Waspadai 5 Penyebab Medis yang Membuat Kaki Sakit

Waspadai 5 Penyebab Medis yang Membuat Kaki Sakit

  • April 30, 2021

Kaki sakit tiba-tiba saat bangunt tidur tentu mengkhawatirkan, ya. Apalagi jika rasa sakit ini dialami hampir setiap hari. Mengenai masalah kaki sakit ketika bangun tidur, ada berbagai penyebabnya.

Semua masalah ini tidak selalu disebabkan oleh kaki. Penyebab utama kaki sakit misalnya pemakaian sepatu yang tidak pas. Bisa juga karena telah melakukan berbagai latihan atau aktivitas olahraga, seperti jogging atau aerobik intens.

Selain itu, ada beberapa masalah medis yang menyebabkan kaki sakit ketika bangun tidur, yaitu: 

Diabetes 

Masalah medis pertama yang sering kali membuat kaki sakit adalah diabetes. Penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi dan beberapa gangguan pada kaki. 

Hal ini karena penderita diabetes lebih rentan terhadap:

  • kerusakan saraf di kaki
  • arteri yang tersumbat atau mengeras di tungkai dan kaki
  • bisul atau luka kaki

Neuroma Morton

Neuroma morton adalah penyakit yang menyerang bantalan kaki dan area di antara jari tengah dan jari manis kaki. Bantalan kaki sendiri merupakan bagian depan yang sering dijadikan pijakan saat Anda berjinjit atau mengenakan sepatu hak tinggi.

Nah, saat Anda mengalami kondisi ini, biasanya akan merasakan kaki sakit, terutama di ujung kaki seperti sedang menginjak kerikil dalam sepatu, atau merasa seolah-olah ada lipatan pada kaus kaki.

Selain itu, penderita neuroma morton juga sering kali mengalami kesemutan atau mati rasa pada jari-jari kaki

Penyakit Arteri Perifer (PAD)

Anda juga mungkin mengalami kaki sakit karena Peripheral arterial disease (PAD) atau penyakit arteri perifer.

Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke tungkai tersumbat akibat penyempitan pembuluh darah yang berasal dari jantung (arteri). Akibatnya, tungkai yang kekurangan pasokan darah akan terasa sakit, terutama saat berjalan.

Penyebab kondisi ini adalah gaya hidup yang tidak sehat, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Terkadang, penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan berkembang secara perlahan. 

Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit arteri perifer bisa memburuk hingga menimbulkan kematian jaringan, dan berisiko untuk diamputasi.

Plantar Fasciitis 

Plantar fasciitis adalah peradangan pada jaringan penyambung (fibrosa) tebal yang melintang dari tumit hingga jari kaki. Jaringan ini berfungsi untuk menopang otot dan lengkungan telapak kaki, serta menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki.  

Plantar fasciitis menjadi salah satu penyebab umum telapak kaki sakit saat bangun tidur. Ketika Anda mengalami penyakit ini, maka kemungkinan akan merasakan kaki sakit terutama ketika melangkahkan kaki pertama kali di pagi hari, setelah beranjak dari tempat tidur. 

Seiring berjalannya waktu, rasa nyerinya akan berkurang. Namun, rasa sakitnya bisa muncul lagi saat Anda berdiri dari posisi duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.

Kondisi ini lebih sering dialami oleh para atlet. Faktor usia, berat badan berlebih, dan memakai sepatu dengan lengkungan yang tidak memadai untuk kaki dapat meningkatkan risikonya. 

Rheumatoid Arthritis

Penyebab medis kaki sakit yang terakhir adalah rheumatoid arthritis. Kondisi ini membuat sendi menjadi nyeri, kaku, dan bengkak. Selain kaki, rheumatoid arthritis dapat dirasakan di tangan dan pergelangan tangan.

Jika tidak ditangani, rheumatoid arthritis bisa menyebabkan komplikasi yang lebih serius lagi, bahkan melebihi telapak kaki sakit saat bangun tidur.

Komplikasi yang bisa terjadi di lokal sendi misalnya pembengkakan, infeksi, bahkan tertekannya saraf sehingga menyebabkan carpal tunnel syndrome.

Demikian informasi mengenai penyebab medis kaki sakit yang mungkin Anda alami. Dari semua masalah pada kaki yang terjadi, cara paling efektif untuk mencegah semuanya yaitu dengan menjalankan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin berolahraga. Semoga bermanfaat!

Cara Perawatan Alami untuk Pusing, Salah Satunya Minum Migranal

Cara Perawatan Alami untuk Pusing, Salah Satunya Minum Migranal

  • April 16, 2021

Pusing sering kali digambarkan sebagai perasaan, kehilangan keseimbangan, atau sensasi kepala berputar-putar. Ada banyak penyebab pusing, termasuk disfungsi sistem saraf pusat, infeksi telinga bagian dalam, masalah sinus, penyakit meniere, anemia, tekanan darah rendah atau tinggi, gula darah rendah, dan kelelahan. 

Dalam beberapa kasus, karena kurangnya aliran darah ke otak, pusing terjadi karena gerakan kepala yang tiba-tiba, atau tiba-tiba bangkit dari posisi duduk. Ini normal, dan tidak diperlukan perawatan. Pusing bukanlah penyakit atau kondisi tersendiri, melainkan gejala masalah lain yang memengaruhi seseorang.

Pusing sering kali hilang seiring berjalannya waktu. Namun, dalam beberapa kasus, pusing tidak akan hilang dengan sendirinya. Untungnya, ada banyak cara untuk mengobatinya. Seperti dengan meminum obat herbal Migranal untuk menghilangkan rasa pusing.

Seorang dokter akan mempertimbangkan apa yang menyebabkan gejala dan kemudian menyarankan perawatan yang dapat mencakup obat-obatan, terapi, perubahan gaya hidup, atau bahkan pembedahan.

Pusing seringkali juga merupakan akibat dari vertigo. Penyebab paling umum dari vertigo dan pusing terkait vertigo adalah benign positional vertigo (BPV). Ini menyebabkan pusing jangka pendek ketika seseorang mengubah posisi dengan cepat, seperti duduk di tempat tidur setelah berbaring.

