Informasi Penting Mengenai Cara Swab Antigen

  • September 24, 2021

Saat ini, swab test antigen menjadi metode diagnosis COVID-19 yang paling banyak dipilih karena harganya yang terjangkau dan hasilnya yang cukup akurat. Seiring dengan meningkatnya testing untuk mendeteksi COVID-19 di Indonesia, hasil swab test antigen menjadi salah satu persyaratan yang sering ditemui untuk berkegiatan. 

Jika Anda masih aktif berkegiatan di luar rumah dan bepergian, Anda akan perlu melakukan swab test antigen sebagai salah satu syarat, terutama jika Anda bepergian ke luar kota. Berikut adalah informasi penting yang perlu Anda ketahui mengenai cara swab antigen

Apa Itu Swab Test Antigen?

Swab test antigen adalah tes yang dilakukan untuk diagnosis COVID-19 dengan cara mendeteksi protein yang terdapat pada virus COVID-19. Seperti tes PCR, tes antigen menggunakan swab atau alat usap untuk mengambil sampel lendir dari hidung. Sampel lendir ini kemudian dicampurkan dengan cairan khusus untuk mendeteksi kandungan protein virus COVID-19 di dalamnya. 

Hasil tes antigen bisa didapatkan dalam waktu 15-30 menit, sehingga menjadi pilihan utama untuk testing dengan jumlah banyak dalam waktu singkat, seperti untuk keperluan bepergian. Swab test antigen juga lebih banyak ditemui dibandingkan swab test PCR karena tidak memerlukan peralatan atau laboratorium khusus untuk memeriksa hasilnya. 

Kelebihan dan Kekurangan Swab Test Antigen

Salah satu alasan mengapa swab test antigen lebih banyak dilakukan dibandingkan PCR adalah karena metode tes dan pemeriksaan hasilnya yang lebih sederhana. Hasil tes pun dapat diperoleh dengan cepat. Swab test antigen dapat diketahui hasilnya hanya dalam hitungan menit atau jam, sementara hasil tes PCR dapat membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari jika antrian sedang panjang. 

Metode yang lebih sederhana tersebut juga membuat harga swab test antigen lebih murah dibandingkan PCR. Saat ini, batasan harga tertinggi swab test antigen adalah Rp99.000, sementara swab test PCR masih pada kisaran harga Rp250.000-Rp275.000.

Akan tetapi, metode yang lebih murah, cepat, dan mudah umumnya memiliki kekurangan tersendiri. Saat ini, tingkat akurasi swab test antigen di pasaran masih berada di bawah swab test PCR. Antigen yang terbentuk dalam tubuh ketika terinfeksi COVID-19 baru muncul setelah beberapa hari, sehingga hasil tes antigen yang dilakukan segera setelah berkontak dengan pasien positif akan kurang akurat.

Kapan Perlu Swab Test Antigen?

Jika Anda sering berkegiatan di luar rumah dimana Anda melakukan kontak erat dengan banyak orang, seperti bepergian dengan transportasi umum, dan Anda mulai menunjukkan gejala COVID-19, lakukan swab test antigen sebagai langkah deteksi awal. Swab test antigen juga perlu Anda lakukan dalam beberapa hari setelah Anda melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, baik jika Anda menunjukkan gejala maupun tidak.

Swab test antigen juga bisa Anda lakukan jika Anda merasakan gejala COVID-19 tanpa kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, namun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah tes diperlukan atau tidak.

Jika Anda perlu melakukan aktivitas dimana risiko menularkan COVID-19 sangat tinggi, misalnya bertemu dengan orang yang rentan terkena COVID-19, disarankan bahwa Anda melakukan lebih dari satu kali tes dalam periode waktu tertentu.   

Dimana Saya Bisa Mendapatkan Swab Test Antigen?

Saat ini, banyak laboratorium-laboratorium yang khusus difungsikan untuk tes COVID-19, baik swab test antigen maupun PCR. Laboratorium ini seringkali juga memiliki fasilitas drive-thru sehingga bisa mendapatkan hasil secara lebih cepat dan aman.

Akan tetapi, dengan banyaknya lokasi testing COVID-19 yang baru bermunculan, penting pula untuk mengecek kredibilitas lokasi testing yang Anda pilih. Pilihlah lokasi yang telah menjadi rekomendasi pemerintah setempat atau tergabung dalam fasilitas kesehatan yang jelas, seperti klinik atau rumah sakit.

Anda bisa booking untuk melakukan swab antigen lewat aplikasi SehatQ yang bisa langsung didownload melalui Google Play Store / App Store sekarang.

