Simak Cara Mudah Cegah Tumbuhnya Tumor Jinak Lambung

  • June 5, 2020

Tumor jinak tidak selalu harus diatasi dengan prosedur operasi. Menerapkan pola hidup sehat dianggap sebagai salah satu cara untuk menekan pemicu timbulnya tumor jinak, seperti pada lambung Anda.

Tidak seperti kanker, tumor jinak tidak menyerang jaringan maupun menyebar ke sel-sel tubuh lainnya, seperti tumor ganas. Namun, Anda tetap harus mewaspadai gejala tumor jinak yang terjadi pada lambung. Ada pun gejala-gejala yang telah dikenali, antara lain:

  • Demam
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Lebih cepat merasa lelah
  • Pendarahan pada lambung yang memicu anemia

Sayangnya, hingga saat ini belum dapat diketahui penyebab tepatnya tumor jinak pada lambung. Namun, kondisi ini sering kali dihubungkan dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang juga menjadi penyebab peradangan pada lambung.

Selain bakteri, tumor jinak pada lambung dapat dipicu oleh gaya atau kebiasaan hidup tertentu, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan dengan bahan pengawet, diasap, maupun diasinkan.

Beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih besar mengidap tumor jinak pada lambung, yaitu kelompok laki-laki, kelompok orang yang berusia 50 hingga 70 tahun, penderita obesitas, dan orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol. Di samping itu, seseorang yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti pernah menjalani operasi lambung, menderita polip lambung, dan adanya riwayat kesehatan keluarga yang mengidap tumor maupun kanker lambung.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pemicu terjadinya tumor jinak lambung, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berhenti dari kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok, sehingga tidak menjadi perokok pasif.
  • Mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan pengawet, berlemak, dan diasap.
  • Tidak mengonsumsi minuman keras.
  • Melakukan olahraga secara teratur.
  • Menjaga berat badan ideal agar tidak menderita obesitas.
  • Menjalani pemeriksaan dini agar segera mendapat penanganan.

Selain itu, Anda juga tidak boleh ragu untuk berkonsultasi dan menemui dokter spesialis penyakit dalam (subspesialis gastroenterologi), jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Pemeriksaan dini pada tumor jinak dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah, terutama jika tumor jinak menekan pembuluh darah atau saraf.

Fakta-Fakta Penting Mengenai Sindrom Turner

  • April 25, 2020

Sindrom Turner merupakan salah satu dari banyaknya kelainan genetika yang membuat penderitanya memiliki ciri-ciri tertentu pada tubuhnya. Sindrom Turner bisa dibilang merupakan kelainan genetika yang langka, berikut fakta-fakta lebih jauh mengenai sindrom ini:

  • Gejala kelainan fisik sejak dalam kandungan, bayi, dan dewasa

Saat masih dalam kandungan, kelainan genetika sindrom Turner ini dapat dilihat melalui USG, yaitu berupa pengumpulan cairan dalam jumlah yang banyak di belakang leher atau pengumpulan cairan abnormal, kelainan jantung, dan ginjal.

Sedangkan pada saat bayi, beberapa kelainan akan terlihat lebih jelas, seperti leher lebar, telinga rendah, pembengkakan tangan dan kaki, serta mulut bagian bawah mengecil atau menyusut, jari-jari tangan dan kaki yang pendek. Ketika dewasa pertumbuhan akan terganggu, seperti masalah pada tinggi badan dan pubertas.

  • Berlangsung dalam waktu yang lama

Sindrom Turner merupakan kondisi seumur hidup. Pada umumnya, penderitanya berumur Panjang dan hidup secara sehat, namun beberapa rentan terhadap beberapa kondisi kronis.

  • Pengobatan bagi penderita sindrom Turner

Meskipun tidak ada obat untuk mengatasi sindrom Turner, namun ada beberapa perawatan dapat membantu meminimalkan gejalanya.

  • Jika diberikan pada anak usia dini, suntikan hormon seringkali dapat meningkatkan tinggi badan ketika mereka dewasa nanti.
  • Estrogen Replacement Therapy (Terapi penggantian estrogen). ERT dapat membantu memulai perkembangan seksual sekunder yang biasanya dimulai saat pubertas (sekitar usia 12 tahun).
  • Pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mengatasi infeksi telinga, tekanan darah tinggi, dan masalah pada kelenjar tiroid.
  • Berpengaruh pada kecerdasan

Umumnya wanita yang memiliki sindrom Turner memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Namun, ada juga kemungkinan munculnya masalah-masalah, dalam mengembangkan kemampuan belajar, seperti kemungkinan adanya kesulitan dengan indera pengarah, belajar matematika, dan ingatan nonverbal.

  • Berpengaruh terhadap kesuburan

Wanita penderita sindrom Turner akan mengalami kesulitan untuk hamil dikarenakan memiliki masalah pubertas saat remaja. Namun, terdapat perawatan kesuburan untuk membantu meningkatkan peluang bagi penderita sindrom Turner untuk memiliki bayi. Walaupun pada saat hamil perlu diawasi dengan baik karena memiliki risiko juga terhadap penyakit jantung.