Pusing dan vertigo juga bisa dipicu oleh penyakit meniere. Hal ini menyebabkan cairan menumpuk di telinga yang terkait dengan telinga penuh, gangguan pendengaran, dan tinitus. Penyebab lain yang mungkin untuk pusing dan vertigo adalah neuroma akustik. Ini adalah tumor non-kanker yang terbentuk di saraf yang menghubungkan telinga bagian dalam ke otak. 

Beberapa kemungkinan penyebab pusing lainnya meliputi:

  • penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
  • penyakit otot jantung
  • penurunan volume darah
  • gangguan kecemasan
  • anemia (zat besi rendah)
  • hipoglikemia (gula darah rendah)
  • infeksi telinga
  • dehidrasi
  • serangan panas
  • olahraga berlebihan
  • mabuk

Dalam kasus yang jarang terjadi, pusing bisa disebabkan oleh multiple sclerosis, stroke, tumor ganas, atau kelainan otak lainnya.

Bicaralah dengan dokter Anda untuk menyingkirkan sesuatu yang serius, kemudian cobalah beberapa pengobatan rumahan ini untuk mengatasi pusing untuk memulihkan keseimbangan Anda dengan meminum obat herbal migranal.

Terapi herbal untuk pusing

Herbal dapat ditemukan di toko makanan kesehatan atau vitamin, dan toko online. Herbal harus digunakan sesuai dengan kebutuhan individu; berkonsultasi dengan praktisi berlisensi untuk formulasi yang disesuaikan.

  • Bunga peony putih 

Tumbuhan tradisional Cina termasuk pinellia, atractylodis, dan gastrodia digunakan untuk meredakan gejala pusing.

Untuk pusing yang disebabkan anemia, herbal seperti dong quai, ligusticum, white peony, rehmannia, dan licorice sering digunakan. [2]

Ingat, bagaimanapun untuk berkonsultasi dengan dokter Anda, ahli herbal profesional, atau dokter pengobatan untuk mengatasi penyebab pusing Anda.

  • Minum teh jahe

Jahe memberikan banyak manfaat yang mengejutkan termasuk mengurangi mabuk perjalanan pada orang yang rentan terhadapnya. Dalam studi double-blind, acak, terkontrol plasebo yang diterbitkan dalam American Journal of Physiology, setengah dari orang dengan riwayat mabuk perjalanan menerima suplemen jahe dan setengahnya mendapat pil plasebo. Mereka dimasukkan ke dalam drum yang memutarnya, meniru mabuk perjalanan. Orang-orang yang mendapat suplemen jahe mengalami gejala yang kurang parah dibandingkan mereka yang menerima pil palsu. Jika Anda rentan terhadap mabuk perjalanan, cobalah menyesap teh jahe.

  • Minum herbal kayu putih

Daun kayu putih (Melaleuca leucadendron L) diketahui mengandung senyawa antibakteri yang  dikenal  oleh  masyarakat  Indonesia  sebagai  obat  herbal  atau  obat  tradisional. Obat tradisional  ini  masih  banyak  digunakan  masyarakat  karena manfaatnya  dalam  penyembuhan penyakit. Pemanfaatan  obat  tradisional  untuk  menyembuhkan  sakit kepal seperti yang digunakan pada obat herbal migranal

  • Cobalah cuka sari apel

Salah satu penyebab umum pusing adalah gula darah rendah, tetapi cuka sari apel dapat membantu mengatasi hal itu, menurut sebuah penelitian di Diabetes Care. Peneliti memberi makan dua kelompok orang makanan kaya karbohidrat. Separuh diberi minuman cuka sari apel setelah makan dan separuh lagi diberi minuman plasebo. Peserta penelitian termasuk orang dengan diabetes dan non-diabetes yang sensitif terhadap insulin atau resisten insulin. Mereka yang mendapat minuman cuka memiliki kadar glukosa darah pasca makan yang lebih baik, dan juga memiliki lebih sedikit puncak dan lembah. Namun, para ahli memperingatkan bahwa penderita diabetes sebaiknya tidak mencoba tips ini tanpa berbicara dengan dokter mereka. Tetapi jika Anda sehat, aman mengonsumsi satu sendok makan cuka apel setiap hari. Ingin mencoba cuka sari apel? Pastikan Anda tidak menganggapnya seperti ini.

  • Konsumsi ginkgo biloba

Anda mungkin tahu ramuan ini sebagai tonik otak (dan berikut adalah beberapa cara lain untuk menjaga pikiran tetap tajam. Praktisi pengobatan tradisional Tiongkok menggunakan ginkgo biloba untuk mengobati pusing, percaya bahwa itu meningkatkan sirkulasi dan aliran darah ke otak. Dan multi studi pusat yang diterbitkan dalam International Journal of Otolaryngology yang membandingkan ramuan dengan betahistine, obat resep umum yang diberikan untuk vertigo, menemukan bahwa pengobatan barat dan timur sama efektifnya dengan obat vertigo, tetapi ginkgo biloba memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Penyebab dan Cara Mengobati Cantengan Tanpa Operasi

  • April 14, 2021

Apakah cantengan bisa sembuh sendiri? Cara mengobati cantengan bergantung dari keparahannya, ada penangan yang bisa dilakukan di rumah apabila kondisinya ringan, namun jika sudah terlalu parah maka harus dilakukan tindakan medis.

Cara mengobati cantengan di jari tangan

Cantengan merupakan kondisi yang sering terjadi. Ditandai dengan tumbuhnya salah satu sisi kuku atau ujung kuku ke dalam daging di sekitar kuku, seringnya terjadi di jempol kaki.

Penyebab Cantengan

Cantengan bisa disebabkan oleh banyak hal. Cara mengobati cantengan yang tepat harus dilakukan agar menghindari infeksi, biasanya ditandai dengan kondisi yang semakin parah, misalnya mulai bernanah.

Kondisi ini bisa terjadi baik pada pria maupun wanita, lebih umum terjadi pada orang yang sering berkeringat di kaki, seperti para remaja. Lansia juga berisiko tinggi cantengan karena kuku mereka menebal seiring bertambahnya usia. 

