Gigi Besar dan Macam-macam Penyakit yang Memicunya

  • August 31, 2021

Anda mungkin berasa kondisi gigi besar bukanlah suatu masalah. Namun dalam dunia medis, kondisi ini termasuk penyakit yang bisa berpengaruh pada penampilan sampai efek rasa nyeri. Bahkan tidak jarang, kondisi gigi besar menarik perhatian lebih karena berhubungan dengan suatu penyakit. 

Pada dasarnya, gigi besar merupakan kondisi yang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Walaupun memang, kebiasaan masa kecil seperti mengisap dot yang terlalu lama juga rentan menimbulkan masalah ini. Selain pada hal-hal tersebut, gigi besar atau makrodontia juga berhubungan dengan suatu penyakit yang lebih serius. 

Berikut ini adalah beberapa penyakit maupun sindrom yang bisa memicu munculnya gigi besar pada area mulut Anda. Tentunya jika hal ini terjadi pada Anda ataupun orang-orang di sekitar Anda, penanganan terkait penyakit yang memicunya yang harus diutamakan. 

Sindrom Otodental 

Gigi besar bisa disebakan oleh adanya sindrom otodental. Biasanya, orang-orang yang memiliki sindrom ini akan mengalami pembentukan gigi besar di bagian taring dan geraham. Ukurannya pun sangat besar sehingga mengganggu kenyamanan Anda dalam menutup mulut ataupu mengunyah. Namun, kondisi sindrom otodental sendiri merupakan kasus yang sangat langka. 

Hiperplasia Hemifasial 

Banyak orang masih asing mendengar penyakit berjenis hyperplasia hemifasial. Pada dasarnya, ini merupakan suatu kondisi kelainan yang membuat seluruh bagian dari struktur wajah Anda memiliki ukuran yang lebih besar daripada rata-rata orang normal. Struktur wajah yang kerap mengalami pembesaran akibat hiperplasia hemifasial, antara lain tulang, jaringan lunak, sampai pada gigi. Pada penderita penyakit inilah, kondisi gigi besar biasa berpengaruh juga pada bentuk wajah yang ikut membesar. 

Sindrom KBG 

Kondisi ini merupakan sindrom yang membuat seseorang memiliki postur badan yang pendek. Sindrom ini juga berpengaruh pada pembentukan wajah dan mulut. Pasalnya, orang-orang dengan sindrom KBG biasanya memiliki tulang wajah yang abnormal dengan tampilan gigi besar yang menyita perhatian siapapun yang melihatnya. 

Diabetes Tipe 1 

Anda mungkin tidak menyangka jika masalah gigi besar terpengaruh pula oleh kondisi gula darah Anda. Penderita diabetes tipe 1 yang sering disebut sebagai diabetes resisten insulin sering kali mengalami gigi besar. Diabetes resisten insulin sendiri merupakan kondisi ketika sel tubuh sudah berhenti merespons insulin sehingga kadar gula darah tidak dapat dikontrol dan naik pesat. 

Sindrom Rabson-Mendehall 

Mirip dengan diabetes tipe 1, sindrom Rabson-Mendehall merupakan kondisi ketika tubuh sudah sangat resisten terhadap insulin. Bukan hanya berpengaruh pada gula darah yang tinggi, sindrom ini pun akan membuat pertumbuhan kepala serta kuku menjadi tidak normal. Tidak terkecuali, sindrom Rabson-Mendehall juga bisa membuat Anda memiliki gigi besar

Sindrom Ekman-Westborg-Julin

Sindrom ini menyangkut masalah gigi dan mulut yang membuat pertumbuhan organ dan bagian di dalamnya menjadi tidak normal. Dalam kondisi tersebut, penderita sindrom Ekman-Westborg-Juli tidak jarang mengalami pembentukan gigi besar

Sindrom XYY

Normalnya, laki-laki hanya memiliki kromosom Y sebanyak 1 dan X sebanyak satu. Namun pada sindrom XYY, kromosom Y pada orang tersebut ada dua! Kelainan genetik ini pun tidak jarang membuat pertumbuhan tulang maupun gigi yang tidak normal. Salah satunya bisa terlihat dari tampilan gigi besar pada senyuman penderitanya. 

Kebanyakan penyakit yang memicu kondisi gigi besar tidak lain berupa penyakit yang menyangkut masalah genetik dan hormon. Tentunya, kondisi gigi besar hanya menjadi salah satu ciri maupun gejala dari beragam penyakit di atas. Anda tetap harus berkonsultasi serius ke dokter terkait beragam gejala lain yang lebih membuat Anda tidak nyaman karena penyakit-penyakit di atas. 

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*