Simak 6 Fakta Keratosis Seboroik Ini, Yuk!

Simak 6 Fakta Keratosis Seboroik Ini, Yuk!

  • January 18, 2021

Keratosis seboroik menjadi masalah kulit umum yang hampir dialami oleh tiap orang. Penyakit kulit ini menimbulkan benjolan-benjolan kecil mengelompok yang berwarna cokelat, hitam, ataupun putih. Meskipun terasa mengganggu karena teksturnya yang lengket dan berminyak, benjolan keratosis seboroik tidak menimbulkan rasa gatal dan nyeri yang umum dihadirkan oleh penyakit kulit lainnya. 

Banyak orang mengalami masalah kulit ini seiring pertambahan usia. Namun, masih sedikit orang yang memahami benar bahwa yang dialaminya adalah keratosis seboroik. Karena itu, mengetahui berbagai fakta mengenai masalah kulit ini menjadi semakin menarik disimak untuk membuka wawasan Anda mengenai masalah kulit tua tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik mengenai keratosis seboroik. Ternyata, penyakit kulit ini tidak perlu dikhawatirkan sedemikian rupa hingga Anda harus membawanya ke dokter!

  1. Benjolan Non-kanker 

Mendapati benjolan yang mendadak tumbuh di kulit pastinya membuat kekhawatiran. Sebab bisa jadi, benjolan tersebut merupakan awal mula dari kanker kulit. Namun percayalah, Anda tidak perlu merisaukan hal tersebut jika mendapati gejala-gejala keratosis seboroik. Nyatanya, benjolan ini bukanlah jenis kanker dan sama sekali tidak berbahaya bagi keselamatan Anda. 

  1. Usia Paruh Baya

Anda mungkin bertanya-tanya kapan benjolan keratosis seboroik akan mulai bermunculan di kulit? Seiring bertambahnya usia, risiko mengalami keratosis seboroik sebenarnya semakin besar. Namun rata-rata, benjolan non-kanker ini muncul ketika seseorang sudah memasuki masa paruh baya. Sebanyak 30 persen orang berusia 40 tahun memiliki benjolan keratosis seboroik. Bahkan sebanyak 75 persen orang-orang dengan umur 70 tahun ke atas sudah mengoleksi benjolan ini di sekujur kulit mereka. 

  1. Tidak Menular

Jangan pernah takut untuk berdekatan dengan orang-orang yang memiliki banyak benjolan keratosis seboroik. Penyakit kulit memang banyak yang menular sehingga membuat Anda mesti waspada untuk berdekatan dengan pasien yang tengah terinfeksi. Namun khusus untuk keratosis seboroik, tidak akan ada penularan yang terjadi, meskipun Anda memeluk orang yang terkena masalah kulit ini. Sekali lagi, keratosis seboroik merupakan masalah kulit yang muncul karena penuaan, bukan karena penularan. 

  1. Didukung Genetik 

Meskipun keratosis seboroik sangat terpengaruh usia, namun bukan berarti Anda tidak bisa mengalaminya ketika usia Anda masih di bawah 40 tahun. Beberapa orang mengalami masalah kulit ini lebih awal. Penyebabnya adalah faktor genetik. Jika di dalam keluarga Anda terdapat orang-orang yang terkena keratosis seboroik dalam jumlah besar dan cepat, kemungkinan Anda mengalami masalah kulit ini pun bisa datang lebih awal. 

  1. Tidak untuk Telapak 

Keratosis seboroik bisa menyerang berbagai permukaan kulit di tubuh Anda. Benjolan-benjolan ini bisa muncul di wajah, punggung, lengan, maupun paha dan betis Anda. Namun, ada juga bagian tubuh yang tidak akan terserang benjolan penuaan ini. Menurut penelitian, keratosis seboroik tidak pernah muncul di telapak kaki maupun telapak tangan Anda. Jadi, benjolan-benjolan tersebut tidak akan merepotkan Anda untuk makan maupun berjalan. 

