Waspadai Dampak Lip Tie Terhadap Proses Menyusui

  • July 10, 2020
Lip tie pada bayi membuat si Kecil rewel saat menyusu dan tampak terus kelaparan

Kondisi tongue tie merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi yang baru lahir. Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah lain yang disebut lip tie

Lip tie terjadi saat jaringan frenulum, yaitu jaringan kelenjar di belakang bibir bagian atas mengalami ketebalan yang tidak normal. Kondisi ini akan menghambat bayi untuk menggerakkan mulutnya secara bebas dan menghambat proses menyusui. 

Dampak lip tie pada proses menyusui

Dalam situasi normal, setiap bayi memiliki jaringan frenulum yang menjadi penghubung antara gusi dengan langit-langit mulut. Frenulum yang terlalu kaku dan tebal akan membatasi gerakkan mulut bayi dan membuat bayi sulit memposisikan mulut dengan sempurna ketika menyusui. 

Apabila bayi gagal memposisikan mulut dengan sempurna, durasi menyusui akan berlangsung lebih lama dan bayi mudah merasa lelah. Tak jarang, bayi akan jatuh tertidur di tengah waktu menyusui. 

Kondisi ini juga akan mempengaruhi kondisi payudara pada ibu menyusui. Karena kesulitan untuk memposisikan mulut dengan baik, ibu menyusi mungkin akan mengalami rasa nyeri dan luka pada payudara setelah atau saat sedang menyusui. Selain itu, payudara juga akan mengalami pembengkakkan dan hambatan produksi ASI. 

Secara umum, dampak kondisi lip tie bagi ibu menyusui antara lain: 

  • Rasa nyeri, gatal dan pecah-pecah pada puting setelah menyusui
  • Mengalami infeksi jamur setelah menyusui
  • Rasa lelah karena durasi menyusui yang panjang dan terus menerus
  • Produksi ASI yang terhambat

Sementara, dampak lip tie pada bayi berupa: 

  • Penambahan berat badan yang lambat
  • Kesulitan bernapas saat menyusui
  • Durasi menyusui yang lama atau tersendat-sendat
  • Jatuh tertidur atau kelelahan di tengah proses menyusui

Tips menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Kondisi lip tie bukanlah kondisi medis yang berbahya. Bayi tidak perlu menjalani perawatan khusus untuk memulihkannya dari kondisi ini. Akan tetapi, untuk mengurangi resiko kekurangan gizi serta infeksi pada ibu menyusui, penting untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Berikut ini merupakan tips sederhana untuk melancarkan proses menyusui pada bayi dengan lip tie

  • Konsumsi susu dari botol

Bayi dengan kondisi lip tie umumnya akan lebih mudah mengonsumsi susu melalui botol dibandingkan dengan menyusui langsung pada payudara ibu. Anda bisa mencoba untuk memompa susu dan memasukkannya ke dalam botol untuk kemudian diberikan pada bayi. Hal ini akan membantu bayi untuk membiasakan mulut dan mengurangi resiko luka nyeri pada payudara sang ibu. 

  • Memompa susu sebelum mulai menyusui

Hambatan saat menyusui akan terasa saat bayi kesulitan menghisap ASI dari payudara sang ibu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mencoba untuk memudahkan proses menyusui dengan rutin memompa ASI sebelum mulai menyusui. 

Memompa susu secara teratur akan membantu memberikan pasokan ASI yang memadai bagi bayi. Dengan begitu, bayi tidak membutuhkan energi lebih untuk mengonsumsi ASI tersebut.

  • Posisikan dagu bayi ke bagian bawah

Penting bagi ibu menyusui untuk membantu bayi dalam mencari posisi yang tepat ketika menyusui, khususnya saat bayi mengalami kondisi lip tie. Cobalah untuk memposisikan dagu bayi ke bagian bawah agar bayi bisa menghisap lebih dalam. 

Anda juga bisa mencoba untuk melembabkan area di sekitar payudara menggunakan air liur bayi untuk memudahkan bayi saat memposisikan mulut ke payudara. Untuk memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi, pelajarilah teknik yang tepat untuk menyusui bayi dengan kondisi lip tie. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari resiko komplikasi yang berbahaya.

