Jenis-jenis Laut Berdasarkan Letaknya

  • November 24, 2020

Sebanyak 70 persen permukaan bumi terdiri dari lautan dan sudah sejak lama lautan memberi manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lain yang tinggal di bumi. Karenanya jenis dan manfaat laut sangat beragam, bahkan mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya. Salah satu upaya untuk tetap mendapatkan manfaat tersebut adalah berusaha menjaga laut.

Sebelum mengetahui apa saja manfaat dari laut, sangat penting untuk memahami apa saja jenis laut yang ada di dunia. Beberapa jenis laut ini juga memberikan manfaat yang berbeda bagi kehidupan makhluk yang tinggal di dekat lautan atau makhluk hidup yang tinggal di lautan. Hal inilah yang menjadi alasan betapa pentingnya menjaga lautan untuk masa depan.

Jenis-jenis Laut

  1. Laut Tepi

Merupakan jenis laut yang terletak di tepian benua, laut ini terhalang atau juga bisa disebut dipisahkan oleh gugusan pulau. Beberapa contoh laut tepi antara lain seperti, laut utara, laut ochostk, laut China selatan dan laut Jepang.

  • Laut Pertengahan

Merupakan laut yang terletak di antara dua benua atau lebih, laut ini rentan terhadap gejala gunung berapi. Beberapa laut pertengahan memiliki gugusan pulau-pulau, misalnya seperti laut karibia dengan gugusan pulau-pulau Antilen besar, laut tengah dengan gugusan pulau-pulau Yunani, laut es dengan gugusan kepulauan spitbergen, laut Australia dan laut-laut di Indonesia.

  • Laut Pedalaman

Merupakan laut yang hampir seluruhnay dikelilingi oleh daratan, misalnya seperti laut hitam, laut kaspia, laut mati dan laut baltik. Setelah mengenal beberapa jenis laut yang ada di bumi, perlu juga memahami manfaat-manfaat yang diberikan laut bagi kehidupan di sekitarnya atau yang lebih luas lagi.

Manfaat Laut

  1. Membantu Bernapas

Salah satu manfaat yang muncul berasal dari salah satu organisme yang hidup di dalamnya, yakni fitoplankton. Organisme kecil ini memiliki tanggung jawab atas setidaknya 50 persen oksigen yang ada di bumi. Seperti tanaman yang tumbuh di darat, fitoplankton ini mengandung klorofil guna menangkap sinar matahari dan melakukan fotosintensis.

Setelahnya akan diubah menjadi energi yang dibutuhkan organisme tersebut, fitoplankton juga menghasilkan oksigen dari proses fotosinstensis. Organisme ini juga mengonsumsi karbondioksida, mentransfer sekitar 10 gigaton karbo dari atmosfer ke lautan setiap harinya.

  • Membantu Mengatur Iklim

Lautan menyerap panas dalam jumlah yang besar, menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), selama 50 tahun terakhir lebih dari 90 persen pemanasan yang terjadi di bumi berada di lautan. Beberapa arus laut bertanggung jawab langsung pada perubahan iklim tertentu, salah satu contohnya Arus Teluk (Gulf Stream).

  • Sumber Makanan

Ikan dari laut merupakan salah satu menu makanan wajib bagi miliaran orang di seluruh dunia, sebanyak 16 persen dari semua protein hewani yang dikonsumsi secara global. Selain ikan, ada pula makanan lain dari laut yang juga bisa dikonsumsi, seperti ganggang laut dan rumput laut. Rumput laut  juga mengandung nutrisi yang bermanfaat.

  • Tempat Hidup Keanekaragaman Hayati

Manfaat laut selanjutnya merupakan rumah bagi banyak kehidupan, saking banyaknya hewan yang hidup di dalam laut. Bahkan hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah makhluk hidup yang ada dilaut, total 91 persen spesies di lautan belum dapat diidentifikasi.

Faktor yang menyebabkan ini juga luas samudra yang mencakup 70 persen permukaan bumi, keanekaragaman yang ada di dalam laut juga bisa dimanfaatkan oleh manusia, selain untuk dikonsumsi juga dapat digunakan untuk wisata dan penelitian atau kepentingan yang lainnya.

Apa Itu Skinship dan Apakah Fungsinya?

