Make-up Sex, Hubungan Seksual Usai Pertengkaran

  • October 10, 2020

Di dalam hubungan, konflik dan pertengkaran adalah hal yang biasa. Setelah melalui pertengkaran yang panjang dan besar, pasangan cenderung melakukan hubungan seksual yang lebih intens yang disebut juga dengan make-up sex.

make up

Umumnya, hubungan seksual yang dilakukan usai bertengkar dengan pasangan cenderung lebih intens dan penuh gairah. Hal ini terkadang menjadi sarana untuk menyalurkan amarah yang masih tersisa.

Selain itu, hubungan seksual Anda dan pasangan pasti akan lebih berapi-api dan dipenuhi dengan pelepasan tinggi. 

Make-up sex setelah bertengkar, baik atau tidak?

Sebenarnya, make-up sex bisa menjadi solusi yang baik setelah pertengkaran, namun bisa juga tidak. Terkadang, make-up sex baru dilakukan setelah konflik benar-benar terselesaikan karena kasih sayang antara Anda dengan pasangan. 

Bila hal ini terjadi, maka make-up sex bisa menjadi cara yang tepat untuk untuk mengakhiri pertengkaran dengan pasangan. Pada tahap ini, Anda dan pasangan mungkin sudah menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Akan tetapi, tidak jarang pasangan melakukan make-up sex sebagai upaya menghindari pertengkaran dan komunikasi. Bila hal ini dilakukan, artinya konflik di antara Anda dan pasangan belum terselesaikan. Bukannya menyelesaikan masalah, hal ini hanya akan memberikan kepuasan sementara.

Karena itu, sebaiknya make-up sex benar-benar dilakukan setelah semua permasalahan terselesaikan. Jangan sampai, make-up sex hanya menjadi sarana Anda untuk melarikan diri dari permasalahan dengan pasangan.

Mengapa make-up sex lebih bergairah dibandingkan dengan seks biasa?

Ada beberapa faktor yang membuat hubungan seksual setelah pertengkaran terkesan lebih intens dibandingkan dengan hubungan seksual biasanya. Salah satunya adalah pemindahan gairah dari satu situasi ke situasi lainnya.

Ketika bertengkar dengan pasangan, Anda mengeluarkan banyak tenaga, emosi, dan gairah berupa amarah. Saat itu, seluruh semangat dan gairah Anda dipusatkan pada rasa kesal kepada pasangan.

Setelah konflik selesai dan Anda melakukan hubungan intim bersama pasangan, gairah Anda sedang ditransfer atau dipindahkan ke situasi yang baru, yaitu saat hubungan Anda dan pasangan baru saja kembali membaik. Inilah yang memicu gairah saat make-up sex menjadi lebih besar dari biasanya, sehingga terkesan lebih intens.

Pada dasarnya, kemunculan gairah dilatarbelakangi oleh emosi dan perasaan. Saat Anda marah, Anda mencurahkan emosi yang besar, memicu gairah berupa amarah. Ketika emosi Anda berubah, gairah pun akan ikut berubah.

Resiko hubungan seksual yang intens melalui make-up sex

Secara psikologis, hubungan seksual setelah pertengkaran memang bisa membantu menyelesaikan konflik dan amarah yang masih tersisa. Selain itu, hal ini juga membantu memperbaiki kondisi emosional Anda dan pasangan.

Akan tetapi, make-up sex juga dapat memicu beberapa resiko, seperti: 

  • Melibatkan kekerasan

Karena lebih berapi-api dan penuh gairah, tidak jarang make-up sex dipenuhi dengan kekerasan. Sebenarnya, kekerasan dalam hubungan seksual, seperti BDSM, tidak masalah jika kedua pihak setuju untuk melakukannya. 

Akan tetapi, bila kekerasan menjadi tidak terkendali dan dipenuhi amarah, hal ini akan menjadi hubungan seksual yang tidak sehat.

  • Komunikasi yang tidak sehat

Dalam beberapa kasus, pasangan tidak melakukan komunikasi yang efektif untuk mengatasi masalah, namun bergantung pada make-up sex untuk memperbaiki hubungan. Hal ini sebenarnya tidak baik, karena masalah tidak benar-benar terselesaikan, hanya tertunda untuk sementara waktu.

Make-up sex dengan pasangan pasti akan lebih intens dan terasa berbeda dengan hubungan seksual yang biasanya. Hal ini bukanlah sesuatu yang salah, tapi jangan sampai malah semakin merusak hubungan Anda. 

Kenali Efek Samping Antibiotik Sebelum Menggunakannya

  • October 9, 2020

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski penggunaannya sangat umum, Anda tetap perlu mewaspadai efek samping antibiotik sebelum mulai menggunakannya.

antibiotik

Selayaknya obat pada umumnya, antibiotik pun tidak terlepas dari kemungkinan menimbulkan efek samping. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi atau mencegah bakteri tersebut dalam berkembang atau membelah diri.

Ada banyak sekali jenis-jenis antibiotik dengan dosis yang berbeda-beda. Penggunaan antibiotik biasanya disarankan untuk berlandaskan pada anjuran dari dokter dan tidak bisa dibeli sendiri secara bebas. 

