Mengenal Gejala dan Penyebab Eksim Dishidrotik

  • February 13, 2021

Pompholyx disebut juga dengan nama eksim dishidrotik merupakan salah satu jenis eksim yang menyebabkan munculnya lepuhan kecil berisi cairan pada sisi jari-jari, telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi lepuhan berisi cairan dan sangat gatal, keadaan ini bisa berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Pada saat lepuhan memgering, kulit akan terlihat seperti retak atau bersisik, penyakit ini bisa menyerang semua orang dengan segala usia. Meskipun seringkali hanya terlihat pada orang dengan usia di bawah 40 tahun. Beberapa faktor bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, seperti alergi musiman hingga stres.

Gejala Eksim Dishidrotik

Gejala pompholyx biasanya diawali dengan munculnya rasa gatal secara intens dan sensasi terbakar pada kulit tangan dan jari, terkadang juga bisa muncul pada telapak kaki. Setelah munculnya rasa gatal ini, dibarengi dengan lepuhan berukuran kecil yang berisi cairan. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, lepuhan bisa menjadi besar dan menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah beberapa pekan, kondisi lepuhan akan mengering dan mengelupas sehingga kulit otomatis akan memerah, retak dan disertai dengan rasa nyeri. Kondisi ini juga bisa menyerang kuku dan kulit di sekitar kuku, hingga menyebabkan adanya pembengkakan atau parnikia. Penyakit ini tidak boleh disepelekan karena bisa sering terjadi berulang.

Penyebab Pompholyx

Hingga saat ini secara khusus penyebab munculnya kondisi melepuh pada kulit belum dapat diketahui secara pasti. Para ahli percaya bahwa kondisi ini berhubungan dengan alergi atau dermatitis atopik, keadaan ini bisa terjadi secara berulang pada orang dengan alergi rhinitis, seperti alergi terhadap bulu binatang atau tungau, selain itu ada beberapa faktor risiko seperti berikut.

  • Stres, dihidrosis muncul lebih sering saat terjadi stres emosional atau stres fisik.
  • Paparan logam tertentu, termasuk kobalt dan nikel yang biasanya ditemukan pada area industri.
  • Kulit sensitif, seseorang bisa menderita ruam setelah melakukan kontak dengan beberapa iritan.
  • Eksim atopik, sebagian orang dengan kondisi ini berpotensi mengalami kulit melepuh.

Selain itu, kondisi di atas bisa dipicu atau diperburuk oleh infeksi jamur kulit yang mungkin ada pada tangan dan antara jari kaki. Reaksi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit, tak hanya bahan kimia tetapi bisa saja sabun, shampo, produk kosmetik hingga parfurm bisa membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Seseorang yang mengalami pompholyx cenderung lebih sering terjadi di musim semi dan musim panas, karena iklim leboh hangat dan membuat orang mengeluarkan keringat jauh lebih sering atau banyak (hiperdosis). Beberapa penderita yang mengalami kondisi ini setiap tahun di musim panas disertai dengan pruitus atau terbakar, erupsi vesikular pada telapak tangan dan kaki.

Cara Mengatasi Eksim Dishidrotik

Tidak ada obat untuk kondisi ini, namun bisa dikendalikan agar tidak menular, meskipun orang lain tidak bisa tertular dari penderita ataupun penderita menularkan ke orang lain. Namun perlu diperhatikan agar seseorang harus menghindari kontak dengan apa pun yang bisa membuat kulit iritasi.

Disarankan untuk menggunakan emolien sebagai pengganti sabun dan memakai sarung tangan berlapis katun guna menghindari risiko terkena zat yang berpotensi mebimbulkan iritasi. Selain itu berkonsultasi dengan dokter juga sangat disarankan agar pasien atau penderita mendapatkan penanganan yang sesuai.

Bagi kebanyakan orang kondisi yang menyebabkan rasa gatal dan sensasi terbakar ini sangat mengganggu karena membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Perlu diperhatikan agar penderita tidak menggaruk atau mengelupas bagian kulit yang telah terinfeksi.

amnesia anterograde

Sering Lupa Tanda Amnesia Anterograde, Ini Gejalanya

  • January 24, 2021

Lupa adalah fenomena umum yang terjadi ketika otak tidak menyerap informasi dengan benar. Ini bisa terjadi kapan saja, misalnya lupa materi yang telah dipelajari ketika kita sedang menghadapi ujian.

Tapi bagaimana rasanya jika Anda tidak bisa mengingat apapun? Hal itu disebut dengan amnesia. Perbedaan besar antara lupa dengan amnesia adalah amnesia terjadi karena kerusakan otak.

Ada beberapa tipe amnesia, salah satunya amnesia anterograde. Seseorang yang menderita kondisi tersebut tidak akan mampu mengingat peristiwa yang baru terjadi.

Perbedaan lupa dan amnesia

Memori atau ingatan terbentuk ketika seseorang mendapatkan informasi baru, misalnya setelah belajar menggunakan alat baru, melewati suatu tempat dengan nama yang asing, atau membicarakan suatu hal dengan teman.

Ketika sangat banyak informasi yang diterima dan Anda tidak memberi perhatian pada informasi tersebut, maka akan sulit diubah menjadi memori (pengkodean). Kesulitan mengakses ingatan yang telah lama disimpan juga bisa menyebabkan lupa. Ketika bertambahnya usia, ingatan akan memudar dan terjadilah lupa.

Sedangkan pada kasus amnesia, lupa terjadi ketika terjadinya kerusakan di bagian otak yang disebut dengan lobus temporal, seperti hipokampus, berperan penting dalam ingatan faktual. Kerusakan terjadi akibat penyakit, atau trauma psikologis.