  1. Bisa Dilepas 

Meskipun tidak menyakitkan dan membahayakan jiwa, keberadaan benjolan keratosis tak ayal bisa berpengaruh ke tingkat percaya diri Anda. Tenang saja, jika benjolan ini mulai membuat Anda tidak nyaman, Anda bisa melepasnya. Pelepasan benjolan keratosis seboroik bisa dilakukan lewat operasi kecil. Ada dua metode operasi untuk melepaskan benjolan keratosis seboroik dari kulit Anda. Pertama dengan pisau bedah dan obat pemati rasa untuk mencegah rasa sakit. Lalu yang kedua dengan listrik untuk membakar pertumbuhan dan obat mati rasa untuk mencegah rasa sakit. 

*** 

Sekarang jika menemukan benjolan keratosis seboroik di kulit Anda tidak perlu khawatir lagi, bukan? Anda hanya perlu menyadari bahwa benjolan ini menunjukkan usia yang semakin bertambah. Jika sudah tidak nyaman, Anda pun bisa melakukan operasi untuk menghilangkannya. Gampang, bukan?

6 Skincare untuk Kulit Berminyak dari Bahan Alami

6 Skincare untuk Kulit Berminyak dari Bahan Alami

  • December 31, 2020

Jangan berpikir bahwa skincare atau produk perawatan wajah hanyalah produk-produk berbahan kimia. Nyatanya, banyak bahan alami yang dapat Anda manfaatkan sebagai produk perawatan kulit untuk melawan segala masalah kulit Anda. Khusus skincare untuk kulit berminyak, Anda pun sebenarnya akan sangat mudah menemukan beragam bahan alami yang dapat merawat kulit Anda. 

Bahan-bahan alami tersebut sudah lumrah dijadikan sebagai komponen dalam beragam produk skincare untuk kulit berminyak. Kalaupun Anda ingin mencoba mengaplikasikannya secara lebih natural, tidak sulit untuk menjadikannya sebagai masker bagi wajah Anda. Dengan produk perawatan kulit alami untuk kulit berminyak, Anda pun tidak harus takut menghadapi berbagai ancaman jerawat atau masalah kulit lain yang sering hingga di kulit berminyak. 

Berikut ini adalah bahan-bahan alami yang ampuh mengangkat minyak berlebih dari kulit Anda. Tidak hanya ampuh, berbagai bahan alami ini pun akan sangat mudah Anda temukan di supermarket dan dengan harga terjangkau. 

  1. Madu 

Cobalah membuat masker alami dari madu dengan mengoleskan bahan natural ini secara tipis ke wajah. Diamkan sekitar 10 menit dan bilaslah wajah dengan air hangat. Perawatan rutin dengan rutin mampu membuat wajah lebih lembap, namun tidak menambah minyak pada kulit. Madu juga memiliki sifat antibakteri dan antiseptik sehingga mampu mencegah jerawat berdatangan ke wajah berminyak Anda. 

  1. Kacang Almond 

Membuat skincare untuk kulit berminyak dari kacang almond tidaklah terlalu sulit. Anda hanya perlu menggiling halus almond mentah dan mencampurkannya dengan madu. Oleskan ke wajah secara melingkar dan diamkan beberapa saat sebelum dibilas dengan air hangat. Masker almond ini bisa mengelupas kulit dan menyedot minyak serta kotoran berlebih di wajah Anda. Alhasil, wajah terlihat lebih bersih dan bebas minyak yang tidak diperlukan. 

  1. Tomat 

Tertarik memanfaatkan tomat sebagai skincare untuk kulit berminyak? Sejujurnya, itu ide yang sangat baik. Pasalnya, tomat mengandung vitamin B, antioksidan, dan enzim yang bagus untuk kulit. Enzim pada buah merah ini mampu mengangkat sel kulit mati sementara vitamin dan antioksidan membantu mengurangi peradangan dan tanda-tanda penuaan. Anda bisa mengiris tomat tipis-tipis, kemudian menempelkannya ke wajah untuk pengaplikasian termudah. Pilihan lain, buatlah masker tomat dengan menumbuk beberapa buah ini, kemudian mencampurkannya dengan oat. 

  1. Daun Teh 

Daun teh tidak hanya mampu menjadi minuman menyegarkan yang meredakan stres. Bahan alami ini juga pas dijadikan skincare untuk kulit berminyak. Pasalnya, daun teh mengandung zat yang mampu mengontrol minyak tanpa berlebihan. Menggunakan masker daun teh bisa membuat wajah bebas minyak berlebih, namun juga tidak menjadikan kulit kering. Jerawat-jerawat yang sudah terlanjur ada di kulit berminyak pun dapat diperangi dengan penggunaan perawatan wajah yang satu ini sebab daun teh mengandung senyawa antibakteri. 

