Jenis Kutil dan Cara Ampuh Menghilangkan Kutil

  • October 19, 2020

Kutil merupakan benjolan timbul pada kulit yang disebabkan oleh “human papillomavirus” atau disingkat HPV. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kutil dapat merusak penampilan seseorang dan sangat menular. Dalam beberapa kasus, kutil dapat terasa sakit apabila disentuh. Ada lebih dari 100 jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kutil. Virus tersebut relatif tidak berbahaya dan menyebabkan kutil pada kaki dan tangan. Namun, ada beberapa jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil di daerah sekitar, dan di dalam, alat kelamin. Pada wanita, kutil alat kelamin dapat menyebabkan kanker serviks dan berpotensi menyebabkan kematian. Artikel ini akan membahas berbagai jenis kutil dan cara ampuh menghilangkan kutil.

Jenis kutil

Untuk mengetahui cara ampuh menghilangkan kutil, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis kutil terlebih dahulu. Ada lima jenis kutil, atau juga dikenal dengan istilah “wart”. Masing-masing jenis muncul dan tumbuh di bagian tubuh yang berbeda-beda dan memiliki tampilan yang berbeda pula.

  • Plantar wart

Kutil jenis ini tumbuh di telapak kaki. Berbeda dengan kutil lain yang tumbuh keluar dari kulit, plantar wart malah masuk ke dalam kulit. Apabila Anda memiliki plantar wart, Anda akan melihat ada lubang kecil di telapak kaki yang dikelilingi oleh kulit yang mengeras. Plantar wart dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat Anda berjalan kaki.

  • Common wart

Common wart biasanya tumbuh di jari tangan dan jari kaki, namun bisa tumbuh di mana saja di tubuh. Kutil ini memiliki tampilan yang kasar dengan ujung yang bulat. Selain itu, kutil jenis ini memiliki warna lebih cerah keabu-abuan dibandingkan dengan kulit normal di sekitarnya.

  • Flat wart

Kutil jenis ini biasanya tumbuh di wajah, paha, atau lengan. Flat wart berukuran kecil dan memiliki ujung yang datar, dengan warna merah muda, kecoklatan, atau sedikit kuning.

  • Periungual wart

Periungual wart adalah kutil yang tumbuh di bawah atau sekitar kuku jari kaki atau kuku jari tangan. Kutil ini akan terasa menyakitkan dan dapat memengaruhi pertumbuhan kuku.

  • Filiform wart

Filiform wart tumbuh di sekitar mulut atau hidung, dan terkadang di leher atau di bawah dagu. Filiform wart memiliki warna yang sama dengan kulit normal Anda.

Kutil umumnya dapat tumbuh dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Namun, apabila Anda memiliki kutil di muka atau di daerah sensitif tubuh (seperti alat kelamin, mulut, dan hidung) dan terasa sakit, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan. Dokter ahli kulit biasanya mengetahui cara ampuh menghilangkan kutil. Apabila kutil disertai dengan pendarahan atau tanda-tanda infeksi (seperti nanah) dan berubah warna, periksakan ke dokter. Anda juga perlu menghubungi dokter apabila Anda memiliki kutil dan menderita penyakit diabetes atau defisiensi sistem kekebalan tubuh seperti HIV/AIDS.

Cara ampuh menghilangkan kutil dapat dimulai dengan obat-obatan atau krim OTC yang tersedia di apotek. Namun, berhati-hatilah karena kutil dapat menular ke bagian kulit atau orang lain. Anda juga tidak boleh merawat kutil di kaki apabila Anda menderita diabetes. Diabetes dapat menyebabkan hilangnya sensasi pada kaki, sehingga Anda dapat menciderai kaki tanpa menyadarinya. Selain itu, jangan mencoba memotong/melepas kutil dari wajah atau bagian sensitif tubuh seperti mulut, hidung, dan alat kelamin, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi pada daerah tersebut. Apabila Anda memutuskan menggunakan bantuan medis, pilihan perawatan cara ampuh menghilangkan kutil yang akan ditawarkan dokter adalah operasi atau penggunana nitrogen cair.

