Dampak Negatif Mengabaikan Peran Anak dalam Keluarga

Dampak Negatif Mengabaikan Peran Anak dalam Keluarga

  • July 7, 2021

Apakah Anda pernah menemukan kasus anak yang mengalami depresi dan pembangkang atau Anda sendiri memiliki pengalaman tentang hal tersebut? Ya, inilah salah satu dampak negatif yang mungkin akan dialami jika Anda terlalu bersikap otoriter dan mengabaikan peran anak dalam keluarga.

Jangan hiraukan peran anak dalam keluarga

Mengabaikan peran anak dalam keluarga bisa memberikan dampak sangat negatif bagi tumbuh kembang anak, terutama ketika mereka sudah beranjak remaja. Lebih lengkapnya, mari simak beberapa dampak negatif yang mungkin akan Anda alami jika mengabaikan peran anak dalam keluarga.

1. Anak menjadi manja

Membiasakan anak untuk berpendapat sangatlah penting. Anak yang tumbuh dalam lingkungan otoriter atau tidak pernah mendapatkan peran penting dalam keluarga bisa membuatnya tumbuh menjadi remaja yang sangat manja. Mereka akan sulit beradaptasi atau mandiri. Akibatnya, mereka tidak dapat berjalan sendiri tanpa arahan dari orangtuanya. 

Hal ini sangat bahaya, terlebih jika anak sudah mulai memasuki masa sekolah. Rasa takut yang besar akan sulit dikalahkan karena mereka tidak dapat berjalan sendiri. Mereka menganggap hanya nasihat dari orangtuanya yang terbaik. Akibatnya, mereka tumbuh menjadi pribadi tertutup dan sulit menerima masukan dari orang lain.

2. Tidak terbiasa mengambil keputusan

Pernahkah Anda melarang atau menepis setiap komentar atau perilaku yang anak buat, meksi hal tersebut baik? Hati-hati, ya. Kebiasaan ini tidak akan memberikan dampak positif untuk anak. Justru sebaliknya. Mereka akan lebih takut untuk mengambil keputusan, bahkan dalam hal yang kecil sekalipun.

Anak yang tidak terbiasa diajak mengambil keputusan dalam keluarga, mereka akan sangat tergantung dengan kedua orangtuanya. Akibatnya, anak menjadi tidak tahu mana yang benar dan salah, karena selama ini yang ia lakukan selalu dianggap tidak benar. Sebaiknya, Anda bersikap fleksibel dan selalu berikan kesempatan anak untuk mengambil keputusan, seperti contoh sederhana, memilih menu makan harian.

3. Takut salah memberikan komentar

Apabila peran anak dalam keluarga diabaikan, salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi adalah mereka tumbuh menjadi anak yang plin-plan atau labil. Mereka akan sangat takut memberikan komentar. Pada sisi lain mungkin anak mau ikut memberikan pendapat, namun ia sadar, apabila berpartisipasi, maka pendapatnya akan ditentang. Hal inilah yang membuat mereka menjadi minder dan sulit bergaul.

4. Melawan orang tua

Mengabaikan peran anak dalam keluarga tidak hanya memberikan dampak buruk bagi mentalnya, tetapi juga perilakunya. Ketika usia anak sudah cukup remaja, mereka sudah dapat menentukan mana yang benar dan salah. Namun, ketika usia mereka sudah cukup matang dan Anda tetap tidak memberikan ruang berpendapat, maka hal ini bisa membentuk pribadi anak yang pembangkang.

Anak tidak segan-segan untuk melawan apa yang Anda katakan dan mereka anggap benar. Sikap ini mereka lakukan sebagai bentuk pemberontakan. Mereka ingin menunjukkan kalau tidak semua pendapat orangtua adalah yang terbaik.

5. Bertindak di luar nalar

Selain melawan orang tua, hal yang mungkin terjadi ketika peran anak dalam keluarga diabaikan adalah tindakannya di luar nalar. Mereka tidak hanya melawan, tetapi juga mulai menunjukkan reaksi secara tindakan. Sebagai contoh, anak mulai gemar berkelahi di sekolah, malas belajar dan sebagainya. Tindakan ini mereka lakukan, sebagai wujud dari pelampiasan apa yang dirasakan. Ia ingin orang tuanya tahu, bahwa ia juga bisa bertindak sesuatu. 