1. Keturunan

Cantengan juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Banyak orang yang cenderung mengalami cantengan yang diturunkan dari salah satu atau kedua orangtua.

2. Pakai alas kaki terlalu ketat

Menggunakan alas kaki dan kaos kaki yang terlalu pendek atau ketat bisa menyebabkan situasi yang tepat untuk memunculkan cantengan. Inilah sebabnya anak muda dan remaja sering mengalaminya, sebab pertumbuhan yang pesat dan adanya perubahan tubuh membuat mereka menunda untuk mengganti ukuran sepatu mereka.

3. Trauma dan cedera

Berulang kali memberikan tekanan pada kaki, misalnya melakukan aktivitas atletik yang keras seperti balet, sepak bola, sepak tinju, lari, dan rugby meningkatkan risiko mengalami cantengan. Tidak sengaja menjatuhkan sesuatu yang berat di atas jempol kaki juga bisa menjadi penyebabnya. 

4. Memotong kuku terlalu pendek

Merupakan penyebab yang paling umum, memotong kuku terlalu pendek membuat kulit disamping kuku menjadi terlipat. Tidak perlu memotong sampai pendek, potong sedikit saja agar tidak melebihi kulit dan terlalu panjang. 

5. Pedikur

Banyak orang yang melakukan pedikur justru berakhir dengan cantengan karena petugasnya tidak ahli atau terlalu agresif memotong kuku. 

6. Sirkulasi yang buruk

Orang dewasa yang memiliki sirkulasi darah ke jantung yang kurang baik lebih rentan mengalami cantengan. Memiliki penyakit diabetes, jantung, atau riwayat panjang merokok, serta tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik juga berisiko tinggi cantengan.

Gejala Cantengan

Terkadang kita baru menyadari mengalami cantengan setelah ada rasa nyeri di jari. Namun ada beberapa tanda dan gejala lainnya yang bisa kamu perhatikan, seperti kulit di dekat kuku jadi lebih lembek, bengkak, atau keras, terasa sakit bila ditekan, dan ada cairan yang menumpuk di sekitar jari.

Apabila cantengan sudah mulai terinfeksi, akan muncul gejala seperti kulit yang membengkak dan memerah, rasa nyeri, pendarahan, bernanah, tumbuh kulit baru di sekitar jari. Segera tangani cantengan secepat mungkin untuk menghindari kemungkinan terjadinya infeksi. 

Cara Mengobati Cantengan di Rumah

Tidak semua cara mengobati cantengan harus dibawa ke rumah sakit, Anda juga bisa menanganinya tanpa operasi dengan bantuan bahan-bahan alami yang ada di rumah. 

Akan tetapi jika Anda sudah mengobatinya sendiri di rumah dan tidak membaik atau malah muncul infeksi, berarti sudah harus dioperasi. Hentikan pengobatan dan segera periksakan ke rumah sakit. 

1. Rendam dengan air hangat dan sabun

Merendam kaki yang cantengan bisa mengurangi bengkak dan nyeri. Rendam kaki di air hangat yang diberi sabun selama 10 menit. Lakukan sebanyak tiga kali sehari, bisa menambah garam Epsom untuk menambah sensasi rileks.

2. Rendam dengan cuka apel

Cuka apel merupakan obat tradisional yang banyak digunakan sejak dulu hingga sekarang, termasuk untuk mengatasi cantengan. Cuka apel dipercaya mengandung kemampuan antiseptik, anti-inflamasi, dan pereda nyeri.

Siapkan baskom atau ember besar, campur 1/4 cangkir cuka apel dengan air hangat. Rendam kaki yang mengalami cantengan selama 20 menit tiap hari, jangan lupa keringkan setelahnya.

3. Menggunakan obat oles

Kini sudah banyak dijual beberapa obat oles berbentuk salep atau krim untuk membantu menyembuhkan dan mengurangi risiko infeksi pada cantengan. Oleskan obat tersebut di jari yang mengalami cantengan sesuai instruksi, biasanya tiga kali sehari.

4. Pakai sepatu dan kaos kaki yang nyaman

Jangan gunakan sepatu, kaos kaki, dan stoking yang terlalu ketat, pakai yang nyaman dan sesuai dengan ukuran kaki. Sepatu yang pas dan baik adalah yang masih memiliki ruang sisa di depan jemari kaki. 

Selama proses penyembuhan, hindari menggunakan sepatu dan gunakanlah sandal untuk membatasi tekanan pada jemari kaki. Ini adalah salah satu cara mengobati cantengan yang mudah dan bahkan bisa menghindari terjadi lagi ke depannya.

5. Menggunakan obat

Obat-obatan seperti asetaminofen bisa membantu mengurangi nyeri akibat cantengan dan ibuprofen jika terjadi bengkak. Anda bisa membelinya di apotek dan konsumsi sesuai instruksi.

6. Menggunakan alat pelindung

Anda juga bisa menggunakan pelindung jemari kaki atau “behel” jemari kaki. Pelindung jemari kaki atau toe protector biasanya berbentuk cincin yang berada di sekitar area cantengan atau menutupi seluruh jari.

Sedangkan “behel” kaki atau toe brace biasanya terbuat dari bahan yang tipis dan menempel di atas jemari kaki. Toe brace akan melindungi kaki dari tumbuhnya kuku yang abnormal. 

7. Menggunakan obat antibiotik

Obat antibiotik biasanya diresepkan oleh dokter apabila cantengan sudah mulai terinfeksi atau Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Beberapa antibiotik yang kerap digunakan untuk mengobati cantengan adalah ampicillin, amoxicillin, dan vancomycin. 

Cara mengobati cantengan memang banyak yang mudah dilakukan di rumah. Akan tetapi, terlambat menangani atau mengabaikan bisa menyebabkan infeksi yang berujung tidak baik, di mana harus dilakukan tindakan medis seperti operasi.

