Psidii Sirup, Obat Efektif untuk Pemulihan DBD

  • September 20, 2021

Penyakit demam berdarah atau DBD tidak bisa diremehkan. Saat Anda terserang DBD, tubuh akan kehilangan keping darah atau trombosit. Untuk mengembalikannya, Anda perlu menggunakan obat seperti Psidii sirup.

Obat Psidii adalah obat yang secara khusus bekerja dengan meningkatkan kadar trombosit serta membantu pemulihan pasien DBD. Pemakaian obat ini dianjurkan bagi penderita DBD dewasa yang sudah merasakan adanya gejala. 

Bagaimana cara kerja Psidii sirup?

Obat ini merupakan sejenis obat herbal. Kandungan bahan utamanya berasal dari bahan alami, yaitu ekstrak jambu biji. 

  • Menambah trombosit

Penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak jambu biji mampu menambah jumlah sel trombosit. Ekstrak ini menjadi suplemen tambahan untuk bisa memaksimalkan penyembuhan DBD dengan lebih cepat. 

Semakin cepat kadar trombosit bertambah, maka semakin cepat juga Anda sembuh dari gejala DBD. 

  • Mencegah dehidrasi

Banyak penderita DBD yang mengalami dehidrasi. Ini bisa terjadi karena gejala DBD berupa demam tinggi, muntah-muntah, dan diare. Gejala-gejala ini bisa menyebabkan tubuh Anda kehilangan cairan dalam jumlah banyak sehingga mengalami dehidrasi.

Untungnya, obat Psidii sirup bisa mencegah hal ini. Menggunakan obat Psidii akan menghindarkan Anda dari risiko dehidrasi akibat gejala DBD. 

  • Mencegah pertumbuhan virus DBD

Virus penyebab DBD dapat lebih mudah berkembang biak di dalam tubuh Anda karena adanya enzim tertentu. Pemakaian obat Psidii bisa membantu mencegah terbentuknya enzim tersebut.

Saat pembentukan enzim itu terhambat, secara otomatis proses pertumbuhan virus pun akan melambat. Ini akan mencegah virus bertumbuh terlalu cepat dan memperparah gejala DBD Anda.

Secara garis besar, pemakaian obat Psidii sirup mampu membantu untuk memaksimalkan penyembuhan DBD. Penderita DBD bisa pulih lebih cepat dan maksimal dengan penggunaan obat herbal ini.

Aturan cara pemakaian obat

Sebaiknya, penggunaan obat disesuaikan dengan kebutuhan. Pastikan Anda memakai obat dengan cara berikut agar terhindari dari efek samping serius:

  • Gunakan saat mengalami gejala DBD

Jangan sembarangan meminum obat apabila Anda belum yakin bahwa Anda mengalami DBD. Gejala DBD bisa dibilang cukup serupa dengan gejala beberapa penyakit lain. Anda sendiri belum tentu bisa mendeteksi DBD tanpa melakukan pemeriksaan dengan dokter terlebih dahulu.

Pastikan Anda hanya menggunakan Psidii sirup saat dokter sudah mendiagnosa Anda menderita DBD. 

  • Konsumsi sesuai dosis

Agar terhindar dari risiko efek samping yang parah, pastikan Anda mengonsumsi obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Obat ini dianjurkan bagi penderita DBD dewasa dengan dosis 5-10 ml sekali minum, sebanyak tiga kali dalam sehari.

Ingat, konsumsi yang melebihi dosis berisiko menyebabkan efek samping yang tidak baik untuk kesehatan Anda. 

  • Jangan berikan pada anak-anak dan wanita hamil

Obat ini tidak dianjurkan bagi pengguna anak-anak, wanita hamil, dan menyusui. Sebaiknya, jika Anda berada di tengah masa kehamilan, konsultasikan dengan dokter Anda mengenai pemakaian obat ini. 

Usahakan untuk menyimpan obat ini jauh dari jangkauan anak-anak. Ini penting demi menghindari anak menemukan obat secara tidak sengaja lalu meminumnya. 

  • Jangan diminum saat perut kosong

Hindari mengonsumsi obat ini dalam keadaan perut kosong. Sebaiknya, Anda meminum obat ini setelah makan. 

Perlu diperhatikan, obat Psidii sirup mungkin tidak bisa sepenuhnya menyembuhkan gejala DBD Anda. Tapi, obat ini mampu bekerja sebagai obat pendukung untuk memaksimalkan pengobatan dari dokter agar Anda lebih cepat pulih dari DBD.

Dosis dan Efek Samping pada Faridexon Forte

  • September 16, 2021

Apa Anda tahu dosis dan efek samping pada Faridexon Forte? Faridexon Forte adalah obat-obatan yang termasuk golongan obat keras. Sehingga untuk mendapatkannya diharuskan menggunakan resep dokter.

Faridexon Forte merupakan obat yang memiliki kandungan dexamethasone dan berbentuk kaplet forte. 

Manfaat Faridexon Forte ini berfungsi untuk mengatasi berbagai jenis alergi, bronkospasme, lupus, autoimun seperti rheumatoid arthritis, psoriasis, peradangan atau inflamasi, hingga gangguan pernafasan.

Selain dari banyaknya manfaat yang ada pada Faridexon Forte, obat yang tergolong keras ini memiliki banyak efek samping, kontra indikasi, interaksi obat, hingga pantangan-pantangan lainnya.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui dosis dan efek samping pada Faridexon Forte.

Dosis Obat Faridexon Forte

Obat Faridexon Forte memiliki kandungan Dexamethasone sebesar 0.75 mg. Faridexon Forte dipasarkan dengan kemasan berupa strip 10 x 10. Adapun dosis tertentu untuk mengkonsumsi Faridexon Forte, yaitu.