Selain itu, sikap buruk yang ia lakukan adalah bentuk pelampiasan karena tidak adanya kebebasan berpendapat di dalam keluarga. Oleh karena itu, sebelum anak melawan dan melakukan tindakan buruk, ada baiknya selalu melibatkan anak dalam segala hal. 

Manfaat Minyak Telon Anti Nyamuk, Bisa Bikin Tidur Nyenyak

  • March 22, 2021

Mengoleskan minyak telon anti nyamuk di tubuh, memberikan banyak manfaat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut jika minyak telon bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah, sehingga menghasilkan rasa hangat ketika dibalurkan ke tubuh.

Tak hanya memberikan kehangatan dan keharuman, minyak telon juga bisa berfungsi untuk melindungi si Kecil dari gigitan nyamuk.

Minyak telon terbuat dari campuran tiga bahan utama yaitu minyak adas, minyak kayu putih, dan minyak kelapa. Minyak adas dan minyak kayu putih adalah dua komposisi utamanya, sementara minyak kelapa berfungsi sebagai pelarut agar kedua minyak tersebut aman untuk langsung dioles ke kulit.

Jadi, tak heran jika banyak orang tua yang menyetok minyak telon anti nyamuk di rumah mereka.  

Apalagi, ada beberapa manfaat menggunakan minyak telon, antara lain: 

1. Membuat Tidur Lebih Nyenyak 

Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan orang dewasa yaitu sekitar 14 hingga 18 jam, bergantung pada usia mereka. Hal ini karena siklus untuk tubuh dan otak mereka yang sedang tumbuh.

Tidur bermanfaat untuk kecerdasan bayi karena memungkinkan otak bayi menyerap apa yang dipelajari sepanjang hari dan menyimpannya.  

Sayangnya keadaan yang tidak nyaman seperti gigitan nyamuk, membuat bayi sulit untuk tidur. Untuk itulah, banyak ibu yang sengaja mengoleskan minyak telon anti nyamuk di bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian.

2. Meringankan Perut Kembung 

Minyak adas yang terkandung pada minyak telon, bisa meredakan perut kembung pada anak. Terbuat dari ekstrak bunga adas yang mengandung antioksidan vitamin C, mangan, kalsium, dan banyak mineral lainnya.

Secara umum, minyak adas memiliki banyak manfaat seperti:

  • Mengatasi kolik pada bayi
  • Melegakan saluran napas
  • Meringankan perut kembung
  • Meringankan kram ringan
  • Sebagai antibakteri
  • Mengurangi peradangan
  • Membantu melindungi dari gigitan serangga

3. Terhindar dari Serangga 

Campuran minyak kayu putih dengan minyak lainnya pada minyak telon membuat minyak ini memiliki aroma yang kuat. Aroma yang kuat tersebut membuat serangga tidak mau mendekati Anda.

Pada tahun 2011, sebuah penelitian menunjukkan bahwa minyak cajuput yang merupakan bahan utama dari minyak kayu putih memiliki aroma yang dapat mengusir serangga.

4. Mengatasi Hidung Tersumbat 

Minyak telon anti nyamuk ternyata efektif untuk membantu mengatasi masalah pernapasan. Hal tersebut dikarenakan kandungan minyak kayu putih pada minyak telon bersifat dekongestan.

Menghirup aroma minyak telon, dapat membantu Anda meringankan gejala, seperti: 

  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung beringus

5. Melembabkan Kulit 

Kandungan minyak kelapa yang terdapat dalam minyak telon bermanfaat untuk melembabkan kulit, tidak terkecuali kulit bayi. 

Kandungan ini mampu menghidrasi kulit dengan baik, serta terbukti mampu mengatasi gejala eksim yang ditandai dengan ruam dan gatal. Minyak kelapa yang memiliki sifat antimikroba, juga mampu melindungi kulit dari mikroorganisme yang mungkin bisa menyebabkan infeksi kulit.

Namun, untuk manfaat ini tak berlaku untuk orang dewasa. Ini karena kulit orang dewasa jauh lebih tebal ketimbang kulit anak-anak atau bayi. Kondisi kulit yang lebih tebal membuat efek hangat serta manfaat positif dari minyak telon kurang dirasakan oleh orang dewasa.

