Cara Praktis Membasmi Penyebab Mata Ikan

  • March 28, 2020

Mata ikan adalah sejenis kutil yang tumbuh di permukaan kulit. Lokasinya bisa tumbuh dimana saja seperti di telapak tangan atau di telapak kaki. Mata ikan biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, namun jika terdapat di area tubuh yang terbuka dapat mengganggu penampilan. Selain itu, jika timbul di telapak kaki, mata ikan bisa menimbulkan nyeri karena tertekan saat berjalan atau berdiri. Sangat mengganggu kan? Lalu, bagaimana cara membasmi penyebab mata ikan? Simak ulasan berikut ini.

Cara membasmi penyebab mata ikan

Meskipun gampang sekali ditularkan, penyebab mata ikan ini cukup mudah diatasi. Cara-cara ini bisa Anda lakukan di rumah.

  1. Asam salisilat

Obat untuk menghilangkan mata ikan dapat kamu beli dengan mudah di apotek. Pilih obat yang mengandung asam salisilat. Asam salisilat bekerja menghilangkan mata ikan dengan mengikis kulit mata ikan sedikit demi sedikit sampai benar-benar hilang. Demi mempercepat penyembuhan mata ikan, Anda dapat mengaplikasikan obat yang mengandung asam salisilat ini 2 kali sehari setiap hari. Agar kerja obat lebih maksimal, Anda dapat merendam bagian tubuh yang terkena mata ikan dalam air hangat selama 10 menit sebelum mengaplikasikan obat ini.

  • Menggunakan plester duct tape

Cara ini terbilang cukup unik. Kamu dapat menempelkan mata ikan dengan plester duct tape atau sejenis lakban dan menggantinya 2 kali sehari.Namun bila mata ikan tumbuh di kaki, disarankan untuk mengganti plester lebih sering agar mata ikan lebih cepat menghilang. Plester yang ditempel dan kemudian dilepas dapat membantu mengikis kulit mata ikan. Rata-rata mata ikan akan menghilang dalam 28 hari setelah menggunakan cara ini. Meskipun terdengar meragukan, namun penelitian membuktikan  bahwa cara ini bahkan lebih efektif dibandingkan cryotherapy, yaitu sebuah prosedur medis untuk menghilangkan mata ikan.

  • Larutan povidone iodine

Cara ini patut dicoba karena penelitian menunjukkan produk yang mengandung Povidone Iodine jika diaplikasikan secara rutin dua kali sehari dapat menghilangkan mata ikan dalam 12 minggu. Selain itu, produk obat yang mengandung Povidone Iodine dapat kamu beli dengan mudah di toko obat terdekat.

Perbedaan Klepto dan Pengutil yang Perlu Anda Tahu

  • March 6, 2020

Pernahkan Anda mendengar istilah klepto atau kleptomania? Klepto merupakan adanya suatu dorongan dalam diri seseorang untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh orang tersebut. Bahkan bisa jadi barang-barang tersebut seringnya akan dibuang atau diberikan kepada orang lain setelah berhasil dicuri. Dalam kata lain, barang yang dicuri sebenarnya kurang berguna untuk para klepto dan bukan bertujuan untuk dijual kembali.

Penyakit mental yang juga pernah dialami beberapa artis Hollywood seperti Megan Fox, Britney Spears, dan Lindsay Lohan ini juga dapat dialami oleh siapapun, termasuk anak-anak sekalipun. Namun, kleptomania lebih sering menimpa perempuan ketimbang laki-laki dan biasanya terjadi pada saat remaja.

Perbedaan kleptomania dan pengutil

Mungkin masih banyak yang menganggap bahwa kleptomania sama dengan pengutil, padahal kenyataanya dua hal tersebut adalah berbeda. Klepto adalah gangguan Kesehatan mental yang mendorong seseorang untuk mencuri barang-barang yang terkadang tidak dibutuhkan atau bernilai kecil, dalam kata lain hanya untuk memenuhi hasratnya.

Seseorang yang menderita kleptomania hanya mencuri sesuatu untuk memenuhi hasratnya, bukan untuk tujuan keuntungan atau karena mereka tidak dapat membeli barang tersebut. Mereka hanya akan merasa puas jika mereka berhasil atau sebenarnya tidak mereka butuhkan. Seseorang kleptomania juga biasanya tidak merencanakan aksi pencurian yang akan mereka lakukan.