  • Dewasa: 0,5 mg-9 mg per hari yang dibagi dalam 2-4 kali pemberian
  • Anak: 0,01 – 0,04 mg /kg BB / hari dibagi beberapa kali pemberian
  • Insufisiensi Adrenal: 0,0233 mg / kg BB / hari
  • Penyakit lain: 0,08333-0,333 mg / kg BB / hari
  • Untuk pemakaian jangka lama, dosis harus diturunkan bertahap agar terhindar dari terjadinya insufisiensi adrenal akut

Untuk mengkonsumsi Faridexon Forte memang diperlukan pengawasan dokter secara ketat, termasuk dalam hal dosis dan pemakaiannya.

Efek Samping Obat Faridexon Forte

Berikut ini beberapa efek samping yang bisa terjadi pada penggunaan obat Faridexon Forte.

  • Dapat menurunkan fungsi limpa sehingga mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal ini dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh
  • Seperti glukokortikoid lainnya, obat ini dapat mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya pada tubuh. Hal ini dapat menyebabkan efek pada bagian tubuh, misalnya wajah yang terlihat lebih tembem
  • Obat yang termasuk glukokortikoid termasuk Faridexon Forte dapat meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kadar gula pada darah sehingga sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes
  • Dapat menyebabkan pengeroposan tulang. Hal ini dikarenakan matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Sehingga, tidak dianjurkan untuk usia lanjut ataupun anak-anak yang bisa menghambat pertumbuhannya
  • Secara umum kumpulan efek samping ini disebut Cushing Sindrom, seperti gejala muka tembem, penebalan selulit pada punggung dan perut, penurunan toleransi terhadap karbohidrat, hipertensi dan gejala-gejala lainnya.
  • Kontra Indikasi Obat Faridexon Forte
  • Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Faridexon Forte, yaitu.
  • Jangan digunakan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada obat golongan kortikosteroid
  • Sebaiknya tidak diberikan pada pasien penderita tukak lambung, diabetes melitus, osteoporosis, infeksi jamur sistemik, psikosis, glaukoma, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes simplex, infeksi virus lain, herpes zoster, sindroma cushing, dan penderita gangguan fungsi ginjal

Interaksi Obat Faridexon Forte

Interaksi obat adalah perubahan efek obat yang dapat menyebabkan efek samping. Hal ini dikarenakan suatu obat bisa bermasalah apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat lain atau makanan dan minuman tertentu.

  • Obat Faridexon Forte jangan digunakan bersamaan dengan beberapa obat, yaitu.
  • Antibiotika makrolida, dapat menurunkan klirens dexamethasone yang menyebabkan meningkatnya efek farmakologisnya
  • Antidiabetik, dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah sehingga perlu penyesuaian dosis obat anti diabetes
  • Isoniazid, dapat menurunkan konsentrasi serum isoniazid jika diberikan bersamaan dengan Faridexon Forte
  • Aminoglutethimide, dapat menurunkan kadar dexamethasone
  • Agen Kalium-depleting, dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya hipokalemia
  • Efedrin dan Cholestyramine, dapat menurunkan klirens dexamethasone yang menyebabkan meningkatnya efek farmakologisnya
  • Vaksin hidup, dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi sehingga penggunaan vaksin hidup sebaiknya dihindari pada pasien yang menggunakan Faridexon Forte
  • Anti jamur azole seperti ketoconazole, dapat mengurangi metabolisme kortikosteroid 
  • NSAID, dapat meningkatkan resiko efek samping pendarahan pada saluran pencernaan

Demikian adalah dosis dan efek samping pada Faridexon Forte. Obat Faridexon Forte ini memang termasuk golongan obat keras, sehingga penggunaan dan pengobatannya harus dengan pengawasan ketat dari dokter.

obat incidal

Rasakan Gejala-gejala Ini? Ringankan dengan Obat Incidal

  • August 23, 2021

Tidak jarang ketika Anda merasa gatal-gatal, ada saja pihak yang menyarankan Anda mengonsumsi obat Incidal. Ini merupakan jenis obat antihistamin yang memang mampu meredakan gejala alergi yang Anda alami. 

Namun tentunya, bukan hanya gejala gatal-gatal saja yang bisa diredakan oleh obat Incidal. Mengandung zat aktif cetirizine dihidroklorida, obat ini juga bisa mengurangi berbagai gejala alergi lain yang mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman. 

Alergi bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari penggunaan obat, makanan tertentu, sampai pada bulu hewan peliharaan yang ada di rumah. Gejalanya pun bukan hanya gatal-gatal di sekujur kulit. Berikut ini adalah beberapa gejala lain dari alergi yang sering menimpa banyak orang, mungkin juga ada. Tidak ada salahnya untuk segera mengurangi berbagai gejala di bawah ini memakai obat Incidal. 

Bintik Merah dan Ruam 

Rasa gatal-gatal akibat alergi tidak datang sendirian. Gejala ini biasanya diikuti pula oleh munculnya bintik-bintik merah di kulit. Pada tahap tertentu, rasa gatal akibat alergi juga akan mengundang munculnya ruam di berbagai area kulit Anda. 

Bersin-bersin 

Bersin-bersin tidak melulu menandakan Anda terserang pilek atau flu. Bisa jadi, bersin-bersin yang Anda alami merupakan gejala alergi. Biasanya, bersin-bersin disebabkan oleh alergi yang muncul dari debu atau cuaca. Gejala ini akan diikuti oleh kondisi hidung tersumbat sehingga Anda menganggapnya sebagai gejala flu. Coba minum obat Incidal, jika gejalanya mereda, tentunya bersin-bersin itu mengarah pada kondisi alergi. 

