Gangguan Stress Akut dan Gejala yang Dialami Penderitanya

  • October 15, 2020

Gangguan stres akut atau dikenal dengan istilah acute stress disorder (ASD) merupakan kondisi kesehatan mental yang terjadi setelah penderitanya mengalami, melihat atau menyaksikan peristiwa yang traumatis.

Meskipun masing-masing orang akan merespons kejadian traumatis dengan cara yang berbeda-beda, namun tetap penting untuk mewaspadai potensi efek psikologis dan juga fisik yang mungkin saja terjadi setelahnya.

Umumnya gangguan stres akut atau ASD ini terjadi dalam satu bulan setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis dan berlangsung setidaknya tiga hari hingga satu bulan. Jika gejala gangguan stres akut ini berlangsung hingga lebih dari satu bulan, maka ASD ini mungkin saja berkembang menjadi Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut juga gangguan stres pascatrauma.

Gejala dan Tanda Seseorang Menderita Gangguan Stres Akut

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi kelima, untuk mendiagnosis seseorang mengalami ASD haruslah memenuhi lima kriteria berikut ini.

  1. Kriteria Pertama

Kriteria pertama ini bisa dilihat dari bagaimana pemaparan penderita terhadap ancaman kematian, cedera serius, ataupun pelecehan seksual melalui satu atau beberapa cara yang disebutkan berikut ini:

  • Menyaksikan kejadian yang terjadi pada orang lain secara langsung
  • Mengalami kejadian atau peristiwa yang traumatis secara personal
  • Pada kasus misalnya orang terdekat mengalami ancaman kematian dan kejadiannya sangat berat berupa kejadian. Sehingga penderita mempelajari kejadian atau peristiwa yang terjadi tersebut.
  • Mengalami paparan yang ekstrem atau terus menerus terpapar rincian-rincian kejadian traumatis yang tidak disukai.
  • Kriteria Kedua

Pada kriteria kedua ini, ada lima kategori yang muncul dan menjadi lebih buruk setelah seseorang mengalami kejadian yang traumatis. Berikut lima kategori beserta gejalanya.

  • Gejala gangguan

Gejala ini biasanya akan dialami oleh seseorang berupa munculnya mimpi-mimpi yang berhubungan dengan peristiwa traumatis secara terus menerus dan mengganggu.

Penderita biasanya juga akan mengalami gangguan-gangguan psikologis yang tetap setelah terjadinya peristiwa traumatis tersebut. Seseorang tersebut juga mungkin mengalami reaksi-reaksi disosiatif yang membuat dia seolah-olah mengalami kejadian traumatis tersebut kembali atau seperti kulasan balik kejadian.

Gejala lainnya seseorang akan merasa terganggu dengan memori atau kenangan akan peristiwa traumatis yang dialami dan akan muncul tiba-tiba serta berulang-ulang.

  • Suasana hati yang negatif

Biasanya seseorang tidak memiliki kemampuan untuk merasakan emosi positif secara terus menerus. Misalnya seseorang tidak bisa merasakan rasa senang, rasa cinta, atau merasa puas.

  • Penghindaran

Penghindaran berupa adanya usaha seseorang untuk menghindari dan melupakan memori yang buruk yang bisa memicu ingatan, pikiran serta perasaan yang mengganggu, biasanya yang berhubungan dengan peristiwa traumatis yang dialami oleh seseorang.

Selain itu, ada juga usaha-usaha untuk menghindari ingatan, pemikiran dan juga perasaan yang ada hubungannya dengan kejadian atau peristiwa traumatis yang dia alami.

  • Gejala Disosiatif

Gejala disosiatif ini memiliki gejala tidak mampu untuk mengingat hal-hal penting dari peristiwa traumatis yang dialami. Hal ini biasanya dialami akibat gangguan amnesia disosiatif, bukan karena faktor yang lain seperti cedera kepala, dan sebagainya.

Selain itu juga seseorang biasanya memiliki persepsi akan realita di diri individu atau di sekitar individu yang dirubah. Misalnya melihat diri sendiri dari perspektif orang lain, merasa linglung, atau bahkan merasa waktu berjalan lambat.

  • Stimulasi Tubuh

Gejala untuk kategori ini berupa panca indera seseorang lebih sensitif sehingga individu akan berperilaku ekstrem, mengalami kesulitas tidur, akan merespon kaget secara berlebihan, dan berperilaku mudah kesal atau pun ekspresi kemarahan lainnya.

  • Kriteria Ketiga

Setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, durasi gejala yang dialami ada pada rentang tiga hari hingga satu bulan. Akan tetapi gejala tersebut bisa dirasakan langsung setelah kejadian dan harun tetap ada setidaknya tiga hari.

  • Kriteria Keempat

Gejala yang dialami tersebut menyebabkan adanya gangguan yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan individu seperti sosial, pekerjaan dan aspek lainnya.

  • Kriteria Kelima

Gejala yang dialami pada kategori kelima ini tidak bisa dikaitkan dengan efek fisiologis dari zat tertentu atau kondisi medis tertentu, dan tidak juga diakibatkan oleh gangguan psikologis singkat.

Orang-orang biasanya menderita gangguan stres akut setelah mengalami satu atau lebih peristiwa atau kejadian  yang traumatis. Jika gejala-gejala tersebut dialami dan lebih dari satu bulan, sebaiknya periksakan ke dokter atau psikiater untuk mendapatkan penanganan. Sehingga mecegah berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*