Efek samping antibiotik yang umum terjadi

Timbulnya efek samping antibiotik bisa dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu golongan efek samping yang umum terjadi dan efek samping yang lebih serius. Pada efek samping umum, Anda mungkin akan mengalami kondisi-kondisi berikut ini: 

  • Masalah pencernaan

Masalah pencernaan menjadi salah satu efek samping penggunaan antibiotik yang sangat umum ditemukan. Biasanya, penderita akan mengalami gejala berupa mual dan muntah-muntah, diare, kembung, kehilangan nafsu makan, dan nyeri perut.

Untuk mengatasi hal ini, Anda hanya perlu berhenti mengonsumsi antibiotik yang memicunya. Atau, Anda juga bisa meminta saran dari dokter dan apoteker untuk meringankan gejala ini melalui makanan-makanan khusus.

Apabila gangguan pencernaan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. 

  • Fotosensitivitas

Fotosensitivitas adalah kondisi saat mata Anda menangkap sinar cahaya lebih terang dari biasanya, memicu kesulitan penglihatan. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan kulit yang lebih sensitif pada sinar matahari.

Sama seperti efek samping masalah pencernaan, fotosensitivitas juga bisa dikendalikan setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik. Selama mengonsumsi antibiotik, sebaiknya gunakan sun block secara rutin sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. 

Jangan lupa juga untuk mengenakan aksesoris pelindung seperti topi dan kaca mata hitam. 

  • Perubahan warna gigi

Menurut penelitian, 3-6% pasien yang mengonsumsi antibitoik dengan kandungan tetrasiklin mengalami perubahan warna gigi. Perubahan warna ini bersifat permanen dan tidak bisa dibersihkan.

Namun, perubahan warna gigi pada anak tidak akan bersifat permanen karena gigi anak masih dapat berganti menjadi gigi tetap menjelang dewasa. Apabila Anda ingin menghindari efek samping ini, tanyakan pada dokter mengenai alternatif pengobatan lain. 

Efek samping antibiotik yang lebih serius

Dalam kasus yang lebih serius, efek samping antibiotik harus segera diatasi. Sebenarnya, hal ini cukup jarang terjadi, tapi tetap perlu diantisipasi. Beberapa efek samping serius meliputi: 

  • Kekebalan bakteri terhadap antibiotik

Penggunaan antibiotik secara terus menerus memicu bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut, sehingga antibiotik tidak lagi mempan dalam menyembuhkan penyakit Anda. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengancam jiwa.

Untuk menghindarinya, pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. 

  • Gagal ginjal

Ginjal manusia berperan dalam menghilangkan racun melalui darah dan urin. Antibiotik bisa membuat ginjal bekerja terlalu keras hingga ginjal mengalami kerusakan. Ditambah lagi, seiring bertambahnya usia, kemampuan kerja ginjal semakin menurun.

  • Penyakit jantung

Dalam kasus yang cukup jarang, antibiotik bisa menyebabkan pelemahan detak jantung dan tekanan darah rendah. Secara khusus, ini bisa terjadi pada pasien yang sebelumnya telah memiliki masalah penyakit jantung.

Agar terhindari dari berbagai efek samping antibiotik, pastikan untuk selalu mengonsumsi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Bila efek samping dirasakan semakin parah, carilah penanganan tercepat dengan berkonsultasi pada dokter. 

Bidai Tulang Kering, Kondisi yang Sering Menyerang Atlet

  • October 5, 2020

Bidai tulang kering, atau dikenal dengan istilah “shin splints” mengacu pada rasa sakit di sepanjang tulang kering (tibia), yaitu tulang besar di bagian depan kaki bagian bawah. Dalam dunia medis, kondisi ini bernama “medial tibial stress syndrome”, dan sering terjadi pada atlet yang baru-baru ini mengubah atau meningkatkan rutinitas berlatih. Peningkatan aktivitas tersebut membuat otot, tendon, dan jaringan tulang bekerja dengan lebih keras. Kebanyakan kasus bidai tulang kering dapat diatasi hanya dengan cukup istirahat, kompres es, atau perawatan diri lain. Menggunakan alas kaki yang layak serta memodifikasi rutinitas latihan Anda dapat membantu mencegah bidai tulang kering terjadi kembali di kemudian hari.

Penyebab dan faktor risiko

Rasa sakit atau nyeri yang dihubungkan dengan kondisi bidai tulang kering disebabkan karena jumlah teaga berlebih pada tulang kering dan jaringan yang menghubungkan tulang kering dengan otot di sekitarnya. Tenaga berlebih tersebut menyebabkan otot membengkak dan meningkatkan tekanan terhadap tulang, menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Bidai tulang kering juga dapat menyebabkan reaksi stres terhadap retak tulang. Hentakan yang konstan dapat menyebabkan retakan kecil pada tulang kaki. Tubuh dapat memperbaiki retakan tersebut setelah beberapa waktu. Akan tetapi apabila tubuh tidak mendapatkan cukup istirahat, retakan kecil dapat menyebabkan fraktur lengkap atau fraktur stres.

