Fakta-Fakta Terkait Operasi Spinal Fusion

  • July 23, 2020

Tulang belakang adalah penunjang kehidupan seorang manusia. Keberadaan, dengan segala fungsinya, memungkinkan manusia, juga makhluk vertebrata lain menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan tulang belakang kehilangan fungsinya. Jika sudah demikian, operasi kadang jadi tindakan yang harus diambil dokter. Operasi itu disebut spinal fusion.

Lebih detail, spinal fusion adalah tindakan yang dilakukan dengan menyambung beberapa ruas tulang belakang seseorang. Fungsinya mungkin seperti pen pada prosedur penyembuhan patah tulang, yakni mencegah terjadinya gerakan pada tulang yang disasar.

“Tulang tambahan” yang digunakan untuk mengisi ruang kosong di tulang belakang itu memang mengurangi kelenturan tulang belakang, tetapi spinal fusion ampuh mengatasi gangguan pada tulang belakang seseorang.

Selain sekelumit fakta mengenai spinal fusion di atas, berikut ini adalah fakta-fakta lain mengenai prosedur operasi ini:

  1. Operasi Spinal Fusion Tak Butuh Sayatan Lebar

Saat ini, metode spinal fusion tak lagi seperti sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu. Kini, spinal fusion tak lagi jadi sesuatu yang harus ditakutkan. Dahulu, spinal fusion melibatkan sayatan besar di punggung untuk mengekspos tulang belakang, kemudian memotong, dan menarik otot-otot tulang belakang yang tebal.

Dengan adanya perkembangan, ahli bedah kini hanya memerlukan sayatan kecil (1 hingga 2 inci) dan melakukan efisiensi dengan tidak banyak interaksi dengan organ lain unruk mencapai tulang belakang. Mikroskop memungkinkan dokter untuk melihat daerah tersebut lebih jelas dan membantu pekerjaannya menjadi lebih mudah.

Spinal fusion saat ini membuat pasien tak kehilangan banyak darah, rasa sakit pascaoperasi yang minim, risiko infeksi yang lebih rendah, rawat inap yang lebih pendek, dan pemulihan yang lebih cepat. Jika dahulu setidaknya butuh satu minggu perawatan sebelum pasien diperbolehkan pulang, kini cukup satu hari saja.

  • Jaminan Pasien Pulih dengan Sempurna

Mungkin banyak dari pasien yang khawatir mereka tak dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala setelah menjalani spinal fusion. Namun, faktanya berkata lain. Pada tahap dan kondisi tertentu, mereka yang menjalani spinal fusion tetap dapat “hidup normal” dengan segala aktivitasnya.

Kondisi itu adalah untuk spinal fusion yang hanya melibatkan satu atau dua level (setiap vertebra mewakili level tulang belakang), yang terdiri dari sekitar 80 persen dari semua spinal fusion yang dilakukan.

  • Spinal Fusion Bukan “Jalan Pertama”

Para penderita gangguan tulang belakang sebenarnya tak selalu harus melakukan operasi spinal fusion ketika pertama kali mendatangi fasilitas kesehatan. Spinal fusion biasanya menjadi upaya kesekian setelah terapi fisik, suntikan tulang belakang, dan/atau terapi obat tak kunjung berbuah hasil.

Di sini, kecermatan dan kompetensi dokter amat dibutuhkan. Pasalnya, bagaimana dia membaca kondisi pasien punya andil yang besar bagi besar dan kecilnya kemungkinan kesembuhan pasien.

  • Biar Bagaimanapun, Spinal Fusion Adalah Upaya Terbaik

Sudah banyak penelitian yang mengonfirmasi bahwa pasien yang mendapat tindakan spinal fusion mendapatkan hasil yang baik. Banyak dari mereka yang tak lagi mengalami keluhan di tulang belakangnya ketimbang mereka yang dirawat secara non-bedah.

Fusion juga terbukti sebagai pengobatan yang sangat efektif untuk ketidakstabilan atau cacat tulang belakang. Akan tetapi, tindakan ini harus benar-benar ditangani oleh ahli bedah tulang belakang yang berkualifikasi yang dapat menentukan perawatan terbaik berdasarkan kondisi spesifik pasien.

  • Sayangnya, Tidak Semua Keluhan Tulang Belakang Mampu Diakomodir Spinal Fusion

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, spinal fusion mungkin dapat memberikan hasil terbaik kepada pasien yang mengalami keluhan tulang belakang, seperti kelainan tulang belakang, patah tulang belakang, atau kondisi-kondisi lain terkait posisi dan konstruksi tulang belakang.

Namun, untuk masalah tulang belakang lantaran artritis, penyembuhannya tak semudah itu. Pasalnya, meski telah dilakukan spinal fusion, kondisi itu membuat masalah lebih kompleks di tulang belakang seseorang.

Spinal fusion tidak bisa mengubah perkembangan alami radang sendi di daerah lain di tulang belakang, meski faktanya tindakan medis ini dapat mengatasi pembedahan dengan area spesifik dan mengurangi gejala secara efektif.

***

Itulah beberapa fakta terkait tindakan operasi spinal fusion untuk mengatasi beberapa masalah pada tulang belakang seseorang. Kendati dinilai ampuh, spinal fusion tetap memiliki cela. Oleh karenanya, konsultasi dan diagnosis oleh tenaga medis kompeten menjadi pedoman penting sebelum seseorang menjalani tindakan ini.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*