Jangan Diremehkan, Segera Lakukan Ini Saat Gigi Ngilu

  • March 24, 2021

Sebagian besar dari Anda mungkin pernah merasakan gigi ngilu. Hal ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan bisa membuat Anda sampai sulit melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. 

image Sakit Gigi

Banyak orang yang terlalu takut pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Padahal, rasa ngilu yang dirasakan di gigi tidak boleh diremehkan. Semakin cepat Anda mendapatkan perawatan, maka semakin besar kemungkinan untuk pulih.

Hal yang perlu dilakukan saat gigi ngilu

Sebenarnya, cara paling tepat untuk mengatasi gigi ngilu adalah berobat ke dokter gigi. Namun, untuk meredakan rasa ngilu sementara waktu, Anda bisa mencoba melakukan beberapa hal ini: 

  • Menggunakan gel pereda nyeri pada area mulut, bisa dibeli di apotek atau supermarket
  • Minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Membilas mulut dengan air garam 
  • Mengonsumsi makanan yang lunak saja, seperti yogurt atau telur orak-arik
  • Hindari mengunyah di bagian gigi yang sakit

Sambil menanti jadwal konsultasi dengan dokter gigi, Anda bisa melakukan langkah-langkah di atas. Upaya tersebut bisa membantu mengatasi rasa nyeri untuk sementara waktu, namun tidak bisa menyembuhkan masalah pada gigi Anda secara permanen.

Perlu diingat, ketika merasakan ngilu pada gigi, hindari mengonsumsi makanan yang manis, terlalu dingin, atau terlalu panas. Selain itu, jangan merokok ketika sakit gigi, karena hal ini hanya akan memperburuk kondisi kesehatan gigi dan mulut Anda. 

Apakah gigi ngilu berbahaya?

Rasa nyeri pada gigi pasti ada penyebabnya. Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui faktor penyebab ini.

Setelah mengetahui penyebabnya, barulah dokter bisa melakukan diagnosa. Diagnosa dari dokter akan menentukan apakah Anda menderita masalah gigi yang berbahaya atau tidak. 

Sebaiknya, segera lakukan pemeriksaan ke dokter ketika Anda merasakan nyeri di gigi. Gigi ngilu dapat tergolong sebagai kategori darurat medis apabila:

  • Disertai dengan pembengkakan di rahang atau wajah, mungkin tanda penyebaran infeksi
  • Disertai dengan kesulitan bernapas dan menelan, bisa saja tanda dari kanker paru-paru
  • Disertai dengan nyeri di dada, pusing, serta tanda-tanda serangan jantung
  • Disertai dengan batuk yang tak kunjung sembuh atau batuk berdarah

Jika ngilu di gigi Anda disertai dengan sensasi di atas, maka Anda harus segera mendapatkan pertolongan dengan cepat. Biasanya, jika sudah mengalami hal ini, nyeri tidak bisa dihilangkan hanya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri biasa. 

Upaya mencegah gigi ngilu

Merasakan ngilu di gigi tentu tidak menyenangkan. Supaya tidak merasakannya, sebaiknya lakukan upaya pencegahan sedini mungkin. 

Pencegahan paling baik agar tidak mengalami gigi ngilu adalah dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini bisa dilakukan dengan:

  • Menjaga gaya hidup sehat, seperti menghindari kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol
  • Rutin membersihkan gigi dengan sikat gigi dan benang pembersih setiap hari, guna mengangkat sisa makanan, bakteri, dan plak
  • Menyikat gigi dengan pasta gigi khusus selama dua menit, setidaknya dua kali dalam sehari

Kesehatan gigi juga saling berhubungan dengan kesehatan jantung dan paru-paru. Karena itu, penting bagi Anda untuk memelihara kesehatan jantung dan paru-paru demi terhindar dari masalah gigi.

Biasakan diri untuk mengonsumsi makanan yang sehat, rendah lemak dan tinggi serat. Lakukan juga olahraga selama 30 menit dalam sehari, kira-kira lima kali dalam seminggu. Dengan melakukan itu, Anda bisa menjaga kesehatan gigi dan terhindar dari gigi ngilu.

Apa Itu Pelvic Organ Prolapse?

  • March 8, 2021
Pelvic Organ Prolapse

Pelvic organ prolapse (prolaps organ pelvis) merupakan kondisi dimana posisi salah satu atau lebih organ dasar manusia menurun. Kondisi tersebut terjadi karena otot dasar panggul tidak kuat untuk menahan bagian-bagian tersebut.

Faktor Risiko

Pada dasarnya, semua orang bisa berpotensi mengalami pelvic organ prolapse. Namun, wanita lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Sekitar sepertiga wanita di dunia pernah mengalami kondisi tersebut. Kondisi tersebut lebih terjadi karena wanita memiliki lebih banyak organ di dalam rongga panggul dibandingkan dengan pria.

Organ dasar panggul pria meliputi kandung kemih, usus, dan rektum. Organ dasar panggul wanita meliputi kandung kemih, rahim, vagina, usus halus, dan rektum.

Gejala

Setiap orang bisa menunjukkan gejala yang berbeda jika mereka mengalami pelvic organ prolapse. Tingkat keparahannya juga bervariasi.

Sebagian penderita bisa mengalami pelvic organ prolapse tanpa merasakan gejala apapun. Namun, gejalanya baru bisa diketahui ketika mereka menjalani pemeriksaan.

Berikut adalah gejala yang bisa terjadi sesuai dengan jenis kelamin penderita:

  • Laki-laki

Pria yang mengalami pelvic organ prolapse bisa mengalami gejala berikut:

  • Bagian pelvis terasa berat atau penuh (karena dipengaruhi tekanan).
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Infeksi saluran kemih kronis atau yang terjadi secara berulang.
  • Sembelit.
  • Jaringan rektum keluar dari anus.
  • Punggung bagian bawah terasa sakit.
  • Perempuan

Sebagian wanita mungkin tidak merasakan gejala akibat pelvic organ prolapse karena organ panggul yang menurun tidak melewati vagina. Jika organ panggul melewati vagina, penderita bisa mengalami gejala berikut:

  • Tekanan pada vagina.
  • Sulit untuk menahan buang air kecil dan lebih sering buang air kecil.
  • Kesulitan buang air besar.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Punggung bagian bawah terasa sakit.
  • Perdarahan atau bercak darah dari vagina.