Seseorang yang menderita amnesia anterograde tidak dapat mengingat informasi baru setelah peristiwa penyebab cedera. Misalnya, pasca pembedahan seorang pasien tidak bisa mengingat peristiwa yang terjadi sejak operasi, termasuk peristiwa yang sangat penting seperti kematian orang yang disayang, atau pembicaraan yang dilakukan setelah operasi.

Banyak orang dengan bentuk amnesia tersebut masih dapat membentuk ingatan prosedural baru. Ingatan prosedural mengacu pada memori berisikan informasi dalam melakukan sesuatu, seperti cara mengendarai sepeda, atau menelepon.

Sedangkan orang yang lupa akan informasi sebelum peristiwa pemicu amnesia disebut dengan amnesia retrograde. Namun penderita tetap akan mengingat kejadian yang terjadi pada tahun yang lebih lama. Umumnya amnesia retrograde terjadi bersamaan dengan amnesia anterograde, yang disebut sebagai amnesia global.

Lupa salah satu tanda amnesia anterograde

Penggunaan obat-obatan, konsumsi alkohol, cedera otak, stroke, dan operasi adalah sebagian dari penyebab amnesia anterograde yang ditandai dengan lupa akan hal-hal sederhana yang mereka lakukan, termasuk:

  • Lupa akan hal yang baru saja dipelajari
  • Lupa dengan seseorang yang ditemui sebelumnya
  • Tidak dapat mengingat dengan nomor telepon
  • Kesulitan mengingat wajat orang yang dikenal
  • Tidak dapat menyinkronkan hal-hal tertentu di tempat kerja dan rumah
  • Gerakan yang tidak terkoordinasi dan kebingungan, jika amnesia dikaitkan dengan alkohol

Mereka yang memiliki masalah mengingat ingatan jangka panjang juga bisa mengindikasikan gangguan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan seseorang yang menderitanya mengalami frustasi, kebingungan, bahkan psikosis Wernicke-Korsakoff.

Bisakah amnesia anterograde diobati?

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan amnesia anterograde, tapi Anda bisa mengelola gejalanya dengan melakukan rehabilitasi dan strategi sebagai berikut:

  • Menulis jurnal / catatan / buku harian
  • Menggunakan aplikasi pengingat atau perencana harian
  • Mengonsumsi suplemen vitamin B1 atau progesteron
  • Menjalani psikoterapi, seperti hipnosis untuk membantu pasien mendapatkan ingatannya kembali

Dalam hal ini, dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting agar psikologis penderita tidak terlalu terguncang. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Ikut serta menjalani rutinitas yang telah ditetapkan.
  • Membuat catatan mengenai aktivitas sehari-hari dan letakkan di tempat yang terlihat. Ini mencakup berbelanja, pengelolaan uang, persiapan makan, dan janji temu.
  • Bagi tugas harian menjadi bagian kecil dan periksa kemajuannya.
  • Buat catatan mengenai tugas yang harus dilakukan pada area yang dimaksud dan meletakkannya di tempat terlihat. Ini mencegah penderita amnesia lupa waktu dan menghabiskan waktu lama dalam melakukan suatu tugas.

Catatan

Amnesia anterograde sangat memengaruhi fungsi sehari-hari penderitanya, terutama jika gangguan sangat parah. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menderita gangguan tersebut dan merasa kesulitan, konsultasikan dengan dokter mengenai perawatan yang bisa dilakukan.

Tanyakan pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Nefropati Diabetik dan Penyakit Komplikasi Diabetes Kronis Lainnya

  • January 19, 2021

Glukosa atau kadar gula darah adalah sumber energi utama bagi tubuh. Namun, ketika jumlahnya terlampau banyak, ia justru membahayakan tubuh. Kondisi ini lazim dikenal dengan diabetes. Diabetes terbilang berbahaya karena penderitanya berisiko mengalami berbagai penyakit kronis lain, seperti nefropati diabetik.

Nefropati diabetik hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan penyakit yang bisa diderita penderita diabetes. Malah, diketahui bahwa seseorang yang divonis diabetes punya risiko masalah kesehatan lain yang dapat terjadi di sekujur tubuhnya. Artinya bisa pula dipahami bahwa diabetes adalah “gerbang” dari segala jenis penyakit. 

Mudahnya, nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang diderita seseorang dengan diabetes. Masalah kesehatan ini juga sering disebut sebagai penyakit diabetes ginjal. Nefropati diabetik bisa menyerang orang dengan diabetes tipe 1 dan juga diabetes tipe 2.

Penyakit ini terjadi ketika tingginya kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil yang ada di ginjal. Kendati hanya “pembuluh darah kecil”, peran dan fungsinya cukup vital dalam mengatur kadar cairan dan garam dalam tubuh yang berperan penting untuk mengontrol tekanan darah dan melindungi kesehatan jantung. Ketika pembuluh darah itu rusak, tentu memengaruhi kerja ginjal secara keseluruhan hingga organ penting ini kehilangan kemampuannya. 

Komplikasi kronis diabetes ini memang terjadi secara bertahap dan tempo sampai ia menjelma sebagai ancaman bagi nyawa seseorang terbilang cukup lama. Namun, kenyatan itu sama sekali tidak dapat dijadikan dalih seseorang untuk menyepelekan nefropati diabetik. Ia tetap harus diwaspadai karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Lagi pula, seorang penderita diabetes akan terus dibayang-bayangi dengan sederet penyakit kronis lain sebagai imbas dari tingginya kadar gula darah mereka. Penyakit-penyakit di bawah ini juga sama berbahayanya seperti nefropati diabetik:

  • Neuropati diabetik

Neuropati diabetik juga dapat disebut sebagai kerusakan saraf yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah. Selain saraf, kondisi ini juga merusak pembuluh darah, terutama di kaki. Kondisi ini bisa terjadi baik secara langsung akibat tingginya gula darah maupun karena penurunan aliran darah menuju saraf.