Simak Cara Mudah Cegah Tumbuhnya Tumor Jinak Lambung

  • June 5, 2020

Tumor jinak tidak selalu harus diatasi dengan prosedur operasi. Menerapkan pola hidup sehat dianggap sebagai salah satu cara untuk menekan pemicu timbulnya tumor jinak, seperti pada lambung Anda.

Tidak seperti kanker, tumor jinak tidak menyerang jaringan maupun menyebar ke sel-sel tubuh lainnya, seperti tumor ganas. Namun, Anda tetap harus mewaspadai gejala tumor jinak yang terjadi pada lambung. Ada pun gejala-gejala yang telah dikenali, antara lain:

  • Demam
  • Rasa tidak nyaman dan nyeri pada perut
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Lebih cepat merasa lelah
  • Pendarahan pada lambung yang memicu anemia

Sayangnya, hingga saat ini belum dapat diketahui penyebab tepatnya tumor jinak pada lambung. Namun, kondisi ini sering kali dihubungkan dengan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang juga menjadi penyebab peradangan pada lambung.

Selain bakteri, tumor jinak pada lambung dapat dipicu oleh gaya atau kebiasaan hidup tertentu, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi makanan dengan bahan pengawet, diasap, maupun diasinkan.

Beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih besar mengidap tumor jinak pada lambung, yaitu kelompok laki-laki, kelompok orang yang berusia 50 hingga 70 tahun, penderita obesitas, dan orang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol. Di samping itu, seseorang yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, seperti pernah menjalani operasi lambung, menderita polip lambung, dan adanya riwayat kesehatan keluarga yang mengidap tumor maupun kanker lambung.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pemicu terjadinya tumor jinak lambung, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berhenti dari kebiasaan merokok dan jauhi asap rokok, sehingga tidak menjadi perokok pasif.
  • Mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan pengawet, berlemak, dan diasap.
  • Tidak mengonsumsi minuman keras.
  • Melakukan olahraga secara teratur.
  • Menjaga berat badan ideal agar tidak menderita obesitas.
  • Menjalani pemeriksaan dini agar segera mendapat penanganan.

Selain itu, Anda juga tidak boleh ragu untuk berkonsultasi dan menemui dokter spesialis penyakit dalam (subspesialis gastroenterologi), jika Anda mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Pemeriksaan dini pada tumor jinak dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah, terutama jika tumor jinak menekan pembuluh darah atau saraf.

Bebas Varises dengan Mudah dan Tampil Percaya dengan Suntik Varises

  • May 2, 2020

Bagi banyak orang, varises menjadi salah satu faktor yang mengurangi nilai estetika penampilan. Tidak heran, banyak orang mencari cara yang instan untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka agar terbebas dari varises. Salah satu prosedur medis yang dianggap paling ampuh adalah suntik varises.

Suntik varises atau yang dalam bahasa medisnya skleroterapi adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan ablasi kimiawi atau menyuntikan bahan kimia tertentu atau pada pembuluh darah.

Zat kimia yang disebut sklerosan ini akan disuntikkan langsung ke pembuluh darah vena. Ia akan bekerja dengan merusak dinding vena yang melebar kemudian akan membentuk jaringan parut. Bentuk sklerosan ini dapat berupa cairan dan foam (busa) dengan persentase kesuksesan prosedur mencapai 90%. Maka dari itu, tidak heran bahwa suntik varises dianggap sebagai terapi yang efektif untuk menghilangkan varises, hanya saja varises yang efektif dihilangkan adalah varises kasus ringan, misal pada vena kecil di tungkai bawah atau kaki. Varises yang terjadi di vena besar tidak dapat diatasi secara maksimal dengan prosedur ini.