Inilah Manfaat Melakukan Konsultasi Dokter Online

  • September 2, 2021

Teknologi yang semakin modern, dapat membuat kehidupan banyak orang semakin terjamin, termasuk dalam urusan kesehatan. Hal ini karena pengobatan modern lebih memungkinkan orang untuk bisa hidup lebih lama. Salah satu kemajuan teknologi yang saat ini sangat berguna ketika pandemi COVID-19 seperti saat ini adalah layanan konsultasi dokter online.

Saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, tentu merupakan hal yang berisiko saat kita harus menunggu mendapatkan giliran untuk dipanggil ke ruangan dokter untuk melakukan konsultasi kepada dokter. Saat menunggu panggilan dokter, biasanya kita diminta untuk menunggu dalam ruangan. Hal ini tentu dapat meningkatkan risiko Anda untuk terkena COVID-19. 

Pasien rawat inap yang mendapat follow up tim medis, berpotensi meningkatkan keberhasilan pengobatan

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa melakukan konsultasi dokter online, yang tak hanya membuat Anda lebih mudah untuk berkonsultasi kepada dokter, berikut beberapa manfaat lain dari konsultasi dokter online yang perlu Anda ketahui.

1. Tidak Perlu ke Luar Rumah

Jika Anda ingin memeriksakan diri ke dokter secara offline, Anda harus melakukan perjalanan untuk sampai di ruang dokter. Padahal, dengan menggunakan konsultasi dokter secara online, Anda tidak perlu harus menunggu bus atau membeli bensin untuk mobil Anda. Anda hanya cukup membuka beberapa situs. Anda cukup untuk berbicara dengan dokter tanpa perlu beranjak dari tempat duduk Anda.

Selain itu, hal ini juga sangat berguna jika Anda sedang atau memang tidak memiliki akses transportasi. Apapun alasannya, Anda bisa mendapatkan bantuan medis yang dibutuhkan hanya dengan berkonsultasi dari rumah.

2. Aktif Memeriksa Gejala yang Timbul

Banyak orang ingin mencari tahu mengenai jenis kondisi medis mereka yang alami. Dengan memeriksakan diri kepada dokter meski menggunakan jasa konsultasi dokter online, Anda tetap bisa memiliki peluang yang lebih baik serta mengidentifikasi dan penyebabnya.

3. Lebih Hemat

Konsultasi dokter online pada umumnya dibandrol dengan harga yang terjangkau yang disesuaikan dengan kebutuhan medis Anda. Jika Anda tidak memiliki asuransi kesehatan, melakukan konsultasi dokter online justru dapat menjadi pilihan yang tepat untuk menghemat biaya.

4. Bisa Mendapat Resep Obat

Anda tidak perlu mengunjungi dokter untuk melakukan konsultasi secara tatap muka untuk mendapatkan resep pengobatan. Saat Anda menerima resep, maka Anda akan memerlukan waktu untuk membawa resep tersebut ke apotek terdekat lalu Anda bawa pulang.

Hal ini berbeda dengan konsultasi dokter online. Ya, dengan konsultasi secara online, Anda bisa langsung mendapatkan resep usai melakukan sesi konsultasi. bahkan obat dari resep Anda akan dibelikan dan diberikan kepada Anda dengan menggunakan layanan pengantaran.

5. Terjaga Privasi dan Keamanan

Banyak orang yang tidak terbiasa untuk berbicara dengan dokter saat mereka melakukan konsultasi secara online. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa Anda telah berbicara dengan seseorang yang memiliki keahlian medis, yang dapat membantu Anda memahami kondisi kesehatan Anda.

Sedangkan dokter yang melakukan konsultasinya secara virtual, Anda dapat menggunakan layanan tersebut dengan tenang, karena layanan tersebut menggunakan sistem dan server yang aman. Informasi yang Anda bagikan juga selalu disimpan dengan aman dan terjamin.

6. Nyaman

Pernahkah Anda terbangun di tengah malam dan mengalami gejala yang Anda khawatirkan? Padahal, klinik offline biasanya baru buka keesokan harinya. Sedangkan konsultasi online, Anda bisa menghubungi dokter yang tersedia, tanpa dibatasi waktu.

7. Pelajari Kesehatan Sendiri

Tidak seperti dalam konsultasi tatap muka, konsultasi dokter online justru memaksa Anda untuk lebih paham dengan kondisi kesehatan Anda sendiri. Anda bisa mencoba mencatat atau mengingat gejala yang sedang dialami, dan keluhan yang kini masih dirasakan saat sakit.

Alasan Seseorang Harus Puasa Sebelum Tes MCU Adalah

  • June 23, 2021

Tes MCU adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Ada banyak alasan, atau tujuan, hingga seseorang melakukan tes medical check up. Dan biasanya, sebelum melakukan tes MCU, petugas medis memberikan informasi kepada pasien agar tidak makan dan minum (puasa) sampai waktu pemeriksaan.