Rusaknya saraf akan menyebabkan gangguan sensorik dengan gejala berupa kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Kerusakan saraf juga dapat memengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gastroparesis. Gejalanya berupa mual, muntah, dan merasa cepat kenyang saat makan.

  • Masalah kardiovaskular

Tingginya kadar gula darah juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Penyebabnya hampir serupa dengan terjadinya nefropati diabetik. Masalah kardiovaskular ini, biasanya, akan bermuara di jantung. Penyakit komplikasi diabetes di bagian kardiovaskular ini meliputi penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

  • Retinopati diabetik

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina sehingga terjadi kerusakan atau masalah kesehatan pada organ pengelihatan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kebutaan. Pembuluh darah di mata yang rusak karena diabetes ini di antaranya menimbulkan katarak dan glaukoma.

  • Masalah kaki dan kulit

Masalah pada kulit dan luka pada kaki merupakan komplikasi kronis paling umum terjadi jika mengalami diabetes. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta terbatasnya aliran darah ke kaki.

Gula darah yang tinggi juga memudahkan bakteri dan jamur berkembang biak. Terlebih jika adanya penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sebagai akibat dari diabetes. Dengan demikian, masalah pada kulit dan kaki pun akan semakin parah. 

Jika tidak melakukan upaya pencegahan dengan baik, kaki penderita diabetes mudah sekali luka dan terinfeksi sehingga menimbulkan gangren dan ulkus diabetikum. Penanganan luka pada kaki penderita diabetes adalah dengan pemberian antibiotik, perawatan luka dengan benar, atau bahkan amputasi bila kerusakan jaringan sudah parah.

Jika diamati, sebenarnya masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada penderita diabetes ini saling terkait satu sama lain. Oleh karenanya amat mungkin seluruh komplikasi serius di atas dialami oleh penderita diabetes jika mereka tidak melakukan upaya-upaya pencegahan. 

Menjadi penting bagi para penderita diabetes untuk mengubah pola dan kebiasaan hidup yang ramah bagi mereka, mulai dari melakukan berbagai macam diet, hingga rutin berolahraga. Dengan upaya itu, para penderita diabetes bisa terhindar dari nefropati diabetik dan komplikasi kronis lainnya. 

Apa Yang Ditangani Dokter THT? Ini Dia!

Apa Yang Ditangani Dokter THT? Ini Dia!

  • January 7, 2021

Kebanyakan orang yang mengalami keluhan kuping berdenging ataupun sakit saat makan cenderung memilih datang terlebih dahulu ke dokter umum. Padahal sebenarnya, dengan keluhan-keluhan tersebut yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama, disarankan penderita langsung menjumpai dan berkonsultasi dengan dokter THT. 

Dokter THT atau yang kerap disebut sebagai otorinolaringologis merupakan dokter dengan spesialisasi pada bagian kepala dan leher. Secara lebih detail, dokter spesialis ini dapat mendiagnosis dan melakukan penanganan secara lebih fokus pada berbagai masalah yang ada di seputar telinga, hidung, maupun tenggorokan. 

Mungkin Anda berpikir, dengan spesialisasi tersebut, sebenarnya apa yang bisa dilakukan oleh dokter THT. Bukannya bagian-bagian tersebut dapat pula ditangani oleh dokter umum atau dokter dengan spesialisasi yang berbeda? Supaya lebih memahami mengenai dokter THT, ada baiknya Anda mengetahui dulu bagian apa saja yang bisa ditangani oleh dokter spesialis tersebut, seperti di bawah ini. 

  • Telinga 

Jika Anda mengalami keluhan terus-menerus di bagian telinga, tiap dokter pasti akan menyarankan Anda untuk datang ke dokter THT. Pasalnya, dokter spesialis ini mampu menganalisis dan mendiagnosis berbagai keluhan telinga, kemudian memberikan perawatan yang sesuai bidang keilmuannya. Jangan remehkan sakit telinga. Jika Anda membiarkannya tanpa penanganan, kehilangan pendengaran serta gangguan sakit kepala yang parah bisa menyerang Anda. 

  • Hidung 

Dokter THT juga dapat mengatasi berbagai keluhan terkait fungsi rongga hidung. Bukan hanya mendiagnosis masalah indra penciuman, dokter THT juga terlatih menangani berbagai penyakit lain yang memengarughi kondisi rongga penciuman, seperti masalah alergi yang kerap membuat orang-orang bersin atau mengalami gangguan pernapasan. 

  • Tenggorokan 

Bagian-bagian tenggorokan juga merupakan ranah dokter THT. Dokter spesialis ini bisa mengobati berbagai penyakit terkait saluran tenggorokan, mulai dari laring sampai esophagus. Masalah-masalah terkait gangguan menelan ataupun gangguan produksi suara juga bersumber dari tenggorokan. 

  • Kepala dan Leher 

Meskipun THT hanya kependekan dari telinga, hidung, dan tenggorokan; sejatinya dokter dengan spesialisasi ini juga mampu menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan bentuk kepala dan leher. Pasalnya, perubahan bentuk tersebut bisa memengaruhi fungsi dari telinga, hidung, maupun tenggorokan. 

Dengan ranah-ranah bagian tubuh di atas yang menjadi keahlian dokter THT, dokter spesialisasi ini pun bisa melakukan berbagai tindakan di bawah ini. 

  1. Mengobati Masalah Telinga 

Banyak masalah telinga yang bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dengan pendengaran, mulai dari rasa sakit sampai kemampuan mendengar yang berkurang. Masalah telinga tersebut, di antaranya infeksi, gangguan jalur saraf, berlubangnya gendang telinga, sampai tumor. Semua itu bisa ditangani oleh dokter THT. 

  1. Menangani Gangguan Hidung 

Sinusitis merupakan gangguan pada hidung yang paling banyak dikeluhkan orang-orang hingga akhirnya pergi menemui dokter THT. Sejumlah penanganan dan pengobatan pun akan diberikan agar pasien sinusitis maupun gangguan hidung lainnya dapat mengelola kondisinya secara lebih baik. 