Bila orang dewasa ingin merasakan efeknya, Anda harus mengoleskan lebih banyak ke kulit. Di sisi lain, mengoleskan minyak telon secara berlebihan ke kulit berisiko tinggi menyebabkan iritasi kulit.

Orang dewasa bisa menggunakan minyak telon anti nyamuk dengan mengoleskannya di tubuhnya sebagai “aromaterapi” demi melegakan pernapasan dan hal-hal ringan lainnya.

Bukan Hanya Sebagai Pewangi, Begini Cara Memilih Baby Cologne yang Aman

Bukan Hanya Sebagai Pewangi, Begini Cara Memilih Baby Cologne yang Aman

  • February 18, 2021

Sebagai orang tua, Anda pasti menginginkan yang terbaik bagi bayi Anda. Kulit bayi sangat rentan dan sensitif, sehingga sebelum membeli produk perawatan dan kebutuhan bayi lainnya harus melalui penyaringan yang ketat. 

Salah satu produk spesifik yang mungkin Anda khawatirkan adalah parfum bayi. Baby cologne dianggap sebagai produk wajib bagi bayi. Namun banyak parfum dan produk pewangi mengandung bahan kimia yang dapat merusak kesehatan. 

Produk perawatan bayi yang dijual memang dilabeli dengan kata gentle dan aman. Tapi apakah klaim tersebut berlaku untuk seluruh produk?

Manfaat parfum bayi

Tujuan utama baby cologne adalah untuk memberikan wewangian pada tubuh si kecil. Mengaplikasikan pewangi pada bayi menciptakan wangi khas pada anak Anda. 

Pemberian parfum bayi dapat meningkatkan ikatan antara Anda dengan bayi Anda. Sehingga setiap Anda mencium wangi parfum tersebut di tempat lain, Anda akan mengingat buah hati Anda.

Manfaat lain dari baby cologne adalah menstimulasi indra si kecil. Stimulasi indra penting untuk mendorong perkembangan bayi. Pemilihan baby cologne yang tepat akan merangsang indra penciuman anak Anda. 

Cara memilih baby cologne yang aman

Idealnya sebelum memilih baby cologne, sebaiknya cek komposisi produknya terlebih dahulu. Pastikan tidak ada bahan baku yang menyebabkan alergi (alergen) sehingga tidak akan menimbulkan reaksi alergi ketika diaplikasikan pada bayi Anda. 

Pada dasarnya formulasi parfum bayi cukup kompleks karena komponennya dibatasi maksimal 1 hingga 3 bahan alami. Produsen baby cologne yang menggunakan bahan dasar produk sintetis juga melalui regulasi yang ketat, meski beberapa bisa menyebabkan alergi. 

Hal ini didasarkan pada kondisi kulit bayi yang tipis dan sensitif. Meskipun senyawa berada dalam jumlah kecil, konsentrasinya bisa tinggi di tubuh bayi. 

Sayangnya masih ada produsen yang memasukkan bahan-bahan yang bisa membahayakan si kecil. Bahan yang harus dihindari dan/atau diminimalisir antara lain:

  • Paraben

Paraben digunakan sebagai pengawet dalam produk farmasi, kosmetik, dan industri makanan. 

Paraben bisa memperpanjang umur simpan dan menjauhkan produk dari jamur serta bakteri. Namun paparan paraben dalam waktu lama bisa membahayakan, terlebih untuk bayi dan anak kecil.  

  • Phenoxyethanol

Phenoxyethanol digunakan sebagai penstabil dalam parfum sekaligus berguna untuk melawan bakteri dalam produk. Meski umum ditemukan, bukan berarti fenoksietanol aman digunakan. 

Penstabil ini bisa menimbulkan efek berbahaya bagi Anda dan bayi Anda jika tidak sengaja tertelan, terhirup, atau terserap melalui kulit.

  • Alkohol

Seperti paraben, alkohol membuat suatu produk lebih bertahan lama. Jika terpapar kulit bisa menyebabkan iritasi bahkan reaksi alergi. Kulit bayi sangat sensitif dan belum bisa bereaksi terhadap senyawa kimia yang kuat, seperti alkohol.

Belum lagi baunya yang sangat menyengat dan bisa membahayakan jika tidak sengaja terhirup oleh bayi.