Suntik varises bertujuan memiliki tujuan untuk:

  • Ablasi varises
  • Memperbaiki estetika penampilan
  • Memperbaiki fungsi vena
  • Menghilangkan gejala dan memperbaiki kualitas hidup
  • Sebagai pencegahan dan tatalaksana komplikasi dari kelainan vena kronik

Walaupun begitu, suntik varises juga dapat menimbulkan komplikasi tertentu. Beberapa komplikasi yang telah diketahui, antara lain:

  • Kulit menebal setelah prosedur penyuntikan dilakukan.
  • Reaksi anafilaktik.
  • Adanya perubahan warna kulit.
  • Kemungkinan matinya jaringan kulit.
  • Adanya reaksi alergi lokal.
  • Adanya gangguan penglihatan.
  • Merasakan sakit kepala dan migrain.

Selain dengan suntikan varises, perubahan gaya hidup juga dapat membantu Anda untuk mengatasi varises. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan:

  • Menghindari berdiri maupun duduk terlalu lama.
  • Menghindari duduk dengan menyilangkan kaki.
  • Meninggikan kaki ketika duduk atau tidur.
  • Lakukan olahraga yang dapat menguatkan otot dan memperlancar aliran darah.
  • Jaga pola makan, sehingga Anda mendapatkan berat badan yang ideal.
  • Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat.
  • Hindari menggunakan alas kaki dengan hak tinggi untuk waktu yang lama.

Fakta-Fakta Penting Mengenai Sindrom Turner

  • April 25, 2020

Sindrom Turner merupakan salah satu dari banyaknya kelainan genetika yang membuat penderitanya memiliki ciri-ciri tertentu pada tubuhnya. Sindrom Turner bisa dibilang merupakan kelainan genetika yang langka, berikut fakta-fakta lebih jauh mengenai sindrom ini:

  • Gejala kelainan fisik sejak dalam kandungan, bayi, dan dewasa

Saat masih dalam kandungan, kelainan genetika sindrom Turner ini dapat dilihat melalui USG, yaitu berupa pengumpulan cairan dalam jumlah yang banyak di belakang leher atau pengumpulan cairan abnormal, kelainan jantung, dan ginjal.

Sedangkan pada saat bayi, beberapa kelainan akan terlihat lebih jelas, seperti leher lebar, telinga rendah, pembengkakan tangan dan kaki, serta mulut bagian bawah mengecil atau menyusut, jari-jari tangan dan kaki yang pendek. Ketika dewasa pertumbuhan akan terganggu, seperti masalah pada tinggi badan dan pubertas.

  • Berlangsung dalam waktu yang lama

Sindrom Turner merupakan kondisi seumur hidup. Pada umumnya, penderitanya berumur Panjang dan hidup secara sehat, namun beberapa rentan terhadap beberapa kondisi kronis.

  • Pengobatan bagi penderita sindrom Turner

Meskipun tidak ada obat untuk mengatasi sindrom Turner, namun ada beberapa perawatan dapat membantu meminimalkan gejalanya.

  • Jika diberikan pada anak usia dini, suntikan hormon seringkali dapat meningkatkan tinggi badan ketika mereka dewasa nanti.
  • Estrogen Replacement Therapy (Terapi penggantian estrogen). ERT dapat membantu memulai perkembangan seksual sekunder yang biasanya dimulai saat pubertas (sekitar usia 12 tahun).
  • Pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mengatasi infeksi telinga, tekanan darah tinggi, dan masalah pada kelenjar tiroid.
  • Berpengaruh pada kecerdasan

Umumnya wanita yang memiliki sindrom Turner memiliki tingkat kecerdasan yang normal. Namun, ada juga kemungkinan munculnya masalah-masalah, dalam mengembangkan kemampuan belajar, seperti kemungkinan adanya kesulitan dengan indera pengarah, belajar matematika, dan ingatan nonverbal.

  • Berpengaruh terhadap kesuburan

Wanita penderita sindrom Turner akan mengalami kesulitan untuk hamil dikarenakan memiliki masalah pubertas saat remaja. Namun, terdapat perawatan kesuburan untuk membantu meningkatkan peluang bagi penderita sindrom Turner untuk memiliki bayi. Walaupun pada saat hamil perlu diawasi dengan baik karena memiliki risiko juga terhadap penyakit jantung.

