Nefropati Diabetik dan Penyakit Komplikasi Diabetes Kronis Lainnya

  • January 19, 2021

Glukosa atau kadar gula darah adalah sumber energi utama bagi tubuh. Namun, ketika jumlahnya terlampau banyak, ia justru membahayakan tubuh. Kondisi ini lazim dikenal dengan diabetes. Diabetes terbilang berbahaya karena penderitanya berisiko mengalami berbagai penyakit kronis lain, seperti nefropati diabetik.

Nefropati diabetik hanyalah satu dari sekian banyak kemungkinan penyakit yang bisa diderita penderita diabetes. Malah, diketahui bahwa seseorang yang divonis diabetes punya risiko masalah kesehatan lain yang dapat terjadi di sekujur tubuhnya. Artinya bisa pula dipahami bahwa diabetes adalah “gerbang” dari segala jenis penyakit. 

Mudahnya, nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang diderita seseorang dengan diabetes. Masalah kesehatan ini juga sering disebut sebagai penyakit diabetes ginjal. Nefropati diabetik bisa menyerang orang dengan diabetes tipe 1 dan juga diabetes tipe 2.

Penyakit ini terjadi ketika tingginya kadar gula darah merusak pembuluh darah kecil yang ada di ginjal. Kendati hanya “pembuluh darah kecil”, peran dan fungsinya cukup vital dalam mengatur kadar cairan dan garam dalam tubuh yang berperan penting untuk mengontrol tekanan darah dan melindungi kesehatan jantung. Ketika pembuluh darah itu rusak, tentu memengaruhi kerja ginjal secara keseluruhan hingga organ penting ini kehilangan kemampuannya. 

Komplikasi kronis diabetes ini memang terjadi secara bertahap dan tempo sampai ia menjelma sebagai ancaman bagi nyawa seseorang terbilang cukup lama. Namun, kenyatan itu sama sekali tidak dapat dijadikan dalih seseorang untuk menyepelekan nefropati diabetik. Ia tetap harus diwaspadai karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Lagi pula, seorang penderita diabetes akan terus dibayang-bayangi dengan sederet penyakit kronis lain sebagai imbas dari tingginya kadar gula darah mereka. Penyakit-penyakit di bawah ini juga sama berbahayanya seperti nefropati diabetik:

  • Neuropati diabetik

Neuropati diabetik juga dapat disebut sebagai kerusakan saraf yang terjadi akibat tingginya kadar gula dalam darah. Selain saraf, kondisi ini juga merusak pembuluh darah, terutama di kaki. Kondisi ini bisa terjadi baik secara langsung akibat tingginya gula darah maupun karena penurunan aliran darah menuju saraf.

Rusaknya saraf akan menyebabkan gangguan sensorik dengan gejala berupa kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Kerusakan saraf juga dapat memengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gastroparesis. Gejalanya berupa mual, muntah, dan merasa cepat kenyang saat makan.

  • Masalah kardiovaskular

Tingginya kadar gula darah juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Penyebabnya hampir serupa dengan terjadinya nefropati diabetik. Masalah kardiovaskular ini, biasanya, akan bermuara di jantung. Penyakit komplikasi diabetes di bagian kardiovaskular ini meliputi penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

  • Retinopati diabetik

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina sehingga terjadi kerusakan atau masalah kesehatan pada organ pengelihatan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kebutaan. Pembuluh darah di mata yang rusak karena diabetes ini di antaranya menimbulkan katarak dan glaukoma.

  • Masalah kaki dan kulit

Masalah pada kulit dan luka pada kaki merupakan komplikasi kronis paling umum terjadi jika mengalami diabetes. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta terbatasnya aliran darah ke kaki.

Gula darah yang tinggi juga memudahkan bakteri dan jamur berkembang biak. Terlebih jika adanya penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sebagai akibat dari diabetes. Dengan demikian, masalah pada kulit dan kaki pun akan semakin parah. 

Jika tidak melakukan upaya pencegahan dengan baik, kaki penderita diabetes mudah sekali luka dan terinfeksi sehingga menimbulkan gangren dan ulkus diabetikum. Penanganan luka pada kaki penderita diabetes adalah dengan pemberian antibiotik, perawatan luka dengan benar, atau bahkan amputasi bila kerusakan jaringan sudah parah.

Jika diamati, sebenarnya masalah-masalah kesehatan yang terjadi pada penderita diabetes ini saling terkait satu sama lain. Oleh karenanya amat mungkin seluruh komplikasi serius di atas dialami oleh penderita diabetes jika mereka tidak melakukan upaya-upaya pencegahan. 

Menjadi penting bagi para penderita diabetes untuk mengubah pola dan kebiasaan hidup yang ramah bagi mereka, mulai dari melakukan berbagai macam diet, hingga rutin berolahraga. Dengan upaya itu, para penderita diabetes bisa terhindar dari nefropati diabetik dan komplikasi kronis lainnya. 

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*