  1. Lemon

Kombinasi vitamin C dan antiseptik alami menjadi paduan yang cocok menjadi skincare untuk kulit berminyak. Dengan kandungannya, lemon mampu menghilangkan sifat berminyak pada kulit sekaligus membasmi jerawat-jerawat yang menyebalkan. Lebih mengasyikkan lagi, pemakaian masker lemon secara teratur dapat membuat kulit Anda tampak lebih cerah. 

  1. Oatmeal 

Produk turunan dari gandung ini mampu menyerap minyak berlebih yang menjadi masalah Anda selama ini. Tidak hanya itu, oatmeal juga membantu mengelupas kulit mati sehingga kulit Anda tampak lebih muda dan sehat. Anda bisa menggilir oat dengan air panas hingga berbentuk pasta guna mengaplikasikannya sebagai skincare untuk kulit berminyak. Jadikan pasta oatmeal sebagai masker dan ratakan di wajah Anda selama 10-15 menit. Selanjutnya, Anda hanya perlu membilasnya dengan air hangat sampai bersih. 

*** 

Wajah berminyak tentunya akan menimbulkan risiko banyak kotoran yang mudah menempel dan menghasilkan jerawat. Karena itulah, skincare untuk kulit berminyak sungguh-sungguh Anda perlukan. 

Cara Memakai Shampoo dan Kondisioner dengan Benar

Cara Memakai Shampoo dan Kondisioner dengan Benar

  • December 8, 2020

Dalam merawat rambut, menggunakan shampoo dan kondisioner tidak boleh sembarangan. Sebab, aktivitas tersebut punya aturan tersendiri berdasarkan jenis rambut dan kulit kepala. Biasanya, untuk yang berminyak, dianjurkan untuk tidak keramas setiap hari karena sejatinya memiliki kelembapan alami.

Sementara untuk rambut yang kerap berkeringat karena aktivitas, disarankan membersihkan rambut setiap hari. Selanjutnya, untuk yang memiliki rambut lurus namun berminyak, dianjurkan keramas setiap hari pula. Atas dasar contoh tersebut, kita tahu setidaknya dalam merawat rambut juga memiliki ketentuannya masing-masing.

Oleh karena itu, artikel ini akan membahas cara menggunakan shampoo dan kondisioner dengan baik dan tepat. Pertama, ketika hendak keramas pastikan menyisir rambut lebih dulu. Kegiatan tersebut bertujuan untuk merapikan rambut dan ketika sampoan, akan membikin rambut rontok lebih banyak. 

Kedua, yang perlu diperhatikan adalah memilih sampo yang tepat sesuai jenis rambut dan kulit kepala. Sebab, tidak semua produk bisa digunakan dan apabila salah memilih shampoo dan kondisioner malah mengakibatkan rambut menjadi rusak. 

Terkait itu, rambut yang kering disarankan memakai sampo yang mengandung pelembab insentif. Berminyak, pilih produk yang diperuntukan khusus rambut berminyak. Berketombe, gunakan sampo khusus anti ketombe yang banyak ditemukan di pasaran. Halus, disarankan memakai sampo yang bisa menambah volume rambut. Keriting, utamakan sampo yang khusus rambut keriting dan berwarna gunakan sampo khusus untuk rambut berwarna.

Ketiga, saat keramas basahi rambut dengan air hangat. Hal ini berlaku untuk keseluruhan bagian rambut dan kepala. Air hangat dianjurkan karena bisa membuka kutikula rambut. Sementara ketika membilas, gunakan air dingin agar membantu mengunci kelembapan rambut lebih lama. 

Pada tahap ini, sangat tidak disarankan membilas rambut dan kepala menggunakan air panas karena dapat membuat tekstur rambut menjadi kering, sekalipun menggunakan shampoo dan kondisioner.

Keempat, gunakan sampo secukupnya saja. Dalam hal ini, secukupnya yang dimaksud adalah sesuai dengan kondisi rambut. Sementara ketika melakukannya, tuangkan lebih dulu ke tangan dan jangan langsung ke bagian kepala. Sebab, hal itu malah membuat kita tidak tahu takaran yang sudah dituangkan dan malah mengakibatkan merusak kutikula rambut.

