Bahaya dan Efek Negatif dari Kecanduan Pornografi

Bahaya dan Efek Negatif dari Kecanduan Pornografi

  • September 29, 2021

Sama seperti alkohol dan rokok, kecanduan pornografi sangat sulit untuk dilepaskan apalagi jika seseorang tersebut sudah sangat ketergantungan. Pornografi adalah salah satu yang paling merusak, karena orang yang menderita perilaku ini dapat menontonnya selama 12 jam dalam sehari. Perilaku seperti mengonsumsi video dan permainan yang mengandung unsur senonoh dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental seseorang. Kesadaran dari dalam diri sendiri adalah langkah pertama untuk terlepas dari kecanduan ini.

Banyak orang merasa malu dengan kecanduan mereka terhadap pornografi. Banyak dari mereka akhirnya kehilangan waktu, uang, dan minat dalam kegiatan sehari-hari. Akibatnya, penderita menjadi merasa tidak memiliki pendamping serta hiburan yang membuat dirinya semakin kecanduan pornografi dan sulit terlepas.

Penyebab seseorang mengalami kecanduan pornografi 

Mereka yang menyalahgunakan pornografi mengalami proses mental yang sama dalam mencapai keadaan kecanduan seperti alkohol atau narkoba. Kecenderungan mereka untuk menghabiskan hari-hari untuk menonton film porno adalah karena hal yang membahagiakan dan merupakan keinginan yang kuat.

Ada beberapa penyebab bagaimana seseorang bisa kecanduan pornografi. Beberapa mungkin terpengaruh oleh pengalaman sosial yang buruk, seperti penindasan atau pelecehan keluarga, yang membuat mereka lebih rentan terhadap kecanduan. Mereka yang berusia di bawah 18 tahun juga memiliki paparan pornografi yang lebih tinggi dengan internet. 

Efek samping kecanduan pornografi 

Kebiasaan mengonsumsi konten seksual merupakan hal murni perilaku menyimpang dan banyak efek samping yang timbul, bergantung pada tingkat kecanduan setiap orang. Namun, ada beberapa faktor umum yang berlaku untuk semua orang yang melakukan kebiasaan buruk ini.

1. Kehilangan waktu, uang dan lingkungan sosial 

Faktor umum dalam kasus kecanduan pornografi adalah mengorbankan waktu, uang, dan lingkungan sosial hanya demi menonton lebih banyak film porno. Apabila seseorang tersebut sudah mulai merasa ketergantungan, mereka akan menghabiskan uang untuk menonton konten tambahan untuk memuaskan kecanduannya. Mereka akan selalu menghindari pertemuan bersama keluarga, sosial, dan kesempatan kerja.

2. Berpikir tidak realistis terhadap sex

Menonton terlalu banyak konten pornografi akan membuat mereka mendapatkan banyak ide yang tidak realistis terhadap hubungan seksual. Pelaku dapat meminta pasangannya untuk melakukan tindakan seksual yang mustahil dilakukan. Mereka mungkin juga menjadi lebih agresif untuk mewujudkan fantasi yang mungkin telah mereka lihat di dalam konten video tersebut. Ketika harapan mereka yang mustahil gagal, mereka kehilangan minat pada pasangan dan menjadi salah satu tindakan merusak hubungan.

3. Hidup dengan dunia sendiri

Adalah umum bagi orang untuk menggunakan obat-obatan, alkohol, atau kecanduan pornografi untuk melarikan diri dari dunia nyata. Mereka akan lebih sering menghilang dari kerumunan dan memilih untuk berdiam diri di kamar selama berjam-jam. Mereka mungkin tidak ingin mencari cara yang lebih baik untuk mengatasi kecemasan yang timbul akibat kehilangan waktu karena tidak dapat menonton konten yang diinginkan.

4. Mengonsumsi konten ilegal

Ketika pornografi yang umum sudah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan mereka, maka mereka akan  mulai mencari konten yang lebih substansial. Keinginan ini mendorongnya untuk menemukan banyak konten ilegal lainnya. Perilaku ini dikenal dengan problematika penggunaan pornografi online (POPU). Bagi orang-orang dengan kepribadian adiktif, bahkan tindakan seksual yang merugikan masyarakat.

5. Gangguan hiperseksual 

Definisi gangguan hiperseksual, atau perilaku seksual kompulsif, adalah obsesi terhadap seks. Contohnya dapat mencakup penciptaan fantasi yang sering, banyak pasangan seksual, dan dorongan yang sulit dikendalikan. Penyalahgunaan pornografi atau kecanduan pornografi adalah contoh langsung dari gangguan ini.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*