Warna Mata Anak Berbeda, Waspada Gejala Sindrom Horner

  • April 2, 2020

Apakah Anda familiar dengan sindrom Horner? Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan adanya kelainan pada jalur saraf simpatik yang menyelimuti wajah. Saraf ini memiliki peran untuk mengatur pergerakan pada tubuh, seperti detak jantung dan pergerakan pupil. Seseorang yang memiliki sindrom Horner akan mengalami kelainan pada salah satu bagian wajahnya.

Seperti Apa Gejala Sindrom Horner?

Sindrom Horner akan menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan berikut:

  • Kelopak mata pada bagian atas anak akan terlihat seperti jatuh atau lebih turun jika dibandingkan dengan kelopak pada sisi lain wajah.
  • Terangkatnya kelopak mata pada bagian bawah.
  • Pupil mata yang mengecil (adanya lingkaran hitam di tengah mata). Dalam kondisi normal, pupil mata seharusnya akan membesar dan mengecil ketika terdapat cahaya masuk ke dalam mata. Namun, pada pasien sindrom Horner, ukuran pupil cenderung kecil dan membesar dengan lambat.
  • Perbedaan ukuran pupil di salah satu bagian wajah (anisokor).
  • Tidak diproduksinya keringat pada sisi wajah yang terdampak.
  • Tidak adanya perubahan warna pada wajah setelah berolahraga, bermain, maupun ketika berada di luar ruangan dalam cuaca yang terik.
  • Mata terlihat masuk lebih dalam ke dalam rongga mata.

Sindrom Horner dapat terjadi pada semua usia, termasuk pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, dengan ciri adanya perbedaan warna pada kedua mata. Warna mata pada sisi wajah yang mengalami kelainan terlihat lebih terang jika dibandingkan dengan warna mata di sisi wajah lain. Bahkan, dalam kasus tertentu, tidak ditemukannya pigmen warna sama sekali (hipopigmentasi). Kondisi gejala sindrom Horner ini disebut dengan heterokromia.

Apa yang menyebabkan sindrom Horner?

Pada anak-anak, sindrom Horner seringkali dipicu oleh kelainan pada jalur kedua saraf simpatik yang menghubungkan otak dengan wajah. Di samping itu, penyebab sindrom Horner pada anak yang perlu diwaspadai adalah neuroblastoma. Neuroblastoma adalah keganasan sistem saraf yang umumnya menyerang anak di bawah 5 tahun.

Jika Anda mendapati warna mata anak Anda berbeda, Anda perlu waspada terhadap kelainan tersebut. Segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih dini.

Cara Praktis Membasmi Penyebab Mata Ikan

  • March 28, 2020

Mata ikan adalah sejenis kutil yang tumbuh di permukaan kulit. Lokasinya bisa tumbuh dimana saja seperti di telapak tangan atau di telapak kaki. Mata ikan biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, namun jika terdapat di area tubuh yang terbuka dapat mengganggu penampilan. Selain itu, jika timbul di telapak kaki, mata ikan bisa menimbulkan nyeri karena tertekan saat berjalan atau berdiri. Sangat mengganggu kan? Lalu, bagaimana cara membasmi penyebab mata ikan? Simak ulasan berikut ini.

Cara membasmi penyebab mata ikan

Meskipun gampang sekali ditularkan, penyebab mata ikan ini cukup mudah diatasi. Cara-cara ini bisa Anda lakukan di rumah.

  1. Asam salisilat

Obat untuk menghilangkan mata ikan dapat kamu beli dengan mudah di apotek. Pilih obat yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat bekerja menghilangkan mata ikan dengan mengikis kulit mata ikan sedikit demi sedikit sampai benar-benar hilang. Demi mempercepat penyembuhan mata ikan, Anda dapat mengaplikasikan obat yang mengandung asam salisilat ini 2 kali sehari setiap hari. Agar kerja obat lebih maksimal, Anda dapat merendam bagian tubuh yang terkena mata ikan dalam air hangat selama 10 menit sebelum mengaplikasikan obat ini.