Kelima, ketika sampo sudah dituangkan di telapak tangan, lebih dulu usapkan secara perlahan tangan lalu di kepala. Kemudian, pijat dengan lembut dari akar rambut menggunakan jari-jari. Dalam melakukannya, disarankan cukup satu sampai dua menit saja. Ketika sudah dirasa cukup, bilas rambut dengan air dingin dan jangan gunakan air panas atau hangat. 

Setelah itu, tahap berikutnya adalah keringkan rambut lebih dulu sebelum menggunakan kondisioner. Jika menggunakan kondisioner saat rambut masih dalam keadaan basah, hal itu akan membuat kondisioner menjadi lebih mudah larut dan membuatnya tidak mudah melekat pada rambut. Mengeringkan rambut setelah sampoan lebih baik agar penggunaan kondisioner dapat maksimal.

Hal yang perlu diingat, dalam merawat rambut tidak perlu menggunakan shampoo dan kondisioner secara berlebihan. Untuk kondisioner sendiri, pembaca hanya perlu menggunakannya sesuai kebutuhan rambut. Cara menentukannya cukup mudah. Jika rambut lebat dan panjang, maka kondisioner yang dibutuhkan bisa lebih banyak dan jika sebaliknya bisa dikurangi.

Dalam pemakaian kondisioner, yang perlu diperhatikan jangan sampai terkena kulit kepala. Hal itu karena bisa meningkatkan risiko kulit kepala memproduksi banyak minyak. Kalau begitu, rambut malah bisa lepek dan membuat tidak nyaman. Karenanya, saat menggunakan kondisioner pastikan hanya mengenai rambut saja.

Jika rambut anda panjang, dalam meratakan kondisioner bisa menggunakan sisir agar kondisioner menyentuh semua bagian rambut. Di sisi lain, kegunaan sisir saat memakai kondisioner bisa membantu merapikan rambut. Ketika sudah dipastikan rata, kita hanya cukup menunggu dua sampai lima menit agar nutrisi terserap rambut sebelum membilasnya.

Dari penjelasan di atas, kita tahu penggunaan shampoo dan kondisioner tidak bisa sembarangan. Kehati-hatian memang diperlukan agar rambut dan kulit kepala tetap terjaga kesehatannya. Sekalipun tahapannya terbilang banyak, tetapi bila dilakukan itu sangat mudah. Jadi, mulai saat ini jangan gunakan shampoo dan kondisioner dengan asal, ya.

cara menghilangkan kerutan di wajah

14 Cara Menghilangkan Kerutan di Wajah yang Dapat Dicoba

  • November 18, 2020

Kulit akan kehilangan elastisitasnya sesuai dengan pertambahan usia. Sehingga kulit lebih mudah keriput dan kerutan. Namun, ada berbagai cara untuk menghilangkan kerutan di wajah dengan cara alami.

Menghilangkan kerutan tidak hanya dengan cara operasi atau menggunakan obat-obatan saja, tapi juga bisa dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada mudah ditemukan di rumah.

Cara Menghilangkan Kerutan di Wajah dengan Bahan Alami

Kerutan di wajah memang mengganggu penampilan. Adanya garis halus di kulit wajah membuat Anda terlihat menjadi lebih tua. Namun, Anda perlu mencoba cara menghilangkan kerutan di wajah dengan menggunaan bahan alami berikut ini. Apa saja?

  • Vitamin C dan Mineral

Kerutan di kulit wajah bisa dihilangkan dengan menggunakan vitamin C yang terdapat pada sayuran dan buahan. Buah dan sayuran tersebut mengandung antioksidan yang meningkatkan produksi kolagen di kulit sehingga ini bisa mencegah munculnya kerutan di kulit wajah.

Selain faktor usia, paparan sinar matahari juga bisa menyebabkan munculnya kerutan di wajah. Kerutan juga bisa dihilangkan dengan zinc yang terkandung dalam kacang-kacangan, keju, dan sebagainya. Ada juga mineral lain seperti selenium yang bisa ditemukan pada biji bunga matahari, pisang, bayam, dan yogurt.