  1. Memulihkan Gangguan Tenggorokan

Pengobatan untuk menangani masalah radang di tenggorokan ataupun terganggunya produksi suara yang bersumber dari masalah tenggorokan bisa dilakukan dokter THT. Umumnya akan dilakukan pengecekan penyebab dari masalah tersebut, untuk kemudian penanganan akan diberikan berdasarkan sumber masalah. 

  1. Melakukan Operasi Wajah 

Beberapa dokter THT bisa melakukan operasi wajah dengan tujuan memperbaiki kualitas fungsi dari telinga, hidung, maupun tenggorokan. Operasi yang dilakukan dokter spesialisasi ini lebih berfokus pada area wajah dan leher. 

  1. Mengobati Alergi 

Penyakit alergi kerap menimbulkan gangguan pada fungsi hidung. Karena itulah, ada subspesialiasi dari dokter THT yang mengarah ke pengobatan alergi. Umumnya, dokter THT akan memberikan penderita alergi obat-obatan alergi untuk memulihkan kondisi pasien ataupun memberikan terapi imun. 

  1. Melatih Tumbuh Kembang 

Dokter spesialis anak memang menjadi pakar pengobatan anak. Namun untuk beberapa kasus masalah tumbuh kembang, seperti keterlambatan berbicara ataupun kelahiran dengan pendengaran yang kurang, dokter THT yang akan mengambil alih. 

*** 

Sekarang sudah tidak bingung bukan mengenai apa saja yang bisa dilakukan oleh dokter THT. Jadi apabila Anda menemui keluhan terkait fungsi-fungsi di atas, sudah tahu bukan ke mana Anda seharusnya berobat?

Sadari Gejala Dispepsia Fungsional Sejak Dini

Sadari Gejala Dispepsia Fungsional Sejak Dini

  • December 23, 2020

Masalah pencernaan oleh sebagian orang dianggap sepele dan dinilai bisa sembuh sendiri, meskipun tanpa pengobatan khusus. Namun, berhati-hatilah apabila Anda termasuk yang sering mengalami masalah pencernaan. Bisa jadi Anda tengah berada di kondisi dispepsia fungsional. 

Dispepsia fungsional merupakan istilah yang merujuk pada gangguan pencernaan yang terus berulang, namun tidak memiliki penyebab yang jelas. Penyakit ini umumnya akan berlangsung lama dan sangat mampu mengganggu beragam aktivitas rutin Anda. Dispepsia fungsional sendiri terjadi bukan karena adanya masalah struktur di saluran cerna Anda. 

Anda mungkin bingung bagaimana  suatu masalah pencernaan dapat dikatakan dispepsia fungsional atau bukan. Sebenarnya Anda hanya perlu melihat dari lama gejala yang menyertainya. Dispepsia fungsional umumnya akan diwarnai dengan gejala-gejala di bawah ini selama lebih dari satu bulan. 

  1. Mudah Kenyang

Orang-orang yang mengalami dispepsia fungsional umumnya akan mudah merasa kenyang, walaupun hanya makan dari porsi kecil. Rasa kenyang yang terasa tidak seperti kenyang pada umumnya. Rasa kenyang lebih mengarah ke perasaan kembung yang membuat Anda sulit untuk kembali memasukkan makanan ke mulut dan perut. 

  1. Sering Bersendawa 

Sendawa biasanya terjadi ketika lambung sudah terisi penuh. Namun pada penderita dispepsia fungsional, sendawa bisa terjadi kapan saja. Sendawa terjadi disertai rasa asam di mulut sebagai efek naiknya asam lambung. Jadi jika belakangan ini Anda sering bersendawa, waspadalah sebab bisa jadi itu merupakan gejala dini dispepsia fungsional. 

  1. Mual dan Muntah 

Seperti penyakit pencernaan lainnya, dispepsia fungsional juga akan diiringi gejala mual dan muntah. Ini karena asam lambung mudah naik sehingga mendorong cairan yang sudah masuk ke tubuh untuk keluar lagi. Rasa mual dan muntah umumnya akan terjadi tiap kali Anda menyantap sesuatu. 

  1. Penurunan Berat Badan 

Jangan senang dahulu apabila akhir-akhir ini Anda mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Besar kemungkinan Anda tengah menderita dispepsia fungsional. Pasalnya ketika terkena penyakit ini, nafsu makan Anda akan berkurang drastis sekaligus tidak bisa makan dalam porsi besar. Ditambah lagi adanya tekanan psikologis terkait gejala lain yang membuat Anda tidak nyaman. Alhasil, berat badan bisa turun, disertai kemungkinan kurangnya nutrisi harian yang dapat Anda peroleh. 

  1. Nyeri Perut 

Anda akan merasakan ketidaknyamanan di sekitar area perut. Bagian perut atas akan lebih sering mengalami nyeri apabila Anda menderita dispepsia fungsional. Jika rasa nyeri mulai terasa, cobalah tidur dengan posisi meringkuk guna meredakan gejala ini. 

  1. Feses Gelap 

Berhati-hatilah apabila Anda mendapati feses berwarna gelap atau bahkan kehitaman. Pada penderita dispepsia fungsional, masalah cerna yang terlalu lama bisa menimbulkan luka di saluran pencernaan hingga menimbulkan pendarahan. Hal ini berujung pada gelapnya warna feses Anda. Jadi jika feses sudah berwarna gelap, tidak ada salahnya mulai melakukan konsultasi ke dokter. 