Penyebab

Pada dasarnya, seseorang yang mengalami pelvic organ prolapse disebabkan oleh hal yang dapat meningkatkan tekanan dalam perut. Berikut adalah beberapa contoh penyebab pelvic organ prolapse:

  • Batuk kronis.
  • Sulit buang air besar.
  • Obesitas.
  • Kehamilan.
  • Proses persalinan.
  • Kanker organ panggul.
  • Faktor genetik.
  • Operasi pengangkatan rahim (histerektomi).

Jika Anda Mengalami Pelvic Organ Prolapse

Jika Anda mengalami pelvic organ prolapse, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat pelvic organ prolapse.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Apakah Anda sering menahan buang air kecil atau besar?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengetahui jika pasien mengalami pelvic organ prolapse atau tidak. Pemeriksaan fisik bisa dilakukan dengan memeriksa kondisi panggul pasien.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan dilakukan untuk mengetahui kondisi organ dalam pelvis secara terperinci. Contoh tes pencitraan yang dilakukan dokter adalah CT scan dan MRI.

Pengobatan

Untuk mengobati pelvic organ prolapse, pasien dapat melakukannya melalui cara berikut:

  • Senam

Pasien dapat melakukan senam Kegel untuk menguatkan otot dasar panggul.

  • Penggunaan alat

Dokter dapat menggunakan alat plastik kecil yang disebut sebagai pesarium yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menahan organ dasar panggul.

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki jaringan atau otot panggul yang lemah. Dokter juga perlu mengangkat rahim jika pasien sudah mengalami menopause.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah pelvic organ prolapse:

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat secara rutin.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari kebiasaan menahan buang air besar.

Kesimpulan
Pelvic organ prolapse merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kondisi tubuh. Untuk mengatasi pelvic organ prolapse, Anda dapat melakukan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang pelvic organ prolapse, Anda bisa bertanya kepada dokter.

Jangan Diremehkan, Ini Tanda-Tanda Anda Menderita Secondary Aldosteronism

Jangan Diremehkan, Ini Tanda-Tanda Anda Menderita Secondary Aldosteronism

  • March 2, 2021

Secondary aldosteronism merupakan suatu kondisi kelainan hormon yang disebabkan oleh faktor di luar kelenjar adrenal. Kelainan hormon ini akan memicu Anda mengalami peningkatan tekanan darah.

Selain secondary aldosteronism, ada satu jenis aldosteronism lainnya, yaitu primary aldosteronism. Berbeda dengan jenis secondary, jenis aldosteronism yang primary disebabkan oleh masalah pada kelenjar adrenal.  

Gejala secondary aldosteronism

Gejala utama dari aldosteronism, baik yang berjenis primary maupun secondary, adalah kenaikan tekanan darah yang sangat tinggi. Dalam beberapa kasus, tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh aldosteronism tidak bisa diobati hanya dengan pengobatan tekanan darah biasa.

Ketika Anda mengalami tekanan darah tinggi, Anda akan merasakan gejala berupa:

  • Sesak napas
  • Sakit kepala dan pusing
  • Masalah penglihatan
  • Nyeri dada

Selain tekanan darah tinggi, secondary aldosteronism juga bisa menimbulkan gejala berupa hipokalemia, yaitu kondisi penurunan kadar kalium yang sangat rendah dalam darah. 

Umumnya, hipokalemia tidak selalu menimbulkan gejala tertentu. Namun, beberapa orang mungkin juga akan merasakan tanda-tanda ini:

  • Kram otot
  • Kelelahan
  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan keinginan untuk buang air kecil
  • Kelemahan otot

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, bisa saja Anda menderita aldosteronism. Namun, Anda tetap perlu menunggu diagnosa dari dokter untuk memastikannya. Karena, gejala-gejala tersebut juga bisa saja terjadi akibat kondisi medis lainnya. 

Mengapa seseorang bisa menderita secondary aldosteronism?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secondary aldosteronism bisa terjadi karena adanya faktor pemicu di luar kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal ini sebenarnya merupakan kelenjar yang berfungsi untuk memproduksi beberapa jenis hormon dalam tubuh.

Biasanya, kondisi yang memicu kelainan hormon di luar kelenjar adrenal adalah kurangnya aliran darah ke ginjal. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan hal ini, yaitu: 

  • Gagal jantung
  • Penggunaan obat diuretik
  • Penyumbatan atau penyempitan arteri di ginjal
  • Penyakit  hati kronis

Kondisi di atas bisa membuat ginjal Anda tidak mendapatkan asupan darah yang cukup. Akibatnya, tubuh mengalami kelainan hormon yang mengacu pada aldosteronism.

Mengatasi secondary aldosteronism dengan perubahan gaya hidup

Ketika Anda berobat ke dokter, dokter bisa membantu mengidentifikasi kondisi Anda, serta menentukan upaya pengobatan. Selain upaya pengobatan dari dokter, Anda juga bisa meningkatkan proses penyembuhan dengan melakukan perubahan gaya hidup. 

Perubahan gaya hidup bisa membantu melawan efek dari hormon aldosteron yang terlalu banyak. Berikut ini perubahan yang bisa Anda lakukan:

  • Berhenti merokok

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan merokok, mungkin sekarang sudah waktunya untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Merokok bisa menimbulkan efek samping berupa penyempitan pembuluh darah. 

Ketika pembuluh darah menyempit, detak jantung Anda akan mengalami peningkatan dan bekerja dengan lebih keras. Hal ini membuat Anda lebih mudah mengalami peningkatan tekanan darah. 

  • Olahraga 

Cobalah untuk mulai berolahraga secara teratur demi menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Lakukan olahraga secara konsisten. Cukup dengan berjalan kaki selama 30 menit beberapa kali dalam seminggu untuk menurunkan tekanan darah. 

