Infeksi Virus yang Bisa Diatasi dengan Methisoprinol

  • December 28, 2020

Methisoprinol adalah kelompok obat antiviral atau antivirus yang tercipta dari kombinasi senyawa kimia inosine, asam acetamidobenzoic, dan dimethylamino isopropanol. Karena kandungannya tersebut, Methisoprinol termasuk obat keras. Seseorang membutuhkan izin atau persetujuan dokter untuk mengonsumsi obat ini.

Methisoprinol mungkin berbeda dengan jenis obat yang masuk ke dalam kelompok antivirus lainnya. Sebab Methisoprinol tidak menyerang virusnya secara langsung. Ia akan bekerja dengan cara mengubah atau memicu proses imun yang dimediasi sel tubuh sehingga memperlambat pertumbuhan dan penyebaran virus di tubuh.

Secara umum, Methisoprinol digunakan dalam prosedur pengobatan beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang disebabkan virus sistemik dan subacute sclerosing panencephalitis (SSPE) yang menyerang sistem saraf pusat. Adapun mungkin penyakit spesifik yang lazim diatasi dengan Methisoprinol adalah:

  • Herpes (herpes simplex)

Herpes simplex atau herpes genital adalah penyakit menular seksual akibat serangan Herpes simplex viruses (HSV) yang menyebabkan luka pada area kelamin. Kondisi ini bisa terjadi pada pria maupun wanita dan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Meski belum ada cara atau obat yang ampuh membunuh virus herpes ini, Methisoprinol bisa digunakan untuk membantu mengurangi durasi kemunculan gejala serta risiko penularan terhadap orang lain.

  • Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah suatu kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan sangat kecil dan terjadi di sekitar area kemaluan. Kutil kelamin termasuk ke dalam jenis infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Human papillomavirus (HPV) dan bisa meningkatkan risiko kanker serviks.

Beberapa gejala kutil kelamin adalah rasa gatal dan nyeri di area kelamin dan sekitarnya, serta pendarahan ketika melakukan hubungan seks. Ada beberapa cara untuk mengobati kutil kelamin, yaitu dengan laser, pembedahan, krioterapi, electrodesiccation, atau mengonsumsi obat tertentu, seperti Methisoprinol.

Menyambung sedikit bahasan yang sudah disinggung sebelumnya, mengenai cara kerja Methisoprinol, karena obat ini bekerja dengan meningkatkan sistem imun tubuh dalam menghambat pertumbuhan virus penyebab infeksi, dengan demikian, Methisoprinol tidak boleh digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan jamur karena justru dapat membuat infeksi menjadi lebih kebal dan kuat.

Karena cara kerjanya tersebut pula, diyakini Methisoprinol juga dapat membantu mengobati penyakit akibat lemahnya daya tahan tubuh (imunodefisiensi), seperti  kanker, cacar air, campak, hepatitis, bronkitis, dan gondongan pada orang dewasa.

Methisoprinol tersedia dalam kemasan tablet dan sirup yang hanya bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter karena termasuk obat keras. Beberapa merek obat dengan kandungan Methisoprinol yang dapat di temukan di pasar Indonesia adalah Tropsine, Laprosin, Lanavir, Visoprine, Isprinol, Maxprinol, dan Pronovir.

Pastikan seseorang mengantungi resep dari dokter sebelum menebus obat ini di apotek. Sebab ini berkaitan dengan dosis yang harus dikonsumsinya. Terlebih, Methisoprinol sediaan tablet dan sirup ini memiliki kandungan zat aktif yang berbeda. Sediaan sirup 250 miligram atau 5 mililiter, sementara yang tablet 500 miligram. Jika tidak memiliki resep, hampir pasti apoteker akan menolak memberikan obat kepada pelanggan.

Sekadar informasi saja, biasanya dosis Methisoprinol bagi orang dewasa dan anak-anak di atas 5 tahun adalah 50 mg/kg berat badan per hari dan dibagi menjadi 3 hingga 4 dosis (kali). Pada infeksi berat fase akut, dosis Methisoprinol dapat ditingkatkan hingga 100 mg/kg berat badan per hari dan dibagi menjadi 4 hingga 6 dosis (kali). Durasi penggunaan Methisoprinol secara umum adalah 7 hingga 10 hari. Pengobatan tetap perlu dilanjutkan sekitar 1 hingga 2 hari setelah kondisi membaik dan gejala mulai mereda.

Ingat! Informasi soal dosis di atas tak dapat dijadikan sebagai patokan atau pengganti resep dokter. Seseorang tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum membeli atau mengonsumsi Methisoprinol untuk memastikan semuanya aman.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*