  1. Sesak Napas 

Seringkali gejala yang ditampilkan oleh masalah pencernaan menyerupai penyakit lain yang berhubungan dengan kardiovaskular. Tidak terkecuali ketika Anda terkena dispepsia, besar kemungkinan lambat laun Anda akan merasakan gejala sesak napas yang mirip dengan gejala penyakit jantung. Segeralah ke rumah sakit sebab gejala ini menunjukkan ada masalah serius pada saluran pencernaan Anda. 

  1. Muntah Berdarah

Gejala ini juga akan muncul apabila status dispepsia fungsional Anda sudah termasuk parah. Anda akan sering muntah, meskipun tidak habis makan sesuatu. Tidak jarang saat muntah, ada darah yang ikut serta. Lagi-lagi pada saat ini, Anda mesti segera mendapatkan penanganan dokter. 

*** 

Mulai sekarang jangan remehkan gejala nyeri perut yang terkesan simpel. Pasalnya lama-kelamaan, gejala tersebut akan semakin berat dan membuat Anda semakin tidak nyaman. Memeriksakan diri ke dokter secara rutin dan menyampaikan segala keluhan akan menjadi cara yang tepat untuk mencegah dispepsia fungsional sedini mungkin.

Kondisi Genetik, Epidermodysplasia Verruciformis

Kondisi Genetik, Epidermodysplasia Verruciformis

  • December 18, 2020

Epidermodysplasia verruciformis (EV) adalah kelainan bawaan yang langka yang mempengaruhi pasien terhadap infeksi human papillomavirus (HPV) yang meluas dan karsinoma sel skuamosa kulit.

Ketika epidermodysplasia verruciformis cukup parah untuk menyebabkan pertumbuhan seperti kulit kayu, kadang-kadang hal itu dalam bahasa sehari-hari disebut “sindrom manusia pohon”. Hal ini adalah istilah yang keliru karena alasan yang jelas, tetapi juga karena hal itu mempengaruhi pria dan wanita.

Kebanyakan orang bersentuhan dengan HPV pada suatu saat, dan epidermodysplasia verruciformis membahayakan fungsi kekebalan seseorang sehingga membuat mereka lebih mungkin mengembangkan infeksi.

Seiring berjalannya waktu, infeksi tersebut menyebabkan pertumbuhan kulit, seperti kutil virus dan bercak yang meradang dan berpigmen. Dalam kasus yang parah atau ekstrim, seseorang dapat mengalami pertumbuhan seperti kulit kayu.

HPV menular dan biasanya ditularkan melalui kontak kulit ke kulit. Seseorang bisa menularkannya meski tidak mengalami gejala. Epidermodysplasia verruciformis adalah kelainan genetik resesif autosom, yang berarti bahwa epidermodysplasia verruciformis adalah hasil dari mutasi di lokasi tertentu pada gen tertentu, dan orang tersebut mewarisi mutasi yang sama dari kedua orang tuanya.

Pada sekitar 10% kasus epidermodysplasia verruciformis, orang tua orang tersebut adalah kerabat. Jarang, kondisi ini dapat dikaitkan dengan jenis kelamin, dalam artian mutasi berkembang pada gen X atau Y, atau dapat menjadi dominan autosom, disebabkan oleh satu gen yang bermutasi. Selain itu, EV yang diperoleh telah berkembang pada orang dengan:

  • HIV
  • Limfoma
  • Transplantasi organ

Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), epidermodysplasia verruciformis tampaknya terjadi karena mutasi kehilangan fungsi pada salah satu dari dua gen yang berdekatan, yang disebut EVER1 / TMC6 dan EVER2 / TMC8.

Gen ini membantu memfasilitasi pengangkutan seng dalam sel kulit. Seng, sementara itu, berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh Anda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mutasi yang terkait dengan epidermodysplasia verruciformis dapat mempermudah virus untuk mengakses penyimpanan seng seluler.

GARD juga mencatat bahwa mutasi yang terkait dengan epidermodysplasia verruciformis tampaknya membuat orang sangat rentan terhadap infeksi HPV bentuk beta, yang biasanya tidak menyebabkan infeksi pada orang sehat.

Karena epidermodysplasia verruciformis adalah kondisi yang diturunkan, seseorang tidak dapat mencegahnya berkembang. Namun, Anda dapat mengambil langkah-langkah tertentu untuk mengurangi gejala dan membantu membatasi kemungkinan lesi menjadi kanker.

Meskipun tidak ada obat untuk epidermodysplasia verruciformis, beberapa obat, terapi, dan perubahan gaya hidup dapat membantu membuat gejala lebih mudah ditangani dan mengurangi kemungkinan komplikasi.

Orang yang mungkin memiliki epidermodysplasia verruciformis atau riwayat keluarga harus memberi tahu dokter, idealnya dokter kulit khusus, sesegera mungkin. Tujuannya untuk mengelola gejala dan mencegah komplikasi yang parah. Anda juga dapat memperoleh manfaat dari konseling genetik.

Inilah Tanda-tanda Gagal Ginjal Akut dan Penyebabnya

  • December 17, 2020

Gagal ginjal akut merupakan kondisi kerusakan ginjal yang terjadi secara mendadak dan berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari saja. Kondisi ini paling sering terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama mereka yang dalam keadaan kritis atau membutuhkan perawatan intensif. 