  • Makan makanan sehat

Makanan yang Anda konsumsi juga akan sangat mempengaruhi tekanan darah Anda. Jika Anda tidak mengendalikan apa yang Anda makan, maka tekanan darah bisa mengalami peningkatan dan Anda berisiko terkena secondary aldosteronism

Cobalah makan makanan segar, bukan makanan olahan, dan kurangi asupan garam. Jaga juga berat badan Anda agar tetap stabil.Dengan melakukan cara di atas, Anda bisa mendukung proses penyembuhan untuk secondary aldosteronism. Konsultasikan dengan dokter mengenai perubahan gaya hidup lain yang perlu Anda lakukan.

Substance Abuse Disorder

Substance Abuse Disorder

  • February 23, 2021

Penyalahgunaan zat atau Substance Abuse Disorder merupakan kondisi yang timbul karena seseorang menggunakan obat atau zat terlarang. Orang-orang juga mengalami kondisi tersebut ketika mereka menggunakan obat-obatan (walaupun diresepkan) dalam jumlah yang berlebihan.

Sebagian orang yang mengalami Substance Abuse Disorder dapat menghilangkan kebiasaannya, namun sebagian orang bisa terus merasa kecanduan karena menggunakan zat-zat terlarang. Substance Abuse Disorder bisa ditemukan melalui rokok, produk tembakau lain, alkohol, kokain, dan mariyuana.

Tanda dan Gejala

Jika Anda menggunakan obat, Anda mungkin tidak dapat mengendalikan diri terhadap obat yang Anda gunakan. Anda mungkin akan ingin mengkonsumsi obat tersebut dengan jumlah yang lebih banyak. Anda perlu berhati-hati jika Anda mengalami kondisi seperti ini. Jika Anda merasa kecanduan, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Selain menimbulkan kecanduan, berikut adalah gejala-gejala yang timbul jika Anda mengalami Substance Abuse Disorder:

  • Merasa kurang minat terhadap hal yang (awalnya) disukai.
  • Kurang menjaga diri dengan baik.
  • Makan dalam jumlah yang tidak teratur.
  • Kurangnya interaksi sosial.
  • Mudah merasa emosi.
  • Mudah merasa bingung.
  • Sering melakukan kekerasan.
  • Mengalami pola tidur yang buruk.
  • Sering melakukan hal-hal yang nekat seperti berbohong demi mendapatkan zat-zat terlarang lagi.

Penyebab

Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan Substance Abuse Disorder:

  • Faktor genetik

Mungkin saja seseorang pernah mengalami Substance Abuse Disorder, namun kondisi tersebut bisa diturunkan ke anaknya.

  • Mekanisme kerja obat

Sebagian obat dapat memberikan efek yang baik pada tubuh, namun sebagian obat dapat menimbulkan kondisi tertentu seperti depresi.

  • Faktor psikis

Mungkin saja seseorang mengalami faktor psikis atau masalah mental sehingga mereka tidak dapat mengendalikan diri dan mengalami kondisi tertentu, termasuk Substance Abuse Disorder. Contoh hal yang membuat seseorang mengalami faktor psikis adalah suara bising yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

  • Pengaruh orang lain

Bergaul atau berinteraksi dengan orang-orang tertentu dapat menentukan kehidupan seseorang. Jika orang-orang tersebut cenderung menggunakan zat-zat terlarang, maka orang lain akan mengikuti pola hidup tersebut sehingga mereka akan mengalami Substance Abuse Disorder.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda mengalami Substance Abuse Disorder, Anda dapat bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat Substance Abuse Disorder.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda sering menggunakan obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis berupa pemeriksaan kadar obat dalam darah dan urine.

Pengobatan

Jika Anda mengalami Substance Abuse Disorder dan ingin mengobati kondisi tersebut, Anda perlu melakukannya dengan baik. Pengobatan Substance Abuse Disorder mungkin tidak mudah dan membutuhkan waktu. Namun, jika Anda melakukannya dengan benar, Anda akan semakin merasa baik dan terhindar dari risiko gangguan tersebut.

Pada umumnya, masalah yang berkaitan dengan kecanduan obat-obatan dapat diobati dengan rehabilitasi. Kegiatan tersebut membutuhkan waktu beberapa bulan. Anda juga dapat mengikuti grup terapi untuk mengatasi masalah tersebut.

Pencegahan

Untuk mencegah Substance Abuse Disorder, Anda dapat memberikan edukasi ke orang-orang lain, termasuk anak Anda tentang bahaya penggunaan obat-obatan terlarang bagi tubuh.

Kesimpulan

Substance Abuse Disorder merupakan kondisi yang perlu diwaspadai, karena dapat menimbulkan kecanduan sehingga perlu ditangani dengan serius. Pengobatan terhadap kondisi tersebut adalah edukasi seperti terapi. Untuk informasi lebih lanjut tentang Substance Abuse Disorder, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Apa Itu Rhinitis Non-Alergi? Jenis dan Penyebabnya

  • February 15, 2021

Saat seseorang menderita rhinitis, bagian dalam hidung menjadi meradang, membengkak, dan menyebabkan gejala seperti demam seperti gatal, hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin-bersin. Rhinitis alergi disebabkan karena alergi. Jika rhinitis tidak disebabkan oleh alergen, kondisi ini disebut dengan istilah rhinitis non-alergi. Gejala rhinitis alergi dan non-alergi sama, namun penyebabnya berbeda. Orang-orang dengan rhinitis non-alergi mungkin memiliki hidung meler yang tidak kunjung sembuh, atau gejala tersebut sering kembali muncul. 

Jika seseorang memiliki rhinitis, pembuluh darah di dalam hidung membesar, menyebabkan lapisan hidung membengkak. Hal ini menstimulasi kelenjar lendir di hidung, membuatnya tersumbat ataupun menetes. Rhinitis non-alergi dapat menyerang anak dan orang dewasa. Wanita dapat lebih rentan menderita hidung tersumbat pada saat menstruasi atau hamil. Ada beberapa jenis rhinitis non-alergi, di antaranya adalah:

  • Rhinitis infeksi

Dikenal pula dengan istilah rhinitis virus, kondisi ini disebabkan karena sebuah infeksi seperti demam atau flu. Lapisan hidung dan tenggorokan menjadi meradang saat virus menyerang daerah tersebut. Peradangan memicu produksi lendir, dan hal ini menyebabkan bersin-bersin atau hidung meler. 

