbedaan tersebut seperti:

  • Kandungan kalori pada susu kedelai yang sudah diperkaya hanya mengandung 100 kalori, sedangkan susu sapi segar mengandung 146 kalori.
  • Susu soya mengandung 4 gram lemak, sedangkan susu sapi mengandung lemak sebanyak 8 gram.
  • Kandungan protein dalam susu kedelai maupun susu sapi hampir sama. Susu sapi segar mengandung 8 gram protein, sedangkan susu kedelai mengandung 7 gram protein.
  • Susu kedelai mengandung 2 gram serat, sedangkan susu sapi mengandung 0 gram serat.

Selain itu, susu kedelai yang terbuat dari tumbuhan tidak mengandung vitamin B12. Vitamin ini hanya ada dalam makanan yang berasal dari hewan, termasuk susu sapi.

Begitu pula dengan kandungan kalsium pada susu kedelai juga lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi.

Memberikan susu soya untuk bayi juga perlu ada aturannya. Susu soya mengandung zat alami bernama phytate yang dapat mengurangi kemampuan anak menyerap kalsium dan mineral. Sehingga anak perlu diberikan asupan makanan lain yang tinggi kalsium untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan tubuhnya. 

Jika memang anak Anda harus diberikan susu kedelai, maka pastikan susu tersebut sudah difortifikasi atau ditambah nutrisi penting seperti kalsium, folat, vitamin A, D, dan vitamin B.

Saat Anda memberikan susu soya untuk bayi, maka pastikan untuk terus berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dan ahli gizi untuk memantau tumbuh kembangnya tetap sesuai dengan usia anak.