Ini Dia, 7 Alasan Kamu Harus Coba Makan Hummus!

  • September 23, 2020

Apakah Anda pernah mengonsumsi hummus? Hummus adalah makanan khas dari Timur Tengah. Makanan ini berupa saus dan selai Timur Tengah yang sangat populer. Umumnya, hummus dibuat dengan mencampurkan buncis, biji wijen, minyak zaitun, jus lemon, dan bawang putih ke dalam food processor.

Tak hanya memberikan kelezatan, hummus juga memiliki banyak nutrisi yang menyehatkan untuk tubuh. Ada 7 manfaat hummus yang telah terbukti secara ilmiah dan mungkin akan membuat Anda ingin segera mencicipinya. Apa sajakah itu?

  • Hummus super bergizi kaya protein nabati.

Hummus adalah salah satu makanan sumber protein nabati yang menyediakan 7,9 gram protein per porsinya. Tentunya, ini akan menjadikan pilihan yang baik bagi Anda yang sedang menjalani program diet vegetarian atau vegan. Dengan mencukupi kebutuhan protein, akan membantu proses pertumbuhan, pemulihan, dan meningkatan daya tahan tubuh.

Selain itu, hummus juga mengandung asam folat, vitamin B, zat besi, dan fosfor yang penting dalam program diet vegetarian dan vegan. Ini karena penganut diet tersebut mungkin tidak akan memperoleh vitamin dan mineral yang cukup dari makanannya.

  • Efektif mengurangi peradangan.

Peradangan merupakan bagian dari mekanisme tubuh untuk melindungi dari infeksi, penyakit, atau cedera. Namun, terkadang peradangan bisa berlangsung lebih lama dari yang dibutuhkan tubuh atau disebut peradangan kronis dan dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius.

Bahan-bahan untuk membuat hummus dapat membantu melawan peradangan kronis, seperti minyak zaitun, biji wijen, dan buncis yang mengandung tinggi antioksidan, sehingga dapat mengurangi faktor peradangan di dalam tubuh. Bahkan, kekuatan antioksidannya hampir  menyamai obat antiinflamasi pada umumnya, lho.

  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Hummus merupakan sumber serat pangan yang baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Dalam 100 gram hummus, dapat menyediakan kebutuhan serat hingga 6 gram atau sama dengan 24% dari rekomendasi serat harian untuk wanita dan 16% untuk pria.

Serat makanan dapat membantu melancarkan pembuangan feses, memberi makan untuk bakteri sehat di usus, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Fungsi bakteri baik di usus untuk menghasilkan asam lemak butirat yang dapat menutrisi sel-sel saluran pencernaan. Alhasil, kesehatan pencernaan Anda terjaga dengan baik dan terhindar dari serangan kanker.

  • Hummus dapat mengontrol kadar gula darah.

Hummus dapat membantu mengontrol kadar gula darah Anda. Hal ini karena bahan-bahannya sendiri memiliki indeks glikemik yang rendah, seperti buncis. Makanan dengan indeks glikemik rendah dicerna dan diserap lebih lambat dibandingkan dengan makanan indeks glikemik tinggi. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir kadar gula darah akan naik saat mengonsumsi hummus.

  • Mengurangi risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi hummus dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Dua bahan utama yang diduga berperan penting adalah buncis dan minyak zaitun. Bahan-bahan tersebut dapat menekan kadar kolesterol-LDL dan sebagai sumber lemak sehat untuk tubuh, sehingga dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Meskipun begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi terkait hal ini.

  • Menjaga berat badan ideal.

Karena hummus merupakan sumber serat yang baik untuk tubuh, tidak heran jika mengonsumsi makanan ini dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal. Jadi, Anda tidak perlu takut gemuk atau kurus.

Serat makanan terbukti dapat mengurangi kadar hormon kelaparan atau ghrelin. Alhasil, nafsu makan Anda jadi lebih terkontrol dan asupan makan tidak berlebihan. Selain serat, protein dalam hummus juga dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

  • Aman dikonsumsi bagi Anda yang memiliki intoleransi makanan.

Apakah Anda punya intoleransi terhadap makanan tertentu? Misalnya susu, kacang-kacangan, dan gluten. Kabar baiknya, hummus bisa dinikmati oleh hampir semua orang, termasuk penderita intoleransi makanan.