  • Menggunakan plester duct tape

Cara ini terbilang cukup unik. Kamu dapat menempelkan mata ikan dengan plester duct tape atau sejenis lakban dan menggantinya 2 kali sehari.Namun bila mata ikan tumbuh di kaki, disarankan untuk mengganti plester lebih sering agar mata ikan lebih cepat menghilang. Plester yang ditempel dan kemudian dilepas dapat membantu mengikis kulit mata ikan. Rata-rata mata ikan akan menghilang dalam 28 hari setelah menggunakan cara ini. Meskipun terdengar meragukan, namun penelitian membuktikan  bahwa cara ini bahkan lebih efektif dibandingkan cryotherapy, yaitu sebuah prosedur medis untuk menghilangkan mata ikan.

  • Larutan povidone iodine

Cara ini patut dicoba karena penelitian menunjukkan produk yang mengandung Povidone Iodine jika diaplikasikan secara rutin dua kali sehari dapat menghilangkan mata ikan dalam 12 minggu. Selain itu, produk obat yang mengandung Povidone Iodine dapat kamu beli dengan mudah di toko obat terdekat.

Perbedaan Klepto dan Pengutil yang Perlu Anda Tahu

  • March 6, 2020

Pernahkan Anda mendengar istilah klepto atau kleptomania? Klepto merupakan adanya suatu dorongan dalam diri seseorang untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh orang tersebut. Bahkan bisa jadi barang-barang tersebut seringnya akan dibuang atau diberikan kepada orang lain setelah berhasil dicuri. Dalam kata lain, barang yang dicuri sebenarnya kurang berguna untuk para klepto dan bukan bertujuan untuk dijual kembali.

Penyakit mental yang juga pernah dialami beberapa artis Hollywood seperti Megan Fox, Britney Spears, dan Lindsay Lohan ini juga dapat dialami oleh siapapun, termasuk anak-anak sekalipun. Namun, kleptomania lebih sering menimpa perempuan ketimbang laki-laki dan biasanya terjadi pada saat remaja.

Perbedaan kleptomania dan pengutil

Mungkin masih banyak yang menganggap bahwa kleptomania sama dengan pengutil, padahal kenyataanya dua hal tersebut adalah berbeda. Klepto adalah gangguan Kesehatan mental yang mendorong seseorang untuk mencuri barang-barang yang terkadang tidak dibutuhkan atau bernilai kecil, dalam kata lain hanya untuk memenuhi hasratnya.

Seseorang yang menderita kleptomania hanya mencuri sesuatu untuk memenuhi hasratnya, bukan untuk tujuan keuntungan atau karena mereka tidak dapat membeli barang tersebut. Mereka hanya akan merasa puas jika mereka berhasil atau sebenarnya tidak mereka butuhkan. Seseorang kleptomania juga biasanya tidak merencanakan aksi pencurian yang akan mereka lakukan.

Dorongan tersebut akan muncul dengan sendirinya atau spontan. Bahkan penderita kleptomania seringkali merasa bersalah dan timbul penyesalan mendalam setelah kelegaan berhasil mencuri barang yang diinginkannya. Lain halnya dengan pengutil. Pengutil umumnya mencuri karena faktor ekonomi, misalnya karena mereka ingin punya suatu barang, tetapi mereka tidak punya cukup uang untuk membelinya.

Pengutil akan mencuri barang yang memang dibutuhkannya, entah itu karena alasan tidak mampu atau adanya tekanan gaya hidup dari teman-temannya. Mereka melakukan tindakan pencurian secara sengaja dan biasanya sudah direncanakan.

Apakah kleptomania bisa disembuhkan?

Jawabannya adalah ya, kleptomania bisa disembuhkan. Hanya saja, seringkali penderitanya merasa malu untuk mengakui bahwa mereka memang menderita kleptomania dan memilih untuk menghindar. Takut dengan konsekuensi yang harus berurusan dengan hukum juga dapat menjadi salah satu alasan mengapa mereka memiliki untuk menghindar dan tidak ingin menemui psikiater.