  • Putih Telur

Cara menghilangkan kerutan di wajah selanjutnya bisa dengan memanfaatkan lapisan yang memisahkan putih telur dengan cangkang telur. Lapisan ini bisa mengurangi kedalaman kerutan yang muncul di kulit dan membuat produksi kolagen meningkat. Dengan begitu kulti menjadi lebih elastis dan mulus. Namun, jika kulit Anda alergi terhadap telur, sebaiknya tidak menerapkan cara ini.

  • Konsumsi Makanan yang Kaya Nutrisi

Cara menghilangkan kerutan di kulit wajah adalah dengan mengonsumsi makanan superfood atau makanan kaya nutrisi. Makanan yang termasuk superfood adalah salmon, jahe, putih telur, ubi, tomat, alpukat, kayu manis, sarden, dan makanan lainnya.

  • Probiotik

Probiotik ampuh untuk meningkatkan kesehatan kulit dan mengurangi kerutan di wajah. Probiotik bisa didapat dari yogurt, kefir, kimchi, kombucha, keju cottage, serta dalam bentuk suplemen.

  • Dipijat

Memijat-mijat wajah juga bisa menghilangkan kerutan dan keriput di wajah. Caranya mudah, tekan kedua sisi wajah dengan jari Anda. Gerakkan dengan pola memutar perlahan setidaknya selama 3-5 menit.

  • Perhatikan Posisi Tidur

Ternyata posisi tidur juga memengaruhi kerutan di wajah akibat adanya gesekan antara kulit dan sarung bantal. Agar kerutan tidak semakin parah, sebaiknya gunakan sarung bantal yang lembut sehingga mengurangi kerutan di wajah.

  • Minyak Zaitun

Menggunakan minyak zaitun untuk memasak makanan juga bisa menjadi cara untuk mencegah munculnya kerutan di wajah. Sebab, miyak zaitun dapat meningkatkan produksi kolagen. Selain pada minyak zaitun, kandungan serupa juga bisa didapat dari brokoli, tomat, serta kacang-kacangan.

  • Lidah Buaya

Ternyata manfaat lidah buaya juga bisa untuk menghilangkan kerutan di kulit wajah. Sebab, bahan alami dari lidah buaya bisa melembapkan kulit dan meningkatkan produksi kolagen.

  • Masker Pisang

Selain dikonsumsi, pisang ternyata juga bisa dijadikan masker karena mengandung minyak dan vitamin yang dapat meningkatkan kesehatan kulit.

Cara membuat masker pisang cukup mudah. Tumbuk pisang hingga halus. Kemudian, oleskan pada wajah secara merata, tipis saja. Diamkan selama 15-20 menit, bilas dengan air hangat hingga bersih.

  • Hindari Mencuci Wajah Terlalu Sering

Mencuci wajah terlalu sering akan membuat kulit menjadi kering dan membuat produksi minyak jadi berlebih. Alih-alih menjadi bersih dengan mencuci wajah, justru menimbulkan masalah baru. Sebaiknya, cuci wajah dilakukan cukup 2 jali sehari saja, yaitu pagi dan malam hari.

  • Hindari Merokok

Keriput di wajah juga bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat seperti menjauhi rokok. Kebiasan buruk merokok ini selain bisa merusak paru-paru, juga bisa memicu kerutan di wajah. Sebab, radikal bebas yang terhirup dari asap rokok bisa merusak sel-sel kulit yang berdampak pada produksi kolagen yang semakin berkurang.

  • Hindari Paparan Sinar Matahari Berlebihan

Kulit yang terkena paparan matahari berlebihan dapat menyebabkan kulit keriput. Sinar UV dapat merusak kolagen dan berpengaruh pada elastisitas kulit. Untuk menghindari hal ini, pastikan saat beraktivitas di luar, Anda menggunakan sun protection agar kulit terlindungi.

  • Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

Kebutuhan cairan tubuh harus tercukupi untuk menghilangkan kerutan di kulit wajah. Kulit akan menjadi kering jika kekurangan cairan. Sehingga lama kelamaan akan menjadi kerutan.