Berbagai aktivitas dan sifat fisik dapat meningkatkan risiko Anda menderita bidai tulang kering. Faktor risiko tersebut termasuk ketidaknormalan anatomi (seperti sindrom kaki datar), kelemahan otot pada paha dan pantat, kurangnya fleksibilitas, teknik berlatih yang tidak tepat, berlari menuruni bukit, berlari di permukaan yang miring atau medan tidak rata, berlari di permukaan yang keras seperti beton, memakai sepatu yang tidak layak pakai, dan berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan aktivitas berhenti dan mulai berlari dengan cepat. Bidai tulang kering juga dapat terjadi ketika otot dan tendon kaki lelah. Wanita, orang-orang dengan kaki datar, atlet, rekrutan militer, dan penari semuanya memiliki risiko lebih besar menderita bidai tulang kering.

Gejala, diagnosa, dan perawatan

Orang-orang yang menderita bidai tulang kering akan mengalami beberapa gejala berikut ini, seperti nyeri tumpul di bagian depan kaki bagian bawah, rasa sakit yang berkembang saat latihan, nyeri di kedua sisi tulang kering, nyeri otot, nyeri di sepanjang tungkai bawah bagian dalam, pembengkakan di tungkai bawah, serta mati rasa dan kelemahan kaki. Kunjungi dokter apabila bidai tulang kering Anda tidak memberikan respon terhadap metode perawatan yang diberikan, atau Anda menderita gejala seperti nyeri parah di tulang kering setelah terjatuh atau kecelakaan, tulang kering yang terasa panas, tulang kering yang bengkak, dan rasa nyeri pada tulang kering saat Anda beristirahat.

Dokter biasanya dapat mendiagnosa bidai tulang kering saat pemeriksaan fisik. Mereka akan bertanya seputar jenis aktivitas fisik yang Anda lakukan dan seberapa sering/intens Anda dalam melakukan aktivitas tersebut. Dokter juga akan meresepkan tes diagnosa seperti pemindaian pencitraan dan sinar-X apabila mereka mencurigai Anda menderita retak tulang atau kondisi lain selain bidai tulang kering.

Bidai tulang kering umumnya membutuhkan istirahat dari aktivitas fisik tertentu. Rasa tidak nyaman biasanya akan hilang setelah beberapa jam atau beberapa hari dengan beristirahat dan membatasi aktivitas. Biasanya, Anda akan diminta beristirahat selama dua minggu. Dalam waktu tersebut, Anda bisa melakukan olahraga yang tidak menyebabkan kerusakan tambahan pada kaki, seperti berjalan atau berenang.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menjalani Konseling Pernikahan?

  • September 30, 2020

Dalam hubungan rumah tangga, setiap pasangan pasti pernah mengalami masalah. Terkadang, masalah yang terlalu banyak bisa menyulitkan hubungan Anda dan pasangan. Bila hal itu terjadi, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk menjalani konseling pernikahan.

Konseling pernikahan merupakan alternatif yang tepat untuk memperbaiki hubungan pernikahan Anda dan pasangan. Tidak sedikit pasangan yang pada akhirnya berhasil mempertahankan hubungan pernikahan mereka berkat bantuan konseling tersebut.

Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling pernikahan

Terkadang, tidak semua orang menyadari bahwa mereka memerlukan konseling untuk memperbaiki hubungan pernikahan. Bila Anda tidak yakin apakah Anda dan pasangan perlu memulai konseling sesegera mungkin, coba pertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  • Anda memendam banyak amarah dan kekesalan pada pasangan, begitu pula sebaliknya
  • Anda dan pasangan sering mengkritik satu sama lain
  • Anda dan pasangan menikah di usia yang masih sangat muda
  • Anda merasakan adanya jarak dalam hubungan pernikahan dengan pasangan
  • Anda memiliki latar belakang keluar dengan orang tua yang bercerai
  • Anda merasa sulit membangun komunikasi yang efektif dengan pasangan
  • Anda dan pasangan menjalani hubungan pernikahan beda agama

Sebelum memutuskan untuk menjalani konseling, cobalah mempertimbangkan poin-poin di atas. Bila Anda merasakan bahwa sebagian besar poin tersebut sesuai dengan kondisi Anda saat ini, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai menjalani konseling pernikahan.

Tentunya, agar konseling dapat membuahkan hasil yang efektif, Anda perlu memastikan bahwa pasangan Anda pun bersedia melakukan konseling ini. Cobalah meminta pasangan untuk turut mempertimbangkan poin-poin di atas. Bila pasangan Anda merasakan hal yang sama dengan Anda, maka konseling bisa menjadi cara yang tepat untuk memulihkan pernikahan Anda.

Segeralah mencari terapis untuk memulai konseling sedini mungkin. Bila terlalu lama, menunda, masalah Anda bisa semakin memburuk dan kondisi pernikahan pun semakin sulit untuk dipulihkan.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan konseling pernikahan

Sebenarnya, tidak banyak persiapan yang perlu Anda lakukan untuk menjalani konseling pernikahan. Anda hanya perlu melakukan riset untuk menemukan terapis yang paling tepat.

Namun, sebelumnya, pastikan Anda dan pasangan sama-sama siap dan bersedia untuk memberi kesempatan kepada sang terapis untuk memberikan solusi bagi masalah Anda.