Mata Berair 

Gejala alergi lainnya yang sering terjadi adalah mata berair. Gejala ini biasanya diperkuat dengan mulai mata yang memerah. Mata berair akibat alergi tidak akan membaik hanya dengan Anda memberi obat tetes mata ataupun mengistirahatkan mata. Menjauhi penyebab alergi dan mengonsumsi obat berjenis antihistamin jauh lebih disarankan. 

Batuk-batuk 

Gejala alergi juga sangat mudah menyerang tenggorokan Anda. Kondisi alergi akan membuat tenggorokan terasa gatal. Pada akhirnya, ini akan memicu Anda untuk melegakan lewat cara batuk yang terus berulang. Anda bisa menggunakan obat Incidal untuk membuat gatal tenggorokan berkurang sehingga batuk-batuk pun mereda. 

Wajah Bengkak 

Jangan kaget ketika tiba-tiba Anda mengalami pembengkakan di area wajah. Bisa jadi Anda salah makan sehingga menyebabkan Anda mengalami gejala alergi. Coba hubungi dokter Anda untuk berkonsultasi terkait hal ini. Obat Incidal bisa jadi diresepkan ke Anda untuk dikonsumsi agar bengkak pada wajah cepat mengempis. 

Sakit Kepala 

Sakit kepala merupakan gejala alergi yang kurang umum. Namun, Anda patut curiga apabila selalu merasa sakit kepala tiap kali terpapar sesuatu, seperti debu ataupun suatu makanan. Jika penyebabnya selalu sama, hampir bisa dipastikan sakit kepala tersebut merupakan gejala alergi, bukan masalah lainnya. 

Diare 

Berbagai masalah pencernaan dapat menjadi indikasi Anda mengalami alergi. Biasanya, masalah pencernaan yang paling sering terjadi sebagai gejala alergi adalah diare. Diare yang Anda alami sangat mungkin diikuti oleh nyeri perut yang cukup parah bahkan mual dan muntah yang berkepanjangan. 

Kram dan Kesemutan 

Jangan remehkan kesemutan atau kram. Bisa jadi itu merupakan gejala alergi yang sedang menyerang. Beberapa alergi dari makanan faktanya sering menimbulkan gejala berupa kesemutan di mulut. Tidak jarang pula, Anda akan merasakan kram perut yang sulit dikendalikan karena alergi makanan pula. 

Sesak Dada 

Sesak dan nyeri dada biasanya diidentikkan ke arah masalah jantung. Padahal, sesak dada juga dapat menjadi gejala alergi. Ini merupakan gejala alergi parah yang mesti segera ditangani oleh tenaga medis. Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa mengonsumsi obat Incidal untuk sedikit meredakan gejalanya. 

Obat Incidal memang cukup ampuh meredakan berbagai gejala alergi. Namun harus diingat, ini termasuk obat keras sehingga penggunaannya mesti sesuai rekomendasi dokter.

obh ika

Jenis Obat untuk Batuk Berdahak Seperti OBH IKA

  • August 5, 2021

Batuk berdahak merupakan batuk yang memiliki ciri khas yaitu batuk yang disertai dengan lendir atau dahak. Batuk berdahak dapat disebabkan karena infeksi akibat virus dan bakteri. Untuk batuk berdahak yang disebabkan karena virus, Anda tidak perlu mengonsumsi obat untuk meredakannya.

Jika batuk berdahak disebabkan karena bakteri, maka Anda perlu mengonsumsi obat seperti antibiotik untuk mengobatinya. Anda juga dapat mengonsumsi obat OTC (over the counter) atau obat bebas seperti OBH IKA untuk mengatasi batuk berdahak.

Obat batuk memiliki fungsi untuk meredakan gejala saat tubuh Anda sembuh. Akan tetapi, semua obat batuk tersebut tidak sama. Padahal, obat bebas atau OTC sendiri memiliki beberapa jenis yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut.

Ekspektoran

Obat batuk jenis ekspektoran berfungsi untuk membantu mengencerkan lendir, sehingga membantu Anda lebih mudah untuk batuk. Bahan yang sering digunakan sebagai ekspektoran adalah guaifenesin. Obat seperti OBH IKA juga memiliki fungsi atau jenis ekspektoran yang mampu mengencerkan dahak yang terdapat pada saluran udara.

Supresan

Obat batuk jenis supresan berfungsi untuk mengurangi frekuensi atau seberapa banyak Anda batuk. Bahan aktif yang tercantum untuk obat batuk jenis supresan yaitu dekstrometorfan (DM). 

Produk Obat Batuk Kombinasi

Jenis obat batuk ini pada umumnya memiliki lebih dari satu bahan aktif. Obat batuk tersebut juga mengandung guaifenesin dan dekstrometorfan. Obat batuk kombinasi kemungkinan juga mengandung bahan untuk membantu melapisi dan menenangkan tenggorokan.

Produk obat batuk kombinasi mungkin memiliki obat untuk meredakan gejala lain, yang mungkin termasuk jenis dekongestan yang berfungsi untuk mengatasi hidung tersumbat, antihistamin untuk meredakan gejala alergi atau pilek, atau obat penghilang rasa sakit. Oleh karena itu, pilihlah obat yang sesuai dengan gejala Anda.

Obat batuk juga ada yang dapat membantu meredakan batuk dan meredakan sakit tenggorokan .

Obat Batuk Topikal

Obat batuk ada yang dari jenis kamper dan mentol yang merupakan beberapa bahan alami untuk mengatasi batuk berdahak. Kamper dan mentol pada umumnya datang dalam bentuk salep yang dapat digosokkan di tenggorokan dan dada. Selain itu, obat batuk jenis topikal tersebut juga memiliki uap atau aroma yang berbau tajam, sehingga membantu meredakan batuk dan hidung yang tersumbat.

Anda juga bisa mendapatkan obat batuk topikal dalam bentuk cair untuk digunakan dengan alat penguap, sehingga uapnya bisa Anda hirup. Selain itu, mentol juga ada yang dalam wujud tablet hisap dan tablet yang dikompres.