Kenali Efek Samping Antibiotik Sebelum Menggunakannya

  • October 9, 2020

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski penggunaannya sangat umum, Anda tetap perlu mewaspadai efek samping antibiotik sebelum mulai menggunakannya.

antibiotik

Selayaknya obat pada umumnya, antibiotik pun tidak terlepas dari kemungkinan menimbulkan efek samping. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi atau mencegah bakteri tersebut dalam berkembang atau membelah diri.

Ada banyak sekali jenis-jenis antibiotik dengan dosis yang berbeda-beda. Penggunaan antibiotik biasanya disarankan untuk berlandaskan pada anjuran dari dokter dan tidak bisa dibeli sendiri secara bebas. 

Efek samping antibiotik yang umum terjadi

Timbulnya efek samping antibiotik bisa dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu golongan efek samping yang umum terjadi dan efek samping yang lebih serius. Pada efek samping umum, Anda mungkin akan mengalami kondisi-kondisi berikut ini: 

  • Masalah pencernaan

Masalah pencernaan menjadi salah satu efek samping penggunaan antibiotik yang sangat umum ditemukan. Biasanya, penderita akan mengalami gejala berupa mual dan muntah-muntah, diare, kembung, kehilangan nafsu makan, dan nyeri perut.

Untuk mengatasi hal ini, Anda hanya perlu berhenti mengonsumsi antibiotik yang memicunya. Atau, Anda juga bisa meminta saran dari dokter dan apoteker untuk meringankan gejala ini melalui makanan-makanan khusus.

Apabila gangguan pencernaan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. 

  • Fotosensitivitas

Fotosensitivitas adalah kondisi saat mata Anda menangkap sinar cahaya lebih terang dari biasanya, memicu kesulitan penglihatan. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan kulit yang lebih sensitif pada sinar matahari.

Sama seperti efek samping masalah pencernaan, fotosensitivitas juga bisa dikendalikan setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik. Selama mengonsumsi antibiotik, sebaiknya gunakan sun block secara rutin sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. 

Jangan lupa juga untuk mengenakan aksesoris pelindung seperti topi dan kaca mata hitam. 

  • Perubahan warna gigi

Menurut penelitian, 3-6% pasien yang mengonsumsi antibitoik dengan kandungan tetrasiklin mengalami perubahan warna gigi. Perubahan warna ini bersifat permanen dan tidak bisa dibersihkan.

Namun, perubahan warna gigi pada anak tidak akan bersifat permanen karena gigi anak masih dapat berganti menjadi gigi tetap menjelang dewasa. Apabila Anda ingin menghindari efek samping ini, tanyakan pada dokter mengenai alternatif pengobatan lain. 

Efek samping antibiotik yang lebih serius

Dalam kasus yang lebih serius, efek samping antibiotik harus segera diatasi. Sebenarnya, hal ini cukup jarang terjadi, tapi tetap perlu diantisipasi. Beberapa efek samping serius meliputi: 

  • Kekebalan bakteri terhadap antibiotik

Penggunaan antibiotik secara terus menerus memicu bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut, sehingga antibiotik tidak lagi mempan dalam menyembuhkan penyakit Anda. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengancam jiwa.

Untuk menghindarinya, pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. 

  • Gagal ginjal

Ginjal manusia berperan dalam menghilangkan racun melalui darah dan urin. Antibiotik bisa membuat ginjal bekerja terlalu keras hingga ginjal mengalami kerusakan. Ditambah lagi, seiring bertambahnya usia, kemampuan kerja ginjal semakin menurun.

  • Penyakit jantung

Dalam kasus yang cukup jarang, antibiotik bisa menyebabkan pelemahan detak jantung dan tekanan darah rendah. Secara khusus, ini bisa terjadi pada pasien yang sebelumnya telah memiliki masalah penyakit jantung.

Agar terhindari dari berbagai efek samping antibiotik, pastikan untuk selalu mengonsumsi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Bila efek samping dirasakan semakin parah, carilah penanganan tercepat dengan berkonsultasi pada dokter. 