Anda bisa mencoba mencari terapis dengan meminta referensi dari keluarga atau teman-teman terdekat. Biasanya, Anda akan lebih mudah percaya pada terapis yang telah terbukti sukses dalam memperbaiki hubungan pernikahan orang yang Anda kenal.

Sebelum membuat jadwal sesi dengan terapis, pertimbangkan beberapa hal ini terlebih dahulu:

  • Latar belakang

Mengetahui latar belakang sang terapis bisa membantu Anda untuk memiliki harapan besar saat konseling. Cari tahu pengalaman sang terapis, testimoni dari orang-orang yang pernah berkonsultasi dengannya, serta pendidikan yang dijalani.

Pastikan terapis yang Anda pilih telah memiliki izin untuk menjalankan prakteknya secara legal.

  • Biaya konseling

Tentunya, faktor biaya tidak boleh luput dari pertimbangan ketika akan melakukan konseling. Terapis dengan pengalaman lebih banyak mungkin akan memberikan biaya konseling yang lebih tinggi, namun dengan hasil yang lebih terjamin

Cobalah sesuaikan konseling yang akan dipilih berdasarkan dana yang disediakan oleh Anda dan pasangan. Beberapa sesi konseling mungkin bisa ditanggung oleh asuransi.

Memutuskan untuk menjalani konseling pernikahan bukanlah hal yang mudah. Tapi, ketika Anda sudah berkomitmen untuk melakukannya, pernikahan Anda dan pasangan akan memiliki potensi untuk dipulihkan.

Ini Dia, 7 Alasan Kamu Harus Coba Makan Hummus!

  • September 23, 2020

Apakah Anda pernah mengonsumsi hummus? Hummus adalah makanan khas dari Timur Tengah. Makanan ini berupa saus dan selai Timur Tengah yang sangat populer. Umumnya, hummus dibuat dengan mencampurkan buncis, biji wijen, minyak zaitun, jus lemon, dan bawang putih ke dalam food processor.

Tak hanya memberikan kelezatan, hummus juga memiliki banyak nutrisi yang menyehatkan untuk tubuh. Ada 7 manfaat hummus yang telah terbukti secara ilmiah dan mungkin akan membuat Anda ingin segera mencicipinya. Apa sajakah itu?

  • Hummus super bergizi kaya protein nabati.

Hummus adalah salah satu makanan sumber protein nabati yang menyediakan 7,9 gram protein per porsinya. Tentunya, ini akan menjadikan pilihan yang baik bagi Anda yang sedang menjalani program diet vegetarian atau vegan. Dengan mencukupi kebutuhan protein, akan membantu proses pertumbuhan, pemulihan, dan meningkatan daya tahan tubuh.

Selain itu, hummus juga mengandung asam folat, vitamin B, zat besi, dan fosfor yang penting dalam program diet vegetarian dan vegan. Ini karena penganut diet tersebut mungkin tidak akan memperoleh vitamin dan mineral yang cukup dari makanannya.

  • Efektif mengurangi peradangan.

Peradangan merupakan bagian dari mekanisme tubuh untuk melindungi dari infeksi, penyakit, atau cedera. Namun, terkadang peradangan bisa berlangsung lebih lama dari yang dibutuhkan tubuh atau disebut peradangan kronis dan dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius.

Bahan-bahan untuk membuat hummus dapat membantu melawan peradangan kronis, seperti minyak zaitun, biji wijen, dan buncis yang mengandung tinggi antioksidan, sehingga dapat mengurangi faktor peradangan di dalam tubuh. Bahkan, kekuatan antioksidannya hampir  menyamai obat antiinflamasi pada umumnya, lho.

  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Hummus merupakan sumber serat pangan yang baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Dalam 100 gram hummus, dapat menyediakan kebutuhan serat hingga 6 gram atau sama dengan 24% dari rekomendasi serat harian untuk wanita dan 16% untuk pria.

Serat makanan dapat membantu melancarkan pembuangan feses, memberi makan untuk bakteri sehat di usus, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Fungsi bakteri baik di usus untuk menghasilkan asam lemak butirat yang dapat menutrisi sel-sel saluran pencernaan. Alhasil, kesehatan pencernaan Anda terjaga dengan baik dan terhindar dari serangan kanker.

  • Hummus dapat mengontrol kadar gula darah.

Hummus dapat membantu mengontrol kadar gula darah Anda. Hal ini karena bahan-bahannya sendiri memiliki indeks glikemik yang rendah, seperti buncis. Makanan dengan indeks glikemik rendah dicerna dan diserap lebih lambat dibandingkan dengan makanan indeks glikemik tinggi. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir kadar gula darah akan naik saat mengonsumsi hummus.

  • Mengurangi risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi hummus dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Dua bahan utama yang diduga berperan penting adalah buncis dan minyak zaitun. Bahan-bahan tersebut dapat menekan kadar kolesterol-LDL dan sebagai sumber lemak sehat untuk tubuh, sehingga dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Meskipun begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi terkait hal ini.

  • Menjaga berat badan ideal.

Karena hummus merupakan sumber serat yang baik untuk tubuh, tidak heran jika mengonsumsi makanan ini dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal. Jadi, Anda tidak perlu takut gemuk atau kurus.