  • Vasomotor rhinitis

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di hidung terlalu sensitif, dan adanya kontrol saraf tidak normal pada pembuluh darah di hidung. Hal ini menyebabkan terjadinya peradangan. Biasanya, kontraksi dan pembesaran pembuluh darah di dalam hidung membantu mengontrol aliran lendir. Apabila pembuluh darah terlalu sensitif, pemicu lingkungan tertentu dapat membuatnya membesar. Hal ini dapat menyebabkan hidung tersumbat dan produksi lendir berlebih. Beberapa pemicu vasomotor rhinitis di antaranya adalah iritan kimia, parfum, bau cat, asap, perubahan kelembapan, turunnya suhu udara, konsumsi alkohol, makanan pedas, dan stres mental. 

  • Atrophic rhinitis

Kondisi ini terjadi ketika selaput di dalam hidung, yang disebut jaringan turbinate, menjadi lebih tipis dan lebih keras, menyebabkan saluran hidung menjadi melebar dan lebih kering. Jaringan tribunate membantu menjaga bagian dalam hidung lembap, melindungi dari bakteri, dan membantu mengatur tekanan udara saat menarik nafas, serta mengandung akhiran saraf yang memberi indera penciuman. Saat jaringan turbinate menipis, bakteri dapat tumbuh dalam rongga hidung dengan mudah, sehingga hilangnya jaringan turbinate meningkatkan kemungkinan infeksi dan operasi hidung. 

Dalam kasus rhinitis non-alergi ini, kerak (yang memiliki bau tidak sedap) terbentuk di dalam hidung. Apabila Anda berusaha untuk mengambilnya, pendarahan dapat terjadi. Ada pula gejala hilangnya kemampuan untuk mencium bau. Hilangnya jaringan turbinate terjadi dengan bertambahnya usia. Kondisi ini juga dapat terjadi akibat komplikasi operasi hidung atau infeksi. Atrophic rhinitis lebih sering terjadi pada orang-orang yang pernah mendapatkan operasi hidung beberapa kali, atau merupakan komplikasi dari satu prosedur yang salah. 

  • Rhinitis medikamentosa

Rhinitis jenis ini terjadi karena penggunaan obat-obatan. Kondisi ini dapat terjadi karena penggunaan berlebih dekongestan hidung, beta blocker, aspirin, atau bahkan cocaine. Dekongestan hidung mengurangi pembengkakan di pembuluh darah di dalam hidung. Apabila digunakan lebih dari 1 minggu, obat tersebut dapat membuat hidung meradang kembali, bahkan apabila kondisi awal penyebab (seperti demam) telah sembuh. 

Rhinitis non-alergi bukanlah sebuah kondisi yang dapat dicegah. Namun, para pasien yang didiagnosa menderita kondisi ini disarankan untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya gejala. Dalam kasus atrophic rhinitis, lavage dan lubrikasi hidung dapat mencegah terjadinya kerak dan membantu menjaga lapisan hidung tetap lembap. Irigasi harian pada saluran hidung merupakan praktik pencegahan yang baik.

Mengenal Gejala dan Penyebab Eksim Dishidrotik

  • February 13, 2021

Pompholyx disebut juga dengan nama eksim dishidrotik merupakan salah satu jenis eksim yang menyebabkan munculnya lepuhan kecil berisi cairan pada sisi jari-jari, telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi lepuhan berisi cairan dan sangat gatal, keadaan ini bisa berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Pada saat lepuhan memgering, kulit akan terlihat seperti retak atau bersisik, penyakit ini bisa menyerang semua orang dengan segala usia. Meskipun seringkali hanya terlihat pada orang dengan usia di bawah 40 tahun. Beberapa faktor bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, seperti alergi musiman hingga stres.

Gejala Eksim Dishidrotik

Gejala pompholyx biasanya diawali dengan munculnya rasa gatal secara intens dan sensasi terbakar pada kulit tangan dan jari, terkadang juga bisa muncul pada telapak kaki. Setelah munculnya rasa gatal ini, dibarengi dengan lepuhan berukuran kecil yang berisi cairan. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, lepuhan bisa menjadi besar dan menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah beberapa pekan, kondisi lepuhan akan mengering dan mengelupas sehingga kulit otomatis akan memerah, retak dan disertai dengan rasa nyeri. Kondisi ini juga bisa menyerang kuku dan kulit di sekitar kuku, hingga menyebabkan adanya pembengkakan atau parnikia. Penyakit ini tidak boleh disepelekan karena bisa sering terjadi berulang.

Penyebab Pompholyx

Hingga saat ini secara khusus penyebab munculnya kondisi melepuh pada kulit belum dapat diketahui secara pasti. Para ahli percaya bahwa kondisi ini berhubungan dengan alergi atau dermatitis atopik, keadaan ini bisa terjadi secara berulang pada orang dengan alergi rhinitis, seperti alergi terhadap bulu binatang atau tungau, selain itu ada beberapa faktor risiko seperti berikut.

  • Stres, dihidrosis muncul lebih sering saat terjadi stres emosional atau stres fisik.
  • Paparan logam tertentu, termasuk kobalt dan nikel yang biasanya ditemukan pada area industri.
  • Kulit sensitif, seseorang bisa menderita ruam setelah melakukan kontak dengan beberapa iritan.
  • Eksim atopik, sebagian orang dengan kondisi ini berpotensi mengalami kulit melepuh.

Selain itu, kondisi di atas bisa dipicu atau diperburuk oleh infeksi jamur kulit yang mungkin ada pada tangan dan antara jari kaki. Reaksi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit, tak hanya bahan kimia tetapi bisa saja sabun, shampo, produk kosmetik hingga parfurm bisa membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Seseorang yang mengalami pompholyx cenderung lebih sering terjadi di musim semi dan musim panas, karena iklim leboh hangat dan membuat orang mengeluarkan keringat jauh lebih sering atau banyak (hiperdosis). Beberapa penderita yang mengalami kondisi ini setiap tahun di musim panas disertai dengan pruitus atau terbakar, erupsi vesikular pada telapak tangan dan kaki.

