Jangan Diremehkan, Ini Tanda-Tanda Anda Menderita Secondary Aldosteronism

Jangan Diremehkan, Ini Tanda-Tanda Anda Menderita Secondary Aldosteronism

  • March 2, 2021

Secondary aldosteronism merupakan suatu kondisi kelainan hormon yang disebabkan oleh faktor di luar kelenjar adrenal. Kelainan hormon ini akan memicu Anda mengalami peningkatan tekanan darah.

Selain secondary aldosteronism, ada satu jenis aldosteronism lainnya, yaitu primary aldosteronism. Berbeda dengan jenis secondary, jenis aldosteronism yang primary disebabkan oleh masalah pada kelenjar adrenal.  

Gejala secondary aldosteronism

Gejala utama dari aldosteronism, baik yang berjenis primary maupun secondary, adalah kenaikan tekanan darah yang sangat tinggi. Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh aldosteronism tidak bisa diobati hanya dengan pengobatan tekanan darah biasa.

Ketika Anda mengalami tekanan darah tinggi, Anda akan merasakan gejala berupa:

  • Sesak napas
  • Sakit kepala dan pusing
  • Masalah penglihatan
  • Nyeri dada

Selain tekanan darah tinggi, secondary aldosteronism juga bisa menimbulkan gejala berupa hipokalemia, yaitu kondisi penurunan kadar kalium yang sangat rendah dalam darah. 

Umumnya, hipokalemia tidak selalu menimbulkan gejala tertentu. Namun, beberapa orang mungkin juga akan merasakan tanda-tanda ini:

  • Kram otot
  • Kelelahan
  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan keinginan untuk buang air kecil
  • Kelemahan otot

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, bisa saja Anda menderita aldosteronism. Namun, Anda tetap perlu menunggu diagnosa dari dokter untuk memastikannya. Karena, gejala-gejala tersebut juga bisa saja terjadi akibat kondisi medis lainnya. 

Mengapa seseorang bisa menderita secondary aldosteronism?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secondary aldosteronism bisa terjadi karena adanya faktor pemicu di luar kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal ini sebenarnya merupakan kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi beberapa jenis hormon dalam tubuh.

Biasanya, kondisi yang memicu kelainan hormon di luar kelenjar adrenal adalah kurangnya aliran darah ke ginjal. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan hal ini, yaitu: 

  • Gagal jantung
  • Penggunaan obat diuretik
  • Penyumbatan atau penyempitan arteri di ginjal
  • Penyakit  hati kronis

Kondisi di atas bisa membuat ginjal Anda tidak mendapatkan asupan darah yang cukup. Akibatnya, tubuh mengalami kelainan hormon yang mengacu pada aldosteronism.

Mengatasi secondary aldosteronism dengan perubahan gaya hidup

Ketika Anda berobat ke dokter, dokter bisa membantu mengidentifikasi kondisi Anda, serta menentukan upaya pengobatan. Selain upaya pengobatan dari dokter, Anda juga bisa meningkatkan proses penyembuhan dengan melakukan perubahan gaya hidup. 

Perubahan gaya hidup bisa membantu melawan efek dari hormon aldosteron yang terlalu banyak. Berikut ini perubahan yang bisa Anda lakukan:

  • Berhenti merokok

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok, mungkin sekarang sudah waktunya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Merokok bisa menimbulkan efek samping berupa penyempitan pembuluh darah. 

Ketika pembuluh darah menyempit, detak jantung Anda akan mengalami peningkatan dan bekerja dengan lebih keras. Hal ini membuat Anda lebih mudah mengalami peningkatan tekanan darah. 

  • Olahraga 

Cobalah untuk mulai berolahraga secara teratur demi menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Lakukan olahraga secara konsisten. Cukup dengan berjalan kaki selama 30 menit beberapa kali dalam seminggu untuk menurunkan tekanan darah. 

  • Makan makanan sehat

Makanan yang Anda konsumsi juga akan sangat mempengaruhi tekanan darah Anda. Jika Anda tidak mengendalikan apa yang Anda makan, maka tekanan darah bisa mengalami peningkatan dan Anda berisiko terkena secondary aldosteronism

Cobalah makan makanan segar, bukan makanan olahan, dan kurangi asupan garam. Jaga juga berat badan Anda agar tetap stabil.Dengan melakukan cara di atas, Anda bisa mendukung proses penyembuhan untuk secondary aldosteronism. Konsultasikan dengan dokter mengenai perubahan gaya hidup lain yang perlu Anda lakukan.

Substance Abuse Disorder

Substance Abuse Disorder

  • February 23, 2021

Penyalahgunaan zat atau Substance Abuse Disorder merupakan kondisi yang timbul karena seseorang menggunakan obat atau zat terlarang. Orang-orang juga mengalami kondisi tersebut ketika mereka menggunakan obat-obatan (walaupun diresepkan) dalam jumlah yang berlebihan.

Sebagian orang yang mengalami Substance Abuse Disorder dapat menghilangkan kebiasaannya, namun sebagian orang bisa terus merasa kecanduan karena menggunakan zat-zat terlarang. Substance Abuse Disorder bisa ditemukan melalui rokok, produk tembakau lain, alkohol, kokain, dan mariyuana.