Penyebab gagal ginjal akut

Penyakit gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tiba-tiba tidak mampu menyaring ginjal dengan baik. Hasillnya, zat yang harusnya dibuang akan menumpuk dan menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Gagal ginjal akut juga memengaruhi otak, jantung, serta paru-paru sehingga fungsinya pun ikut terganggu. Berikut merupakan kondisi yang menyebabkan gagal ginjal akut:

  1. Penyakit atau kondisi yang berisiko menghambat aliran darah ke ginjal

Beberapa penyakit atau kondisi tersebut diantaranya:

  • Kehilangan darah atau cairan tubuh
  • Obat tekanan darah
  • Serangan jantung
  • Penyakit jantung
  • Infeksi
  • Gagal hati
  • Penggunaan aspirin, ibuprofen, naproxen sodium, atau obat-obatan sejenisnya
  • Reaksi alergi parah atau anafilaksis
  • Luka bakar parah
  • Dehidrasi berat 
  1. Kerusakan ginjal

Beberapa penyakit atau gangguan berikut ini mampu menyebabkan kerusakan ginjal sehingga terjadi gagal ginjal akut:

  • Penggumpalan darah di pembuluh darah sekitar ginjal
  • Penumpukan kolesterol yang menghalangi aliran darah ke ginjal
  • Peradangan ginjal atau glomerulonefritis
  • Sindrom uremik hemolitik yang diakibatkan kerusakan dini sel darah merah
  • Infeksi 
  • Lupus
  • Pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi, pemberian antibiotik, atau zat yang disuntikkan atau ditelan untuk pemindaian organ tubuh
  • Kelainan darah
  • Keracunan logam berat atau kokain
  • Kerusakan jaringan otot
  • Kerusakan sel tumor
  1. Penyumbatan urin di ginjal

Penyakit dan gangguan yang menghalangi keluarnya urin dari tubuh dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Berikut ini beberapa jenis penyakit dan gangguan tersebut:

  • Kanker kandung kemig
  • Pembekuan darah di saluran urin
  • Kanker serviks
  • Kanker usus besar
  • Pembesaran prostat
  • Kanker prostat
  • Batu ginjal
  • Kerusakan saraf yang mengontrol kandung kemih

Tanda-tanda gagal ginjal akut

Pada dasarnya, tanda-tanda gagal ginjal akut muncul berdasarkan penyakit utamanya. Bahkan, beberapa kasus tidak menunjukkan adanya tanda-tanda tersebut. Akan tetapi, berikut ini merupakan tanda-tanda secara umum:

  • Jumlah urin sedikit
  • Bengkak di bagian tangan, kaki, dan sekitar mata
  • Kelelahan
  • Napas pendek
  • Pusing
  • Mual
  • Kejang
  • Sesak atau sakit dada

Gagal ginjal tingkat parah bisa menyebabkan pasien mengalami koma. Dialisis mungkin diperlukan untuk membantu menggantikan fungsi ginjal hingga benar-benar pulih. Hal ini juga dilakukan agar tidak terjadi penyakit komplikasi lainnya.

Bagaimana cara mencegahnya?

Gagal ginjal akut merupakan kondisi yang sulit diprediksi dan dicegah. Akan tetapi, terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk merawat kesehatan ginjal Anda.

Perhatikan label kemasan obat penghilang nyeri yang dijual bebas tanpda resep atau over the counter. Penggunaan obat penghilang nyeri dalam jangka waktu panjang meningkatkan risiko gagal ginjal akut. Terlebih jika sebelumnya Anda telah memiliki penyakit ginjal, diabetes, atau hipertensi. Apabila menderita penyakit-penyakit tersebut, patuhi anjuran dokter dengan melakukan perawatan dan pengobatan. Salah satu yang mungkin sulit dilakukan yaitu mengonsumsi makanan sesuai dengan diet penyakit tersebut. 

Gagal ginjal akut mungkin saja terjadi pada orang yang tidak sedang berada di rumah sakit. Pola hidup yang tidak sehat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit tersebut. Oleh karena itu, lakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur, konsumsi makanan sesuai dengan Prinsip Gizi Seimbang, serta hindari konsumsi alkohol. 

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Gangguan Jiwa

  • December 17, 2020

Gangguan jiwa merupakan kondisi gangguan pemikiran dan perilaku seseorang yang menyebabkannya tidak dapat mengatasi tuntutan dan rutinitas hidup. Penyakit gangguan jiwa sendiri sangat banyak jenisnya seperti depresi, demensia, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, hingga cara mengatasi gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang. 

Penyebab dan faktor risiko gangguan jiwa 

Penyebab gangguan jiwa belum diketahui secara tepat hingga saat ini. Akan tetapi, gangguan jiwa berkaitan dengan stres berlebihan karena situasi tertentu atau serangkaian peristiwa tertentu. Gangguan jiwa dipercaya muncul akibat kombinasi dari faktor biologis, psikologis, dan lingkungan seseorang. Selain itu, terdapat beberapa kondisi tertentu menyebabkan risiko seseorang mengidap gangguan jiwa meningkat. Berikut beberapa faktor risiko tersebut. 

  • Cedera otak traumatis
  • Memiliki sedikit teman
  • Terisolasi dan kesepian 
  • Genetik 
  • Faktor biologis
  • Kondisi medis serius
  • Penyalahgunaan narkoba atau alkohol
  • Janin yang terpapar virus atau zat kimia beracun
  • Traumatis
  • Stres berat

Gejala gangguan jiwa 

Orang yang mengalami gangguan jiwa biasanya akan menunjukkan beberapa gejala umum. Meski demikian, gejala spesifik akan mengikuti tergantung jenis gangguan jiwa atau mental yang dialami. Berikut ini beberapa tanda pada orang yang menderita gangguan jiwa. 

  • Penarikan diri atau isolasi dilakukan oleh penderita untuk menghabiskan waktu sendiri. Umumnya, penderita akan mulai kehilangan minat terhadap berbagai halyang sebelumnya disukai. 
  • Perubahan suasana hati terjadi dengan cepat, tak menentu, dan tanpa sebab yang jelas. Penderita dapatmerasa cemas, marah, menangis, bahagia berlebihan dalam waktu dekat.  
  • Perubahan kepribadian menjadi salah satu gejala umum yang muncul. Penderita gangguan jiwa akan berperilaku dan bertindak aneh yang terkadang bahkan tidak masuk akal. 
  • Penderita akan merasa putus asa akan hidup yang dianggap sulit. 
  • Tidak logis dan berlebihan juga dialami oleh penderita gangguan jiwa. Umumnya mereka bisa mengalami halusinasi, meyakini sesuatu tanpa bukti, dan berandai-andai secara berlebihan. 
  • Penderita akan mengabaikan kebersihan dan kerapian diri. Penderita juga bisa tidak peduli pada kesehatan fisiknya sehingga berisiko berperilaku kekerasan, menggunakan narkoba, dan menyalahgunakan alkohol. 