Cara Mengatasi Eksim Dishidrotik

Tidak ada obat untuk kondisi ini, namun bisa dikendalikan agar tidak menular, meskipun orang lain tidak bisa tertular dari penderita ataupun penderita menularkan ke orang lain. Namun perlu diperhatikan agar seseorang harus menghindari kontak dengan apa pun yang bisa membuat kulit iritasi.

Disarankan untuk menggunakan emolien sebagai pengganti sabun dan memakai sarung tangan berlapis katun guna menghindari risiko terkena zat yang berpotensi mebimbulkan iritasi. Selain itu berkonsultasi dengan dokter juga sangat disarankan agar pasien atau penderita mendapatkan penanganan yang sesuai.

Bagi kebanyakan orang kondisi yang menyebabkan rasa gatal dan sensasi terbakar ini sangat mengganggu karena membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Perlu diperhatikan agar penderita tidak menggaruk atau mengelupas bagian kulit yang telah terinfeksi.

amnesia anterograde

Sering Lupa Tanda Amnesia Anterograde, Ini Gejalanya

  • January 24, 2021

Lupa adalah fenomena umum yang terjadi ketika otak tidak menyerap informasi dengan benar. Ini bisa terjadi kapan saja, misalnya lupa materi yang telah dipelajari ketika kita sedang menghadapi ujian.

Tapi bagaimana rasanya jika Anda tidak bisa mengingat apapun? Hal itu disebut dengan amnesia. Perbedaan besar antara lupa dengan amnesia adalah amnesia terjadi karena kerusakan otak.

Ada beberapa tipe amnesia, salah satunya amnesia anterograde. Seseorang yang menderita kondisi tersebut tidak akan mampu mengingat peristiwa yang baru terjadi.

Perbedaan lupa dan amnesia

Memori atau ingatan terbentuk ketika seseorang mendapatkan informasi baru, misalnya setelah belajar menggunakan alat baru, melewati suatu tempat dengan nama yang asing, atau membicarakan suatu hal dengan teman.

Ketika sangat banyak informasi yang diterima dan Anda tidak memberi perhatian pada informasi tersebut, maka akan sulit diubah menjadi memori (pengkodean). Kesulitan mengakses ingatan yang telah lama disimpan juga bisa menyebabkan lupa. Ketika bertambahnya usia, ingatan akan memudar dan terjadilah lupa.

Sedangkan pada kasus amnesia, lupa terjadi ketika terjadinya kerusakan di bagian otak yang disebut dengan lobus temporal, seperti hipokampus, berperan penting dalam ingatan faktual. Kerusakan terjadi akibat penyakit, atau trauma psikologis.

Seseorang yang menderita amnesia anterograde tidak dapat mengingat informasi baru setelah peristiwa penyebab cedera. Misalnya, pasca pembedahan seorang pasien tidak bisa mengingat peristiwa yang terjadi sejak operasi, termasuk peristiwa yang sangat penting seperti kematian orang yang disayang, atau pembicaraan yang dilakukan setelah operasi.

Banyak orang dengan bentuk amnesia tersebut masih dapat membentuk ingatan prosedural baru. Ingatan prosedural mengacu pada memori berisikan informasi dalam melakukan sesuatu, seperti cara mengendarai sepeda, atau menelepon.

Sedangkan orang yang lupa akan informasi sebelum peristiwa pemicu amnesia disebut dengan amnesia retrograde. Namun penderita tetap akan mengingat kejadian yang terjadi pada tahun yang lebih lama. Umumnya amnesia retrograde terjadi bersamaan dengan amnesia anterograde, yang disebut sebagai amnesia global.

Lupa salah satu tanda amnesia anterograde

Penggunaan obat-obatan, konsumsi alkohol, cedera otak, stroke, dan operasi adalah sebagian dari penyebab amnesia anterograde yang ditandai dengan lupa akan hal-hal sederhana yang mereka lakukan, termasuk:

  • Lupa akan hal yang baru saja dipelajari
  • Lupa dengan seseorang yang ditemui sebelumnya
  • Tidak dapat mengingat dengan nomor telepon
  • Kesulitan mengingat wajat orang yang dikenal
  • Tidak dapat menyinkronkan hal-hal tertentu di tempat kerja dan rumah
  • Gerakan yang tidak terkoordinasi dan kebingungan, jika amnesia dikaitkan dengan alkohol

Mereka yang memiliki masalah mengingat ingatan jangka panjang juga bisa mengindikasikan gangguan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan seseorang yang menderitanya mengalami frustasi, kebingungan, bahkan psikosis Wernicke-Korsakoff.

Bisakah amnesia anterograde diobati?

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan amnesia anterograde, tapi Anda bisa mengelola gejalanya dengan melakukan rehabilitasi dan strategi sebagai berikut:

  • Menulis jurnal / catatan / buku harian
  • Menggunakan aplikasi pengingat atau perencana harian
  • Mengonsumsi suplemen vitamin B1 atau progesteron
  • Menjalani psikoterapi, seperti hipnosis untuk membantu pasien mendapatkan ingatannya kembali

Dalam hal ini, dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting agar psikologis penderita tidak terlalu terguncang. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Ikut serta menjalani rutinitas yang telah ditetapkan.
  • Membuat catatan mengenai aktivitas sehari-hari dan letakkan di tempat yang terlihat. Ini mencakup berbelanja, pengelolaan uang, persiapan makan, dan janji temu.
  • Bagi tugas harian menjadi bagian kecil dan periksa kemajuannya.
  • Buat catatan mengenai tugas yang harus dilakukan pada area yang dimaksud dan meletakkannya di tempat terlihat. Ini mencegah penderita amnesia lupa waktu dan menghabiskan waktu lama dalam melakukan suatu tugas.

Catatan

Amnesia anterograde sangat memengaruhi fungsi sehari-hari penderitanya, terutama jika gangguan sangat parah. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menderita gangguan tersebut dan merasa kesulitan, konsultasikan dengan dokter mengenai perawatan yang bisa dilakukan.

Tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.