Mengaplikasikan parfum pada si kecil

Tidak disarankan untuk mengoleskan parfum langsung ke kulit anak-anak apalagi pada kulit bayi. Meski mungkin ada produsen yang mengklaim produknya aman di kulit bayi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Agar lebih aman, aplikasikan parfum pada pakaian bayi.

Catatan

Pastikan memilih baby cologne dengan bahan yang aman dan murni untuk bayi Anda. Wangi lembut seperti ekstrak bunga kamomil, atau wangi segar dan manis seperti musk putih bercampur jeruk adalah beberapa wewangian yang cocok. Untuk pilihan baby cologne yang aman terpercaya, Anda bisa mengunjungi toko SehatQ dan mendapat pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

bayi kurang gizi

Tanda-Tanda Bayi Kurang Gizi dan Cara Mengatasinya

  • December 8, 2020

Sebagai orang tua, kondisi kesehatan bayi tentu menjadi perhatian utama Anda. Bila Anda tidak berhasil merawat bayi dengan bayi, bayi Anda rentan mengalami kurang gizi. Karena itu, Anda harus bisa mengenali gejala bayi kurang gizi untuk bisa memberikan penanganan secepat mungkin.

Salah satu faktor penyebab kurangnya gizi pada bayi adalah kondisi ekonomi keluarga yang buruk. Dalam keluarga dengan latar belakang seperti ini, bayi mungkin tidak bisa mendapatkan makanan bernutrisi yang memang dibutuhkan untuk tumbuh dan kembangnya.

Selain itu, kondisi ekonomi keluarga yang buruk juga mempengaruhi pengetahuan para orang tua terhadap apa saja nutrisi yang sebenarnya diperlukan oleh bayi.

Ciri-ciri bayi kurang gizi

Kekurangan gizi bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh bayi, memungkinkan bayi untuk lebih rentan terkena infeksi dan memperlambat proses penyembuhan. Sebaiknya, kenali ciri-ciri bayi kurang gizi berikut ini:

  • Kurang aktif

Pada dasarnya, anak-anak dan bayi memiliki energi dan keaktifan yang melebihi orang dewasa. Bayi yang aktif biasanya senang diajak bermain, lebih banyak bergerak dan tertawa, serta memunculkan banyak reaksi ketika diajak berinteraksi.

Akan tetapi, bayi yang kekurangan gizi cenderung kurang aktif. Tingkat keaktifan mereka akan menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Bahkan, bayi mungkin jadi lebih sering tidur dengan durasi yang lebih lama dari biasanya.

  • Makan lebih sedikit

Bayi Anda mungkin mendapatkan asupan makanan dari ASI ataupun susu formula khusus. Sebaiknya, selalu perhatikan kondisi bayi Anda ketika diberi ASI dan susu formula. Apabila mereka mengonsumsi susu lebih sedikti dari biasanya, bisa saja ini menjadi tanda-tanda kekurangan gizi.

Salah satu hal yang bisa Anda perhatikan pada bayi dengan gejala kurang gizi adalah keluarnya susu yang telah diminumnya dari ASI. Jadi, ketika sedang menyusui, Anda mungkin melihat susu keluar lagi dari mulut sang bayi, dan bayi menjadi rewel, tidak ingin menyusui.

  • Tidak bertambah tinggi atau panjang

Sebenarnya, setiap bayi melalui proses pertumbuhan dengan cara yang berbeda-beda. Tidak bertambah panjang tidak selalu menjadi suatu tanda akan adanya masalah kesehatan pada bayi.

Namun, apabila bayi terus tidak bertambah panjang dalam periode tertentu, Anda mungkin harus mulai memperhatikan kondisi bayi. Ketidakmampuan untuk bertumbuh adalah salah satu dampak dari kekurangan gizi.

  • Penurunan berat badan

Pertumbuhan bayi diukur melalui berbagai hal, salah satunya dalam penambahan berat badan. Kecepatan penambahan berat badan pada setiap bayi berbeda.

Akan tetapi, bila bayi Anda tidak mengalami penambahan berat badan sama sekali, bahkan malah mengalami penurunan, bisa jadi bayi Anda kekurangan gizi. Anda perlu segera mengonsultasikan kondisi ini dengan dokter Anda.