Cara mengatasi gangguan jiwa 

Untuk mengatasi gangguan jiwa pada seseorang diperlukan berbagai cara dan tahapan. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. 

  1. Melakukan pemeriksaan untuk mendapat diagnosis 

Pemeriksaan meliputi berbagai rangkaian yaitu pengecekan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan evaluasi psikologis. Kesemuanya itu nantinya akan digunakan untuk mendapatkan diagnosis akhir. 

  1. Terapi sesuai kebutuhan 

Setelah mendapat diagnosis maka akan diketahui jenis gangguan jiwa yang dialami oleh seseorang. Hal tersebut kemudian menentukan terapi yang perlu dijalani untuk mengatasi gangguan jiwa seseorang. Misalnya , orang yang mengalami gangguan jiwa berupa gangguan kepribadian dependen akan diberikan terapi perilaku kognitif. 

  1. Pemberian obat-obatan pendukung 

Pemberian obat-obatan mungkin dilakukan untuk mengurangi berbagai gejala yang ada. Selain itu, beberapa gangguan jiwa juga bisa memunculkan gejala sakit secara fisik seperti mual dan sakit kepala. Obat-obatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita gangguan jiwa. Misalnya, obat antidepresan akan diberikan pada pasien yang mengalami gejala berupa depresi. 

Untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa, beberapa cara dapat Anda terapkan. Anda perlu meluangkan waktu untuk diri sendiri terutama ketika Anda sangat sibuk dan berisiko mengalami stres. Selain itu, Anda juga harus memenuhi kebutuhan tubuh seperti beristirahat dengan cukup, olahraga teratur, serta mengatur pola makan. Hal lain yang tidak kalah pentingnya yaitu melatih kemampuan diri untuk mengelola stres sehingga Anda dapat mencegah menderita gangguan jiwa. 

Macam-Macam Penyakit yang Menyebabkan Ujung Jari Kesemutan

Macam-Macam Penyakit yang Menyebabkan Ujung Jari Kesemutan

  • November 10, 2020

Setiap orang pasti pernah mengalami kesemutan, termasuk di ujung jari. Kesemutan sebenarnya merupakan kondisi yang wajar. Akan tetapi, bila ujung jari kesemutan terjadi terus menerus, Anda perlu mewaspadai penyebabnya.

Beberapa penyakit bisa menimbulkan gejala berupa kesemutan. Penyakit-penyakit ini bisa saja berbahaya apabila tidak segera ditangani. 

Penyakit yang menyebabkan ujung jari kesemutan

Kesemutan bisa terjadi karena terjadi tekanan pada saraf Anda ketika Anda sedang tidur atau berada pada posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama. Rasa kesemutan sementara dipercaya banyak orang terjadi karena kurangnya sirkulasi darah. Padahal, hal ini disebabkan oleh kompresi saraf.

Karena terjadi pada saraf, rasa kesemutan sementara biasanya akan hilang setelah tekanan pada saraf dilepaskan. Akan tetapi, kesemutan yang terjadi secara berulang bisa disebabkan oleh penyakit yang lebih krusial, seperti: 

  • Carpal Tunnel Syndrome

Penyakit yang satu ini menjadi penyakit yang paling umum menyebabkan ujung jari kesemutan. Kondisi ini akan menyebabkan adanya tekanan pada saraf median di area pergelangan tangan. 

Biasanya, jari-jari yang pertama kali terkena kesemutan akibat gejala carpal tunnel syndrome adalah ibu jari dan telunjuk. Sementara, kelingking tidak pernah turut terpengaruh. 

Bila kondisi ini cukup ringan, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan tertentu. Jika memerlukan pengobatan, Anda mungkin akan dipasangkan alat berupa belat tangan, suntikan steroid ke pergelangan tangan, dan operasi. 

  • Diabetes

Sebenarnya, diabetes tidak langsung membuat seseorang merasakan kesemutan. Akan tetapi, diabetes terkait dengan kondisi diabetik neuropati yang memicu seseorang merasakan kesemutan. 

Kondisi ini cukup umum terjadi. Sebagian besar penderita diabetes tipe 2 di atas usia 60 tahun ke atas mengalami kondisi ini. 

Resiko ini akan semakin meningkat bila Anda memiliki kebiasaan merokok, tidak mengontrol diabetes dengan baik, dan memiliki tekanan darah tinggi atau komplikasi lainnya dari penyakit diabetes, seperti gagal ginjal. 

  • Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang. Kedua organ tubuh ini merupakan organ yang membentuk sistem saraf pusat. Kesemutan dan mati rasa merupakan salah satu gejala yang ditimbulkannya. 

Kondisi ini bisa terjadi saat sel T dalam sistem kekebalan secara keliru menyerang lapisan lemak pelindung mielin yang menutup otak dan sumsum tulang belakang. Karena kondisi ini terjadi akibat kekeliruan sistem kekebalan tubuh, multiple sclerosis dapat dikategorikan sebagia penyakit autoimun.

Menurut penelitian, beberapa orang yang menderita kondisi ini bisa pulih sepenuhnya, sementara sebagian yang lain tidak pernah bisa benar-benar pulih. Penyebab hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. 

  • Fibromyalgia

Fibromyalgia ditandai dengan nyeri muskuloskeletal yang meluas dengan menimbulkan gejala berupa kelelahan, perubahan suasana hati, gangguan ingatan, dan masalah tidur. Kondisi ini juga menjadi penyebab ujung jari kesemutan

Selain kesemutan, Anda akan merasakan nyeri atau rasa sakit. Rasa sakit ini bisa berlangsung sampai berbulan-bulan. 