Tanda dan Gejala

Jika Anda menggunakan obat, Anda mungkin tidak dapat mengendalikan diri terhadap obat yang Anda gunakan. Anda mungkin akan ingin mengkonsumsi obat tersebut dengan jumlah yang lebih banyak. Anda perlu berhati-hati jika Anda mengalami kondisi seperti ini. Jika Anda merasa kecanduan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Selain menimbulkan kecanduan, berikut adalah gejala-gejala yang timbul jika Anda mengalami Substance Abuse Disorder:

  • Merasa kurang minat terhadap hal yang (awalnya) disukai.
  • Kurang menjaga diri dengan baik.
  • Makan dalam jumlah yang tidak teratur.
  • Kurangnya interaksi sosial.
  • Mudah merasa emosi.
  • Mudah merasa bingung.
  • Sering melakukan kekerasan.
  • Mengalami pola tidur yang buruk.
  • Sering melakukan hal-hal yang nekat seperti berbohong demi mendapatkan zat-zat terlarang lagi.

Penyebab

Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan Substance Abuse Disorder:

  • Faktor genetik

Mungkin saja seseorang pernah mengalami Substance Abuse Disorder, namun kondisi tersebut bisa diturunkan ke anaknya.

  • Mekanisme kerja obat

Sebagian obat dapat memberikan efek yang baik pada tubuh, namun sebagian obat dapat menimbulkan kondisi tertentu seperti depresi.

  • Faktor psikis

Mungkin saja seseorang mengalami faktor psikis atau masalah mental sehingga mereka tidak dapat mengendalikan diri dan mengalami kondisi tertentu, termasuk Substance Abuse Disorder. Contoh hal yang membuat seseorang mengalami faktor psikis adalah suara bising yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

  • Pengaruh orang lain

Bergaul atau berinteraksi dengan orang-orang tertentu dapat menentukan kehidupan seseorang. Jika orang-orang tersebut cenderung menggunakan zat-zat terlarang, maka orang lain akan mengikuti pola hidup tersebut sehingga mereka akan mengalami Substance Abuse Disorder.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami Substance Abuse Disorder, Anda dapat bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat Substance Abuse Disorder.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda sering menggunakan obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis berupa pemeriksaan kadar obat dalam darah dan urine.

Pengobatan

Jika Anda mengalami Substance Abuse Disorder dan ingin mengobati kondisi tersebut, Anda perlu melakukannya dengan baik. Pengobatan Substance Abuse Disorder mungkin tidak mudah dan membutuhkan waktu. Namun, jika Anda melakukannya dengan benar, Anda akan semakin merasa baik dan terhindar dari risiko gangguan tersebut.

Pada umumnya, masalah yang berkaitan dengan kecanduan obat-obatan dapat diobati dengan rehabilitasi. Kegiatan tersebut membutuhkan waktu beberapa bulan. Anda juga dapat mengikuti grup terapi untuk mengatasi masalah tersebut.

Pencegahan

Untuk mencegah Substance Abuse Disorder, Anda dapat memberikan edukasi ke orang-orang lain, termasuk anak Anda tentang bahaya penggunaan obat-obatan terlarang bagi tubuh.

Kesimpulan

Substance Abuse Disorder merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan kecanduan sehingga perlu ditangani dengan serius. Pengobatan terhadap kondisi tersebut adalah edukasi seperti terapi. Untuk informasi lebih lanjut tentang Substance Abuse Disorder, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Apa Itu Rhinitis Non-Alergi? Jenis dan Penyebabnya

  • February 15, 2021

Saat seseorang menderita rhinitis, bagian dalam hidung menjadi meradang, membengkak, dan menyebabkan gejala seperti demam seperti gatal, hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin-bersin. Rhinitis alergi disebabkan karena alergi. Jika rhinitis tidak disebabkan oleh alergen, kondisi ini disebut dengan istilah rhinitis non-alergi. Gejala rhinitis alergi dan non-alergi sama, namun penyebabnya berbeda. Orang-orang dengan rhinitis non-alergi mungkin memiliki hidung meler yang tidak kunjung sembuh, atau gejala tersebut sering kembali muncul. 

Jika seseorang memiliki rhinitis, pembuluh darah di dalam hidung membesar, menyebabkan lapisan hidung membengkak. Hal ini menstimulasi kelenjar lendir di hidung, membuatnya tersumbat ataupun menetes. Rhinitis non-alergi dapat menyerang anak dan orang dewasa. Wanita dapat lebih rentan menderita hidung tersumbat pada saat menstruasi atau hamil. Ada beberapa jenis rhinitis non-alergi, di antaranya adalah:

  • Rhinitis infeksi

Dikenal pula dengan istilah rhinitis virus, kondisi ini disebabkan karena sebuah infeksi seperti demam atau flu. Lapisan hidung dan tenggorokan menjadi meradang saat virus menyerang daerah tersebut. Peradangan memicu produksi lendir, dan hal ini menyebabkan bersin-bersin atau hidung meler. 

  • Vasomotor rhinitis

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di hidung terlalu sensitif, dan adanya kontrol saraf tidak normal pada pembuluh darah di hidung. Hal ini menyebabkan terjadinya peradangan. Biasanya, kontraksi dan pembesaran pembuluh darah di dalam hidung membantu mengontrol aliran lendir. Apabila pembuluh darah terlalu sensitif, pemicu lingkungan tertentu dapat membuatnya membesar. Hal ini dapat menyebabkan hidung tersumbat dan produksi lendir berlebih. Beberapa pemicu vasomotor rhinitis di antaranya adalah iritan kimia, parfum, bau cat, asap, perubahan kelembapan, turunnya suhu udara, konsumsi alkohol, makanan pedas, dan stres mental. 

  • Atrophic rhinitis

Kondisi ini terjadi ketika selaput di dalam hidung, yang disebut jaringan turbinate, menjadi lebih tipis dan lebih keras, menyebabkan saluran hidung menjadi melebar dan lebih kering. Jaringan tribunate membantu menjaga bagian dalam hidung lembap, melindungi dari bakteri, dan membantu mengatur tekanan udara saat menarik nafas, serta mengandung akhiran saraf yang memberi indera penciuman. Saat jaringan turbinate menipis, bakteri dapat tumbuh dalam rongga hidung dengan mudah, sehingga hilangnya jaringan turbinate meningkatkan kemungkinan infeksi dan operasi hidung. 