Ada du acara yang biasanya digunakan psikiater untuk menyembuhkan klepto, antara lain dengan diberikan obat-obatan SSRI (obat antidepresan) dan dengan menggunakan psikoterapi. Psikoterapi sering digunakan untuk mengobati gangguan kontrol impulsif semacam klepto.

Ini Dia Cara Mengobati Herpangina pada Anak

  • February 26, 2020

Jika Anda pernah menemukan bisul atau bentol di sekitar area langit-langit mulut anak Anda, kondisi tersebut kemungkinan adalah herpangina. Herpangina adalah infeksi salah satu infeksi yang umumnya terjadi pada anak-anak. Bentol yang timbul tersebut secara fisik terlihat seperti gelembung yang berisi air dan disertai dengan rasa sakit.

Seorang anak yang terinfeksi herpangina biasanya mengalami demam dan tidak memiliki nafsu makan. Infeksi ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia 3 hingga 10 tahun. Walaupun begitu, ibu hamil dan bayi yang belum lahir juga berisiko terkena infeksi ini. Begitu pula dengan orang dewasa lain.

Bentol-bentol tersebut tidak hanya muncul di sekitar area langit-langit mulut, namun juga di belakang tenggorokan.

Bagaimana mendiagnosis herpangina?

Ketika Anda ingin memeriksakan gejala yang dialami, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bentol-bentol yang muncul pada tubuh penderita. Biasanya, hanya dengan pemeriksaan seperti ini, dokter dapat segera memberikan hasil diagnosis. Maka dari itu, pemeriksaan penunjang, seperti tes darah jarang direkomendasikan oleh dokter.

Gejala yang muncul akibat herpangina sekilas serupa dengan gejala hand foot mouth disease (HFMD). Penularan dari kedua jenis infeksi ini juga serupa, yaitu melalui percikan cairan dari tubuh penderita secara langsung.

Cara membedakan herpangina dengan HFMD, yaitu dengan memerhatikan area munculnya bentol. Jika pada herpangina, lesi akan muncul pada bagian belakang rongga mulut. Sementara itu, dalam kasus HFMD terlihat adanya lepuhan pada bagian depan rongga mulut.

Cara mengobati herpangina pada anak

Herpangina termasuk ke dalam jenis penyakit yang tidak berbahaya dan juga dapat menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, penyakit ini tidak memiliki prosedur khusus pengobatan.

Jika memang diperlukan pengobatan, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk mengobati herpangina dengan cara meredakan nyeri timbul. Beberapa obat yang direkomendasikan dokter, yaitu:

  • Obat pereda nyeri: obat pereda nyeri yang umumnya diresepkan yaitu ibuprofen dan paracetamol.
  • Obat anastetis: obat anastetis diberikan untuk mengurangi rasa nyeri di sekitar area langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan yang disebabkan oleh gejala herpangina. Obat ini dikemas dalam bentuk tablet hisap, obat kumur, dan juga gel.

Jangan Sembarang Batuk! Ini Dia Etika Batuk yang Perlu Diperhatikan

  • February 6, 2020

Batuk pada dasarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan sumbatan yang berada di saluran pernapasan. Dalam kasus tertentu, batuk dapat menjadi pertanda adanya penyakit tertentu. Tidak jarang, banyak orang yang mengalami batuk dan disertai dengan penyakit lain, seperti flu.

Serupa dengan flu, batuk juga kerap kali menular. Seseorang yang tidak mengetahui etika batuk yang benar berisiko menularkan batuk pada orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan etika batuk agar penularan penyakit dapat dibatasi dan tidak semakin melebar.