Serat makanan terbukti dapat mengurangi kadar hormon kelaparan atau ghrelin. Alhasil, nafsu makan Anda jadi lebih terkontrol dan asupan makan tidak berlebihan. Selain serat, protein dalam hummus juga dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

  • Aman dikonsumsi bagi Anda yang memiliki intoleransi makanan.

Apakah Anda punya intoleransi terhadap makanan tertentu? Misalnya susu, kacang-kacangan, dan gluten. Kabar baiknya, hummus bisa dinikmati oleh hampir semua orang, termasuk penderita intoleransi makanan.

Secara alami, hummus adalah makanan yang bebas gluten, kacang-kacangan, dan susu, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki penyakit celiac, alergi kacang, dan intoleransi laktosa.

Meskipun begitu, Anda tetap harus berhati-hati, sebab orang yang sensitif terhadap FODMAP atau alergi terhadap biji wijen harus membatasi atau menghindari makanan ini.

Inilah 7 alasan Anda harus coba makan hummus. Selain cita rasanya yang khas, makanan asli dari Timur Tengah ini juga menyimpan segudang manfaat kesehatan untuk tubuh Anda.

Bagaimana, tertarik mencoba?

Setrika Wajah 

  • September 17, 2020

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan orang-orang jika ingin merawat tubuh, termasuk bagian wajah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan setrika wajah. Setrika wajah merupakan teknik yang dilakukan untuk mengencangkan kulit wajah.

Sebagian orang ingin menggunakan setrika wajah karena dapat mencegah kerutan. Walaupun disebut sebagai setrika wajah, benda tersebut tidak terlihat seperti setrika, namun terlihat seperti shower yang berukuran kecil. Setrika wajah juga disebut sebagai radiofrequency.

Pemahaman Tentang Setrika Wajah

Pada dasarnya, setrika wajah sama seperti setrika pakaian dimana kedua setrika tersebut dapat menghaluskan permukaan pakaian dan kulit manusia.

Tidak hanya itu, setrika wajah mampu menghasilkan panas yang dapat menembus hingga ke bagian kulit yang lebih mendalam untuk merangsang pembentukan kolagen baru, mempercepat produksi elastin, dan membantu sel untuk melakukan regenerasi dengan cepat.

Setrika wajah akan memberikan hasil yang efektif dimana hasil tersebut dapat membuat kulit terasa kencang, kenyal, dan tampak muda.

Akademi Dermatologi Amerika Serikat (AAD) menyatakan bahwa mengatasi wajah dengan menggunakan setrika wajah akan mencegah kerutan. Seseorang yang pertama kali menggunakan benda tersebut akan merasakan sensasinya.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Tentang Setrika Wajah

Meskipun dapat memberikan hasil yang baik pada wajah, AAD menyatakan bahwa penggunaan setrika wajah akan efektif setelah pasien menjalani perawatan selama 6 bulan. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pasien untuk melakukan perawatan kecantikan sampingan untuk mempercepat efek setrika wajah. Contoh perawatan kecantikan sampingan yang dapat dilakukan adalah menggunakan krim wajah khusus.

Setelah melakukan perawatan tersebut, Anda juga dianjurkan untuk menggunakan skin care yang tepat. Penggunaan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kondisi wajah Anda akan membuat hasil setrika wajah mampu bertahan di bagian wajah selama 2 hingga 3 tahun.

Efek Samping

Setrika wajah merupakan salah satu prosedur yang aman dilakukan, namun harus ditangani oleh dokter kulit secara profesional. Sama seperti prosedur medis lain, setrika wajah tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang yang menggunakan prosedur tersebut, akan mengalami efek samping.

Dewan Dokter Bedah Kecantikan Amerika Serikat menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan setrika wajah, akan mengalami efek samping berupa wajah terasa terbakar. Hal tersebut bisa terjadi karena penggunaan frekuensi yang terlalu tinggi sehingga panas yang dihasilkan juga akan berpengaruh pada wajah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat menyatakan bahwa penggunaan setrika wajah bisa menimbulkan tumor atau kanker kulit, karena dapat melepaskan radiasi.

Meskipun demikian, Dewan Dokter Bedah Kecantikan Amerika Serikat membutuhkan penelitian lebih lanjut terkait dengan masalah tersebut. Masalah yang sama juga dibicarakan oleh Lembaga Kanker Amerika Serikat dan Komisi Komunikasi Federal Amerika melalui penelitian.

Pertimbangan Sebelum Melakukan Setrika Wajah

AAD mengklaim bahwa setrika wajah merupakan prosedur medis noninvasif dimana prosedur tersebut tidak melibatkan pembedahan. Setelah seseorang menggunakan setrika wajah, mereka juga bisa mengalami kemerahan pada bagian wajah, namun hanya terjadi untuk  sementara.

Tidak seperti facelift, setrika wajah akan memberikan hasil yang baik secara alami. Anda juga dapat menggunakan make up secara langsung setelah menjalani perawatan tersebut.

Walaupun dapat memberikan efek yang baik pada wajah, setrika wajah membutuhkan proses yang cukup lama, setidaknya 6 bulan. Selain itu, seseorang perlu menggunakan perawatan tambahan seperti krim wajah.

