Racikan Cairan Pembersih Kaca yang Dapat Anda Buat Sendiri

  • January 5, 2022

Anda pasti selalu mengandalkan cairan pembersih kaca komersial yang dijual dipasaran untuk membersihkan kaca dan jendela. Namun, membersihkan jendela dan pintu ternyata tidak semudah itu. Anda tidak memerlukan pembersih atau alat mewah apapun saat Anda dapat membuat resep pembersih kaca DIY. Anda dapat membuatnya secara gratis dari persediaan di rumah Anda. 

Selain harga yang lebih hemat dan sederhana, Anda hanya perlu mencampur pembersih jendela DIY sendiri dengan tidak lebih dari beberapa staples dapur yang mungkin Anda miliki. Pembersih jendela buatan sendiri ini adalah solusi dari bahan-bahan yang lebih natural dan aman, seperti cuka dan air. Berikut racikan yang bisa Anda coba. 

Cairan pembersih kaca dapat menghilangkan kotoran yang membandel

​​Metode 1: Resep cairan pembersih kaca

Sebagian besar pembersih kaca DIY menggunakan air sebagai bahan dasarnya. Sebaiknya gunakan air suling dan minimalkan penggunaan air dari keran. Pasalnya, air suling lebih murni dan cenderung tidak meninggalkan noda atau bekas. Resep pembersih buatan sendiri yang sederhana ini cepat bercampur dan dapat dengan mudah disesuaikan dengan minyak esensial favorit Anda.

Bahan:

  • 2 gelas air suling
  • 1/2 cangkir cuka
  • 10 tetes minyak esensial

Campurkan semua bahan dan kocok hingga semua tercampur. Anda dapat menggunakan lemon karena aromanya yang bersih dan segar, tetapi Anda dapat menggunakan minyak esensial pilihan lainnya.

Metode 2: Menggosok pembersih jendela DIY alkohol

Penambahan alkohol gosok ke resep ini membantu larutan menguap dengan cepat pada permukaan kaca, mengurangi kemungkinan meninggalkan noda air. Sebagai pengingat, alkohol gosok sangat mudah terbakar, jadi pastikan untuk menyimpan pembersih jendela buatan sendiri ini di tempat yang aman dan jauh dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Bahan:

  • 1 cangkir air suling
  • 2-3 sdm cuka putih
  • 1/4 cangkir alkohol gosok

Tambahkan alkohol dan cuka ke dalam botol semprot, lalu isi dengan air suling. Amankan tutupnya dengan erat dan kocok secara menyeluruh. Untuk hasil terbaik, pastikan cuka bertuliskan “terbuat dari biji-bijian” pada labelnya.

Metode 3: Sabun cuci piring DIY glass cleaner

Sabun cuci piring menyediakan bahan pembersih yang sederhana dan efektif untuk permukaan kaca, dan Anda hanya perlu sedikit untuk membuatnya bekerja.

Bahan:

  • 16 gelas air panas
  • Beberapa tetes cairan pencuci piring ringan

Campurkan air panas tersebut dan cairan dalam ember yang cukup besar. Anda dapat menggunakan air suling untuk mendapatkan hasil akhir yang bebas goresan.

Cara menggunakan cairan pembersih kaca DIY

Pastikan untuk memilih botol semprot baru yang bersih untuk pembersih kaca DIY Anda; botol bekas mungkin mengandung sisa bahan kimia yang dapat menyebabkan reaksi. Anda juga harus memberi label yang sesuai. Hindari menggunakan pembersih yang mengandung cuka pada marmer, granit, batu tulis, ubin, atau permukaan padat, yang dapat merusaknya. Anda dapat menguji di tempat kecil atau lokasi tersembunyi untuk memastikan cairan tersebut tidak merusak permukaan.

Saat menggunakan cairan pembersih kaca buatan sendiri selalu kerjakan dari atas ke bawah untuk mencegah tetesan dan goresan. Anda juga harus memberikan waktu kepada pembersih jendela buatan sendiri untuk bekerja. Semprotkan, lalu tunggu beberapa menit sebelum menyeka kering dengan kain microfiber. Perhatikan bahwa kain harus benar-benar bersih sebelum Anda menggunakannya pada permukaan kaca.  Dengan tips ini, pembersih jendela DIY akan menghapus goresan dan mencapai hasil akhir yang jelas dan berkilau.