Dalam kasus rhinitis non-alergi ini, kerak (yang memiliki bau tidak sedap) terbentuk di dalam hidung. Apabila Anda berusaha untuk mengambilnya, pendarahan dapat terjadi. Ada pula gejala hilangnya kemampuan untuk mencium bau. Hilangnya jaringan turbinate terjadi dengan bertambahnya usia. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat komplikasi operasi hidung atau infeksi. Atrophic rhinitis lebih sering terjadi pada orang-orang yang pernah mendapatkan operasi hidung beberapa kali, atau merupakan komplikasi dari satu prosedur yang salah. 

  • Rhinitis medikamentosa

Rhinitis jenis ini terjadi karena penggunaan obat-obatan. Kondisi ini dapat terjadi karena penggunaan berlebih dekongestan hidung, beta blocker, aspirin, atau bahkan cocaine. Dekongestan hidung mengurangi pembengkakan di pembuluh darah di dalam hidung. Apabila digunakan lebih dari 1 minggu, obat tersebut dapat membuat hidung meradang kembali, bahkan apabila kondisi awal penyebab (seperti demam) telah sembuh. 

Rhinitis non-alergi bukanlah sebuah kondisi yang dapat dicegah. Namun, para pasien yang didiagnosa menderita kondisi ini disarankan untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya gejala. Dalam kasus atrophic rhinitis, lavage dan lubrikasi hidung dapat mencegah terjadinya kerak dan membantu menjaga lapisan hidung tetap lembap. Irigasi harian pada saluran hidung merupakan praktik pencegahan yang baik.

Mengenal Gejala dan Penyebab Eksim Dishidrotik

  • February 13, 2021

Pompholyx disebut juga dengan nama eksim dishidrotik merupakan salah satu jenis eksim yang menyebabkan munculnya lepuhan kecil berisi cairan pada sisi jari-jari, telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi lepuhan berisi cairan dan sangat gatal, keadaan ini bisa berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Pada saat lepuhan memgering, kulit akan terlihat seperti retak atau bersisik, penyakit ini bisa menyerang semua orang dengan segala usia. Meskipun seringkali hanya terlihat pada orang dengan usia di bawah 40 tahun. Beberapa faktor bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, seperti alergi musiman hingga stres.

Gejala Eksim Dishidrotik

Gejala pompholyx biasanya diawali dengan munculnya rasa gatal secara intens dan sensasi terbakar pada kulit tangan dan jari, terkadang juga bisa muncul pada telapak kaki. Setelah munculnya rasa gatal ini, dibarengi dengan lepuhan berukuran kecil yang berisi cairan. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, lepuhan bisa menjadi besar dan menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah beberapa pekan, kondisi lepuhan akan mengering dan mengelupas sehingga kulit otomatis akan memerah, retak dan disertai dengan rasa nyeri. Kondisi ini juga bisa menyerang kuku dan kulit di sekitar kuku, hingga menyebabkan adanya pembengkakan atau parnikia. Penyakit ini tidak boleh disepelekan karena bisa sering terjadi berulang.

Penyebab Pompholyx

Hingga saat ini secara khusus penyebab munculnya kondisi melepuh pada kulit belum dapat diketahui secara pasti. Para ahli percaya bahwa kondisi ini berhubungan dengan alergi atau dermatitis atopik, keadaan ini bisa terjadi secara berulang pada orang dengan alergi rhinitis, seperti alergi terhadap bulu binatang atau tungau, selain itu ada beberapa faktor risiko seperti berikut.

  • Stres, dihidrosis muncul lebih sering saat terjadi stres emosional atau stres fisik.
  • Paparan logam tertentu, termasuk kobalt dan nikel yang biasanya ditemukan pada area industri.
  • Kulit sensitif, seseorang bisa menderita ruam setelah melakukan kontak dengan beberapa iritan.
  • Eksim atopik, sebagian orang dengan kondisi ini berpotensi mengalami kulit melepuh.

Selain itu, kondisi di atas bisa dipicu atau diperburuk oleh infeksi jamur kulit yang mungkin ada pada tangan dan antara jari kaki. Reaksi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit, tak hanya bahan kimia tetapi bisa saja sabun, shampo, produk kosmetik hingga parfurm bisa membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Seseorang yang mengalami pompholyx cenderung lebih sering terjadi di musim semi dan musim panas, karena iklim leboh hangat dan membuat orang mengeluarkan keringat jauh lebih sering atau banyak (hiperdosis). Beberapa penderita yang mengalami kondisi ini setiap tahun di musim panas disertai dengan pruitus atau terbakar, erupsi vesikular pada telapak tangan dan kaki.

Cara Mengatasi Eksim Dishidrotik

Tidak ada obat untuk kondisi ini, namun bisa dikendalikan agar tidak menular, meskipun orang lain tidak bisa tertular dari penderita ataupun penderita menularkan ke orang lain. Namun perlu diperhatikan agar seseorang harus menghindari kontak dengan apa pun yang bisa membuat kulit iritasi.

Disarankan untuk menggunakan emolien sebagai pengganti sabun dan memakai sarung tangan berlapis katun guna menghindari risiko terkena zat yang berpotensi mebimbulkan iritasi. Selain itu berkonsultasi dengan dokter juga sangat disarankan agar pasien atau penderita mendapatkan penanganan yang sesuai.