Dorongan tersebut akan muncul dengan sendirinya atau spontan. Bahkan penderita kleptomania seringkali merasa bersalah dan timbul penyesalan mendalam setelah kelegaan berhasil mencuri barang yang diinginkannya. Lain halnya dengan pengutil. Pengutil umumnya mencuri karena faktor ekonomi, misalnya karena mereka ingin punya suatu barang, tetapi mereka tidak punya cukup uang untuk membelinya.

Pengutil akan mencuri barang yang memang dibutuhkannya, entah itu karena alasan tidak mampu atau adanya tekanan gaya hidup dari teman-temannya. Mereka melakukan tindakan pencurian secara sengaja dan biasanya sudah direncanakan.

Apakah kleptomania bisa disembuhkan?

Jawabannya adalah ya, kleptomania bisa disembuhkan. Hanya saja, seringkali penderitanya merasa malu untuk mengakui bahwa mereka memang menderita kleptomania dan memilih untuk menghindar. Takut dengan konsekuensi yang harus berurusan dengan hukum juga dapat menjadi salah satu alasan mengapa mereka memiliki untuk menghindar dan tidak ingin menemui psikiater.

Ada du acara yang biasanya digunakan psikiater untuk menyembuhkan klepto, antara lain dengan diberikan obat-obatan SSRI (obat antidepresan) dan dengan menggunakan psikoterapi. Psikoterapi sering digunakan untuk mengobati gangguan kontrol impulsif semacam klepto.

Ini Dia Cara Mengobati Herpangina pada Anak

  • February 26, 2020

Jika Anda pernah menemukan bisul atau bentol di sekitar area langit-langit mulut anak Anda, kondisi tersebut kemungkinan adalah herpangina. Herpangina adalah infeksi salah satu infeksi yang umumnya terjadi pada anak-anak. Bentol yang timbul tersebut secara fisik terlihat seperti gelembung yang berisi air dan disertai dengan rasa sakit.

Seorang anak yang terinfeksi herpangina biasanya mengalami demam dan tidak memiliki nafsu makan. Infeksi ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia 3 hingga 10 tahun. Walaupun begitu, ibu hamil dan bayi yang belum lahir juga berisiko terkena infeksi ini. Begitu pula dengan orang dewasa lain.

Bentol-bentol tersebut tidak hanya muncul di sekitar area langit-langit mulut, namun juga di belakang tenggorokan.

Bagaimana mendiagnosis herpangina?

Ketika Anda ingin memeriksakan gejala yang dialami, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bentol-bentol yang muncul pada tubuh penderita. Biasanya, hanya dengan pemeriksaan seperti ini, dokter dapat segera memberikan hasil diagnosis. Maka dari itu, pemeriksaan penunjang, seperti tes darah jarang direkomendasikan oleh dokter.

Gejala yang muncul akibat herpangina sekilas serupa dengan gejala hand foot mouth disease (HFMD). Penularan dari kedua jenis infeksi ini juga serupa, yaitu melalui percikan cairan dari tubuh penderita secara langsung.

Cara membedakan herpangina dengan HFMD, yaitu dengan memerhatikan area munculnya bentol. Jika pada herpangina, lesi akan muncul pada bagian belakang rongga mulut. Sementara itu, dalam kasus HFMD terlihat adanya lepuhan pada bagian depan rongga mulut.

Cara mengobati herpangina pada anak

Herpangina termasuk ke dalam jenis penyakit yang tidak berbahaya dan juga dapat menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, penyakit ini tidak memiliki prosedur khusus pengobatan.

Jika memang diperlukan pengobatan, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk mengobati herpangina dengan cara meredakan nyeri timbul. Beberapa obat yang direkomendasikan dokter, yaitu:

  • Obat pereda nyeri: obat pereda nyeri yang umumnya diresepkan yaitu ibuprofen dan paracetamol.
  • Obat anastetis: obat anastetis diberikan untuk mengurangi rasa nyeri di sekitar area langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan yang disebabkan oleh gejala herpangina. Obat ini dikemas dalam bentuk tablet hisap, obat kumur, dan juga gel.