Biaya untuk melakukan setrika wajah juga cukup mahal, bisa mencapai sekitar Rp 3 juta. Anda juga perlu melakukannya di klinik resmi.

Sebelum Anda melakukan setrika wajah, Anda sebaiknya pertimbangkan hal-hal yang disebutkan di atas, dan bila perlu, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kulit.

Tips Memilih Tisu Bayi Basah

  • September 11, 2020

Salah satu perlengkapan yang diperlukan orang tua yang baru memiliki anak adalah tisu bayi, khususnya yang basah. Hal ini dikarenakan hampir setiap saat pasti digunakan, terutama saat membersihkan buah hati ketika mau ganti popok. Sekalipun demikian, para orang tua tidak bisa asal memilih tisu basah yang mau digunakan.

Hal ini lantaran bagi bayi yang kulitnya sensitif, menggunakan tisu basah bisa saja menimbulkan efek negatif. Dampak tersebut bisa disebabkan oleh reaksi kulit terhadap bahan-bahan iritatif yang terkandung dalam tisu basah, seperti pewangi, alkohol, dan detergen.

Tisu bayi yang mengandung bahan pengawet dan iritatif bisa memicu munculnya reaksi, seperti gatal-gatal, pengerasan kulit, bengkak, ruam, lecet, melepuh, bahkan kulit menjadi bersisik. Untuk areanya sendiri, biasanya di sela-sela jari, bokong, dan sekitar kelamin. Jika buah hati memunculkan reaksi alergi, sangat disarankan orang tua menggantinya dengan air hangat saja untuk membersihkan anaknya.

Lalu, bagaimana caranya memilih tisu bayi yang aman?

Pertama, merujuk dari penamaannya yang merupakan tisu basah, itu artinya produk harus mengandung air di dalamnya. Hal ini menjadi penting karena bila tidak cermat, orang tua malah menemukan tisu basah yang basahnya karena alkohol, bukan air.

Kedua, yang perlu diperhatikan dalam memilih tisu basah adalah memastikan tisu bayi tersebut tidak mengandung alkohol. Tisu yang mengandung alkohol tentunya sangat berbahaya bagi bayi, terutama yang baru lahir. Sebab, tisu berbahan alkohol bisa membuat kulit bayi mengalami iritasi.

Ketiga, jangan menggunakan tisu basah yang mengandung pewangi atau parfume. Hal ini ditekankan karena di pasaran, banyak produsen tisu basah yang menambahkan pewangi di produknya. Tisu jenis tersebut biasanya diperuntukan untuk orang dewasa. Tetapi, untuk anak yang baru lahir, tisu bayi yang mengandung pengharum tidak bisa digunakan.

Keempat, dalam memilih tisu basah untuk bayi pastikan bahannya aman untuk buah hati. Selain bahan, tentu kualitas secara menyeluruh perlu diperhatikan. Lalu, bagaimana parameter tisu basah yang aman? Tentunya adalah jenis tisu yang berbahan lembut dan tak mudah rusak.

Kelima, terkait kualitas, dalam memilih tisu bayi yang berbahan basah, orang tua perlu memastikan produk yang dipilih sudah teruji secara klinis bahwa tisu basah yang digunakan anti alergi atau hypoallergenic. Hal ini mengingat kulit bayi yang sensitif sangat rentan terkena alergi.

Keenam, tisu basah yang baik untuk bayi adalah tisu yang tidak mengandung bahan pemutih. Untuk merek-merek ternama yang sudah tercatat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), biasanya produk-produknya tidak mengandung bahan pemutih. Hal ini berbeda dengan tisu basah yang belum teregistrasi BPOM.

Ketujuh, dalam menentukan tisu bayi, ada baiknya para orang tua memilih sesuai kebutuhan. Memang tidak ada yang salah jika satu tisu basah digunakan untuk semua keperluan sang buah hati. Tetapi, tidak ada salahnya juga menggunakan tisu sesuai dengan kegunaannya. Hal ini karena ada varian tisu yang kandungannya dikhususkan untuk hal-hal tertentu, seperti khusus mengganti popok atau khusus membunuh kuman.

Kedelapan, yang tidak kalah penting adalah memilih tisu basah yang penutupnya rapat. Sering kali kita temukan tisu basah untuk bayi penutupnya flip-up yang menyebabkan mudah dibuka dan tutup. Ada juga jenis yang isi ulang. Dalam memilih, pastikan produknya memiliki daya perekat atau penutup yang kuat untuk memastikan tisu bayi tidak kotor atau terkontaminasi debu.

Dari penjelasan di atas, terkesan agak rumit dalam memilih tisu bayi. Tetapi, jika dilakukan dengan senang hati, maka yang rumit itu tidak akan terasa. Apalagi, kebutuhan tersebut untuk buah hati sendiri.

Apakah Boleh Memberi Obat Pilek pada Bayi?

  • September 11, 2020

Orangtua pasti akan panik saat melihat buah hatinya menderita batuk dan pilek. Namun, Anda tidak boleh terburu-buru untuk memberi obat pilek bayi, apalagi jika tanpa resep dari dokter. batuk dan pilek pada bayi dikenal dengan istilah commond coldKondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran hidung dan tenggorokan bayi sehingga ia mengalami penyumbatan pada saluran napas dan hidung berair atau berlendir.