Bagi kebanyakan orang kondisi yang menyebabkan rasa gatal dan sensasi terbakar ini sangat mengganggu karena membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Perlu diperhatikan agar penderita tidak menggaruk atau mengelupas bagian kulit yang telah terinfeksi.

amnesia anterograde

Sering Lupa Tanda Amnesia Anterograde, Ini Gejalanya

  • January 24, 2021

Lupa adalah fenomena umum yang terjadi ketika otak tidak menyerap informasi dengan benar. Ini bisa terjadi kapan saja, misalnya lupa materi yang telah dipelajari ketika kita sedang menghadapi ujian.

Tapi bagaimana rasanya jika Anda tidak bisa mengingat apapun? Hal itu disebut dengan amnesia. Perbedaan besar antara lupa dengan amnesia adalah amnesia terjadi karena kerusakan otak.

Ada beberapa tipe amnesia, salah satunya amnesia anterograde. Seseorang yang menderita kondisi tersebut tidak akan mampu mengingat peristiwa yang baru terjadi.

Perbedaan lupa dan amnesia

Memori atau ingatan terbentuk ketika seseorang mendapatkan informasi baru, misalnya setelah belajar menggunakan alat baru, melewati suatu tempat dengan nama yang asing, atau membicarakan suatu hal dengan teman.

Ketika sangat banyak informasi yang diterima dan Anda tidak memberi perhatian pada informasi tersebut, maka akan sulit diubah menjadi memori (pengkodean). Kesulitan mengakses ingatan yang telah lama disimpan juga bisa menyebabkan lupa. Ketika bertambahnya usia, ingatan akan memudar dan terjadilah lupa.

Sedangkan pada kasus amnesia, lupa terjadi ketika terjadinya kerusakan di bagian otak yang disebut dengan lobus temporal, seperti hipokampus, berperan penting dalam ingatan faktual. Kerusakan terjadi akibat penyakit, atau trauma psikologis.

Seseorang yang menderita amnesia anterograde tidak dapat mengingat informasi baru setelah peristiwa penyebab cedera. Misalnya, pasca pembedahan seorang pasien tidak bisa mengingat peristiwa yang terjadi sejak operasi, termasuk peristiwa yang sangat penting seperti kematian orang yang disayang, atau pembicaraan yang dilakukan setelah operasi.

Banyak orang dengan bentuk amnesia tersebut masih dapat membentuk ingatan prosedural baru. Ingatan prosedural mengacu pada memori berisikan informasi dalam melakukan sesuatu, seperti cara mengendarai sepeda, atau menelepon.

Sedangkan orang yang lupa akan informasi sebelum peristiwa pemicu amnesia disebut dengan amnesia retrograde. Namun penderita tetap akan mengingat kejadian yang terjadi pada tahun yang lebih lama. Umumnya amnesia retrograde terjadi bersamaan dengan amnesia anterograde, yang disebut sebagai amnesia global.

Lupa salah satu tanda amnesia anterograde

Penggunaan obat-obatan, konsumsi alkohol, cedera otak, stroke, dan operasi adalah sebagian dari penyebab amnesia anterograde yang ditandai dengan lupa akan hal-hal sederhana yang mereka lakukan, termasuk:

  • Lupa akan hal yang baru saja dipelajari
  • Lupa dengan seseorang yang ditemui sebelumnya
  • Tidak dapat mengingat dengan nomor telepon
  • Kesulitan mengingat wajat orang yang dikenal
  • Tidak dapat menyinkronkan hal-hal tertentu di tempat kerja dan rumah
  • Gerakan yang tidak terkoordinasi dan kebingungan, jika amnesia dikaitkan dengan alkohol

Mereka yang memiliki masalah mengingat ingatan jangka panjang juga bisa mengindikasikan gangguan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan seseorang yang menderitanya mengalami frustasi, kebingungan, bahkan psikosis Wernicke-Korsakoff.

Bisakah amnesia anterograde diobati?

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan amnesia anterograde, tapi Anda bisa mengelola gejalanya dengan melakukan rehabilitasi dan strategi sebagai berikut:

  • Menulis jurnal / catatan / buku harian
  • Menggunakan aplikasi pengingat atau perencana harian
  • Mengonsumsi suplemen vitamin B1 atau progesteron
  • Menjalani psikoterapi, seperti hipnosis untuk membantu pasien mendapatkan ingatannya kembali

Dalam hal ini, dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting agar psikologis penderita tidak terlalu terguncang. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Ikut serta menjalani rutinitas yang telah ditetapkan.
  • Membuat catatan mengenai aktivitas sehari-hari dan letakkan di tempat yang terlihat. Ini mencakup berbelanja, pengelolaan uang, persiapan makan, dan janji temu.
  • Bagi tugas harian menjadi bagian kecil dan periksa kemajuannya.
  • Buat catatan mengenai tugas yang harus dilakukan pada area yang dimaksud dan meletakkannya di tempat terlihat. Ini mencegah penderita amnesia lupa waktu dan menghabiskan waktu lama dalam melakukan suatu tugas.

Catatan

Amnesia anterograde sangat memengaruhi fungsi sehari-hari penderitanya, terutama jika gangguan sangat parah. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menderita gangguan tersebut dan merasa kesulitan, konsultasikan dengan dokter mengenai perawatan yang bisa dilakukan.

Tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Nefropati Diabetik dan Penyakit Komplikasi Diabetes Kronis Lainnya

  • January 19, 2021

Glukosa atau kadar gula darah adalah sumber energi utama bagi tubuh. Namun, ketika jumlahnya terlampau banyak, ia justru membahayakan tubuh. Kondisi ini lazim dikenal dengan diabetes. Diabetes terbilang berbahaya karena penderitanya berisiko mengalami berbagai penyakit kronis lain, seperti nefropati diabetik.