  • Pastikan Istirahat yang Cukup

Untuk menghilangkan kerutan, pastikan untuk mencukupi waktu istirahat. Setidaknya seseorang tidur selama 8 jam per hari. Sebab, kulit akan regenerasi saat sedang tidur. Selain itu, ketika tubuh beristirahat dengan cukup, tubuh akan memperbaiki kulit yang rusak.

Selain memikirkan cara menghilangkan kerutan di wajah dengan cara alami, Anda juga sebaiknya memerhatikan cara mencegah agar tidak muncul kerutan di kulit. Ketika keduanya dijalankan bersamaan, makan kulit Anda terlihat lebih awet muda.

Jenis Kutil dan Cara Ampuh Menghilangkan Kutil

  • October 19, 2020

Kutil merupakan benjolan timbul pada kulit yang disebabkan oleh “human papillomavirus” atau disingkat HPV. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kutil dapat merusak penampilan seseorang dan sangat menular. Dalam beberapa kasus, kutil dapat terasa sakit apabila disentuh. Ada lebih dari 100 jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kutil. Virus tersebut relatif tidak berbahaya dan menyebabkan kutil pada kaki dan tangan. Namun, ada beberapa jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil di daerah sekitar, dan di dalam, alat kelamin. Pada wanita, kutil alat kelamin dapat menyebabkan kanker serviks dan berpotensi menyebabkan kematian. Artikel ini akan membahas berbagai jenis kutil dan cara ampuh menghilangkan kutil.

Jenis kutil

Untuk mengetahui cara ampuh menghilangkan kutil, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis kutil terlebih dahulu. Ada lima jenis kutil, atau juga dikenal dengan istilah “wart”. Masing-masing jenis muncul dan tumbuh di bagian tubuh yang berbeda-beda dan memiliki tampilan yang berbeda pula.

  • Plantar wart

Kutil jenis ini tumbuh di telapak kaki. Berbeda dengan kutil lain yang tumbuh keluar dari kulit, plantar wart malah masuk ke dalam kulit. Apabila Anda memiliki plantar wart, Anda akan melihat ada lubang kecil di telapak kaki yang dikelilingi oleh kulit yang mengeras. Plantar wart dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat Anda berjalan kaki.

  • Common wart

Common wart biasanya tumbuh di jari tangan dan jari kaki, namun bisa tumbuh di mana saja di tubuh. Kutil ini memiliki tampilan yang kasar dengan ujung yang bulat. Selain itu, kutil jenis ini memiliki warna lebih cerah keabu-abuan dibandingkan dengan kulit normal di sekitarnya.

  • Flat wart

Kutil jenis ini biasanya tumbuh di wajah, paha, atau lengan. Flat wart berukuran kecil dan memiliki ujung yang datar, dengan warna merah muda, kecoklatan, atau sedikit kuning.

  • Periungual wart

Periungual wart adalah kutil yang tumbuh di bawah atau sekitar kuku jari kaki atau kuku jari tangan. Kutil ini akan terasa menyakitkan dan dapat memengaruhi pertumbuhan kuku.

  • Filiform wart

Filiform wart tumbuh di sekitar mulut atau hidung, dan terkadang di leher atau di bawah dagu. Filiform wart memiliki warna yang sama dengan kulit normal Anda.

Kutil umumnya dapat tumbuh dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Namun, apabila Anda memiliki kutil di muka atau di daerah sensitif tubuh (seperti alat kelamin, mulut, dan hidung) dan terasa sakit, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan. Dokter ahli kulit biasanya mengetahui cara ampuh menghilangkan kutil. Apabila kutil disertai dengan pendarahan atau tanda-tanda infeksi (seperti nanah) dan berubah warna, periksakan ke dokter. Anda juga perlu menghubungi dokter apabila Anda memiliki kutil dan menderita penyakit diabetes atau defisiensi sistem kekebalan tubuh seperti HIV/AIDS.

Cara ampuh menghilangkan kutil dapat dimulai dengan obat-obatan atau krim OTC yang tersedia di apotek. Namun, berhati-hatilah karena kutil dapat menular ke bagian kulit atau orang lain. Anda juga tidak boleh merawat kutil di kaki apabila Anda menderita diabetes. Diabetes dapat menyebabkan hilangnya sensasi pada kaki, sehingga Anda dapat menciderai kaki tanpa menyadarinya. Selain itu, jangan mencoba memotong/melepas kutil dari wajah atau bagian sensitif tubuh seperti mulut, hidung, dan alat kelamin, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi pada daerah tersebut. Apabila Anda memutuskan menggunakan bantuan medis, pilihan perawatan cara ampuh menghilangkan kutil yang akan ditawarkan dokter adalah operasi atau penggunana nitrogen cair.