Premarital Check Up Sebelum Menikah, Penting atau Tidak?

  • June 10, 2021

Sebelum menikah, Anda dan pasangan mungkin perlu mengetahui kondisi kesehatan satu sama lain. Ini penting sebagai pertimbangan ketika akan merencanakan kehidupan berkeluarga di masa depan. Salah satu caranya dengan melakukan premarital check up.

Prosedur ini merupakan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk pria dan wanita sebelum menikah. Pemeriksaannya berfokus pada pemeriksaan kesehatan yang berhubungan dengan kebutuhan pernikahan di masa depan. 

Mengapa perlu melakukan premarital check up?

Banyak rumah sakit yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Akan tetapi, tidak semua pasangan memilih untuk melakukan pemeriksaan ini.

Hal ini bisa saja disebabkan oleh rendahnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Padahal, dengan melakukan premarital check up, Anda bisa merasakan berbagai macam manfaat berupa:

  • Mengenal pasangan lebih dalam

Salah satu cara untuk bisa mengenal pasangan lebih dalam adalah melalui pemeriksaan kesehatan. Hasil dari pemeriksaan kesehatan bisa menunjukkan apabila Anda atau pasangan Anda ternyata menderita kondisi medis tertentu.

Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pernikahan Anda. Dari sini, kesetiaan Anda dan pasangan akan diuji, dan Anda harus siap melakukan upaya antisipasi bersama dengan pasangan.

Hasil dari pemeriksaan kesehatan bisa menunjukkan hal-hal yang selama ini mungkin belum Anda ketahui, sehingga bisa menjadi sarana untuk mengenal pasangan lebih dalam. 

  • Merencanakan program kehamilan

Umumnya, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah melibatkan prosedur tes fertilitas  atau kesuburan. Ini dilakukan guna menilai tingkat kesuburan Anda dan pasangan Anda. 

Dengan mengetahui hal ini sejak awal, Anda dan pasangan bisa sama-sama melakukan rencana program kehamilan dari jauh-jauh hari. Apabila ada masalah dengan kondisi kesuburan, Anda dan pasangan bisa segera mengatasinya bahkan dari sebelum menikah.

Jadi, ketika sudah menikah, kondisi kesuburan Anda dan pasangan akan lebih maksimal berkat upaya perawatan sejak awal. Ini lebih memungkinkan Anda untuk menjalani program kehamilan yang lancar. 

  • Mendeteksi penyakit genetik

Ketika Anda sudah memiliki anak nantinya, Ada potensi anak menderita penyakit tertentu yang diwariskan oleh Anda atau pasangan Anda. Mungkin saja, selama ini Anda atau pasangan tidak menyadari bahwa menderita penyakit genetik tersebut.

Karena itu, premarital check up juga akan menunjukkan apabila ada kondisi medis yang bisa diwariskan pada anak dari Anda atau pasangan Anda. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa melakukan upaya antisipasi.

Penyakit genetik tidak selalu dialami oleh Anda, namun tetap bisa diturunkan pada anak. Bisa saja, Anda menjadi pembawa atau carrier dalam penyakit genetik tersebut tanpa mengalami gejalanya sendiri. 

Bagaimana prosedur premarital check up?

Setiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam hal cakupan pemeriksaan. Akan tetapi, umumnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah meliputi: 

  • Tes rutin umum

Tes ini merupakan tes yang biasa dilakukan saat melakukan medical check up pada umumnya. Ini meliputi tes penghitungan darah lengkap, tes golongan darah, dan lain-lain.

  • Tes penyakit menular

Ini dilakukan guna mengetahui apakah Anda atau pasangan memiliki risiko menularkan penyakit tertentu. Contohnya seperti penyakit HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. 

  • Tes genetik

Tes ini dilakukan untuk melihat kompabilitas golongan darah antara Anda dan pasangan. Prosedur tes dilakukan melalui pengujian sampel yang diambil dari sel darah Anda. 

Jika Anda ingin melakukan premarital check up, pertimbangkan biaya serta cakupan pemeriksaan yang tersedia. Kedua hal ini penting dan akan mempengaruhi kebutuhan Anda dan pasangan di masa depan. 

Sepatu Lari Terbaik, Apa Bedanya dengan Sepatu Jalan?