Nefropati diabetik hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan penyakit yang bisa diderita penderita diabetes. Malah, diketahui bahwa seseorang yang divonis diabetes punya risiko masalah kesehatan lain yang dapat terjadi di sekujur tubuhnya. Artinya bisa pula dipahami bahwa diabetes adalah “gerbang” dari segala jenis penyakit. 

Mudahnya, nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang diderita seseorang dengan diabetes. Masalah kesehatan ini juga sering disebut sebagai penyakit diabetes ginjal. Nefropati diabetik bisa menyerang orang dengan diabetes tipe 1 dan juga diabetes tipe 2.

Penyakit ini terjadi ketika tingginya kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil yang ada di ginjal. Kendati hanya “pembuluh darah kecil”, peran dan fungsinya cukup vital dalam mengatur kadar cairan dan garam dalam tubuh yang berperan penting untuk mengontrol tekanan darah dan melindungi kesehatan jantung. Ketika pembuluh darah itu rusak, tentu memengaruhi kerja ginjal secara keseluruhan hingga organ penting ini kehilangan kemampuannya. 

Komplikasi kronis diabetes ini memang terjadi secara bertahap dan tempo sampai ia menjelma sebagai ancaman bagi nyawa seseorang terbilang cukup lama. Namun, kenyatan itu sama sekali tidak dapat dijadikan dalih seseorang untuk menyepelekan nefropati diabetik. Ia tetap harus diwaspadai karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Lagi pula, seorang penderita diabetes akan terus dibayang-bayangi dengan sederet penyakit kronis lain sebagai imbas dari tingginya kadar gula darah mereka. Penyakit-penyakit di bawah ini juga sama berbahayanya seperti nefropati diabetik:

  • Neuropati diabetik

Neuropati diabetik juga dapat disebut sebagai kerusakan saraf yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah. Selain saraf, kondisi ini juga merusak pembuluh darah, terutama di kaki. Kondisi ini bisa terjadi baik secara langsung akibat tingginya gula darah maupun karena penurunan aliran darah menuju saraf.

Rusaknya saraf akan menyebabkan gangguan sensorik dengan gejala berupa kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Kerusakan saraf juga dapat memengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gastroparesis. Gejalanya berupa mual, muntah, dan merasa cepat kenyang saat makan.

  • Masalah kardiovaskular

Tingginya kadar gula darah juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Penyebabnya hampir serupa dengan terjadinya nefropati diabetik. Masalah kardiovaskular ini, biasanya, akan bermuara di jantung. Penyakit komplikasi diabetes di bagian kardiovaskular ini meliputi penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

  • Retinopati diabetik

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina sehingga terjadi kerusakan atau masalah kesehatan pada organ pengelihatan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kebutaan. Pembuluh darah di mata yang rusak karena diabetes ini di antaranya menimbulkan katarak dan glaukoma.

  • Masalah kaki dan kulit

Masalah pada kulit dan luka pada kaki merupakan komplikasi kronis paling umum terjadi jika mengalami diabetes. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta terbatasnya aliran darah ke kaki.

Gula darah yang tinggi juga memudahkan bakteri dan jamur berkembang biak. Terlebih jika adanya penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sebagai akibat dari diabetes. Dengan demikian, masalah pada kulit dan kaki pun akan semakin parah. 

Jika tidak melakukan upaya pencegahan dengan baik, kaki penderita diabetes mudah sekali luka dan terinfeksi sehingga menimbulkan gangren dan ulkus diabetikum. Penanganan luka pada kaki penderita diabetes adalah dengan pemberian antibiotik, perawatan luka dengan benar, atau bahkan amputasi bila kerusakan jaringan sudah parah.

Jika diamati, sebenarnya masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada penderita diabetes ini saling terkait satu sama lain. Oleh karenanya amat mungkin seluruh komplikasi serius di atas dialami oleh penderita diabetes jika mereka tidak melakukan upaya-upaya pencegahan. 

Menjadi penting bagi para penderita diabetes untuk mengubah pola dan kebiasaan hidup yang ramah bagi mereka, mulai dari melakukan berbagai macam diet, hingga rutin berolahraga. Dengan upaya itu, para penderita diabetes bisa terhindar dari nefropati diabetik dan komplikasi kronis lainnya. 

Apa Yang Ditangani Dokter THT? Ini Dia!

Apa Yang Ditangani Dokter THT? Ini Dia!

  • January 7, 2021

Kebanyakan orang yang mengalami keluhan kuping berdenging ataupun sakit saat makan cenderung memilih datang terlebih dahulu ke dokter umum. Padahal sebenarnya, dengan keluhan-keluhan tersebut yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama, disarankan penderita langsung menjumpai dan berkonsultasi dengan dokter THT. 

Dokter THT atau yang kerap disebut sebagai otorinolaringologis merupakan dokter dengan spesialisasi pada bagian kepala dan leher. Secara lebih detail, dokter spesialis ini dapat mendiagnosis dan melakukan penanganan secara lebih fokus pada berbagai masalah yang ada di seputar telinga, hidung, maupun tenggorokan. 

Mungkin Anda berpikir, dengan spesialisasi tersebut, sebenarnya apa yang bisa dilakukan oleh dokter THT. Bukannya bagian-bagian tersebut dapat pula ditangani oleh dokter umum atau dokter dengan spesialisasi yang berbeda? Supaya lebih memahami mengenai dokter THT, ada baiknya Anda mengetahui dulu bagian apa saja yang bisa ditangani oleh dokter spesialis tersebut, seperti di bawah ini. 

