Hati-Hati! Gejala Ini Mungkin Tanda Sembelit Pada Bayi

  • August 14, 2020

Banyak orang tua melakukan pemantauan rutin pada bayi, khususnya saat bayi baru saja dilahirkan. Saat bayi sakit atau merasakan ketidaknyamanan, Anda perlu mengenali tanda-tandanya, termasuk tanda kondisi sembelit pada bayi.

Pada dasarnya, wajar bagi bayi untuk tidak buang air besar selama berhari-hari. Seringkali, semua nutrisi dari ASI diserap oleh tubuh bayi, sehingga bayi tidak perlu buang air besar. Akan tetapi, Anda harus bisa mendeteksi apabila hal tersebut dipicu oleh penyakit sembelit.

Tanda-tanda sembelit pada bayi

Sembelit pada bayi cukup jarang terjadi. Bayi yang mengonsumsi ASI secara rutin memiliki resiko lebih rendah untuk mengalami sembelit. Sembelit lebih mungkin terjadi pada bayi yang mengonsumsi produk susu bayi.

Biasanya, tanda-tanda bayi mengalami sembelit antara lain:

  • Jarang buang air besar

Jarang buang air besar tentunya menjadi tanda utama ketika bayi mengalami sembelit. Namun, Anda juga harus memperhatikan intensitas buang air besar dengan konsistensinya.

Jarang buang air besar tidak selalu berarti bayi mengalami sembelit. Setelah berhari-hari, apabila bayi mengeluarkan tinja yang keras, Anda perlu mewaspadai kemungkinan bayi sembelit.

  • Berdarah saat buang air besar

Saat sembelit, bayi mengalami kesulitan buang air besar. Mereka akan mengeluarkan tenaga lebih besar untuk buang air besar, memicu munculnya darah.

Apabila Anda melihat adanya bercak darah pada tinja bayi, kemungkinan besar bayi sedang berusaha keras untuk buang air besar. Darah tersebut muncul dari luka di sekitar dinding anus akibat tinja yang keras.

  • Menolak makan

Tanda lain dari sembelit pada bayi adalah menurunnya nafsu makan bayi. Bayi akan lebih mudah merasa kenyang saat sembelit, sehingga lebih sering menolak untuk makan. Selain itu, penolakan juga dilakukan karena bayi merasakan ketidaknyamanan di area perut.

Cara mencegah sembelit pada bayi

Sembelit bukanlah kondisi yang berbahaya, namun dapat menganggu keseharian bayi Anda. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan berbagai upaya pencegahan agar bayi terhindar dari kemungkinan sembelit. Pencegahan sembelit pada bayi bisa Anda lakukan dengan:

  • Menjaga kualitas ASI

Di tengah masa menyusui, penting bagi Anda untuk menjaga kualitas ASI Anda. Kualitas ASI yang membaik akan memberikan nutrisi yang baik pula bagi bayi. Cara mudah untuk menjaga kualitas ASI adalah dengan mengontrol pola makan atau melakukan diet sehat.

Jika Anda memberikan produk susu pada bayi, sebaiknya imbangi dengan pemberian ASI yang lebih banyak. Terkadang, kandungan dalam produk susu bisa memicu bayi terkena sembelit.

  • Memastikan bayi terhidrasi

Sama seperti orang dewasa, bayi membutuhkan hidrasi yang cukup agar bisa buang air besar dengan lancar. Sebagai orang tua, Anda perlu memastikan bayi tetap terhidrasi dengan memberi cairan yang cukup.

Untuk bayi di atas 6 bulan, Anda boleh memberikan jus buah, khususnya buah pir, untuk membantu mempercepat proses kontraksi usus besar pada bayi. Pastikan jus tidak terlalu manis dengan mencampurkannya dengan air mineral.

  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi

Makanan yang Anda konsumsi akan menentukan kualitas ASI yang dikonsumsi bayi. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mencoba untuk mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti brokoli, apel tanpa kulit, pir, dan buah persik.

Anda juga bisa memberikan makanan tersebut langsung pada bayi apabila bayi Anda sudah cukup besar untuk mengonsumsi makanan padat.

Sebagai orang tua, Anda harus memperhatikan kondisi bayi setiap saat. Sebaiknya, lakukan upaya pencegahan untuk menghindari sembelit pada bayi.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*