Tidak hanya itu, penderita fibromyalgia juga dapat mengalami kesulitan atau kemunduran dalam hal kognitif yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan mental. 

  • Penyakit Raynaud

Penyakit yang satu ini menyebabkan pembuluh darah yang sangat kecil di ujung jari-jari Anda menegang dan kejang, terutama ketika Anda sedang flu. Hal inilah yang membuat Anda bisa merasakan kesemutan pada ujung jari. 

Saat mengalami kondisi ini, jari-jari Anda akan mengalami perubahan warna menjadi putih dan dingin. Kemudian, warna jari akan berubah lagi menjadi kebiruan dan menjadi merah cerah saat sirkulasi terbuka kembali.

Hingga saat ini, 90 persen kasus penyakit Raynaud tidak diketahui dengan pasti penyebabnya. Namun, kondisi ini cukup jarang terjadi dan termasuk penyakit yang cukup langka.

Bila Anda merasakan ujung jari kesemutan yang tak terkendali, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. 

Cedera ACL Lebih dari Sekadar Kondisi Lutut Bengkak!

  • October 28, 2020

Laga Liga Inggris pekan kelima antara Everton FC versus Liverpool FC memakan korban. Bek andalan The Reds—julukan Liverpool—Virgil van Dijk mengalami cedera parah setelah diterjang kiper lawan pada menit-menit awal babak pertama. Dia tak dapat melanjutkan pertandingan karena cedera ACL. Beberapa waktu setelahnya, pemain asal Belanda itu mengunggah foto kondisi terkini dengan lutut bengkak.

Cedera ACL tergolong cedera parah. Bahkan, kondisi ini digadang-gadang sebagai mimpi buruk bagi para atlet, khususnya pemain sepak bola. Atlet yang mengalami cedera ACL setidaknya harus menepi untuk mendapat perawatan selama delapan bulan.

ACL atau Anterior Cruciate Ligament adalah bagian utama yang ada di lutut seorang manusia. ACL merupakan satu dari empat ligamen yang menghubungkan tulang tungkai bawah dengan tulang tungkai atas lutut dan menjaga kestabilan.

Fungsinya cukup vital, yakni menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya. Cedera ACL terjadi ketika ligamen itu meregang secara berlebihan hingga robek. Jika jaringan ligamen tersebut mengalami kerusakan, baik robek maupun putus, maka pasien akan sulit berjalan dengan sempurna.

Ligamen tersebut bisa meregang hingga robek lantaran seseorang menjalani aktivitas olahraga dan juga aktivitas yang memberikan tekanan besar kepada lutut. Cedera ini biasanya terjadi ketika seseorang berhenti mendadak dan bergerak ke arah berlawanan, berputar arah dengan tumit tak ikut berputar, mendarat dengan posisi tidak sempurna ketika melompat atau ketika lutut mengalami benturan keras seperti dijegal dalam permainan sepak bola.

Ketika cedera terjadi, kemungkinan akan terdengar bunyi kecil yang diikuti dengan rasa nyeri serta diakhiri dengan lutut bengkak. Yang menjadikan ini sebagai mimpi buruk bagi altet adalah, cedera ACL biasanya juga menyebabkan cedera di jaringan lainnya.

Terjadinya lutut bengkak karena cedera ACL ini disebabkan karena adanya pendarahan di dalam lutut. Setelah itu, bengkak akan diikuti oleh rasa sakit yang sangat parah sehingga tubuh tidak bisa melanjutkan kegiatan.  Namun, terkadang tingkat rasa sakit yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi di ligamen lutut.

Lutut bengkak ini akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan pertolongan pertama yang diberikan tim medis kepada penderita. Akan tetapi cedera ACL tidak hanya sekadar masalah lutut bengkak. Kondisi ini lebih dari itu. Atlet atau siapa pun yang mengalami kondisi ini juga beresiko besar mengalami osteoarthiritis atau peradangan sendi meskipun telah dilakukan operasi.

Bahkan setelah operasi pun penderita harus menjalani serangkaian perawatan, latihan, hingga terapi untuk memastikan kondisi lututnya sembuh dengan sempurna dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.

Selain atlet atau olahragawan, ada beberapa kelompok orang yang memiliki faktor risiko mengalami cedera ACL. Beberapa di antaranya adalah:

Mereka yang memiliki ligamen lemah. Faktor risiko ini dapat disebut pula sebagai ‘bawaan lahir’. Bahwa memang ada orang-orang yang terlahir dengan kondisi ligamen lemah. Hal ini menyebabkan tubuhnya lebih rentan mengalami cedera, terutama pada lutut.

Tidak melakukan pemanasan dengan benar. Pemanasan sebelum memulai aktivitas berat adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Jika Anda tidak melakukan pemanasan dengan tepat, atau malah tidak pemanasan sama sekali, risiko Anda untuk mengalami cedera ACL jauh lebih tinggi.

Tidak dilengkapi dengan peralatan penunjang yang memadai. Penggunaan sepatu olahraga yang tepat juga memengaruhi bagaimana kualitas olahraga seseorang. Apabila Anda memilih sepatu yang salah, Anda lebih rentan mengalami cedera karena sepatu yang Anda kenakan tidak dapat mendukung pergerakan tubuh Anda dengan sempurna.

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa lutut bengkak yang dialami Virgil van Dijk bukanlah inti dari apa yang dialaminya. Namun, jauh di balik itu semua dia harus berjuang untuk dapat mengembalikan ligamen anteriornya agar dapat kembali menendang bola. Yang pasti, kini, Jurgen Klopp sebagai pelatih Liverpool FC harus memutar otak lebih keras untuk mencari pengganti yang sepadan bek andalannya itu.