  • Telinga 

Jika Anda mengalami keluhan terus-menerus di bagian telinga, tiap dokter pasti akan menyarankan Anda untuk datang ke dokter THT. Pasalnya, dokter spesialis ini mampu menganalisis dan mendiagnosis berbagai keluhan telinga, kemudian memberikan perawatan yang sesuai bidang keilmuannya. Jangan remehkan sakit telinga. Jika Anda membiarkannya tanpa penanganan, kehilangan pendengaran serta gangguan sakit kepala yang parah bisa menyerang Anda. 

  • Hidung 

Dokter THT juga dapat mengatasi berbagai keluhan terkait fungsi rongga hidung. Bukan hanya mendiagnosis masalah indra penciuman, dokter THT juga terlatih menangani berbagai penyakit lain yang memengarughi kondisi rongga penciuman, seperti masalah alergi yang kerap membuat orang-orang bersin atau mengalami gangguan pernapasan. 

  • Tenggorokan 

Bagian-bagian tenggorokan juga merupakan ranah dokter THT. Dokter spesialis ini bisa mengobati berbagai penyakit terkait saluran tenggorokan, mulai dari laring sampai esophagus. Masalah-masalah terkait gangguan menelan ataupun gangguan produksi suara juga bersumber dari tenggorokan. 

  • Kepala dan Leher 

Meskipun THT hanya kependekan dari telinga, hidung, dan tenggorokan; sejatinya dokter dengan spesialisasi ini juga mampu menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan bentuk kepala dan leher. Pasalnya, perubahan bentuk tersebut bisa memengaruhi fungsi dari telinga, hidung, maupun tenggorokan. 

Dengan ranah-ranah bagian tubuh di atas yang menjadi keahlian dokter THT, dokter spesialisasi ini pun bisa melakukan berbagai tindakan di bawah ini. 

  1. Mengobati Masalah Telinga 

Banyak masalah telinga yang bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dengan pendengaran, mulai dari rasa sakit sampai kemampuan mendengar yang berkurang. Masalah telinga tersebut, di antaranya infeksi, gangguan jalur saraf, berlubangnya gendang telinga, sampai tumor. Semua itu bisa ditangani oleh dokter THT. 

  1. Menangani Gangguan Hidung 

Sinusitis merupakan gangguan pada hidung yang paling banyak dikeluhkan orang-orang hingga akhirnya pergi menemui dokter THT. Sejumlah penanganan dan pengobatan pun akan diberikan agar pasien sinusitis maupun gangguan hidung lainnya dapat mengelola kondisinya secara lebih baik. 

  1. Memulihkan Gangguan Tenggorokan

Pengobatan untuk menangani masalah radang di tenggorokan ataupun terganggunya produksi suara yang bersumber dari masalah tenggorokan bisa dilakukan dokter THT. Umumnya akan dilakukan pengecekan penyebab dari masalah tersebut, untuk kemudian penanganan akan diberikan berdasarkan sumber masalah. 

  1. Melakukan Operasi Wajah 

Beberapa dokter THT bisa melakukan operasi wajah dengan tujuan memperbaiki kualitas fungsi dari telinga, hidung, maupun tenggorokan. Operasi yang dilakukan dokter spesialisasi ini lebih berfokus pada area wajah dan leher. 

  1. Mengobati Alergi 

Penyakit alergi kerap menimbulkan gangguan pada fungsi hidung. Karena itulah, ada subspesialiasi dari dokter THT yang mengarah ke pengobatan alergi. Umumnya, dokter THT akan memberikan penderita alergi obat-obatan alergi untuk memulihkan kondisi pasien ataupun memberikan terapi imun. 

  1. Melatih Tumbuh Kembang 

Dokter spesialis anak memang menjadi pakar pengobatan anak. Namun untuk beberapa kasus masalah tumbuh kembang, seperti keterlambatan berbicara ataupun kelahiran dengan pendengaran yang kurang, dokter THT yang akan mengambil alih. 

*** 

Sekarang sudah tidak bingung bukan mengenai apa saja yang bisa dilakukan oleh dokter THT. Jadi apabila Anda menemui keluhan terkait fungsi-fungsi di atas, sudah tahu bukan ke mana Anda seharusnya berobat?

Sadari Gejala Dispepsia Fungsional Sejak Dini

Sadari Gejala Dispepsia Fungsional Sejak Dini

  • December 23, 2020

Masalah pencernaan oleh sebagian orang dianggap sepele dan dinilai bisa sembuh sendiri, meskipun tanpa pengobatan khusus. Namun, berhati-hatilah apabila Anda termasuk yang sering mengalami masalah pencernaan. Bisa jadi Anda tengah berada di kondisi dispepsia fungsional. 

Dispepsia fungsional merupakan istilah yang merujuk pada gangguan pencernaan yang terus berulang, namun tidak memiliki penyebab yang jelas. Penyakit ini umumnya akan berlangsung lama dan sangat mampu mengganggu beragam aktivitas rutin Anda. Dispepsia fungsional sendiri terjadi bukan karena adanya masalah struktur di saluran cerna Anda. 

Anda mungkin bingung bagaimana  suatu masalah pencernaan dapat dikatakan dispepsia fungsional atau bukan. Sebenarnya Anda hanya perlu melihat dari lama gejala yang menyertainya. Dispepsia fungsional umumnya akan diwarnai dengan gejala-gejala di bawah ini selama lebih dari satu bulan. 

  1. Mudah Kenyang

Orang-orang yang mengalami dispepsia fungsional umumnya akan mudah merasa kenyang, walaupun hanya makan dari porsi kecil. Rasa kenyang yang terasa tidak seperti kenyang pada umumnya. Rasa kenyang lebih mengarah ke perasaan kembung yang membuat Anda sulit untuk kembali memasukkan makanan ke mulut dan perut. 