Common cold bukanlah penyakit yang asing pada bayi karena sistem imun mereka memang belum sempurna. Para ahli kesehatan menyatakan bayi masih dikatakan normal jika mengalami tujuh kali batuk-pilek di tahun pertama kelahirannya.

Bolehkan memberi obat pilek bayi?

Di pasaran, terdapat berbagai jenis obat pilek bayi yang digadang-gadang mampu meredakan penyakit yang menimpa bayi Anda. Tetapi, jangan langsung membeli obat pilek bayi, kemudian memberikannya pada buah hati Anda tanpa resep dokter.

Pasalnya, obat pilek yang dijual bebas biasanya tidak boleh dikonsumsi oleh anak yang berusia di bawah enam tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) bahkan menyarankan obat batuk pilek tidak diberikan kepada anak yang berusia di bawah empat tahun, termasuk pada bayi.

Common cold pada bayi juga tidak mempan diobati dengan antibiotik. Antibiotik hanya dapat membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, sedangkan pilek-batuk terjadi karena serangan virus.

Sebetulnya, batuk pilek pada bayi akan sembuh sendiri tanpa konsumsi obat pilek bayi. Namun, Anda dapat memberi obat penurun panas seperti paracetamol, bila batuk-pilek pada bayi disertai oleh demam. Dosis pemberian paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi.

Tips mengatasi pilek bayi tanpa obat

Karena si Kecil sebaiknya tidak minum obat batuk pilek bayi, tetap ada cara untuk meringankan gejala flu yang dialami oleh buah hati Anda. Penanganannya dapat berupa:

  • Memastikan bayi nyaman selama menderita batuk pilek dengan cara mengatur suhu ruangan agar tidak dingin sehingga akan membantu melegakan pernapasannya.
  • Berikan banyak cairan pada bayi. Jika bayi masih berusia di bawah enam bulan, lakukan gempur ASI atau perbanyak pemberian formula susu. Jika ia sudah berumur di atas enam bulan, Anda dapat memberi sumber cairan lain, seperti air putih, sup, sari buah, dan lain-lain.
  • Pastikan bayi lebih banyak beristirahat.
  • Menepuk punggung bayi untuk membantu meringankan hidung tersumbat. Anda dapat membaringkan bayi pada posisi tengkurap, lalu tepuk dengan lembut punggung bayi.
  • Hindari memencet hidung bayi terlalu keras ketika akan mengelurkan ingus.

Bayi biasanya mengalami batuk pilek karena tertular orang di sekitarnya. Jadi, pastikan bayi juga menghindari kontak dengan orang lain yang sedang menderita batuk pilek agar proses penyembuhannya berlangsung lebih cepat. Anda pun sebaiknya menggunakan masker ketika merawat bayi yang terkena batuk pilek agar penyakit yang sama tidak menulari Anda.

Jika Anda merasa khawatir, periksakan bayi Anda ke dokter terdekat. Dokter akan mengidentifikasi masalah kesehatan di tubuh bayi yang membuatnya terserang batuk maupun pilek. Dokter mungkin akan memberikan obat batuk pilek untuk menyembuhkan penyebab batuk tersebut. Jadi, bukan semata-mata menghilangkan gejala batuknya saja. Jangan lupa untuk cek SehatQ.com untuk mencari tahu info seputar parenting.

Pemutih Wajah Alami Untuk Pria

  • August 31, 2020

Pria menjadi lebih sadar akan kesehatan dan penampilan mereka. Kulit pria menjadi lebih kusam dan kecoklatan karena tumbuhnya jenggot dan alasan lainnya. Oleh karena itu, penting juga untuk menemukan pemutih wajah pria yang tepat.

Kulit mulus tidak lagi menjadi syarat hanya untuk wanita, pria juga mencoba berbagai jenis krim dan lotion untuk mendapatkan kulit yang sempurna. Salah satunya pemutih wajah untuk membuat kulit para pria lebih sehat.

Daripada menggunakan produk kecantikan yang memiliki berbagai bahan kimia, cobalah pemutih wajah natural, yang sangat efektif dan tidak memiliki efek samping. Terutama bagi pria untuk mendapatkan kulit yang lebih cerah dan sehat. Berikut pemutih wajah natural yang bisa dilakukan baik pria dan wanita:

  • Lemon dan madu

Lemon memiliki khasiat pemutihan yang luar biasa yang dapat memutihkan kulit bahkan yang paling keras sekaligus. Jus lemon juga membantu menjaga wajah bebas minyak untuk waktu yang lama. Madu, di sisi lain, menghilangkan efek asam dari jus lemon dan membuat wajah Anda halus.

Ambil 1 sdt perasan air lemon dan 1 sdt madu organik dalam mangkuk. Aduk rata.  Oleskan campuran ini ke wajah Anda dan biarkan selama 20 menit. Cuci bersih dengan air biasa.

  • Pepaya

Pepaya memiliki berbagai macam manfaat untuk kulit Anda. Pepaya efektif dalam mengurangi pigmentasi hitam dari kulit Anda, mengurangi kerutan, lingkaran hitam, dan sel kulit mati. Gunakan pepaya secara teratur karena bekerja sebagai pemutih wajah secara alami, baik untuk pria dan wanita.

Haluskan pepaya dan oleskan di wajah Anda. Biarkan mengering selama sekitar 15 hingga 20 menit lalu bersihkan dengan air hangat. Gunakan metode ini setidaknya dua kali seminggu untuk mendapatkan hasil yang efektif.

Daripada menggunakan produk mahal, sebaiknya pilih cara alami untuk mendapatkan kulit cerah, karena bahan alami tidak memiliki efek samping.

Jika Anda ingin mendapatkan kulit putih alami dengan cepat, maka Anda harus mencoba tips di atas untuk mendapatkan kulit yang cerah. Semua metode alami diatas telah dicoba dan diuji sebagai salah satu pemutih wajah yang efektif. Banyak pria dan juga wanita mendapatkan hasil yang nyata setelah melakukan tip tersebut.

Ingat, pemutih wajah yang mengandung berbagai bahan kimia akan memberikan efek pada kulit Anda. Lakukan cara alami dan Anda akan mendapatkan hasil maksimal dan juga memuaskan.

Ciri dan Perbedaan Miopi dan Hipermetropi, Ini Penjelasannya

  • August 24, 2020

Salah satu gangguan penglihatan yang umumnya dialami oleh banyak orang, yaitu miopi (rabun dekat) dan hipermetropi (rabun jauh). Kedua gangguan penglihatan ini tergolong dalam kelainan refraksi mata, yang berarti kelainan pada kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya pada retina. Memang, kedua kelainan mata ini sering kali dianggap tidak begitu serius atau membahayakan, namun gangguan mata yang tidak diatasi tentu akan semakin mengganggu aktivitas Anda. Sebagai alternatif, banyak orang menggunakan kacamata atau lensa kontak sebagai alat bantu.

Ciri-ciri miopi dan hipermetropi, manakah kelainan mata yang saya alami?

Kelainan mata miopi dan hipermetropi memiliki cirinya masing-masing. Informasi selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini.

  • Rabun jauh (miopi), umumnya ditandai dengan beberapa kondisi, yaitu:
  • Kesulitan melihat dengan jelas objek yang berada dalam jarak jauh.
  • Mengalami kesulitan ketika membaca rambu lalu lintas saat mengendarai kendaraan, khususnya ketika malam hari
  • Jika terjadi pada anak, biasanya ditandai dengan kesalahan ketika membaca atau melihat suatu objek, seperti tulisan pada papan tulis di sekolah.
  • Menggosok dan mengedipkan mata secara lebih intens.
  • Menonton tv atau menatap layar komputer dalam jarak yang sangat dekat.
  • Sering kali memicingkan mata atau menutup salah satu mata untuk melihat objek dalam jarak jauh.
  • Rabun dekat (hipermetropi), biasanya memiliki gejala atau ciri, seperti:
  • Rasa tidak nyaman ketika atau mengalami sakit kepala ketika melakukan aktivitas dengan kemampuan penglihatan dalam jarak dekat, seperti menggambar, menulis, membaca, atau menggunakan komputer.
  • Dapat melihat objek dalam jarak jauh secara lebih jelas.
  • Kesulitan melihat objek pada jarak dekat.
  • Kerap kali memicingkan mata ketika melihat objek dalam jarak dekat
  • Kesulitan ketika membaca huruf berukuran kecil, seperti pada buku, dan secara tidak sadar menjauhkan buku tersebut agar tulisan dapat jelas terbaca.

Di mana letak perbedaan miopi dan hipermetropi? Seperti apa sebenarnya proses penglihatan dengan kelainan mata ini?

Telah disebutkan bahwa, kelainan mata miopi dan hipermetropi ini terletak pada ketidakmampuan mata untuk memfokuskan cahaya ke retina mata. Meskipun begitu, terdapat beberapa perbedaan di antara dua kondisi ini.

Miopi (rabun jauh) terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh dan ditempatkan tepat di depan retina. Kondisi ini membuat penderita miopi mengalami kesulitan ketika melihat objek dalam jarak jauh.

Diketahui bahwa penyebab terjadinya miopi belum ditemukan secara spesifik. Namun, adanya gangguan pada panjang bola mata, lensa, dan kornea, dapat berkontribusi menyebabkan kelainan mata ini terjadi. Di samping itu, faktor genetik juga dikatakan berperan cukup penting, karena umumnya orang tua yang merupakan penderita miopi, akan menurunkan kelainan mata ini pada anaknya. Kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu yang cukup lama dan tidak mendapatkan sinar matahari alami secara cukup, juga dapat memparah kondisi ini.

Sementara itu, hipermetropi terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata, difokuskan ke area belakang mata. Kondisi ini dipicu oleh pendeknya bola mata dan kurangnya kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya, hingga bentuk kornea mata yang tidak lazim.

Baik miopi maupun hipermetropi dapat diatasi, baik dengan operasi, kacamata, atau lensa kontak sekali pun. Meskipun begitu, Anda tetap harus mengonsultasikan permasalahan penglihatan ini dengan dokter agar mendapat penanganan dan perawatan sesuai.