Secara alami, hummus adalah makanan yang bebas gluten, kacang-kacangan, dan susu, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki penyakit celiac, alergi kacang, dan intoleransi laktosa.

Meskipun begitu, Anda tetap harus berhati-hati, sebab orang yang sensitif terhadap FODMAP atau alergi terhadap biji wijen harus membatasi atau menghindari makanan ini.

Inilah 7 alasan Anda harus coba makan hummus. Selain cita rasanya yang khas, makanan asli dari Timur Tengah ini juga menyimpan segudang manfaat kesehatan untuk tubuh Anda.

Bagaimana, tertarik mencoba?

Tips Memilih Tisu Bayi Basah

  • September 11, 2020

Salah satu perlengkapan yang diperlukan orang tua yang baru memiliki anak adalah tisu bayi, khususnya yang basah. Hal ini dikarenakan hampir setiap saat pasti digunakan, terutama saat membersihkan buah hati ketika mau ganti popok. Sekalipun demikian, para orang tua tidak bisa asal memilih tisu basah yang mau digunakan.

Hal ini lantaran bagi bayi yang kulitnya sensitif, menggunakan tisu basah bisa saja menimbulkan efek negatif. Dampak tersebut bisa disebabkan oleh reaksi kulit terhadap bahan-bahan iritatif yang terkandung dalam tisu basah, seperti pewangi, alkohol, dan detergen.

Tisu bayi yang mengandung bahan pengawet dan iritatif bisa memicu munculnya reaksi, seperti gatal-gatal, pengerasan kulit, bengkak, ruam, lecet, melepuh, bahkan kulit menjadi bersisik. Untuk areanya sendiri, biasanya di sela-sela jari, bokong, dan sekitar kelamin. Jika buah hati memunculkan reaksi alergi, sangat disarankan orang tua menggantinya dengan air hangat saja untuk membersihkan anaknya.

Lalu, bagaimana caranya memilih tisu bayi yang aman?

Pertama, merujuk dari penamaannya yang merupakan tisu basah, itu artinya produk harus mengandung air di dalamnya. Hal ini menjadi penting karena bila tidak cermat, orang tua malah menemukan tisu basah yang basahnya karena alkohol, bukan air.

Kedua, yang perlu diperhatikan dalam memilih tisu basah adalah memastikan tisu bayi tersebut tidak mengandung alkohol. Tisu yang mengandung alkohol tentunya sangat berbahaya bagi bayi, terutama yang baru lahir. Sebab, tisu berbahan alkohol bisa membuat kulit bayi mengalami iritasi.

Ketiga, jangan menggunakan tisu basah yang mengandung pewangi atau parfume. Hal ini ditekankan karena di pasaran, banyak produsen tisu basah yang menambahkan pewangi di produknya. Tisu jenis tersebut biasanya diperuntukan untuk orang dewasa. Tetapi, untuk anak yang baru lahir, tisu bayi yang mengandung pengharum tidak bisa digunakan.

Keempat, dalam memilih tisu basah untuk bayi pastikan bahannya aman untuk buah hati. Selain bahan, tentu kualitas secara menyeluruh perlu diperhatikan. Lalu, bagaimana parameter tisu basah yang aman? Tentunya adalah jenis tisu yang berbahan lembut dan tak mudah rusak.

Kelima, terkait kualitas, dalam memilih tisu bayi yang berbahan basah, orang tua perlu memastikan produk yang dipilih sudah teruji secara klinis bahwa tisu basah yang digunakan anti alergi atau hypoallergenic. Hal ini mengingat kulit bayi yang sensitif sangat rentan terkena alergi.

Keenam, tisu basah yang baik untuk bayi adalah tisu yang tidak mengandung bahan pemutih. Untuk merek-merek ternama yang sudah tercatat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), biasanya produk-produknya tidak mengandung bahan pemutih. Hal ini berbeda dengan tisu basah yang belum teregistrasi BPOM.

Ketujuh, dalam menentukan tisu bayi, ada baiknya para orang tua memilih sesuai kebutuhan. Memang tidak ada yang salah jika satu tisu basah digunakan untuk semua keperluan sang buah hati. Tetapi, tidak ada salahnya juga menggunakan tisu sesuai dengan kegunaannya. Hal ini karena ada varian tisu yang kandungannya dikhususkan untuk hal-hal tertentu, seperti khusus mengganti popok atau khusus membunuh kuman.

Kedelapan, yang tidak kalah penting adalah memilih tisu basah yang penutupnya rapat. Sering kali kita temukan tisu basah untuk bayi penutupnya flip-up yang menyebabkan mudah dibuka dan tutup. Ada juga jenis yang isi ulang. Dalam memilih, pastikan produknya memiliki daya perekat atau penutup yang kuat untuk memastikan tisu bayi tidak kotor atau terkontaminasi debu.

Dari penjelasan di atas, terkesan agak rumit dalam memilih tisu bayi. Tetapi, jika dilakukan dengan senang hati, maka yang rumit itu tidak akan terasa. Apalagi, kebutuhan tersebut untuk buah hati sendiri.

Pemutih Wajah Alami Untuk Pria

  • August 31, 2020

Pria menjadi lebih sadar akan kesehatan dan penampilan mereka. Kulit pria menjadi lebih kusam dan kecoklatan karena tumbuhnya jenggot dan alasan lainnya. Oleh karena itu, penting juga untuk menemukan pemutih wajah pria yang tepat.

Kulit mulus tidak lagi menjadi syarat hanya untuk wanita, pria juga mencoba berbagai jenis krim dan lotion untuk mendapatkan kulit yang sempurna. Salah satunya pemutih wajah untuk membuat kulit para pria lebih sehat.

Daripada menggunakan produk kecantikan yang memiliki berbagai bahan kimia, cobalah pemutih wajah natural, yang sangat efektif dan tidak memiliki efek samping. Terutama bagi pria untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah dan sehat. Berikut pemutih wajah natural yang bisa dilakukan baik pria dan wanita:

  • Lemon dan madu

Lemon memiliki khasiat pemutihan yang luar biasa yang dapat memutihkan kulit bahkan yang paling keras sekaligus. Jus lemon juga membantu menjaga wajah bebas minyak untuk waktu yang lama. Madu, di sisi lain, menghilangkan efek asam dari jus lemon dan membuat wajah Anda halus.

Ambil 1 sdt perasan air lemon dan 1 sdt madu organik dalam mangkuk. Aduk rata.  Oleskan campuran ini ke wajah Anda dan biarkan selama 20 menit. Cuci bersih dengan air biasa.

  • Pepaya

Pepaya memiliki berbagai macam manfaat untuk kulit Anda. Pepaya efektif dalam mengurangi pigmentasi hitam dari kulit Anda, mengurangi kerutan, lingkaran hitam, dan sel kulit mati. Gunakan pepaya secara teratur karena bekerja sebagai pemutih wajah secara alami, baik untuk pria dan wanita.

Haluskan pepaya dan oleskan di wajah Anda. Biarkan mengering selama sekitar 15 hingga 20 menit lalu bersihkan dengan air hangat. Gunakan metode ini setidaknya dua kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Daripada menggunakan produk mahal, sebaiknya pilih cara alami untuk mendapatkan kulit cerah, karena bahan alami tidak memiliki efek samping.

Jika Anda ingin mendapatkan kulit putih alami dengan cepat, maka Anda harus mencoba tips di atas untuk mendapatkan kulit yang cerah. Semua metode alami diatas telah dicoba dan diuji sebagai salah satu pemutih wajah yang efektif. Banyak pria dan juga wanita mendapatkan hasil yang nyata setelah melakukan tip tersebut.

Ingat, pemutih wajah yang mengandung berbagai bahan kimia akan memberikan efek pada kulit Anda. Lakukan cara alami dan Anda akan mendapatkan hasil maksimal dan juga memuaskan.

Ciri dan Perbedaan Miopi dan Hipermetropi, Ini Penjelasannya

  • August 24, 2020

Salah satu gangguan penglihatan yang umumnya dialami oleh banyak orang, yaitu miopi (rabun dekat) dan hipermetropi (rabun jauh). Kedua gangguan penglihatan ini tergolong dalam kelainan refraksi mata, yang berarti kelainan pada kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya pada retina. Memang, kedua kelainan mata ini sering kali dianggap tidak begitu serius atau membahayakan, namun gangguan mata yang tidak diatasi tentu akan semakin mengganggu aktivitas Anda. Sebagai alternatif, banyak orang menggunakan kacamata atau lensa kontak sebagai alat bantu.