  • November 18, 2020

Skinship merupakan sentuhan fisik yang intim antara dua orang. Tidak hanya dapat mempererat hubungan saja, skinship juga dianggap memiliki dampak yang baik bagi kesehatan dan kesejahteraan diri. Saat kita menyentuh, memeluk, mencium pasangan atau teman, sikap tersebut dipenuhi oleh niat dan arti. Kita mencari kasih sayang, mencoba membangun hubungan, atau berusaha untuk menyatakan kebutuhan. Beragam budaya menggunakan sentuhan dalam berbagai cara untuk menunjukkan rasa hormat, dan primate lain selain manusia menggunakannya untuk menciptakan hubungan dan membangun hirarki sosial.

Akan tetapi baru-baru ini beberapa peneliti telah menyatakan kekhawatiran mereka bahwa masyarakat dunia Barat sedang mengalami sebuah krisis, di mana skinship atau bahkan sentuhan fisik diatur dengan ketat dan jarang ditunjukkan dalam aksi sosial, seperti berpelukan. Tentu saja sentuhan fisik tidak selalu pantas dilakukan, terutama oleh orang asing karena hal tersebut dapat menandakan adanya tindakan asusila. Peneliti dari Finlandia dalam studi mereka yang dipublikasikan tahun 2019 menyatakan apakah sentuhan dapat memberikan efek positif atau negatif sangat tergantung pada konteks kapan sentuhan tersebut terjadi. Mereka menyatakan bahwa sentuhan tidak selamanya menyampaikan emosi yang positif secara universal. Perbedaan-perbedaan budaya dapat membuat sentuhan sebagai sebuah aksi yang melanggar ruang pribadi seseorang. Di waktu yang sama, penelitian juga menemukan bahwa sentuhan merupakan hal penting bagi manusia  saat menyampaikan emosi dan menjaga hubungan, baik romantis ataupun tidak.

Mengapa skinship dan sentuhan itu penting?

Menyentuh, dan disentuh, mengaktifkan beberapa daerah khusus di otak, sehingga memengaruhi proses pikiran, reaksi, dan bahkan respon psikologi. Misalnya, sebuah studi melaporkan bahwa scan otak menunjukkan sentuhan penuh sayang atau skinship dapat mengaktifkan orbitofrontal cortex, daerah di otak yang dihubungkan dengan pembelajaran dan pembuatan keputusan, sekaligus perilaku emosional dan sosial. Beberapa eksperimen tertentu juga menyatakan bahwa ciuman romantis merupakan alat yang penting, khususnya bagi wanita, dalam memilih pasang karena campuran bahan kimia yang ditemukan di air liur seseorang dapat menyampaikan informasi penting ke otak tentang kecocokan fisiologis mereka.

Sentuhan juga dapat memberikan ketenangan pada seseorang yang sedang mengalami kesusahan. Di sini, sentuhan berperan dalam menyampaikan dukungan dan empati. Sebuah studi dari Swedia dengan hasil temuan dipublikasikan dalam Penelitian Interaksi Bahasa dan Sosial tahun lalu menemukan bahwa memeluk anak yang sedang sedih memiliki efek menenangkan bagi mereka. Dalam kejadian tersebut, interaksi yang melibatkan orang tua memberikan sinyal bahwa mereka tersedia dalam menawarkan sentuhan yang menenangkan, diikuti pengakuan anak akan ketersediaan tersebut dan respon positif terhadap hal tersebut. Interaksi dan koordinasi yang terlibat dalam scenario tersebut membuat anak yang sedang sedih mendapatkan rasa aman dan ketenangan. Sebagai hasilnya, ada banyak perdebatan tentang penggunaan sentuhan dalam konseling, terutama tentang potensi manfaat melebihi kode etik yang menyelimutinya. Para peneliti memahami bahwa sentuhan memiliki potensi terapis yang bermanfaat dan beberapa orang dapat mengambil manfaat tersebut dari menerima sentuhan di pundak saat mereka merasa sedih.

Sentuhan, terutama skinship, juga merupakan sebuah cara efektif meringankan rasa sakit di tubuh. Terapi pijat dapat menjadi cara yang baik dalam meredakan semua jenis rasa nyeri, dari sakit kepala hingga sakit punggung. Anda tidak perlu mengunjungi panti pijat untuk mengalami manfaat pereda nyeri lewat sentuhan. Cukup menggenggam tangan pasangan saja, atau tindakan skinship lainnya, sudah cukup.