Keamanan Konsumsi Obat Batuk

Dokter mungkin akan memberikan Anda informasi untuk tidak mengobati batuk karena pilek kecuali jika hal tersebut membuat Anda terjaga di malam hari atau mengganggu kehidupan Anda sehari-hari.

Kandungan bahan dekstrometorfan dapat memengaruhi obat yang digunakan untuk mengobati depresi. Selain itu, beberapa kombinasi obat pilek dan batuk mengandung dekongestan yang dapat meningkatkan tekanan darah. Jadi lewati mengonsumsi obat tersebut jika tekanan darah Anda tinggi atau jika memiliki penyakit jantung.

Khasiat OBH IKA

Salah satu obat OTC atau obat bebas yang kerap ditemukan yaitu OBH IKA. OBH IKA Sirup merupakan obat batuk hitam yang memiliki manfaat untuk membantu meredakan batuk berdahak. Obat tersebut mengandung ekspektoran, yang membantu penderita batuk berdahak karena membutuhkan pengencer dahak sehingga dahaknya bisa mudah keluar bersama dengan batuk. Selain itu, OBH IKA juga bermanfaat untuk melegakan tenggorokan. 

Dosis obat OBH IKA:

  • Dewasa: 15 mL diminum sebanyak 3 kali per hari
  • Anak-anak: 5 mL diminum sebanyak 3 kali per hari.

Anda perlu mematuhi aturan pakai obat OBH IKA yaitu dikonsumsi setelah makan, serta kocok dulu sebelum diminum. Anda bisa mendapatkan obat OBH IKA untuk mengatasi batuk berdahak dengan harga Rp 18.900 untuk kemasan isi 200 mL.

Khasiat Jahe Dalam Antangin JRG

  • July 16, 2021

Antangin JRG adalah salah satu obat herbal yang sering dikonsumsi untuk meredakan kembung dan masuk angin. Salah satu kandungan yang ada di dalam Antangin JRG adalah kahe, yang mana telah digunakan selama ribuan tahun dalam masakan dan obat. Jahe sendiri juga merupakan “home remedy” populer untuk mengatasi mual, nyeri perut, dan gangguan kesehatan lainnya. Orang-orang biasanya akan menggunakan jahe segar atau kering dalam masakan mereka, dan beberapa yang lain akan mengonsumsi suplemen jahe karena manfaat kesehatan yang dimilikinya. Antioksidan dan nutrisi yang lain dalam jahe juga dapat membantu mencegah dan merawat arthritis, peradangan, dan berbagai jenis infeksi. Para peneliti juga telah melakukan studi dalam potensinya mengurangi risiko diabetes, kanker, dan gangguan kesehatan lainnya. 

Antangin JRG Jahe Plus Merah Tablet  harga terbaik 2501

Jahe dalam Antangin JRG memiliki sifat anti peradangan, antibakteri, antivirus, serta manfaat kesehatan lainnya. Adapun beberapa manfaat jahe bagi kesehatan di antaranya adalah:

  • Mengurangi kembung dan meningkatkan pencernaan

Beberapa studi telah menginvestigasi efek jahe pada gas yang terbentuk di saluran pencernaan pada saat proses pencernaan berlangsung. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa enzim yang ada pada jahe dapat membantu tubuh menghancurkan dan mengeluarkan gas, menyediakan rasa lega pada ketidaknyamanan apapun. Jahe juga memiliki efek bermanfaat pada enzim tripsin dan pancreatic lipase, yang mana sangat penting untuk pencernaan. Selain itu, jahe juga dapat meningkatkan gerakan lawan saluran pencernaan, dalam arti jahe dapat membantu mencegah dan meredakan konstipasi. 

  • Mengatasi mual

Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa jahe dapat membantu mengatasi mual setelah seseorang mendapatkan perawatan kanker. Sebuah studi kecil tahun 2010 meneliti efek suplemen bubuk akar jahe pada rasa mual pada 60 anak dan remaja yang mendapatkan perawatan chemotherapy. Analisa menunjukkan bahwa suplemen tersebut dapat mengurangi rasa mual pada mereka yang mengonsumsinya. Para penulis dari tinjauan studi tahun 2011 juga memiliki kesimpulan serupa. Mereka melaporkan bahwa konsumsi ekstrak jahe dalam dosis 1500 mg per hari dapat membantu mengatasi gejala mual. Konsumsi Antangin JRG dapat membantu Anda meredakan rasa mual yang mengganggu. 

  • Mengatasi demam dan flu

Banyak orang menggunakan jahe untuk membantu mengatasi demam dan flu. Akan tetapi, bukti yang mendukung manfaat kesehatan ini hanyalah bersifat anecdotal. Pada tahun 2013, peneliti melakukan studi pada efek jahe kering dan segar pada virus pernapasan di sel-sel manusia. Hasilnya adalah jahe segar dapat membantu melindungi sistem pernapasan, sementara jahe kering tidak memiliki dampak yang sama. Selain itu, studi kecil pada tahun 2013 dilakukan untuk mengidentifikasi kepopuleran obat herbal untuk perawatan demam dan flu. Hasilnya adalah konsumen menyatakan obat herbal cukup efektif. Karena alasan inilah Antangin JRG sering digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi masuk angin. 

  • Mengurangi peradangan

Satu kelompok peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi jahe efektif dalam merawat peradangan yang disebabkan oleh osteoarthritis. Akan tetapi, mereka mengatakan bahwa studi yang dilakukan bersifat meta-analisis dan kecil, serta mungkin tidak mewakili populasi umum. Sementara itu, sebuah tinjauan dari 16 uji klinis tahun 2017 menentukan bahwa sifat phytochemical yang ada pada jahe dapat melawan peradangan. 