Warna Mata Anak Berbeda, Waspada Gejala Sindrom Horner

  • April 2, 2020

Apakah Anda familiar dengan sindrom Horner? Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan adanya kelainan pada jalur saraf simpatik yang menyelimuti wajah. Saraf ini memiliki peran untuk mengatur pergerakan pada tubuh, seperti detak jantung dan pergerakan pupil. Seseorang yang memiliki sindrom Horner akan mengalami kelainan pada salah satu bagian wajahnya.

Seperti Apa Gejala Sindrom Horner?

Sindrom Horner akan menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan berikut:

  • Kelopak mata pada bagian atas anak akan terlihat seperti jatuh atau lebih turun jika dibandingkan dengan kelopak pada sisi lain wajah.
  • Terangkatnya kelopak mata pada bagian bawah.
  • Pupil mata yang mengecil (adanya lingkaran hitam di tengah mata). Dalam kondisi normal, pupil mata seharusnya akan membesar dan mengecil ketika terdapat cahaya masuk ke dalam mata. Namun, pada pasien sindrom Horner, ukuran pupil cenderung kecil dan membesar dengan lambat.
  • Perbedaan ukuran pupil di salah satu bagian wajah (anisokor).
  • Tidak diproduksinya keringat pada sisi wajah yang terdampak.
  • Tidak adanya perubahan warna pada wajah setelah berolahraga, bermain, maupun ketika berada di luar ruangan dalam cuaca yang terik.
  • Mata terlihat masuk lebih dalam ke dalam rongga mata.

Sindrom Horner dapat terjadi pada semua usia, termasuk pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, dengan ciri adanya perbedaan warna pada kedua mata. Warna mata pada sisi wajah yang mengalami kelainan terlihat lebih terang jika dibandingkan dengan warna mata di sisi wajah lain. Bahkan, dalam kasus tertentu, tidak ditemukannya pigmen warna sama sekali (hipopigmentasi). Kondisi gejala sindrom Horner ini disebut dengan heterokromia.

Apa yang menyebabkan sindrom Horner?

Pada anak-anak, sindrom Horner seringkali dipicu oleh kelainan pada jalur kedua saraf simpatik yang menghubungkan otak dengan wajah. Di samping itu, penyebab sindrom Horner pada anak yang perlu diwaspadai adalah neuroblastoma. Neuroblastoma adalah keganasan sistem saraf yang umumnya menyerang anak di bawah 5 tahun.

Jika Anda mendapati warna mata anak Anda berbeda, Anda perlu waspada terhadap kelainan tersebut. Segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih dini.

Ini Dia Cara Mengobati Herpangina pada Anak

  • February 26, 2020

Jika Anda pernah menemukan bisul atau bentol di sekitar area langit-langit mulut anak Anda, kondisi tersebut kemungkinan adalah herpangina. Herpangina adalah infeksi salah satu infeksi yang umumnya terjadi pada anak-anak. Bentol yang timbul tersebut secara fisik terlihat seperti gelembung yang berisi air dan disertai dengan rasa sakit.

Seorang anak yang terinfeksi herpangina biasanya mengalami demam dan tidak memiliki nafsu makan. Infeksi ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia 3 hingga 10 tahun. Walaupun begitu, ibu hamil dan bayi yang belum lahir juga berisiko terkena infeksi ini. Begitu pula dengan orang dewasa lain.

Bentol-bentol tersebut tidak hanya muncul di sekitar area langit-langit mulut, namun juga di belakang tenggorokan.

Bagaimana mendiagnosis herpangina?

Ketika Anda ingin memeriksakan gejala yang dialami, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bentol-bentol yang muncul pada tubuh penderita. Biasanya, hanya dengan pemeriksaan seperti ini, dokter dapat segera memberikan hasil diagnosis. Maka dari itu, pemeriksaan penunjang, seperti tes darah jarang direkomendasikan oleh dokter.

Gejala yang muncul akibat herpangina sekilas serupa dengan gejala hand foot mouth disease (HFMD). Penularan dari kedua jenis infeksi ini juga serupa, yaitu melalui percikan cairan dari tubuh penderita secara langsung.

Cara membedakan herpangina dengan HFMD, yaitu dengan memerhatikan area munculnya bentol. Jika pada herpangina, lesi akan muncul pada bagian belakang rongga mulut. Sementara itu, dalam kasus HFMD terlihat adanya lepuhan pada bagian depan rongga mulut.

Cara mengobati herpangina pada anak

Herpangina termasuk ke dalam jenis penyakit yang tidak berbahaya dan juga dapat menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, penyakit ini tidak memiliki prosedur khusus pengobatan.

Jika memang diperlukan pengobatan, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk mengobati herpangina dengan cara meredakan nyeri timbul. Beberapa obat yang direkomendasikan dokter, yaitu:

  • Obat pereda nyeri: obat pereda nyeri yang umumnya diresepkan yaitu ibuprofen dan paracetamol.
  • Obat anastetis: obat anastetis diberikan untuk mengurangi rasa nyeri di sekitar area langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan yang disebabkan oleh gejala herpangina. Obat ini dikemas dalam bentuk tablet hisap, obat kumur, dan juga gel.