Ciri-ciri miopi dan hipermetropi, manakah kelainan mata yang saya alami?

Kelainan mata miopi dan hipermetropi memiliki cirinya masing-masing. Informasi selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

  • Rabun jauh (miopi), umumnya ditandai dengan beberapa kondisi, yaitu:
  • Kesulitan melihat dengan jelas objek yang berada dalam jarak jauh.
  • Mengalami kesulitan ketika membaca rambu lalu lintas saat mengendarai kendaraan, khususnya ketika malam hari
  • Jika terjadi pada anak, biasanya ditandai dengan kesalahan ketika membaca atau melihat suatu objek, seperti tulisan pada papan tulis di sekolah.
  • Menggosok dan mengedipkan mata secara lebih intens.
  • Menonton tv atau menatap layar komputer dalam jarak yang sangat dekat.
  • Sering kali memicingkan mata atau menutup salah satu mata untuk melihat objek dalam jarak jauh.
  • Rabun dekat (hipermetropi), biasanya memiliki gejala atau ciri, seperti:
  • Rasa tidak nyaman ketika atau mengalami sakit kepala ketika melakukan aktivitas dengan kemampuan penglihatan dalam jarak dekat, seperti menggambar, menulis, membaca, atau menggunakan komputer.
  • Dapat melihat objek dalam jarak jauh secara lebih jelas.
  • Kesulitan melihat objek pada jarak dekat.
  • Kerap kali memicingkan mata ketika melihat objek dalam jarak dekat
  • Kesulitan ketika membaca huruf berukuran kecil, seperti pada buku, dan secara tidak sadar menjauhkan buku tersebut agar tulisan dapat jelas terbaca.

Di mana letak perbedaan miopi dan hipermetropi? Seperti apa sebenarnya proses penglihatan dengan kelainan mata ini?

Telah disebutkan bahwa, kelainan mata miopi dan hipermetropi ini terletak pada ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya ke retina mata. Meskipun begitu, terdapat beberapa perbedaan di antara dua kondisi ini.

Miopi (rabun jauh) terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh dan ditempatkan tepat di depan retina. Kondisi ini membuat penderita miopi mengalami kesulitan ketika melihat objek dalam jarak jauh.

Diketahui bahwa penyebab terjadinya miopi belum ditemukan secara spesifik. Namun, adanya gangguan pada panjang bola mata, lensa, dan kornea, dapat berkontribusi menyebabkan kelainan mata ini terjadi. Di samping itu, faktor genetik juga dikatakan berperan cukup penting, karena umumnya orang tua yang merupakan penderita miopi, akan menurunkan kelainan mata ini pada anaknya. Kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang cukup lama dan tidak mendapatkan sinar matahari alami secara cukup, juga dapat memparah kondisi ini.

Sementara itu, hipermetropi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata, difokuskan ke area belakang mata. Kondisi ini dipicu oleh pendeknya bola mata dan kurangnya kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya, hingga bentuk kornea mata yang tidak lazim.

Baik miopi maupun hipermetropi dapat diatasi, baik dengan operasi, kacamata, atau lensa kontak sekali pun. Meskipun begitu, Anda tetap harus mengonsultasikan permasalahan penglihatan ini dengan dokter agar mendapat penanganan dan perawatan sesuai.

Cara Praktis Membasmi Penyebab Mata Ikan

  • March 28, 2020

Mata ikan adalah sejenis kutil yang tumbuh di permukaan kulit. Lokasinya bisa tumbuh dimana saja seperti di telapak tangan atau di telapak kaki. Mata ikan biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, namun jika terdapat di area tubuh yang terbuka dapat mengganggu penampilan. Selain itu, jika timbul di telapak kaki, mata ikan bisa menimbulkan nyeri karena tertekan saat berjalan atau berdiri. Sangat mengganggu kan? Lalu, bagaimana cara membasmi penyebab mata ikan? Simak ulasan berikut ini.

Cara membasmi penyebab mata ikan

Meskipun gampang sekali ditularkan, penyebab mata ikan ini cukup mudah diatasi. Cara-cara ini bisa Anda lakukan di rumah.

  1. Asam salisilat

Obat untuk menghilangkan mata ikan dapat kamu beli dengan mudah di apotek. Pilih obat yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat bekerja menghilangkan mata ikan dengan mengikis kulit mata ikan sedikit demi sedikit sampai benar-benar hilang. Demi mempercepat penyembuhan mata ikan, Anda dapat mengaplikasikan obat yang mengandung asam salisilat ini 2 kali sehari setiap hari. Agar kerja obat lebih maksimal, Anda dapat merendam bagian tubuh yang terkena mata ikan dalam air hangat selama 10 menit sebelum mengaplikasikan obat ini.

  • Menggunakan plester duct tape

Cara ini terbilang cukup unik. Kamu dapat menempelkan mata ikan dengan plester duct tape atau sejenis lakban dan menggantinya 2 kali sehari.Namun bila mata ikan tumbuh di kaki, disarankan untuk mengganti plester lebih sering agar mata ikan lebih cepat menghilang. Plester yang ditempel dan kemudian dilepas dapat membantu mengikis kulit mata ikan. Rata-rata mata ikan akan menghilang dalam 28 hari setelah menggunakan cara ini. Meskipun terdengar meragukan, namun penelitian membuktikan  bahwa cara ini bahkan lebih efektif dibandingkan cryotherapy, yaitu sebuah prosedur medis untuk menghilangkan mata ikan.

  • Larutan povidone iodine

Cara ini patut dicoba karena penelitian menunjukkan produk yang mengandung Povidone Iodine jika diaplikasikan secara rutin dua kali sehari dapat menghilangkan mata ikan dalam 12 minggu. Selain itu, produk obat yang mengandung Povidone Iodine dapat kamu beli dengan mudah di toko obat terdekat.

Jangan Sembarang Batuk! Ini Dia Etika Batuk yang Perlu Diperhatikan

  • February 6, 2020

Batuk pada dasarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan sumbatan yang berada di saluran pernapasan. Dalam kasus tertentu, batuk dapat menjadi pertanda adanya penyakit tertentu. Tidak jarang, banyak orang yang mengalami batuk dan disertai dengan penyakit lain, seperti flu.

Serupa dengan flu, batuk juga kerap kali menular. Seseorang yang tidak mengetahui etika batuk yang benar berisiko menularkan batuk pada orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan etika batuk agar penularan penyakit dapat dibatasi dan tidak semakin melebar.

Etika batuk yang perlu diperhatikan

Ketika Anda sedang tidak enak badan dan sering mengeluarkan batuk, terutama jika Anda berada di tengah kerumunan, beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Siap sedia masker dan gunakan masker selalu.
  • Tidak tidak mengenakan masker, maka tutuplah mulut dan hidung menggunakan tisu ketika batuk. Jika tidak terdapat tisu di sekitar Anda, maka tutuplah hidup dan mulut dengan siku bagian dalam.
  • Jangan batuk di depan wajah orang lain, melainkan palingkanlah wajah Anda ketika sedang batuk.
  • Buanglah tisu yang telah Anda gunakan untuk menutup hidung dan mulut Anda ketika batuk ke tempat sampah.
  • Cuci bersih tangan Anda dengan air mengalir dan sabun maupun hand sanitizer.
  • Jika Anda belum mencuci tangan, usahakan untuk tidak memegang barang yang digunakan bersama-sama dengan orang lain maupun menyentuh orang lain.
  • Jika memang Anda telah terlanjur menyentuh benda tersebut, bersihkan segera menggunakan desinfektan.
  • Ketika Anda sedang sakit, usahakan untuk menjaga jarak dengan orang lain hingga kondisi Anda telah membaik.

Mengingat fakta bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) cenderung bertransformasi menjadi epidemi dan pandemi, etika batuk ini perlu Anda terapkan agar air liur yang dikeluarkan ketika Anda batuk tidak menyebar dan menyebabkan orang lain tertular. Tidak hanya etika batuk, namun juga kebersihan saluran pernapasan juga perlu untuk diperhatikan. Tindakan ini perlu untuk dilakukan agar sumber infeksi potensial dapat dikendalikan.