Beberapa penelitian menyatakan bahwa jahe dapat meningkatkan kesehatan pencernaan, mengurangi peradangan, dan mengatasi rasa nyeri. Karena alasan inilah kandungan jahe dalam Antangin JRG sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bukan menjadi hal yang mengherankan apabila Antangin JRG menjadi salah satu obat herbal favorit keluarga Indonesia.

Cara Memilih Obat Batuk Pilek Dewasa yang Aman

  • May 6, 2021

Gejala flu yang muncul seperti pilek, hidung tersumbat, batuk, hingga bersin-bersin memang cukup mengganggu. Meskipun gejala flu bisa sembuh sendiri, namun kita sebaiknya segera mengonsumsi obat batuk pilek dewasa agar tidak mengakibatkan gejala lain yang lebih parah.

Sebelum mengonsumsi obat batuk pilek dewasa, pastikan kamu sudah mengetahui kandungan, dosis, dan juga manfaatnya. Hal ini dilakukan agar obat yang kamu konsumsi aman dan tidak menimbulkan efek samping. 

Berikut ini cara memilih obat batuk pilek dewasa yang wajib kamu ketahui. 

Biasakan selalu baca label

Saat akan membeli obat batuk dan pilek, pastikan kamu membaca label dengan seksama. Biasanya, di dalam label terdapat informasi seputar komposisi obat, dosis dan cara pemakaian obat yang benar. 

Pastikan manfaat dari obat yang akan kamu konsumsi sesuai dengan gejala yang kamu alami. Misalnya, di dalam label menyertakan manfaat untuk mengatasi batuk dan pilek.

Selain itu, cek juga apakah usiamu sudah sesuai dengan batasan minimal usia penggunaan obat tersebut. 

Pilih obat dengan kandungan yang sesuai

Sekarang, sudah banyak beredar obat batuk dan pilek yang juga bisa mengatasi keluhan lain seperti demam, hidung tersumbat, sakit kepala, hingga bersin-bersin.

Pilih obat dengan kandungan yang hanya bisa mengobati gejala yang kamu alami. Hal ini agar obat bisa bekerja maksimal dan mencegah efek samping. 

Berikut ini beberapa jenis obat untuk mengatasi gejala flu seperti batuk dan pilek yang bisa kamu pertimbangkan. 

  • Kandungan antihistamin

Bermanfaat untuk mengurangi bersin dan menghentikan gejala pilek. Beberapa kandungan lain yang bisa mengatasi pilek dan bersin seperti diphenhydramine (Benadryl), loratadine (Claritin), dan chlorpheniramine (Chlor-Trimeton).

  • Dextromethorphan

Kandungan ini memiliki khasiat untuk meredakan batuk yang kamu alami. 

  • Ekspektoran

Berkhasiat untuk mengencerkan lendir saat kamu batuk. Obat dengan kandungan ekspektoran seperti Robitussin Chest Congestion dan Mucinex.

  • Nasal decongestants

Obat ini bisa meredakan dan membersihkan hidung yang tersumbat. Obat dengan kandungan nasal seperti Sudafed 12-Hour dan Sudafed PE.

  • Meredakan nyeri

Beberapa obat batuk dan pilek juga disertai dengan pereda nyeri yang bisa menurunkan demam. Beberapa obat ini terdapat pada ibuprofen, acetaminophen, dan naproxen.

Hindari dosis berlebihan

Saat mengonsumsi obat apapun, sebaiknya jangan mengonsumsi obat secara berlebihan atau overdose. Selain membuat obat tidak bekerja dengan maksimal, hal ini juga bisa menyebabkan efek samping yang membahayakan. 

Untuk menghindari dosis yang berlebihan, periksa setiap kandungan pada obat yang kamu konsumsi. Sebab, biasanya pada beberapa obat memiliki kandungan zat aktif yang sama.

Ketahui efek sampingnya

Pada beberapa obat menimbulkan efek samping yang berbeda-beda jika berinteraksi dengan bahan tertentu, seperti rasa kantuk, mual, pusing hingga komplikasi lain.

Sebaiknya baca label obat dengan seksama dan hindari makanan yang bisa menimbulkan interaksi dengan obat yang kamu konsumsi. 

Apabila belum jelas, sebaiknya tanyakan pada apoteker saat kamu membeli obat di apotek terdekat, ya. 

Pilih obat yang tidak menimbulkan alergi

Apabila kamu memiliki reaksi alergi terhadap kandungan di dalam obat sebaiknya hindari obat dengan kandungan tersebut. 

Pastikan kamu mengecek dengan teliti setiap kandungan yang ada di dalam obat dan aman untuk dikonsumsi. 

Pilih obat dengan bentuk cair 

Dibandingkan kaplet atau kapsul, obat dengan bentuk cair biasanya memiliki kerja yang lebih maksimal.

Jika kamu memiliki kesulitan dalam menelan obat tablet atau kapsul, obat yang berbentuk sirup ini juga bisa jadi solusi. Selain mudah dikonsumsi, obat cair juga bisa memberikan proses penyembuhan yang lebih cepat. 

Itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan sebelum mengonsumsi obat batuk pilek dewasa. Pastikan kamu selalu membaca label dengan benar, ya. 

Rekomendasi Obat Asma untuk Anak Usia 5 Tahun yang Efektif

  • May 5, 2021

Anak-anak yang menderita asma memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitasnya. Mereka tidak bisa bermain dan berolahraga sepuas mereka, dan terkadang mengalami gangguan pernapasan saat tidur. 

Asma juga bisa mengganggu kegiatan belajar anak karena ketika terjadi kekambuhan, maka mereka harus beristirahat total. 

Asma tidak bisa disembuhkan. Tapi dengan menjalani perawatan, gejala, frekuensi kekambuhan, dan masalah terkait bisa diatasi. Asma yang parah sekalipun bisa dikendalikan dengan menjalani perawatan yang tepat. 