Jangan Sembarang Batuk! Ini Dia Etika Batuk yang Perlu Diperhatikan

  • February 6, 2020

Batuk pada dasarnya adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan sumbatan yang berada di saluran pernapasan. Dalam kasus tertentu, batuk dapat menjadi pertanda adanya penyakit tertentu. Tidak jarang, banyak orang yang mengalami batuk dan disertai dengan penyakit lain, seperti flu.

Serupa dengan flu, batuk juga kerap kali menular. Seseorang yang tidak mengetahui etika batuk yang benar berisiko menularkan batuk pada orang-orang di sekitarnya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan etika batuk agar penularan penyakit dapat dibatasi dan tidak semakin melebar.

Etika batuk yang perlu diperhatikan

Ketika Anda sedang tidak enak badan dan sering mengeluarkan batuk, terutama jika Anda berada di tengah kerumunan, beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

  • Siap sedia masker dan gunakan masker selalu.
  • Tidak tidak mengenakan masker, maka tutuplah mulut dan hidung menggunakan tisu ketika batuk. Jika tidak terdapat tisu di sekitar Anda, maka tutuplah hidup dan mulut dengan siku bagian dalam.
  • Jangan batuk di depan wajah orang lain, melainkan palingkanlah wajah Anda ketika sedang batuk.
  • Buanglah tisu yang telah Anda gunakan untuk menutup hidung dan mulut Anda ketika batuk ke tempat sampah.
  • Cuci bersih tangan Anda dengan air mengalir dan sabun maupun hand sanitizer.
  • Jika Anda belum mencuci tangan, usahakan untuk tidak memegang barang yang digunakan bersama-sama dengan orang lain maupun menyentuh orang lain.
  • Jika memang Anda telah terlanjur menyentuh benda tersebut, bersihkan segera menggunakan desinfektan.
  • Ketika Anda sedang sakit, usahakan untuk menjaga jarak dengan orang lain hingga kondisi Anda telah membaik.

Mengingat fakta bahwa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) cenderung bertransformasi menjadi epidemi dan pandemi, etika batuk ini perlu Anda terapkan agar air liur yang dikeluarkan ketika Anda batuk tidak menyebar dan menyebabkan orang lain tertular. Tidak hanya etika batuk, namun juga kebersihan saluran pernapasan juga perlu untuk diperhatikan. Tindakan ini perlu untuk dilakukan agar sumber infeksi potensial dapat dikendalikan.

Jangan Gunakan Antikoagulan Jika Anda Mengalami Kondisi Ini

  • January 23, 2020

Jika Anda penderita penyakit jantung, stroke akibat penyumbatan, emboli paru, atau tromobosis vena dalam, pasti jenis obat antikoagulan tidaklah asing di telinga Anda. Salah satu contohnya adalah warfarin. Saat memberikan antikoagulan, diperlukan beberapa pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi darah Anda sebelum memberikan obat pengencer darah ini.

Setelah mengetahui kondisi darah Anda, maka dokter akan menyesuaikan dosis pemberian antikoagulan Anda sehingga efek yang diharapkan sesuai dan tidak merugikan Anda. Namun, terdapat beberapa kondisi dimana antikoagulan bisa berbahaya bagi penggunanya jika mengalami kondisi berikut ini:

  1. Tindakan operasi

Saat Anda menggunakan antikoagulan dan Anda memerlukan tindakan operasi atau tindakan invasif lainnya, pastikan petugas Kesehatan di tempat tersebut mengetahui akan penggunaan obat antikoagulan Anda. Tindakan invasif termasuk pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis seperti endoskopi dan sistoskopi. Tindakan-tindakan ini dapat membuat luka dalam prosesnya. Jika Anda menggunakan antikoagulan, maka pendarahan dari luka ini akan menghasilkan darah yang lebih banyak dari normalnya.

  • Ibu hamil

Antikoagulan seperti warfarin umumnya tidak diberikan pada ibu hamil karena dapat mengganggu bayi dalam kandungan. Kondisi ini, bayi bisa mengalami pendarahan atau kecacatan akibat penggunaan obat. Biasanya  jika memang diperlukan, dokter akan memberikan antikoagulan pada kehamilan trimester kedua, yaitu bulan ke 5 hingga ke 8 bulan kehamilan. Jika Anda sedang mengongumsi antikoagulan, sebaiknya gunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan Anda untuk mencegah kehamilan.