Kenali Efek Samping Antibiotik Sebelum Menggunakannya

  • October 9, 2020

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski penggunaannya sangat umum, Anda tetap perlu mewaspadai efek samping antibiotik sebelum mulai menggunakannya.

antibiotik

Selayaknya obat pada umumnya, antibiotik pun tidak terlepas dari kemungkinan menimbulkan efek samping. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi atau mencegah bakteri tersebut dalam berkembang atau membelah diri.

Ada banyak sekali jenis-jenis antibiotik dengan dosis yang berbeda-beda. Penggunaan antibiotik biasanya disarankan untuk berlandaskan pada anjuran dari dokter dan tidak bisa dibeli sendiri secara bebas. 

Efek samping antibiotik yang umum terjadi

Timbulnya efek samping antibiotik bisa dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu golongan efek samping yang umum terjadi dan efek samping yang lebih serius. Pada efek samping umum, Anda mungkin akan mengalami kondisi-kondisi berikut ini: 

  • Masalah pencernaan

Masalah pencernaan menjadi salah satu efek samping penggunaan antibiotik yang sangat umum ditemukan. Biasanya, penderita akan mengalami gejala berupa mual dan muntah-muntah, diare, kembung, kehilangan nafsu makan, dan nyeri perut.

Untuk mengatasi hal ini, Anda hanya perlu berhenti mengonsumsi antibiotik yang memicunya. Atau, Anda juga bisa meminta saran dari dokter dan apoteker untuk meringankan gejala ini melalui makanan-makanan khusus.

Apabila gangguan pencernaan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. 

  • Fotosensitivitas

Fotosensitivitas adalah kondisi saat mata Anda menangkap sinar cahaya lebih terang dari biasanya, memicu kesulitan penglihatan. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan kulit yang lebih sensitif pada sinar matahari.

Sama seperti efek samping masalah pencernaan, fotosensitivitas juga bisa dikendalikan setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik. Selama mengonsumsi antibiotik, sebaiknya gunakan sun block secara rutin sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. 

Jangan lupa juga untuk mengenakan aksesoris pelindung seperti topi dan kaca mata hitam. 

  • Perubahan warna gigi

Menurut penelitian, 3-6% pasien yang mengonsumsi antibitoik dengan kandungan tetrasiklin mengalami perubahan warna gigi. Perubahan warna ini bersifat permanen dan tidak bisa dibersihkan.

Namun, perubahan warna gigi pada anak tidak akan bersifat permanen karena gigi anak masih dapat berganti menjadi gigi tetap menjelang dewasa. Apabila Anda ingin menghindari efek samping ini, tanyakan pada dokter mengenai alternatif pengobatan lain. 

Efek samping antibiotik yang lebih serius

Dalam kasus yang lebih serius, efek samping antibiotik harus segera diatasi. Sebenarnya, hal ini cukup jarang terjadi, tapi tetap perlu diantisipasi. Beberapa efek samping serius meliputi: 

  • Kekebalan bakteri terhadap antibiotik

Penggunaan antibiotik secara terus menerus memicu bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut, sehingga antibiotik tidak lagi mempan dalam menyembuhkan penyakit Anda. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengancam jiwa.

Untuk menghindarinya, pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. 

  • Gagal ginjal

Ginjal manusia berperan dalam menghilangkan racun melalui darah dan urin. Antibiotik bisa membuat ginjal bekerja terlalu keras hingga ginjal mengalami kerusakan. Ditambah lagi, seiring bertambahnya usia, kemampuan kerja ginjal semakin menurun.

  • Penyakit jantung

Dalam kasus yang cukup jarang, antibiotik bisa menyebabkan pelemahan detak jantung dan tekanan darah rendah. Secara khusus, ini bisa terjadi pada pasien yang sebelumnya telah memiliki masalah penyakit jantung.

Agar terhindari dari berbagai efek samping antibiotik, pastikan untuk selalu mengonsumsi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Bila efek samping dirasakan semakin parah, carilah penanganan tercepat dengan berkonsultasi pada dokter. 