Gejala asma pada anak

Gejala dan tanda asma yang umum dialami pada anak usia 5 hingga 11 tahun meliputi:

  • Batuk, terutama pada malah hari
  • Sulit bernapas
  • Nyeri dada atau sesak napas
  • Menghindari atau kehilangan minat pada olahraga atau aktivitas fisik

Beberapa anak memiliki lebih sedikit gejala sehari-hari, tapi terkadang mengalami serangan asma yang parah. 

Gejala asma yang ringan bisa memburuk sewaktu-waktu, terutama di malam hari, setelah beraktivitas, atau saat masuk angin. Mereka juga sangat rentan terhadap pemicu seperti asap rokok dan alergi musiman.

Serangan asma yang parah bisa mengancam jiwa, dan ditandai dengan:

  • Kesulitan bernapas atau terengah-engah
  • Batuk atau mengi terus-menerus
  • Kesulitan berbicara
  • Kondisi tidak membaik setelah penggunaan inhaler

Rekomendasi obat asma untuk anak

Ada banyak obat asma tapi tidak semuanya bisa digunakan oleh anak-anak. Beberapa obat asma hanya boleh digunakan untuk anak berusia 12 tahun ke atas, dan tidak untuk anak kecil. Maka itu diperlukan kehati-hatian untuk memilih mana obat asma yang sesuai umur anak Anda. 

Obat asma untuk anak berusia 5-11 tahun yaitu:

  1. Obat kontrol jangka panjang

Obat ini diminum setiap hari dalam jangka panjang untuk mengelola gejala dan mengurangi frekuensi kekambuhan. Jenis obat kontrol jangka panjang meliputi:

  • Kortikosteroid yang dihirup: Merupakan obat asma yang paling umum digunakan.
  • Pengubah leukotrien: Pengubah leukotrien bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan kortikosteroid hirup. Namun beberapa obat jenis ini memiliki efek samping seperti halusinasi dan depresi, sehingga penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati.
  • Inhaler kombinasi: Mengandung kortikosteroid inhalasi dan beta agonist kerja panjang (LABA). Ini berfungsi mengurangi risiko serangan asma yang parah.
  • Teofilin: Merupakan obat harian yang berfungsi melegakan saluran pernapasan.
  • Biologis: Obat biologis seperti nucala merupakan obat suntik yang diberikan kepada pasien anak setiap empat minggu sekali untuk mengendalikan asma yang parah.
  1. Obat reaksi cepat

Obat ini disebut juga dengan bronkodilator kerja pendek yang bekerja cepat meredakan gejala asma. Efeknya bisa bertahan empat hingga enam jam.

Meski begitu, obat ini tidak bisa mencegah kekambuhan. Jika Anda mengalami gejala yang sering atau parah, maka diharuskan meminum obat kontrol jangka panjang. Mengandalkan inhaler bantuan cepat dapat semakin memperparah kondisi anak. 

  1. Penggunaan alat bantu

Kebanyakan obat asma diberikan dalam bentuk sediaan hirup, seperti melalui inhaler dan nebulizer. Pasien bayi dan anak kecil belum bisa menggunakan inhaler, sehingga mereka menerima obat hirup melalui nebulizer. 

  1. Imunoterapi

Imunoterapi atau suntikan alergi-desensitisasi diberikan kepada anak yang mengalami asma parah akibat alergi. 

Anak mungkin membutuhkan suntikan sekali seminggu selama beberapa bulan, kemudian sebulan sekali selama tiga sampai lima tahun. Hal ini berguna untuk mengurangi reaksi alergi anak dan gejala asma. 

Catatan

Jika anak Anda menderita asma, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk menentukan perawatan yang tepat. Sangat tidak disarankan memberikan obat asma secara bebas ke anak di bawah 12 tahun karena bisa memperparah kondisi dan berakibat fatal. 

Setelah mendapatkan rekomendasi obat, Anda bisa membeli obat asma di toko kesehatan SehatQ. 

Mengenal Carbomer, Pelumas untuk Atasi Mata Kering

Mengenal Carbomer, Pelumas untuk Atasi Mata Kering

  • February 11, 2021

Mengalami mata kering akan terasa menyebalkan dan sedikit mengganggu aktivitas. Hal ini dikarenakan mata yang kering akan menimbulkan rasa perih dan mengganggu fungsi penglihatan. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya adalah menggunakan carbomer.

Apa Itu Carbomer?

Carbomer merupakan obat mata yang berfungsi sebagai pelumas atau pengganti air mata. Penggunaan carbomer bertujuan untuk menyembuhkan rasa perih atau mengatasi mata kering. Obat dengan bentuk gel ini mengobati dengan menenangkan, melindungi, dan melapisi permukaan bola mata. Carbomer juga bekerja dengan melembapkan permukaan bola mata serta melumasi dengan lapisan yang transparan hingga rasa perih menghilang.

Setiap gram gel carbomer mengandung 2 mg asam poliakrilat sebagai bahan aktif serta cetrimide bahan yang tidak aktif sebagai pengawet. Kandungan lainnya pada carbomer adalah sorbitol, sodium hidroksida, dan air untuk injeksi.

Carbomer umumnya bisa didapatkan di apotek tanpa resep. Namun, pada kondisi tertentu dibutuhkan resep dokter untuk mendapatkan produk dari jenis obat mata ini.

Bagaimana Cara Menggunakan Carbomer dengan Tepat?

Untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan secara maksimal, Anda perlu memperhatikan cara-cara menggunakan carbomer yang tepat. Cara menggunakan carbomer sebagai obat tetes mata yang tepat adalah sebagai berikut:

  • Pastikan Anda telah mencuci tangan dengan bersih sebelum menggunakan carbomer, sehingga ketika cairan dimasukkan ke mata tidak terkontaminasi dengan kuman atau bakteri dari tangan
  • Jika sebelum menggunakan carbomer Anda menggunakan lensa kontak, maka lepaskan lensa tersebut terlebih dahulu dan tunggu selama 15 menit sebelum menggunakan carbomer
  • Posisikan kepala Anda ke arah belakang dan pegang carbomer secara vertikal
  • Buka mata dengan meletakkan salah satu kari pada pipi dan tarik kelopak mata ke bawah dengan lembut
  • Lihat ke atas, teteskan carbomer secara perlahan
  • Kedipkan mata Anda beberapa kali agar carbomer menyebar ke seluruh mata secara merata
  • Jika mata kering terjadi pada kedua mata, ulangi tahap yang sama pada mata yang lainnya

Efek Samping Carbomer

Pada umumnya, jika diberikan dengan dosis dan cara penggunaan yang tepat, carbomer tidak memberikan efek samping yang serius. Namun, dalam beberapa kasus tetap memungkinkan akan terjadinya efek samping dari penggunaan obat ini. Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi, diantaranya: 

  • Mata menjadi merah
  • Mata bengkak
  • Mata iritasi
  • Penglihatan memudar
  • Lakrimasi meningkat
  • Rasa gatal pada mata bahkan ke seluruh tubuh
  • Munculnya lapisan tepi di kelopak mata
  • Dermatitis kontak atau ruam pada kulit mata
  • Produksi air mata meningkat
  • Kelopak mata mengeras

Cara Penyimpanan Carbomer

Carbomer perlu disimpan dengan cara yang tepat untuk menghindari hilangnya manfaat dari obat mata ini. Cara penyimpanan carbomer yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Simpan pada suhu dibawah 25 derajat celcius
  • Lindungi dari cahaya dan tempat yang lembab
  • Jangan simpan carbomer di freezer
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak serta binatang peliharaan

Anda dapat mengikuti cara penggunaan carbomer sesuai dengan instruksi pada kemasan jika membeli obat ini di apotek. Apabila Anda telah menggunakan obat tetes mata lainnya, beri jeda minimal lima menit sebelum menggunakan carbomer.

Jika Anda mengalami adanya efek samping setelah menggunakan carbomer, segera konsultasikan kepada dokter agar efek samping yang muncul dapat segera ditangani.

Apabila Anda memiliki riwayat alergi obat mata, menggunakan lensa kontak, ibu hamil dan menyusui, dan anak-anak, maka sebaiknya Anda juga mengkonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan carbomer sebagai pelumas mata. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah menggunakan carbomer.

Apakah Bisa Amoxicillin untuk Obat Batuk?

Apakah Bisa Amoxicillin untuk Obat Batuk?

  • January 26, 2021

Amoxicillin merupakan salah satu jenis merek obat yang digunakan dalam mengatasi infeksi bakteri, jenis infeksi bakteri yang bisa diobati seperti saluran kemih atau saluran pernapasan. Tak jarang amoxicillin untuk batuk diandalkan, karena memang obat ini diperuntukan mengatasi infeksi yang disebabkan virus, bisa itu flu atau batuk pilek biasa.

Dalam menangani infeksi bakteri, antibiotik menjadi kelompok obat yang paling mungkin diresepkan dan salah satunya adalah amoxicillin. Obat yang termasuk dalam golongan penisilin ini bisa menghambat pertumbuhan bakteri, namun seperti penggunaan obat pada umumnya. Penggunaan amoxicillin juga dapat menimbulkan efek samping, mulai yang biasa hingga serius.

Amoxicillin untuk Batuk

Penyakit yang bukan dikarenakan infeksi bakteri tentu tidak akan membutuhkan antibiotik untuk dapat menyembuhkannya. Alih-alih untuk mengobati, penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru dapat merugikan tubuh. Termasuk ketika amoxicillin dikonsumsi sebagai obat batuk, yang ternyata tidak efektif untuk menyembuhkan.

Bahkan efek yang diberikan tidak lebih baik untuk menghilangkan gejala ketimbang mengobati batuk tanpa antibiotik, hal ini sesuai dengan penelitian terkontrol Antibiotics of Acute Uncomplicated Lower Respiratory Tract Infection. Hasil dari penelitian ini dipublikasikan pada tahun 2012 di The Lancet Infectious Diseases.

Pasien yang diteliti mengalami batuk yang diakibatkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah, namun bukan karena pneumonia atau radang paru-paru dengan gejala yang berat. Pasien yang diberi amoxicillin tidak pulih lebih cepat atau memiliki gejala yang secara signifikan lebih sedikit. Pasien ini tidak dicurigai menderita pneumonia.

Penggunaan amoxicillin dinilai tidak membantu mengobati infeksi saluran pernapasan, bahkan bisa berbahaya. Sementara itu terlalu sering menggunakan antibiotik yang tidak efektif menyembuhkan justru bisa menimbulkan efek samping, seperti diare, ruam hingga muntah. Dampak lebih buruknya dapat menimbulkan resistensi bakteri penyebab penyakit dalam tubuh.

Efek Samping Amoxicillin

Amoxicillin dapat menimbulkan efek samping tertentu, efek samping ini dibagi menjadi dua macam yakni efek samping umum dan efek samping dengan sifat yang serius. Sangat disarankan untuk tidak asal mengonsumsi obat ini dan harus sesuai dengan resep yang tertera pada obat atau resep dari dokter.

  • Efek Samping Umum
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Ruam kulit.
  • Infeksi jamur pada vagina.

Beberapa infeksi yang ringan di atas dapat hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu, namun jika kondisi tersebut terjadi secara terus-menerus atau tidak segera hilang setelah beberapa, maka sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter.