Selain penurunan berat badan, ukuran berat badan bayi yang di bawah rata-rata juga bisa menjadi suatu gejala kekurangan gizi yang memprihatinkan.

Mengatasi gejala bayi kurang gizi

Pengobatan untuk bayi kurang gizi sebenarnya didasarkan pada faktor dasar yang menjadi penyebabnya. Tapi, umumnya pengobatan dilakukan dengan:

  • Suplemen vitamin dan mineral yang aman bagi bayi
  • Perawatan untuk setiap kondisi medis yang mendasarinya
  • Dukungan dari tenaga medis kepada keluarga untuk membantu mengelola faktor pemicu kekurangan gizi
  • Perubahan pola makan, dalam hal ini pemberian susu formula

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai perawatan bayi kurang gizi yang paling tepat. Dokter bisa memberikan anjuran untuk mengatasi gejala secara aman bagi bayi Anda.

Apakah Boleh Memberi Obat Pilek pada Bayi?

  • September 11, 2020

Orangtua pasti akan panik saat melihat buah hatinya menderita batuk dan pilek. Namun, Anda tidak boleh terburu-buru untuk memberi obat pilek bayi, apalagi jika tanpa resep dari dokter. batuk dan pilek pada bayi dikenal dengan istilah commond coldKondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran hidung dan tenggorokan bayi sehingga ia mengalami penyumbatan pada saluran napas dan hidung berair atau berlendir.

Common cold bukanlah penyakit yang asing pada bayi karena sistem imun mereka memang belum sempurna. Para ahli kesehatan menyatakan bayi masih dikatakan normal jika mengalami tujuh kali batuk-pilek di tahun pertama kelahirannya.

Bolehkan memberi obat pilek bayi?

Di pasaran, terdapat berbagai jenis obat pilek bayi yang digadang-gadang mampu meredakan penyakit yang menimpa bayi Anda. Tetapi, jangan langsung membeli obat pilek bayi, kemudian memberikannya pada buah hati Anda tanpa resep dokter.

Pasalnya, obat pilek yang dijual bebas biasanya tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang berusia di bawah enam tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) bahkan menyarankan obat batuk pilek tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah empat tahun, termasuk pada bayi.

Common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.

Sebetulnya, batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi. Namun, Anda dapat memberi obat penurun panas seperti paracetamol, bila batuk-pilek pada bayi disertai oleh demam. Dosis pemberian paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.

Tips mengatasi pilek bayi tanpa obat

Karena si Kecil sebaiknya tidak minum obat batuk pilek bayi, tetap ada cara untuk meringankan gejala flu yang dialami oleh buah hati Anda. Penanganannya dapat berupa:

  • Memastikan bayi nyaman selama menderita batuk pilek dengan cara mengatur suhu ruangan agar tidak dingin sehingga akan membantu melegakan pernapasannya.
  • Berikan banyak cairan pada bayi. Jika bayi masih berusia di bawah enam bulan, lakukan gempur ASI atau perbanyak pemberian formula susu. Jika ia sudah berumur di atas enam bulan, Anda dapat memberi sumber cairan lain, seperti air putih, sup, sari buah, dan lain-lain.
  • Pastikan bayi lebih banyak beristirahat.
  • Menepuk punggung bayi untuk membantu meringankan hidung tersumbat. Anda dapat membaringkan bayi pada posisi tengkurap, lalu tepuk dengan lembut punggung bayi.
  • Hindari memencet hidung bayi terlalu keras ketika akan mengelurkan ingus.

Bayi biasanya mengalami batuk pilek karena tertular orang di sekitarnya. Jadi, pastikan bayi juga menghindari kontak dengan orang lain yang sedang menderita batuk pilek agar proses penyembuhannya berlangsung lebih cepat. Anda pun sebaiknya menggunakan masker ketika merawat bayi yang terkena batuk pilek agar penyakit yang sama tidak menulari Anda.

Jika Anda merasa khawatir, periksakan bayi Anda ke dokter terdekat. Dokter akan mengidentifikasi masalah kesehatan di tubuh bayi yang membuatnya terserang batuk maupun pilek. Dokter mungkin akan memberikan obat batuk pilek untuk menyembuhkan penyebab batuk tersebut. Jadi, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya saja. Jangan lupa untuk cek SehatQ.com untuk mencari tahu info seputar parenting.

