Inilah Menu Makanan Untuk Penderita Gagal Ginjal

  • April 9, 2021

Jika Anda mengalami gagal ginjal, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan supaya Anda terhindar dari risiko tersebut. Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah menu makanan penderita gagal ginjal. Ada banyak makanan yang bisa membantu penderita mengatasi kondisi tersebut.

Kandungan Yang Perlu Dibatasi

Menu makanan penderita gagal ginjal bisa berbeda karena tidak semua penderita gagal ginjal berada di stadium (tingkat keparahan gagal ginjal) yang sama. Meskipun demikian, dokter akan membantu penderita untuk menentukan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi dan mana yang perlu dibatasi atau dihindari. Jika penderita ingin menu makanan penderita gagal ginjal, penderita perlu membatasi makanan yang memiliki kandungan berikut:

  • Sodium

Pasien yang mengalami gagal ginjal masih bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung sodium. Namun, mereka asupan sodium perlu dibatasi dengan jumlah maksimal 2.000 mg per hari, atau setara dengan setengah sendok teh.

Jika penderita mengkonsumsi sodium secara berlebihan, mereka akan menunjukkan gejala berupa pembengkakan pada pergelangan kaki, tekanan darah tinggi, dan sesak nafas.

  • Kalium

Meskipun kalium memiliki peran penting untuk saraf, pasien yang mengalami gagal ginjal tidak bisa menyaring kalium dalam darah dalam jumlah yang berlebihan. Oleh karena itu, mereka hanya bisa mengkonsumsi kalium sebanyak 2.000 mg per hari.

Contoh makanan yang mengandung kalium yang sebaiknya tidak dikonsumsi adalah pisang, melon, dan kentang. Makanan tersebut termasuk makanan tinggi kalium.

  • Fosfor

Kelemahan lain penderita gagal ginjal adalah kelebihan fosfor di dalam tubuh. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, pasien penderita gagal ginjal perlu mengkonsumsi fosfor sebanyak 800 sampai 1.000 mg per hari.

Contoh makanan yang mengandung fosfor yang sebaiknya tidak dikonsumsi adalah keju olahan dan alkohol. Makanan tersebut termasuk makanan tinggi fosfor.

  • Cairan

Jumlah cairan di dalam tubuh juga perlu diatur untuk penderita yang mengalami gagal ginjal kronis stadium akhir. Jumlah cairan yang normalpun bisa menimbulkan sesak nafas karena penumpukan cairan di dalam paru-paru.

Jumlah cairan di dalam tubuh akan ditentukan berdasarkan kondisi penderita, jumlah urin yang keluar, dan perkembangan prosedur cuci darah. Sumber cairan tidak hanya berasal dari minuman, namun juga berasal dari makanan.

Jika penderita mengalami gagal ginjal kronis stadium akhir, penderita perlu mengkonsumsi makanan yang dipanggang atau dikukus.

Contoh Makanan Yang Bisa Dikonsumsi

Berikut adalah beberapa contoh makanan yang bisa dikonsumsi penderita gagal ginjal:

  • Putih Telur

Penderita gagal ginjal bisa mengkonsumsi putih telur, namun jangan mengkonsumsi kuning telur karena mengandung fosfor yang tinggi. Putih telur mengandung fosfor yang sangat rendah, hanya 10 mg.

  • Bawang putih

Penderita gagal ginjal juga perlu membatasi asupan garam setiap hari. Untuk menggantikan garam, penderita bisa mengkonsumsi bawang putih. Bawang putih mengandung 1,5 mg sodium, 36 mg kalium, dan 14 mg fosfor.

  • Kubis

Kubis memiliki peran dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan melancarkan buang air besar. Kubis juga merupakan makanan yang ideal untuk dikonsumsi penderita gagal ginjal. Sayur tersebut mengandung 13 gram sodium, 119 mg kalium, dan 18 mg fosfor.

  • Jamur shiitake

Jamur shiitake juga direkomendasikan untuk penderita gagal ginjal. Jamur shiitake mengandung vitamin B, tembaga, selenium, dan mangan.

  • Kacang macadamia

Kacang macadamia mengandung fosfor sebanyak 53 mg. Tidak hanya itu, kacang macadamia juga mengandung 1,4 mg sodium dan 103 mg kalium.

Cara Lain Untuk Mencegah Risiko Gagal Ginjal

Selain membatasi asupan makanan, Anda juga bisa melakukan cara-cara berikut untuk mencegah risiko gagal ginjal:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Tidak merokok.
  • Hindari stres.

Kesimpulan

Ada berbagai menu makanan penderita gagal ginjal yang bisa mendukung kebutuhan manusia. Meskipun demikian, penderita perlu membatasi asupan makanan untuk mencegah risiko pada tubuh. Oleh karena itu, sebelum mengkonsumsi makanan, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*