Puasa sebelum tes MCU hanyalah satu dari beberapa persiapan yang harus dilakukan seseorang, seperti misalnya memberikan informasi mengenai kesehatan, gaya hidup, dan obat-obatan yang dikonsumsi. 

Alasan mengapa seseorang harus berpuasa sebelum tes MCU adalah untuk memastikan hasil dari pemeriksaan yang akan dijalani menjadi lebih akurat. Kalau kamu masih mengonsumsi beberapa makanan dan minuman ketika melakukan medical check up, dikhawatirkan makanan ataupun minuman yang dikonsumsi memengaruhi hasil pemeriksaan.

Adapun lama puasa yang dijalani calon pasien MCU juga tergantung pada jenis pemeriksaan apa yang akan dilakukan. Namun umumnya, seseorang harus berpuasa 10–12 jam sebelum melakukan pemeriksaan. Jika kamu hanya ingin memeriksa kadar glukosa dalam darah, dokter menganjurkan berpuasa selama 8 jam.

Perlu diketahui bahwa tidak semua pemeriksaan kesehatan atau medical check up diwajibkan untuk berpuasa sebelumnya. Bisanya, pemeriksaan kesehatan tertentu, seperti yang tertulis di bawah ini, yang hampir pasti memerlukan calon pasiennya untuk berpuasa:

  • Tes darah: Untuk melakukan tes darah, biasanya kamu akan diminta untuk melakukan puasa selama 8–16 jam. Setelah itu, baru tes darah dapat dilakukan.
  • Kolonoskopi: Pemeriksaan usus mewajibkan kamu hanya mengonsumsi makanan yang mengandung serat dan air putih selama 2–3 hari sebelum pemeriksaan. Beberapa jam sebelum pemeriksaan, kamu diwajibkan berpuasa dan mengonsumsi obat pencahar.
  • Anestesi: Jika kamu akan melakukan pemeriksaan dengan pembiusan total atau umum, kamu memerlukan berpuasa beberapa jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Gastroskopi: Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi lambung. Biasanya, 6–8 jam sebelum pemeriksaan kamu dilarang untuk mengonsumsi apa pun. Hal ini dilakukan agar dokter dengan lebih mudah melihat kondisi isi lambung serta pendeteksian penyakit pada lambung.

Jika kamu dalam waktu dekat punya niat untuk melakukan tes MCU, kamu bisa melrik tawaran yang diberikan oleh Laboratorium Klinik Caya Depok. Salah satu fasilitas kesehatan di pinggiran Jakarta ini punya paket medical check up screening dasar 1 seharga Rp350.000.

Paket screening dasar 1 tes MCU adalah meliputi pemeriksaan hematologi lengkap; Serum Glutamic Pyruvic Transaminase atau SGPT; kolesterol lengkap; asam urat; glukosa darah; urin lengkap; dan rontgen. Karena pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, calon pasien diwajibkan untuk berpuasa 8-12 jam terutama untuk pemeriksaan cholesterol total, trigliserida, gula darah puasa (kecuali minum air putih) sebelum pemeriksaan dilakukan.

Di akhir, perlu diketahui bahwa medical check up sangat direkomendasiin untuk langkah preventif, semakin dini suatu penyakit terdeteksi, semakin cepat juga pertolongan yang dapat diberikan. Dengan seperti ini, penyakit tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius, sekaligus juga untuk mencegah pertolongan yang lebih rumit.

Kalau kamu tertarik, kamu bisa bisa membeli paket MCU ini di Toko SehatQ dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Paket yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan (non-refundable);
  • Setelah menyelesaikan pembayaran, kamu akan mendapatkan voucher untuk ditukarkan di hadapan petugas faskes saat akan melakukan pemeriksaan;
  • Voucher berlaku 1 (satu) bulan sejak pembelian;
  • Silahkan melakukan booking terlebih dahulu untuk mendapat slot pemeriksaan di rumah sakit atau klinik;
  • Waktu pemeriksaan setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 07:00 hingga 20:00 WIB;
  • Harga yang tertera pada promo belum termasuk biaya administrasi;
  • Pemeriksaan dilakukan oleh perawat profesional dan di verifikasi dokter patalogi klinik.

Jadi, jawaban mengapa seseorang perlu berpuasa sebelum tes MCU adalah agar hasil pemeriksaannya akurat dan sesuai dengan kondisi asli. Dalam kata lain tidak terkontaminasi oleh zat atau bahan-bahan lain yang hadir karena pola konsumsi.