Waspadai Dampak Lip Tie Terhadap Proses Menyusui

  • July 10, 2020
Lip tie pada bayi membuat si Kecil rewel saat menyusu dan tampak terus kelaparan

Kondisi tongue tie merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi yang baru lahir. Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah lain yang disebut lip tie

Lip tie terjadi saat jaringan frenulum, yaitu jaringan kelenjar di belakang bibir bagian atas mengalami ketebalan yang tidak normal. Kondisi ini akan menghambat bayi untuk menggerakkan mulutnya secara bebas dan menghambat proses menyusui. 

Dampak lip tie pada proses menyusui

Dalam situasi normal, setiap bayi memiliki jaringan frenulum yang menjadi penghubung antara gusi dengan langit-langit mulut. Frenulum yang terlalu kaku dan tebal akan membatasi gerakkan mulut bayi dan membuat bayi sulit memposisikan mulut dengan sempurna ketika menyusui. 

Apabila bayi gagal memposisikan mulut dengan sempurna, durasi menyusui akan berlangsung lebih lama dan bayi mudah merasa lelah. Tak jarang, bayi akan jatuh tertidur di tengah waktu menyusui. 

Kondisi ini juga akan mempengaruhi kondisi payudara pada ibu menyusui. Karena kesulitan untuk memposisikan mulut dengan baik, ibu menyusi mungkin akan mengalami rasa nyeri dan luka pada payudara setelah atau saat sedang menyusui. Selain itu, payudara juga akan mengalami pembengkakkan dan hambatan produksi ASI. 

Secara umum, dampak kondisi lip tie bagi ibu menyusui antara lain: 

  • Rasa nyeri, gatal dan pecah-pecah pada puting setelah menyusui
  • Mengalami infeksi jamur setelah menyusui
  • Rasa lelah karena durasi menyusui yang panjang dan terus menerus
  • Produksi ASI yang terhambat

Sementara, dampak lip tie pada bayi berupa: 

  • Penambahan berat badan yang lambat
  • Kesulitan bernapas saat menyusui
  • Durasi menyusui yang lama atau tersendat-sendat
  • Jatuh tertidur atau kelelahan di tengah proses menyusui

Tips menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Kondisi lip tie bukanlah kondisi medis yang berbahya. Bayi tidak perlu menjalani perawatan khusus untuk memulihkannya dari kondisi ini. Akan tetapi, untuk mengurangi resiko kekurangan gizi serta infeksi pada ibu menyusui, penting untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Berikut ini merupakan tips sederhana untuk melancarkan proses menyusui pada bayi dengan lip tie

  • Konsumsi susu dari botol

Bayi dengan kondisi lip tie umumnya akan lebih mudah mengonsumsi susu melalui botol dibandingkan dengan menyusui langsung pada payudara ibu. Anda bisa mencoba untuk memompa susu dan memasukkannya ke dalam botol untuk kemudian diberikan pada bayi. Hal ini akan membantu bayi untuk membiasakan mulut dan mengurangi resiko luka nyeri pada payudara sang ibu. 

  • Memompa susu sebelum mulai menyusui

Hambatan saat menyusui akan terasa saat bayi kesulitan menghisap ASI dari payudara sang ibu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mencoba untuk memudahkan proses menyusui dengan rutin memompa ASI sebelum mulai menyusui. 

Memompa susu secara teratur akan membantu memberikan pasokan ASI yang memadai bagi bayi. Dengan begitu, bayi tidak membutuhkan energi lebih untuk mengonsumsi ASI tersebut.

  • Posisikan dagu bayi ke bagian bawah

Penting bagi ibu menyusui untuk membantu bayi dalam mencari posisi yang tepat ketika menyusui, khususnya saat bayi mengalami kondisi lip tie. Cobalah untuk memposisikan dagu bayi ke bagian bawah agar bayi bisa menghisap lebih dalam. 

Anda juga bisa mencoba untuk melembabkan area di sekitar payudara menggunakan air liur bayi untuk memudahkan bayi saat memposisikan mulut ke payudara. Untuk memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi, pelajarilah teknik yang tepat untuk menyusui bayi dengan kondisi lip tie. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari resiko komplikasi yang berbahaya.