  1. Sering Bersendawa 

Sendawa biasanya terjadi ketika lambung sudah terisi penuh. Namun pada penderita dispepsia fungsional, sendawa bisa terjadi kapan saja. Sendawa terjadi disertai rasa asam di mulut sebagai efek naiknya asam lambung. Jadi jika belakangan ini Anda sering bersendawa, waspadalah sebab bisa jadi itu merupakan gejala dini dispepsia fungsional. 

  1. Mual dan Muntah 

Seperti penyakit pencernaan lainnya, dispepsia fungsional juga akan diiringi gejala mual dan muntah. Ini karena asam lambung mudah naik sehingga mendorong cairan yang sudah masuk ke tubuh untuk keluar lagi. Rasa mual dan muntah umumnya akan terjadi tiap kali Anda menyantap sesuatu. 

  1. Penurunan Berat Badan 

Jangan senang dahulu apabila akhir-akhir ini Anda mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Besar kemungkinan Anda tengah menderita dispepsia fungsional. Pasalnya ketika terkena penyakit ini, nafsu makan Anda akan berkurang drastis sekaligus tidak bisa makan dalam porsi besar. Ditambah lagi adanya tekanan psikologis terkait gejala lain yang membuat Anda tidak nyaman. Alhasil, berat badan bisa turun, disertai kemungkinan kurangnya nutrisi harian yang dapat Anda peroleh. 

  1. Nyeri Perut 

Anda akan merasakan ketidaknyamanan di sekitar area perut. Bagian perut atas akan lebih sering mengalami nyeri apabila Anda menderita dispepsia fungsional. Jika rasa nyeri mulai terasa, cobalah tidur dengan posisi meringkuk guna meredakan gejala ini. 

  1. Feses Gelap 

Berhati-hatilah apabila Anda mendapati feses berwarna gelap atau bahkan kehitaman. Pada penderita dispepsia fungsional, masalah cerna yang terlalu lama bisa menimbulkan luka di saluran pencernaan hingga menimbulkan pendarahan. Hal ini berujung pada gelapnya warna feses Anda. Jadi jika feses sudah berwarna gelap, tidak ada salahnya mulai melakukan konsultasi ke dokter. 

  1. Sesak Napas 

Seringkali gejala yang ditampilkan oleh masalah pencernaan menyerupai penyakit lain yang berhubungan dengan kardiovaskular. Tidak terkecuali ketika Anda terkena dispepsia, besar kemungkinan lambat laun Anda akan merasakan gejala sesak napas yang mirip dengan gejala penyakit jantung. Segeralah ke rumah sakit sebab gejala ini menunjukkan ada masalah serius pada saluran pencernaan Anda. 

  1. Muntah Berdarah

Gejala ini juga akan muncul apabila status dispepsia fungsional Anda sudah termasuk parah. Anda akan sering muntah, meskipun tidak habis makan sesuatu. Tidak jarang saat muntah, ada darah yang ikut serta. Lagi-lagi pada saat ini, Anda mesti segera mendapatkan penanganan dokter. 

*** 

Mulai sekarang jangan remehkan gejala nyeri perut yang terkesan simpel. Pasalnya lama-kelamaan, gejala tersebut akan semakin berat dan membuat Anda semakin tidak nyaman. Memeriksakan diri ke dokter secara rutin dan menyampaikan segala keluhan akan menjadi cara yang tepat untuk mencegah dispepsia fungsional sedini mungkin.

Kondisi Genetik, Epidermodysplasia Verruciformis

Kondisi Genetik, Epidermodysplasia Verruciformis

  • December 18, 2020

Epidermodysplasia verruciformis (EV) adalah kelainan bawaan yang langka yang mempengaruhi pasien terhadap infeksi human papillomavirus (HPV) yang meluas dan karsinoma sel skuamosa kulit.

Ketika epidermodysplasia verruciformis cukup parah untuk menyebabkan pertumbuhan seperti kulit kayu, kadang-kadang hal itu dalam bahasa sehari-hari disebut “sindrom manusia pohon”. Hal ini adalah istilah yang keliru karena alasan yang jelas, tetapi juga karena hal itu mempengaruhi pria dan wanita.

Kebanyakan orang bersentuhan dengan HPV pada suatu saat, dan epidermodysplasia verruciformis membahayakan fungsi kekebalan seseorang sehingga membuat mereka lebih mungkin mengembangkan infeksi.

Seiring berjalannya waktu, infeksi tersebut menyebabkan pertumbuhan kulit, seperti kutil virus dan bercak yang meradang dan berpigmen. Dalam kasus yang parah atau ekstrim, seseorang dapat mengalami pertumbuhan seperti kulit kayu.

HPV menular dan biasanya ditularkan melalui kontak kulit ke kulit. Seseorang bisa menularkannya meski tidak mengalami gejala. Epidermodysplasia verruciformis adalah kelainan genetik resesif autosom, yang berarti bahwa epidermodysplasia verruciformis adalah hasil dari mutasi di lokasi tertentu pada gen tertentu, dan orang tersebut mewarisi mutasi yang sama dari kedua orang tuanya.

Pada sekitar 10% kasus epidermodysplasia verruciformis, orang tua orang tersebut adalah kerabat. Jarang, kondisi ini dapat dikaitkan dengan jenis kelamin, dalam artian mutasi berkembang pada gen X atau Y, atau dapat menjadi dominan autosom, disebabkan oleh satu gen yang bermutasi. Selain itu, EV yang diperoleh telah berkembang pada orang dengan:

  • HIV
  • Limfoma
  • Transplantasi organ

Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), epidermodysplasia verruciformis tampaknya terjadi karena mutasi kehilangan fungsi pada salah satu dari dua gen yang berdekatan, yang disebut EVER1 / TMC6 dan EVER2 / TMC8.