  • March 24, 2021
sepatu lari terbaik

Ketika berolahraga, khususnya olahraga lari, kaki Anda rentan mengalami cedera. Oleh sebab itu, Anda perlu menggunakan sepatu lari yang tepat. Perhatikan untuk membeli sepatu lari terbaik, bukan sepatu jalan biasa.

Tidak banyak orang yang tahu perbedaan antara sepatu jalan dengan sepatu lari. Padahal, sesuai dengan namanya, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Sepatu lari vs sepatu jalan

Dari segi karakteristik, sepatu lari memiliki bahan yang lebih lentur dibandingkan dengan sepatu jalan. Hal ini akan memudahkan kaki Anda untuk bergerak saat sedang berlari dan mengurangi kemungkinan cedera.

Sebaliknya, sepatu jalan cenderung memiliki tekstur yang lebih kaku. Walaupun, tingkat kekakuannya tetap tidak lebih kaku dari sepatu biasa yang dikenakan untuk fashion.

Ada beberapa fungsi dari sepatu lari yang mungkin tidak ditemukan pada sepatu jalan. Sepatu lari terbaik bisa memberikan kelebihan sebagai berikut:

  • Tingkat dan jumlah bantalan yang berbeda di setiap bagian kaki, mulai dari tumi, kaki bagian tengah, dan ujung kaki
  • Lebih lentur dan fleksibel
  • Bobot bantalan yang lebih ringan, sehingga mudah dibawa berlari
  • Tidak ada bahan yang bisa bergesekan dengan kulit, sehingga menurunkan risiko lecet
  • Desain yang disesuaikan dengan gaya masa kini

Ketika akan memilih sepatu lari, Anda bisa mempertimbangkan aspek-aspek di atas. Dengan begitu, Anda bisa memilih sepatu lari yang tepat dan mampu membedakannya dengan sepatu jalan biasa.

Cara memilih sepatu lari terbaik

Supaya tidak salah pilih, Anda harus tahu apa saja yang perlu dicari dari sebuah sepatu lari serta apa yang perlu dihindari. Agar Anda bisa mendapatkan sepatu yang paling cocok digunakan untuk lari, berikut ini hal-hal yang sebaiknya diperhatikan:

  • Bantalan

Bantalan pada sepatu lari berfungsi untuk menurunkan kemungkinan cedera kai. Karena itu, pastikan untuk membeli sepatu lari dengan bantalan yang tebal, sehingga mampu menopang kaki Anda dengan sempurna.

Akan tetapi, bantalan yang terlalu tebal juga bisa membuat sepatu terasa berat. Akan lebih baik kalau Anda juga mempertimbangkan bobot sepatu dan bantalan sebelum membeli.

  • Penyangga tumit

Jika Anda perhatikan, rata-rata sepatu lari terbaik memiliki penyangga tumit. Penyangga tumit ini berfungsi untuk menopang tumit Anda agar tidak terjadi benturan ketika berlari.

Saat berlari, kaki Anda akan bergerak dengan sangat cepat. Tubuh Anda juga melayang untuk beberapa saat. Ketika tubuh kembali ke tanah, tumit akan menjadi bagian yang paling sering melakukan kontak langsung dengan tanah.

Bila sepatu lari yang Anda gunakan tidak dilengkapi dengan penyangga tumit yang baik, tumit rentan mengalami cedera ketika menyentuh tanah.

  • Ukuran sepatu

Pastikan untuk membeli sepatu lari dengan ukuran yang pas di kaki Anda. Hindari memakai sepatu lari yang terlalu kecil atau terlalu besar. Ini akan menimbulkan ketidaknyamanan dan menganggu olahraga lari Anda.

Sepatu yang terlalu kecil kemungkinan akan membuat kaki Anda mudah bergesekan dengan bahan sepatu. Terkadang, hal ini bisa menyebabkan lecet pada kulit kaki. 

Sementara, sepatu yang terlalu besar juga rentan terlepas ketika dibawa berlari. Saat sepatu terlepas, Anda akan jadi lebih mudah mengalami cedera. 

Selalu perhatikan kualitas dari bahan sepatu lari yang akan Anda beli. Memakai sepatu lari terbaik bisa memaksimalkan olahraga lari Anda, sehingga Anda tetap bisa berlari dengan sempurna tanpa risiko cedera.