Setrika Wajah 

  • September 17, 2020

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang-orang jika ingin merawat tubuh, termasuk bagian wajah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan setrika wajah. Setrika wajah merupakan teknik yang dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah.

Sebagian orang ingin menggunakan setrika wajah karena dapat mencegah kerutan. Walaupun disebut sebagai setrika wajah, benda tersebut tidak terlihat seperti setrika, namun terlihat seperti shower yang berukuran kecil. Setrika wajah juga disebut sebagai radiofrequency.

Pemahaman Tentang Setrika Wajah

Pada dasarnya, setrika wajah sama seperti setrika pakaian dimana kedua setrika tersebut dapat menghaluskan permukaan pakaian dan kulit manusia.

Tidak hanya itu, setrika wajah mampu menghasilkan panas yang dapat menembus hingga ke bagian kulit yang lebih mendalam untuk merangsang pembentukan kolagen baru, mempercepat produksi elastin, dan membantu sel untuk melakukan regenerasi dengan cepat.

Setrika wajah akan memberikan hasil yang efektif dimana hasil tersebut dapat membuat kulit terasa kencang, kenyal, dan tampak muda.

Akademi Dermatologi Amerika Serikat (AAD) menyatakan bahwa mengatasi wajah dengan menggunakan setrika wajah akan mencegah kerutan. Seseorang yang pertama kali menggunakan benda tersebut akan merasakan sensasinya.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Tentang Setrika Wajah

Meskipun dapat memberikan hasil yang baik pada wajah, AAD menyatakan bahwa penggunaan setrika wajah akan efektif setelah pasien menjalani perawatan selama 6 bulan. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pasien untuk melakukan perawatan kecantikan sampingan untuk mempercepat efek setrika wajah. Contoh perawatan kecantikan sampingan yang dapat dilakukan adalah menggunakan krim wajah khusus.

Setelah melakukan perawatan tersebut, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan skin care yang tepat. Penggunaan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi wajah Anda akan membuat hasil setrika wajah mampu bertahan di bagian wajah selama 2 hingga 3 tahun.

Efek Samping

Setrika wajah merupakan salah satu prosedur yang aman dilakukan, namun harus ditangani oleh dokter kulit secara profesional. Sama seperti prosedur medis lain, setrika wajah tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang yang menggunakan prosedur tersebut, akan mengalami efek samping.

Dewan Dokter Bedah Kecantikan Amerika Serikat menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan setrika wajah, akan mengalami efek samping berupa wajah terasa terbakar. Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan frekuensi yang terlalu tinggi sehingga panas yang dihasilkan juga akan berpengaruh pada wajah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat menyatakan bahwa penggunaan setrika wajah bisa menimbulkan tumor atau kanker kulit, karena dapat melepaskan radiasi.

Meskipun demikian, Dewan Dokter Bedah Kecantikan Amerika Serikat membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan masalah tersebut. Masalah yang sama juga dibicarakan oleh Lembaga Kanker Amerika Serikat dan Komisi Komunikasi Federal Amerika melalui penelitian.

Pertimbangan Sebelum Melakukan Setrika Wajah

AAD mengklaim bahwa setrika wajah merupakan prosedur medis noninvasif dimana prosedur tersebut tidak melibatkan pembedahan. Setelah seseorang menggunakan setrika wajah, mereka juga bisa mengalami kemerahan pada bagian wajah, namun hanya terjadi untuk  sementara.

Tidak seperti facelift, setrika wajah akan memberikan hasil yang baik secara alami. Anda juga dapat menggunakan make up secara langsung setelah menjalani perawatan tersebut.

Walaupun dapat memberikan efek yang baik pada wajah, setrika wajah membutuhkan proses yang cukup lama, setidaknya 6 bulan. Selain itu, seseorang perlu menggunakan perawatan tambahan seperti krim wajah.

Biaya untuk melakukan setrika wajah juga cukup mahal, bisa mencapai sekitar Rp 3 juta. Anda juga perlu melakukannya di klinik resmi.

Sebelum Anda melakukan setrika wajah, Anda sebaiknya pertimbangkan hal-hal yang disebutkan di atas, dan bila perlu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit.