Ciri dan Perbedaan Miopi dan Hipermetropi, Ini Penjelasannya

  • August 24, 2020

Salah satu gangguan penglihatan yang umumnya dialami oleh banyak orang, yaitu miopi (rabun dekat) dan hipermetropi (rabun jauh). Kedua gangguan penglihatan ini tergolong dalam kelainan refraksi mata, yang berarti kelainan pada kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya pada retina. Memang, kedua kelainan mata ini sering kali dianggap tidak begitu serius atau membahayakan, namun gangguan mata yang tidak diatasi tentu akan semakin mengganggu aktivitas Anda. Sebagai alternatif, banyak orang menggunakan kacamata atau lensa kontak sebagai alat bantu.

Ciri-ciri miopi dan hipermetropi, manakah kelainan mata yang saya alami?

Kelainan mata miopi dan hipermetropi memiliki cirinya masing-masing. Informasi selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

  • Rabun jauh (miopi), umumnya ditandai dengan beberapa kondisi, yaitu:
  • Kesulitan melihat dengan jelas objek yang berada dalam jarak jauh.
  • Mengalami kesulitan ketika membaca rambu lalu lintas saat mengendarai kendaraan, khususnya ketika malam hari
  • Jika terjadi pada anak, biasanya ditandai dengan kesalahan ketika membaca atau melihat suatu objek, seperti tulisan pada papan tulis di sekolah.
  • Menggosok dan mengedipkan mata secara lebih intens.
  • Menonton tv atau menatap layar komputer dalam jarak yang sangat dekat.
  • Sering kali memicingkan mata atau menutup salah satu mata untuk melihat objek dalam jarak jauh.
  • Rabun dekat (hipermetropi), biasanya memiliki gejala atau ciri, seperti:
  • Rasa tidak nyaman ketika atau mengalami sakit kepala ketika melakukan aktivitas dengan kemampuan penglihatan dalam jarak dekat, seperti menggambar, menulis, membaca, atau menggunakan komputer.
  • Dapat melihat objek dalam jarak jauh secara lebih jelas.
  • Kesulitan melihat objek pada jarak dekat.
  • Kerap kali memicingkan mata ketika melihat objek dalam jarak dekat
  • Kesulitan ketika membaca huruf berukuran kecil, seperti pada buku, dan secara tidak sadar menjauhkan buku tersebut agar tulisan dapat jelas terbaca.

Di mana letak perbedaan miopi dan hipermetropi? Seperti apa sebenarnya proses penglihatan dengan kelainan mata ini?

Telah disebutkan bahwa, kelainan mata miopi dan hipermetropi ini terletak pada ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya ke retina mata. Meskipun begitu, terdapat beberapa perbedaan di antara dua kondisi ini.

Miopi (rabun jauh) terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh dan ditempatkan tepat di depan retina. Kondisi ini membuat penderita miopi mengalami kesulitan ketika melihat objek dalam jarak jauh.

Diketahui bahwa penyebab terjadinya miopi belum ditemukan secara spesifik. Namun, adanya gangguan pada panjang bola mata, lensa, dan kornea, dapat berkontribusi menyebabkan kelainan mata ini terjadi. Di samping itu, faktor genetik juga dikatakan berperan cukup penting, karena umumnya orang tua yang merupakan penderita miopi, akan menurunkan kelainan mata ini pada anaknya. Kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang cukup lama dan tidak mendapatkan sinar matahari alami secara cukup, juga dapat memparah kondisi ini.

Sementara itu, hipermetropi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata, difokuskan ke area belakang mata. Kondisi ini dipicu oleh pendeknya bola mata dan kurangnya kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya, hingga bentuk kornea mata yang tidak lazim.

Baik miopi maupun hipermetropi dapat diatasi, baik dengan operasi, kacamata, atau lensa kontak sekali pun. Meskipun begitu, Anda tetap harus mengonsultasikan permasalahan penglihatan ini dengan dokter agar mendapat penanganan dan perawatan sesuai.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*