Make-up Sex, Hubungan Seksual Usai Pertengkaran

  • October 10, 2020

Di dalam hubungan, konflik dan pertengkaran adalah hal yang biasa. Setelah melalui pertengkaran yang panjang dan besar, pasangan cenderung melakukan hubungan seksual yang lebih intens yang disebut juga dengan make-up sex.

make up

Umumnya, hubungan seksual yang dilakukan usai bertengkar dengan pasangan cenderung lebih intens dan penuh gairah. Hal ini terkadang menjadi sarana untuk menyalurkan amarah yang masih tersisa.

Selain itu, hubungan seksual Anda dan pasangan pasti akan lebih berapi-api dan dipenuhi dengan pelepasan tinggi. 

Make-up sex setelah bertengkar, baik atau tidak?

Sebenarnya, make-up sex bisa menjadi solusi yang baik setelah pertengkaran, namun bisa juga tidak. Terkadang, make-up sex baru dilakukan setelah konflik benar-benar terselesaikan karena kasih sayang antara Anda dengan pasangan. 

Bila hal ini terjadi, maka make-up sex bisa menjadi cara yang tepat untuk untuk mengakhiri pertengkaran dengan pasangan. Pada tahap ini, Anda dan pasangan mungkin sudah menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Akan tetapi, tidak jarang pasangan melakukan make-up sex sebagai upaya menghindari pertengkaran dan komunikasi. Bila hal ini dilakukan, artinya konflik di antara Anda dan pasangan belum terselesaikan. Bukannya menyelesaikan masalah, hal ini hanya akan memberikan kepuasan sementara.

Karena itu, sebaiknya make-up sex benar-benar dilakukan setelah semua permasalahan terselesaikan. Jangan sampai, make-up sex hanya menjadi sarana Anda untuk melarikan diri dari permasalahan dengan pasangan.

Mengapa make-up sex lebih bergairah dibandingkan dengan seks biasa?

Ada beberapa faktor yang membuat hubungan seksual setelah pertengkaran terkesan lebih intens dibandingkan dengan hubungan seksual biasanya. Salah satunya adalah pemindahan gairah dari satu situasi ke situasi lainnya.

Ketika bertengkar dengan pasangan, Anda mengeluarkan banyak tenaga, emosi, dan gairah berupa amarah. Saat itu, seluruh semangat dan gairah Anda dipusatkan pada rasa kesal kepada pasangan.

Setelah konflik selesai dan Anda melakukan hubungan intim bersama pasangan, gairah Anda sedang ditransfer atau dipindahkan ke situasi yang baru, yaitu saat hubungan Anda dan pasangan baru saja kembali membaik. Inilah yang memicu gairah saat make-up sex menjadi lebih besar dari biasanya, sehingga terkesan lebih intens.

Pada dasarnya, kemunculan gairah dilatarbelakangi oleh emosi dan perasaan. Saat Anda marah, Anda mencurahkan emosi yang besar, memicu gairah berupa amarah. Ketika emosi Anda berubah, gairah pun akan ikut berubah.

Resiko hubungan seksual yang intens melalui make-up sex

Secara psikologis, hubungan seksual setelah pertengkaran memang bisa membantu menyelesaikan konflik dan amarah yang masih tersisa. Selain itu, hal ini juga membantu memperbaiki kondisi emosional Anda dan pasangan.

Akan tetapi, make-up sex juga dapat memicu beberapa resiko, seperti: 

  • Melibatkan kekerasan

Karena lebih berapi-api dan penuh gairah, tidak jarang make-up sex dipenuhi dengan kekerasan. Sebenarnya, kekerasan dalam hubungan seksual, seperti BDSM, tidak masalah jika kedua pihak setuju untuk melakukannya. 

Akan tetapi, bila kekerasan menjadi tidak terkendali dan dipenuhi amarah, hal ini akan menjadi hubungan seksual yang tidak sehat.

  • Komunikasi yang tidak sehat

Dalam beberapa kasus, pasangan tidak melakukan komunikasi yang efektif untuk mengatasi masalah, namun bergantung pada make-up sex untuk memperbaiki hubungan. Hal ini sebenarnya tidak baik, karena masalah tidak benar-benar terselesaikan, hanya tertunda untuk sementara waktu.

Make-up sex dengan pasangan pasti akan lebih intens dan terasa berbeda dengan hubungan seksual yang biasanya. Hal ini bukanlah sesuatu yang salah, tapi jangan sampai malah semakin merusak hubungan Anda. 

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*