Mengenal Gejala dan Penyebab Eksim Dishidrotik

  • February 13, 2021

Pompholyx disebut juga dengan nama eksim dishidrotik merupakan salah satu jenis eksim yang menyebabkan munculnya lepuhan kecil berisi cairan pada sisi jari-jari, telapak tangan dan telapak kaki. Kondisi lepuhan berisi cairan dan sangat gatal, keadaan ini bisa berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.

Pada saat lepuhan memgering, kulit akan terlihat seperti retak atau bersisik, penyakit ini bisa menyerang semua orang dengan segala usia. Meskipun seringkali hanya terlihat pada orang dengan usia di bawah 40 tahun. Beberapa faktor bisa menyebabkan kondisi ini terjadi, seperti alergi musiman hingga stres.

Gejala Eksim Dishidrotik

Gejala pompholyx biasanya diawali dengan munculnya rasa gatal secara intens dan sensasi terbakar pada kulit tangan dan jari, terkadang juga bisa muncul pada telapak kaki. Setelah munculnya rasa gatal ini, dibarengi dengan lepuhan berukuran kecil yang berisi cairan. Dalam beberapa kasus yang lebih serius, lepuhan bisa menjadi besar dan menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah beberapa pekan, kondisi lepuhan akan mengering dan mengelupas sehingga kulit otomatis akan memerah, retak dan disertai dengan rasa nyeri. Kondisi ini juga bisa menyerang kuku dan kulit di sekitar kuku, hingga menyebabkan adanya pembengkakan atau parnikia. Penyakit ini tidak boleh disepelekan karena bisa sering terjadi berulang.

Penyebab Pompholyx

Hingga saat ini secara khusus penyebab munculnya kondisi melepuh pada kulit belum dapat diketahui secara pasti. Para ahli percaya bahwa kondisi ini berhubungan dengan alergi atau dermatitis atopik, keadaan ini bisa terjadi secara berulang pada orang dengan alergi rhinitis, seperti alergi terhadap bulu binatang atau tungau, selain itu ada beberapa faktor risiko seperti berikut.

  • Stres, dihidrosis muncul lebih sering saat terjadi stres emosional atau stres fisik.
  • Paparan logam tertentu, termasuk kobalt dan nikel yang biasanya ditemukan pada area industri.
  • Kulit sensitif, seseorang bisa menderita ruam setelah melakukan kontak dengan beberapa iritan.
  • Eksim atopik, sebagian orang dengan kondisi ini berpotensi mengalami kulit melepuh.

Selain itu, kondisi di atas bisa dipicu atau diperburuk oleh infeksi jamur kulit yang mungkin ada pada tangan dan antara jari kaki. Reaksi terhadap sesuatu yang menyentuh kulit, tak hanya bahan kimia tetapi bisa saja sabun, shampo, produk kosmetik hingga parfurm bisa membuat seseorang mengalami kondisi ini.

Seseorang yang mengalami pompholyx cenderung lebih sering terjadi di musim semi dan musim panas, karena iklim leboh hangat dan membuat orang mengeluarkan keringat jauh lebih sering atau banyak (hiperdosis). Beberapa penderita yang mengalami kondisi ini setiap tahun di musim panas disertai dengan pruitus atau terbakar, erupsi vesikular pada telapak tangan dan kaki.

Cara Mengatasi Eksim Dishidrotik

Tidak ada obat untuk kondisi ini, namun bisa dikendalikan agar tidak menular, meskipun orang lain tidak bisa tertular dari penderita ataupun penderita menularkan ke orang lain. Namun perlu diperhatikan agar seseorang harus menghindari kontak dengan apa pun yang bisa membuat kulit iritasi.

Disarankan untuk menggunakan emolien sebagai pengganti sabun dan memakai sarung tangan berlapis katun guna menghindari risiko terkena zat yang berpotensi mebimbulkan iritasi. Selain itu berkonsultasi dengan dokter juga sangat disarankan agar pasien atau penderita mendapatkan penanganan yang sesuai.

Bagi kebanyakan orang kondisi yang menyebabkan rasa gatal dan sensasi terbakar ini sangat mengganggu karena membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Perlu diperhatikan agar penderita tidak menggaruk atau mengelupas bagian kulit yang telah terinfeksi.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*