Gen ini membantu memfasilitasi pengangkutan seng dalam sel kulit. Seng, sementara itu, berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh Anda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mutasi yang terkait dengan epidermodysplasia verruciformis dapat mempermudah virus untuk mengakses penyimpanan seng seluler.

GARD juga mencatat bahwa mutasi yang terkait dengan epidermodysplasia verruciformis tampaknya membuat orang sangat rentan terhadap infeksi HPV bentuk beta, yang biasanya tidak menyebabkan infeksi pada orang sehat.

Karena epidermodysplasia verruciformis adalah kondisi yang diturunkan, seseorang tidak dapat mencegahnya berkembang. Namun, Anda dapat mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengurangi gejala dan membantu membatasi kemungkinan lesi menjadi kanker.

Meskipun tidak ada obat untuk epidermodysplasia verruciformis, beberapa obat, terapi, dan perubahan gaya hidup dapat membantu membuat gejala lebih mudah ditangani dan mengurangi kemungkinan komplikasi.

Orang yang mungkin memiliki epidermodysplasia verruciformis atau riwayat keluarga harus memberi tahu dokter, idealnya dokter kulit khusus, sesegera mungkin. Tujuannya untuk mengelola gejala dan mencegah komplikasi yang parah. Anda juga dapat memperoleh manfaat dari konseling genetik.

Inilah Tanda-tanda Gagal Ginjal Akut dan Penyebabnya

  • December 17, 2020

Gagal ginjal akut merupakan kondisi kerusakan ginjal yang terjadi secara mendadak dan berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari saja. Kondisi ini paling sering terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama mereka yang dalam keadaan kritis atau membutuhkan perawatan intensif. 

Penyebab gagal ginjal akut

Penyakit gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak mampu menyaring ginjal dengan baik. Hasillnya, zat yang harusnya dibuang akan menumpuk dan menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Gagal ginjal akut juga memengaruhi otak, jantung, serta paru-paru sehingga fungsinya pun ikut terganggu. Berikut merupakan kondisi yang menyebabkan gagal ginjal akut:

  1. Penyakit atau kondisi yang berisiko menghambat aliran darah ke ginjal

Beberapa penyakit atau kondisi tersebut diantaranya:

  • Kehilangan darah atau cairan tubuh
  • Obat tekanan darah
  • Serangan jantung
  • Penyakit jantung
  • Infeksi
  • Gagal hati
  • Penggunaan aspirin, ibuprofen, naproxen sodium, atau obat-obatan sejenisnya
  • Reaksi alergi parah atau anafilaksis
  • Luka bakar parah
  • Dehidrasi berat 
  1. Kerusakan ginjal

Beberapa penyakit atau gangguan berikut ini mampu menyebabkan kerusakan ginjal sehingga terjadi gagal ginjal akut:

  • Penggumpalan darah di pembuluh darah sekitar ginjal
  • Penumpukan kolesterol yang menghalangi aliran darah ke ginjal
  • Peradangan ginjal atau glomerulonefritis
  • Sindrom uremik hemolitik yang diakibatkan kerusakan dini sel darah merah
  • Infeksi 
  • Lupus
  • Pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi, pemberian antibiotik, atau zat yang disuntikkan atau ditelan untuk pemindaian organ tubuh
  • Kelainan darah
  • Keracunan logam berat atau kokain
  • Kerusakan jaringan otot
  • Kerusakan sel tumor
  1. Penyumbatan urin di ginjal

Penyakit dan gangguan yang menghalangi keluarnya urin dari tubuh dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Berikut ini beberapa jenis penyakit dan gangguan tersebut:

  • Kanker kandung kemig
  • Pembekuan darah di saluran urin
  • Kanker serviks
  • Kanker usus besar
  • Pembesaran prostat
  • Kanker prostat
  • Batu ginjal
  • Kerusakan saraf yang mengontrol kandung kemih

Tanda-tanda gagal ginjal akut

Pada dasarnya, tanda-tanda gagal ginjal akut muncul berdasarkan penyakit utamanya. Bahkan, beberapa kasus tidak menunjukkan adanya tanda-tanda tersebut. Akan tetapi, berikut ini merupakan tanda-tanda secara umum:

  • Jumlah urin sedikit
  • Bengkak di bagian tangan, kaki, dan sekitar mata
  • Kelelahan
  • Napas pendek
  • Pusing
  • Mual
  • Kejang
  • Sesak atau sakit dada

Gagal ginjal tingkat parah bisa menyebabkan pasien mengalami koma. Dialisis mungkin diperlukan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal hingga benar-benar pulih. Hal ini juga dilakukan agar tidak terjadi penyakit komplikasi lainnya.

Bagaimana cara mencegahnya?

Gagal ginjal akut merupakan kondisi yang sulit diprediksi dan dicegah. Akan tetapi, terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk merawat kesehatan ginjal Anda.

Perhatikan label kemasan obat penghilang nyeri yang dijual bebas tanpda resep atau over the counter. Penggunaan obat penghilang nyeri dalam jangka waktu panjang meningkatkan risiko gagal ginjal akut. Terlebih jika sebelumnya Anda telah memiliki penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi. Apabila menderita penyakit-penyakit tersebut, patuhi anjuran dokter dengan melakukan perawatan dan pengobatan. Salah satu yang mungkin sulit dilakukan yaitu mengonsumsi makanan sesuai dengan diet penyakit tersebut. 

Gagal ginjal akut mungkin saja terjadi pada orang yang tidak sedang berada di rumah sakit. Pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit tersebut. Oleh karena itu, lakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur, konsumsi makanan sesuai dengan Prinsip Gizi Seimbang, serta hindari konsumsi alkohol.