Efek Minum Kopi dan Teh Dicampur

  • February 26, 2021
kopi dan teh

Terkadang seseorang biasa mengonsumsi kopi dan teh dalam waktu yang berdekatan, bahkan tak jarang kedua jenis minuman ini dicampur menjadi satu. Mengonsumsi teh maupun kopi biasa dilakukan ketika menikmati waktu santai, bisa bersama teman, keluarga hingga kekasih. Namun perlu diketahui bahaya tidaknya jika kedua jenis bahan ini dicampur menjadi satu minuman.

Perpaduan dua jenis bahan minuman ini populer dengan nama Yuanyang, alih-alih memberikan dampak negatif bagi tubuh. Campuran kedua bahan ini menjadi satu minuman justru memberi efek baik bagi kesehatan tubuh. Kopi yang erat kaitannya sebagai penangkal kantuk, sementara teh diklaim mampu menyegarkan pikiran yang sedang penat.

Dampak Kopi dan Teh Dicampur

Yuanyang merupakan minuman dengan campuran antara kopi yang biasanya berjenis robusta dengan black tea dan susu kental manis. Menurut seorang peneliti, Jansen Ongko, MSc, RD, minuman ini mengandung teobromin dan kafein yang dampaknya ternyata baik untuk kesehatan tubuh, khususnya organ-organ vital seperti jantung.

Teobromin merupakan komponen alami yang bisa mencegah penyakit jantung dengan cara melebarkan pembuluh darah, sehingga darah dapat mengalir dengan lancar ke organ vital tubuh. Sementara itu kafein, mampu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kemungkinan kehilangan ingatan di usia tua.

Meski demikian, di samping manfaat positif yang didapat ada juga efek negatif dari jenis minuman seperti ini. Informasi lain menyebutkan bahwa konsumsi campuran minuman yang sama-sama mengandung kafein bisa membuat peminumnya overdosis kafein.Untuk jangka panjang, risiko yang muncul bahkan bisa menimbulkan kerusakan saraf, ketergantungan dan pusing.

Hal ini tak ditampik oleh jansen, karena memang baik kopi dan juga teh sama-sama mengandung kafein. Meski demikian jika dikonsumsi dengan dosis yang tepat maka minuman ini justru memberikan manfaat kesehatan, seperti yang sudah dijelaskan di atas manfaat didapat jika tidak berlebihan dalam mengkonsumsinya.

Jansen menyarankan dosis konsumsi kafein untuk orang dewasa sebanyak 200-300 mg setiap hari, namun jangan serta merta mengonsumsinya setiap hari. Karena perlu diketahui jika kafein memiliki salah satu efek yang harus diwaspadai, yakni ketergantungan. Kafein akan memberikan manfaat baik bagi tubuh apabila konsumsinya tepat.

Reaksi kafein berlebih bagi tubuh bisa membuat si peminum menjadi cemas, debar, gelisah, sulit tidur dan bahkan pingsan. Pastikan konsumsi minuman ini tidak lebih dari tujuh cangkir setiap harinya, banyak orang mengkonsumsi kopi dengan alasan agar mencegah kantuk saat beraktivitas, hal inilah yang dimaksud dengan kecanduan kopi.

Pengganti Kopi dan Teh

Memangkas asupan kopi juga teh bagi penikmatnya sudah pasti bukan hal yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Terdapat beberapa minuman alternatif pengganti dari jenis ini, salah satunya jika seseorang ingin agar tetap terjaga dari kantuk. Berikut beberapa jenis minuman yang bisa membuat seseorang tetap melek.

  • Matcha Tea

Merupakan hasil bubuk hijau yang dihasilkan ketika menumbuk daun teh muda, bahan ini bisa dijadikan minuman pengganti kopi. Sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin menghindari efek kecemasan setelah meminum kopi. Matcha Tea mengandung kafein dan L-theanin atau asam amino yang efeknya memberi ketenangan pikiran.

  • Teh Hijau

Selain menjaga dari kantuk, seseorang yang mengonsumsi teh hijau cenderung jauh dari risiko penyakit berbahaya. Seperti kanker kandung kemih, payudara, paru-paru, perut, pankreas hingga usus besar. Dalam sebuah penelitian, konsumsi teh hijau juga membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*