Efek Samping yang Serius

Penggunaan amoxicillin untuk batuk juga bisa menimbulkan efek samping yang serius, seperti hipersensitivitas imun dan kerusakan pada hati. Efek samping yang berupa reaksi hipersensitivitas menimbulkan beberapa gejala, seperti berikut.

  • Gejala flu, termasuk demam, sakit di badan hingga sakit tenggorokan.
  • Ruam kulit berwarna merah atau ungu yang menyebar dan menimbulkan rasa sakit, seperti stevens-Johnson Syndrome.
  • Lepuh yang dapat menyebabkan kulit rusak dan memicu luka terbuka.

Selain menimbulkan reaksi hipersensitivitas, efek samping serius dari obat ini juga dapat berupa kerusakan hati. Meskipun jarang terjadi, berikut beberapa efek yang harus diperhatikan dengan seksama dan segera hubungi dokter jika mengalaminya.

  • Peningkatan enzim hati yang ditunjukkan oleh tes darah.
  • Nyeri di perut.
  • Kulit dan mata menguning.
  • Kelelahan.

Selain efek samping yang harus diwaspadai saat mengonsumsi amoxicillin, penggunaan obat ini juga memiliki peringatan yang wajib diperhatikan. Misalnya seseorang dengan alergi tertentu dan kondisi medis tertentu.

Infeksi Virus yang Bisa Diatasi dengan Methisoprinol

  • December 28, 2020

Methisoprinol adalah kelompok obat antiviral atau antivirus yang tercipta dari kombinasi senyawa kimia inosine, asam acetamidobenzoic, dan dimethylamino isopropanol. Karena kandungannya tersebut, Methisoprinol termasuk obat keras. Seseorang membutuhkan izin atau persetujuan dokter untuk mengonsumsi obat ini.

Methisoprinol mungkin berbeda dengan jenis obat yang masuk ke dalam kelompok antivirus lainnya. Sebab Methisoprinol tidak menyerang virusnya secara langsung. Ia akan bekerja dengan cara mengubah atau memicu proses imun yang dimediasi sel tubuh sehingga memperlambat pertumbuhan dan penyebaran virus di tubuh.

Secara umum, Methisoprinol digunakan dalam prosedur pengobatan beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan virus sistemik dan subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) yang menyerang sistem saraf pusat. Adapun mungkin penyakit spesifik yang lazim diatasi dengan Methisoprinol adalah:

  • Herpes (herpes simplex)

Herpes simplex atau herpes genital adalah penyakit menular seksual akibat serangan Herpes simplex viruses (HSV) yang menyebabkan luka pada area kelamin. Kondisi ini bisa terjadi pada pria maupun wanita dan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Meski belum ada cara atau obat yang ampuh membunuh virus herpes ini, Methisoprinol bisa digunakan untuk membantu mengurangi durasi kemunculan gejala serta risiko penularan terhadap orang lain.

  • Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah suatu kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan sangat kecil dan terjadi di sekitar area kemaluan. Kutil kelamin termasuk ke dalam jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV) dan bisa meningkatkan risiko kanker serviks.

Beberapa gejala kutil kelamin adalah rasa gatal dan nyeri di area kelamin dan sekitarnya, serta pendarahan ketika melakukan hubungan seks. Ada beberapa cara untuk mengobati kutil kelamin, yaitu dengan laser, pembedahan, krioterapi, electrodesiccation, atau mengonsumsi obat tertentu, seperti Methisoprinol.

Menyambung sedikit bahasan yang sudah disinggung sebelumnya, mengenai cara kerja Methisoprinol, karena obat ini bekerja dengan meningkatkan sistem imun tubuh dalam menghambat pertumbuhan virus penyebab infeksi, dengan demikian, Methisoprinol tidak boleh digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan jamur karena justru dapat membuat infeksi menjadi lebih kebal dan kuat.

Karena cara kerjanya tersebut pula, diyakini Methisoprinol juga dapat membantu mengobati penyakit akibat lemahnya daya tahan tubuh (imunodefisiensi), seperti  kanker, cacar air, campak, hepatitis, bronkitis, dan gondongan pada orang dewasa.

Methisoprinol tersedia dalam kemasan tablet dan sirup yang hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter karena termasuk obat keras. Beberapa merek obat dengan kandungan Methisoprinol yang dapat di temukan di pasar Indonesia adalah Tropsine, Laprosin, Lanavir, Visoprine, Isprinol, Maxprinol, dan Pronovir.

Pastikan seseorang mengantungi resep dari dokter sebelum menebus obat ini di apotek. Sebab ini berkaitan dengan dosis yang harus dikonsumsinya. Terlebih, Methisoprinol sediaan tablet dan sirup ini memiliki kandungan zat aktif yang berbeda. Sediaan sirup 250 miligram atau 5 mililiter, sementara yang tablet 500 miligram. Jika tidak memiliki resep, hampir pasti apoteker akan menolak memberikan obat kepada pelanggan.

Sekadar informasi saja, biasanya dosis Methisoprinol bagi orang dewasa dan anak-anak di atas 5 tahun adalah 50 mg/kg berat badan per hari dan dibagi menjadi 3 hingga 4 dosis (kali). Pada infeksi berat fase akut, dosis Methisoprinol dapat ditingkatkan hingga 100 mg/kg berat badan per hari dan dibagi menjadi 4 hingga 6 dosis (kali). Durasi penggunaan Methisoprinol secara umum adalah 7 hingga 10 hari. Pengobatan tetap perlu dilanjutkan sekitar 1 hingga 2 hari setelah kondisi membaik dan gejala mulai mereda.

Ingat! Informasi soal dosis di atas tak dapat dijadikan sebagai patokan atau pengganti resep dokter. Seseorang tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum membeli atau mengonsumsi Methisoprinol untuk memastikan semuanya aman.