Setrika Wajah 

  • September 17, 2020

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang-orang jika ingin merawat tubuh, termasuk bagian wajah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan setrika wajah. Setrika wajah merupakan teknik yang dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah.

Sebagian orang ingin menggunakan setrika wajah karena dapat mencegah kerutan. Walaupun disebut sebagai setrika wajah, benda tersebut tidak terlihat seperti setrika, namun terlihat seperti shower yang berukuran kecil. Setrika wajah juga disebut sebagai radiofrequency.

Pemahaman Tentang Setrika Wajah

Pada dasarnya, setrika wajah sama seperti setrika pakaian dimana kedua setrika tersebut dapat menghaluskan permukaan pakaian dan kulit manusia.

Tidak hanya itu, setrika wajah mampu menghasilkan panas yang dapat menembus hingga ke bagian kulit yang lebih mendalam untuk merangsang pembentukan kolagen baru, mempercepat produksi elastin, dan membantu sel untuk melakukan regenerasi dengan cepat.

Setrika wajah akan memberikan hasil yang efektif dimana hasil tersebut dapat membuat kulit terasa kencang, kenyal, dan tampak muda.

Akademi Dermatologi Amerika Serikat (AAD) menyatakan bahwa mengatasi wajah dengan menggunakan setrika wajah akan mencegah kerutan. Seseorang yang pertama kali menggunakan benda tersebut akan merasakan sensasinya.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Tentang Setrika Wajah

Meskipun dapat memberikan hasil yang baik pada wajah, AAD menyatakan bahwa penggunaan setrika wajah akan efektif setelah pasien menjalani perawatan selama 6 bulan. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pasien untuk melakukan perawatan kecantikan sampingan untuk mempercepat efek setrika wajah. Contoh perawatan kecantikan sampingan yang dapat dilakukan adalah menggunakan krim wajah khusus.

Setelah melakukan perawatan tersebut, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan skin care yang tepat. Penggunaan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi wajah Anda akan membuat hasil setrika wajah mampu bertahan di bagian wajah selama 2 hingga 3 tahun.

Efek Samping

Setrika wajah merupakan salah satu prosedur yang aman dilakukan, namun harus ditangani oleh dokter kulit secara profesional. Sama seperti prosedur medis lain, setrika wajah tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang yang menggunakan prosedur tersebut, akan mengalami efek samping.

Dewan Dokter Bedah Kecantikan Amerika Serikat menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan setrika wajah, akan mengalami efek samping berupa wajah terasa terbakar. Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan frekuensi yang terlalu tinggi sehingga panas yang dihasilkan juga akan berpengaruh pada wajah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat menyatakan bahwa penggunaan setrika wajah bisa menimbulkan tumor atau kanker kulit, karena dapat melepaskan radiasi.

Meskipun demikian, Dewan Dokter Bedah Kecantikan Amerika Serikat membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan masalah tersebut. Masalah yang sama juga dibicarakan oleh Lembaga Kanker Amerika Serikat dan Komisi Komunikasi Federal Amerika melalui penelitian.

Pertimbangan Sebelum Melakukan Setrika Wajah

AAD mengklaim bahwa setrika wajah merupakan prosedur medis noninvasif dimana prosedur tersebut tidak melibatkan pembedahan. Setelah seseorang menggunakan setrika wajah, mereka juga bisa mengalami kemerahan pada bagian wajah, namun hanya terjadi untuk  sementara.

Tidak seperti facelift, setrika wajah akan memberikan hasil yang baik secara alami. Anda juga dapat menggunakan make up secara langsung setelah menjalani perawatan tersebut.

Walaupun dapat memberikan efek yang baik pada wajah, setrika wajah membutuhkan proses yang cukup lama, setidaknya 6 bulan. Selain itu, seseorang perlu menggunakan perawatan tambahan seperti krim wajah.

Biaya untuk melakukan setrika wajah juga cukup mahal, bisa mencapai sekitar Rp 3 juta. Anda juga perlu melakukannya di klinik resmi.

Sebelum Anda melakukan setrika wajah, Anda sebaiknya pertimbangkan hal-hal yang disebutkan di atas, dan bila perlu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit.