Apakah Boleh Memberi Obat Pilek pada Bayi?

  • September 11, 2020

Orangtua pasti akan panik saat melihat buah hatinya menderita batuk dan pilek. Namun, Anda tidak boleh terburu-buru untuk memberi obat pilek bayi, apalagi jika tanpa resep dari dokter. batuk dan pilek pada bayi dikenal dengan istilah commond coldKondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran hidung dan tenggorokan bayi sehingga ia mengalami penyumbatan pada saluran napas dan hidung berair atau berlendir.

Common cold bukanlah penyakit yang asing pada bayi karena sistem imun mereka memang belum sempurna. Para ahli kesehatan menyatakan bayi masih dikatakan normal jika mengalami tujuh kali batuk-pilek di tahun pertama kelahirannya.

Bolehkan memberi obat pilek bayi?

Di pasaran, terdapat berbagai jenis obat pilek bayi yang digadang-gadang mampu meredakan penyakit yang menimpa bayi Anda. Tetapi, jangan langsung membeli obat pilek bayi, kemudian memberikannya pada buah hati Anda tanpa resep dokter.

Pasalnya, obat pilek yang dijual bebas biasanya tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang berusia di bawah enam tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) bahkan menyarankan obat batuk pilek tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah empat tahun, termasuk pada bayi.

Common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.

Sebetulnya, batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi. Namun, Anda dapat memberi obat penurun panas seperti paracetamol, bila batuk-pilek pada bayi disertai oleh demam. Dosis pemberian paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.

Tips mengatasi pilek bayi tanpa obat

Karena si Kecil sebaiknya tidak minum obat batuk pilek bayi, tetap ada cara untuk meringankan gejala flu yang dialami oleh buah hati Anda. Penanganannya dapat berupa:

  • Memastikan bayi nyaman selama menderita batuk pilek dengan cara mengatur suhu ruangan agar tidak dingin sehingga akan membantu melegakan pernapasannya.
  • Berikan banyak cairan pada bayi. Jika bayi masih berusia di bawah enam bulan, lakukan gempur ASI atau perbanyak pemberian formula susu. Jika ia sudah berumur di atas enam bulan, Anda dapat memberi sumber cairan lain, seperti air putih, sup, sari buah, dan lain-lain.
  • Pastikan bayi lebih banyak beristirahat.
  • Menepuk punggung bayi untuk membantu meringankan hidung tersumbat. Anda dapat membaringkan bayi pada posisi tengkurap, lalu tepuk dengan lembut punggung bayi.
  • Hindari memencet hidung bayi terlalu keras ketika akan mengelurkan ingus.

Bayi biasanya mengalami batuk pilek karena tertular orang di sekitarnya. Jadi, pastikan bayi juga menghindari kontak dengan orang lain yang sedang menderita batuk pilek agar proses penyembuhannya berlangsung lebih cepat. Anda pun sebaiknya menggunakan masker ketika merawat bayi yang terkena batuk pilek agar penyakit yang sama tidak menulari Anda.

Jika Anda merasa khawatir, periksakan bayi Anda ke dokter terdekat. Dokter akan mengidentifikasi masalah kesehatan di tubuh bayi yang membuatnya terserang batuk maupun pilek. Dokter mungkin akan memberikan obat batuk pilek untuk menyembuhkan penyebab batuk tersebut. Jadi, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya saja. Jangan lupa untuk cek SehatQ.com untuk mencari tahu info seputar parenting.

Waspadai Dampak Lip Tie Terhadap Proses Menyusui

  • July 10, 2020
Lip tie pada bayi membuat si Kecil rewel saat menyusu dan tampak terus kelaparan

Kondisi tongue tie merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi yang baru lahir. Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah lain yang disebut lip tie

Lip tie terjadi saat jaringan frenulum, yaitu jaringan kelenjar di belakang bibir bagian atas mengalami ketebalan yang tidak normal. Kondisi ini akan menghambat bayi untuk menggerakkan mulutnya secara bebas dan menghambat proses menyusui. 

Dampak lip tie pada proses menyusui

Dalam situasi normal, setiap bayi memiliki jaringan frenulum yang menjadi penghubung antara gusi dengan langit-langit mulut. Frenulum yang terlalu kaku dan tebal akan membatasi gerakkan mulut bayi dan membuat bayi sulit memposisikan mulut dengan sempurna ketika menyusui. 

Apabila bayi gagal memposisikan mulut dengan sempurna, durasi menyusui akan berlangsung lebih lama dan bayi mudah merasa lelah. Tak jarang, bayi akan jatuh tertidur di tengah waktu menyusui. 

Kondisi ini juga akan mempengaruhi kondisi payudara pada ibu menyusui. Karena kesulitan untuk memposisikan mulut dengan baik, ibu menyusi mungkin akan mengalami rasa nyeri dan luka pada payudara setelah atau saat sedang menyusui. Selain itu, payudara juga akan mengalami pembengkakkan dan hambatan produksi ASI. 

Secara umum, dampak kondisi lip tie bagi ibu menyusui antara lain: 

  • Rasa nyeri, gatal dan pecah-pecah pada puting setelah menyusui
  • Mengalami infeksi jamur setelah menyusui
  • Rasa lelah karena durasi menyusui yang panjang dan terus menerus
  • Produksi ASI yang terhambat

Sementara, dampak lip tie pada bayi berupa: 

  • Penambahan berat badan yang lambat
  • Kesulitan bernapas saat menyusui
  • Durasi menyusui yang lama atau tersendat-sendat
  • Jatuh tertidur atau kelelahan di tengah proses menyusui

Tips menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Kondisi lip tie bukanlah kondisi medis yang berbahya. Bayi tidak perlu menjalani perawatan khusus untuk memulihkannya dari kondisi ini. Akan tetapi, untuk mengurangi resiko kekurangan gizi serta infeksi pada ibu menyusui, penting untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Berikut ini merupakan tips sederhana untuk melancarkan proses menyusui pada bayi dengan lip tie

  • Konsumsi susu dari botol

Bayi dengan kondisi lip tie umumnya akan lebih mudah mengonsumsi susu melalui botol dibandingkan dengan menyusui langsung pada payudara ibu. Anda bisa mencoba untuk memompa susu dan memasukkannya ke dalam botol untuk kemudian diberikan pada bayi. Hal ini akan membantu bayi untuk membiasakan mulut dan mengurangi resiko luka nyeri pada payudara sang ibu. 

  • Memompa susu sebelum mulai menyusui

Hambatan saat menyusui akan terasa saat bayi kesulitan menghisap ASI dari payudara sang ibu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mencoba untuk memudahkan proses menyusui dengan rutin memompa ASI sebelum mulai menyusui. 

Memompa susu secara teratur akan membantu memberikan pasokan ASI yang memadai bagi bayi. Dengan begitu, bayi tidak membutuhkan energi lebih untuk mengonsumsi ASI tersebut.

  • Posisikan dagu bayi ke bagian bawah

Penting bagi ibu menyusui untuk membantu bayi dalam mencari posisi yang tepat ketika menyusui, khususnya saat bayi mengalami kondisi lip tie. Cobalah untuk memposisikan dagu bayi ke bagian bawah agar bayi bisa menghisap lebih dalam. 

Anda juga bisa mencoba untuk melembabkan area di sekitar payudara menggunakan air liur bayi untuk memudahkan bayi saat memposisikan mulut ke payudara. Untuk memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi, pelajarilah teknik yang tepat untuk menyusui bayi dengan kondisi lip tie. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari resiko komplikasi yang berbahaya.