  • Saat masa menyusui

Antikoagulan warfarin biasanya akan tetap dapat Anda gunakan saat menyusui bayi Anda. Heparin juga masih tergolong aman untuk ibu menyusui. Namun, jika Anda dalam penggunaan antikoagulan lain, Anda perlu beritahu dokter agar antikoagulan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.

  • Mengalami luka

Anda perlu menghindari terjadinya luka saat menggunakan antikoagulan. Luka yang dimaksud adalah luka fisik yang dapat menyebabkan keluarnya darah. Berhati-hati saat menyikat gigi, bercukur atau berkegiatan lainya. Luka kecil saja dapat membuat pendarahan yang lebih banyak dari biasanya saat Anda menggunakan antikoagulan.

  • Makanan dan minuman tertentu

Saat menggunakan antikoagulan, perhatikan menu makanan yang Anda konsumsi. Sayuran dan hati yang banyak mengandung vitamin K perlu dikontrol jumlahnya. Selain itu, konsumsi alkohol juga perlu dihindari.

Cara Ampuh Atasi ISK dengan Antibiotik Saluran Kemih

  • January 1, 2020

Antibiotik saluran kemih merupakan Langkah pengobatan utama ketika Anda positif mengidap infeksi saluran kemih (ISK). Cara pemberianya bisa melalui suntikan atau minum, tergantung kondisi dan posisi ISK itu sendiri. Namun apakah Anda tahu jika berulang kali terkena penyakit ini, Anda bisa-bisa harus mengonsumsi antibiotik ini hingga lebih dari 6 bulan?

Fakta ini bukan untuk menakut-nakuti, memang benar bagi wanita yang terserang bakteri penyebab infeksi saluran kemih lebih dari 3 kali dalam satu tahun, konsumsi antibiotik dengan dosis rendah dalam jangka waktu Panjang tidak terhindarkan.

Cara menghindari risikonya

Ketika Anda divonis positif ISK untuk pertama kalinya, jangan sekali-sekali menghentikan konsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Biasanya, bagi wanita yang pertama kali menderita ISK, dokter hanya akan meresepkan antibiotik untuk 2-3 hari atau maksimal 14 hari (bagi penderita ISK berat). Jika Anda hanya mengalami ISK ringan, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik, seperti fosfomycin, ceftriaxone, cephalexin, nitrofurantoin, maupun trimethropim/sulfamethoxazole.

Sementara antibiotik fluoroquinolone dan levofloxacin akan diberikan pada penderita ISK parah atau yang juga menderita infeksi ginjal. Ketika Anda divonis menderita ISK berat, dokter bisa saja meresepkan antibiotik suntik.Sedangkan pada ibu hamil yang terkena ISK, dokter akan meresepkan antibiotik yang cenderung tidak memengaruhi perkembangan janin. Misalnya, amoxicillin, erythromycin, maupun penisilin.

Saat proses penyembuhan dengan antibiotik ini, Anda mungkin akan merasa jenuh dan ingin menghentikan pengobatan. Apalagi, jika gejala ISK, seperti rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil, tidak Anda rasakan lagi. Jika konsumsi antibiotik memang harus dihentikan, biarkan dokter yang memutuskan hal itu setelah melakukan serangkaian pemeriksaan pada saluran kemih.

Pasalnya, menghentikan konsumsi antibiotik sebelum waktunya hanya akan membuat bakteri penyebab ISK bisa kembali berkembang sehingga menyebabkan ISK kambuhan. Semakin sering Anda terinfeksi bakteri penyebab ISK, semakin lama Anda harus mengonsumsi antibiotik. Jadi, lebih baik menuntaskannya sekarang daripada mengulang prosesnya dari awal.

Semua obat yang katanya alami pun, pasti memiliki efek sampingnya, tidak terkecuali antibiotik saluran kemih. Untuk antibiotik saluran kemih sendiri, efek samping yang ditimbulkan bisa berupa diare, mual atau muntah, sakit kepala, ruam, dan kerusakan pada otot tendon atau saraf.