Etika batuk yang perlu diperhatikan

Ketika Anda sedang tidak enak badan dan sering mengeluarkan batuk, terutama jika Anda berada di tengah kerumunan, beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Siap sedia masker dan gunakan masker selalu.
  • Tidak tidak mengenakan masker, maka tutuplah mulut dan hidung menggunakan tisu ketika batuk. Jika tidak terdapat tisu di sekitar Anda, maka tutuplah hidup dan mulut dengan siku bagian dalam.
  • Jangan batuk di depan wajah orang lain, melainkan palingkanlah wajah Anda ketika sedang batuk.
  • Buanglah tisu yang telah Anda gunakan untuk menutup hidung dan mulut Anda ketika batuk ke tempat sampah.
  • Cuci bersih tangan Anda dengan air mengalir dan sabun maupun hand sanitizer.
  • Jika Anda belum mencuci tangan, usahakan untuk tidak memegang barang yang digunakan bersama-sama dengan orang lain maupun menyentuh orang lain.
  • Jika memang Anda telah terlanjur menyentuh benda tersebut, bersihkan segera menggunakan desinfektan.
  • Ketika Anda sedang sakit, usahakan untuk menjaga jarak dengan orang lain hingga kondisi Anda telah membaik.

Mengingat fakta bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) cenderung bertransformasi menjadi epidemi dan pandemi, etika batuk ini perlu Anda terapkan agar air liur yang dikeluarkan ketika Anda batuk tidak menyebar dan menyebabkan orang lain tertular. Tidak hanya etika batuk, namun juga kebersihan saluran pernapasan juga perlu untuk diperhatikan. Tindakan ini perlu untuk dilakukan agar sumber infeksi potensial dapat dikendalikan.

Jangan Gunakan Antikoagulan Jika Anda Mengalami Kondisi Ini

  • January 23, 2020

Jika Anda penderita penyakit jantung, stroke akibat penyumbatan, emboli paru, atau tromobosis vena dalam, pasti jenis obat antikoagulan tidaklah asing di telinga Anda. Salah satu contohnya adalah warfarin. Saat memberikan antikoagulan, diperlukan beberapa pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi darah Anda sebelum memberikan obat pengencer darah ini.

Setelah mengetahui kondisi darah Anda, maka dokter akan menyesuaikan dosis pemberian antikoagulan Anda sehingga efek yang diharapkan sesuai dan tidak merugikan Anda. Namun, terdapat beberapa kondisi dimana antikoagulan bisa berbahaya bagi penggunanya jika mengalami kondisi berikut ini:

  1. Tindakan operasi

Saat Anda menggunakan antikoagulan dan Anda memerlukan tindakan operasi atau tindakan invasif lainnya, pastikan petugas Kesehatan di tempat tersebut mengetahui akan penggunaan obat antikoagulan Anda. Tindakan invasif termasuk pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis seperti endoskopi dan sistoskopi. Tindakan-tindakan ini dapat membuat luka dalam prosesnya. Jika Anda menggunakan antikoagulan, maka pendarahan dari luka ini akan menghasilkan darah yang lebih banyak dari normalnya.

  • Ibu hamil

Antikoagulan seperti warfarin umumnya tidak diberikan pada ibu hamil karena dapat mengganggu bayi dalam kandungan. Kondisi ini, bayi bisa mengalami pendarahan atau kecacatan akibat penggunaan obat. Biasanya  jika memang diperlukan, dokter akan memberikan antikoagulan pada kehamilan trimester kedua, yaitu bulan ke 5 hingga ke 8 bulan kehamilan. Jika Anda sedang mengongumsi antikoagulan, sebaiknya gunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan Anda untuk mencegah kehamilan.

  • Saat masa menyusui

Antikoagulan warfarin biasanya akan tetap dapat Anda gunakan saat menyusui bayi Anda. Heparin juga masih tergolong aman untuk ibu menyusui. Namun, jika Anda dalam penggunaan antikoagulan lain, Anda perlu beritahu dokter agar antikoagulan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.

  • Mengalami luka

Anda perlu menghindari terjadinya luka saat menggunakan antikoagulan. Luka yang dimaksud adalah luka fisik yang dapat menyebabkan keluarnya darah. Berhati-hati saat menyikat gigi, bercukur atau berkegiatan lainya. Luka kecil saja dapat membuat pendarahan yang lebih banyak dari biasanya saat Anda menggunakan antikoagulan.

  • Makanan dan minuman tertentu

Saat menggunakan antikoagulan, perhatikan menu makanan yang Anda konsumsi. Sayuran dan hati yang banyak mengandung vitamin K perlu dikontrol jumlahnya. Selain itu, konsumsi alkohol juga perlu dihindari.