Depresi? Cari Bantuan Dialogika Consulting Segera

  • May 4, 2021
dialogika consulting

Sedih, merasa tertekan, dan hilangnya ketertarikan akan aktivitas sehari-hari merupakan perasaan yang cukup akrab bagi banyak dari kita. Namun, apabila perasaan tersebut terus menerus ada dan memengaruhi hidup Anda secara substansial, ada kemungkinan Anda menderita depresi dan perlu mendapatkan bantuan dari Dialogika Consulting segera. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi merupakan penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Kondisi ini dapat memengaruhi orang dewasa, remaja, dan bahkan anak-anak. Artikel ini akan membahas seputar depresi dan mengapa Anda perlu mendapatkan bantuan profesional apabila menderitanya. 

Depresi adalah gangguan suasana hati yang melibatkan rasa kesedihan dan hilangnya ketertarikan yang terus menerus terjadi. Kondisi ini berbeda dengan fluktuasi suasana hati yang banyak orang sering jumpai. Kejadian hidup yang besar, misalnya kehilangan pekerjaan dan kematian orang yang dicintai, dapat menyebabkan depresi. Carilah bantuan Dialogika Consulting apabila Anda menderita gejala depresi seperti suasana hati yang menurun, berkurangnya ketertarikan akan hal-hal yang tadinya disukai, hilangnya keinginan seksual, perubahan nafsu makan, pertambahan atau penurunan berat badan yang tidak diniati, terlalu banyak atau sedikit tidur, agitasi dan gelisah, kelelahan atau hilangnya energi, sulit berpikir atau berkonsentrasi dan membuat keputusan, serta berpikir untuk melakukan bunuh diri dan/atau mencoba melakukan percobaan bunuh diri. 

  • Pada wanita

Depresi dua kali lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan dengan pria. Hal ini menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Adapun gejala depresi yang lebih sering muncul pada wanita di antaranya adalah mudah marah, kecemasan, perubahan suasana hati, kelelahan, dan terus menerus memiliki pikiran yang negatif. Beberapa jenis depresi yang hanya terjadi pada wanita di antaranya adalah depresi postpartum dan gangguan premenstrual dysphoric. 

  • Pada pria

Di Amerika Serikat, sekitar 9 persen dari populasi pria di sana memiliki perasaan depresi atau kecemasan, menurut Asosiasi Psikologi Amerika. Pria yang menderita depresi memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengonsumsi alkohol secara berlebih dibandingkan dengan wanita. Selain itu, pria juga akan menunjukkan kemarahan, serta melakukan aktivitas yang berisiko sebagai hasil dari gangguan tersebut. Gejala lain depresi pada pria di antaranya adalah menghindari keluarga atau situasi sosial, bekerja tanpa kenal lelah, memiliki kesulitan dalam bekerja atau memenuhi tanggung jawab keluarga, dan menunjukkan perilaku penuh kontrol dan kasar dalam suatu hubungan. 

  • Pada mahasiswa

Masa kuliah memang penuh stres, dan seseorang dapat menghadapi budaya, gaya hidup, dan pengalaman lain untuk pertama kalinya. Beberapa mahasiwa akan memiliki kesulitan untuk menghadapi perubahan tersebut, dan mereka dapat menderita depresi, kecemasan, atau keduanya sebagai hasilnya. Gejala depresi pada mahasiswa di antaranya adalah kesulitan berkonsentrasi pada tugas-tugas kuliah, insomnia atau sulit tidur, terlalu banyak tidur, berkurangnya atau meningkatnya nafsu makan, dan menghindari situasi atau aktivitas sosial yang tadinya mereka sukai. 

  • Pada anak-anak

CDC memperkirakan di Amerika Serikat, 3,2 persen anak dan remaja usia 3-17 tahun memiliki diagnosis depresi. Pada anak, gejala depresi di antaranya adalah menangis, menurunnya energi, dan perilaku menentang orang tua. 

Depresi merupakan sebuah kondisi yang dapat dirawat. Dalam mengendalikan gejala yang dimiliki,  ada tiga komponen yang harus dilibatkan, yaitu dukungan dari keluarga, psikoterapi dari Dialogika Consulting, dan perawatan obat (dokter dapat meresepkan antidepresan). Antidepresan dapat membantu merawat depresi ringan hingga parah. Beberapa antidepresan tersebut adalah SSRI, MAOI, antidepresan tricyclic, antidepresan atypical, dan SNRI. 

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*