Dampak Negatif Mengabaikan Peran Anak dalam Keluarga

Dampak Negatif Mengabaikan Peran Anak dalam Keluarga

  • July 7, 2021

Apakah Anda pernah menemukan kasus anak yang mengalami depresi dan pembangkang atau Anda sendiri memiliki pengalaman tentang hal tersebut? Ya, inilah salah satu dampak negatif yang mungkin akan dialami jika Anda terlalu bersikap otoriter dan mengabaikan peran anak dalam keluarga.

Jangan hiraukan peran anak dalam keluarga

Mengabaikan peran anak dalam keluarga bisa memberikan dampak sangat negatif bagi tumbuh kembang anak, terutama ketika mereka sudah beranjak remaja. Lebih lengkapnya, mari simak beberapa dampak negatif yang mungkin akan Anda alami jika mengabaikan peran anak dalam keluarga.

1. Anak menjadi manja

Membiasakan anak untuk berpendapat sangatlah penting. Anak yang tumbuh dalam lingkungan otoriter atau tidak pernah mendapatkan peran penting dalam keluarga bisa membuatnya tumbuh menjadi remaja yang sangat manja. Mereka akan sulit beradaptasi atau mandiri. Akibatnya, mereka tidak dapat berjalan sendiri tanpa arahan dari orangtuanya. 

Hal ini sangat bahaya, terlebih jika anak sudah mulai memasuki masa sekolah. Rasa takut yang besar akan sulit dikalahkan karena mereka tidak dapat berjalan sendiri. Mereka menganggap hanya nasihat dari orangtuanya yang terbaik. Akibatnya, mereka tumbuh menjadi pribadi tertutup dan sulit menerima masukan dari orang lain.

2. Tidak terbiasa mengambil keputusan

Pernahkah Anda melarang atau menepis setiap komentar atau perilaku yang anak buat, meksi hal tersebut baik? Hati-hati, ya. Kebiasaan ini tidak akan memberikan dampak positif untuk anak. Justru sebaliknya. Mereka akan lebih takut untuk mengambil keputusan, bahkan dalam hal yang kecil sekalipun.

Anak yang tidak terbiasa diajak mengambil keputusan dalam keluarga, mereka akan sangat tergantung dengan kedua orangtuanya. Akibatnya, anak menjadi tidak tahu mana yang benar dan salah, karena selama ini yang ia lakukan selalu dianggap tidak benar. Sebaiknya, Anda bersikap fleksibel dan selalu berikan kesempatan anak untuk mengambil keputusan, seperti contoh sederhana, memilih menu makan harian.

3. Takut salah memberikan komentar

Apabila peran anak dalam keluarga diabaikan, salah satu dampak negatif yang mungkin terjadi adalah mereka tumbuh menjadi anak yang plin-plan atau labil. Mereka akan sangat takut memberikan komentar. Pada sisi lain mungkin anak mau ikut memberikan pendapat, namun ia sadar, apabila berpartisipasi, maka pendapatnya akan ditentang. Hal inilah yang membuat mereka menjadi minder dan sulit bergaul.

4. Melawan orang tua

Mengabaikan peran anak dalam keluarga tidak hanya memberikan dampak buruk bagi mentalnya, tetapi juga perilakunya. Ketika usia anak sudah cukup remaja, mereka sudah dapat menentukan mana yang benar dan salah. Namun, ketika usia mereka sudah cukup matang dan Anda tetap tidak memberikan ruang berpendapat, maka hal ini bisa membentuk pribadi anak yang pembangkang.

Anak tidak segan-segan untuk melawan apa yang Anda katakan dan mereka anggap benar. Sikap ini mereka lakukan sebagai bentuk pemberontakan. Mereka ingin menunjukkan kalau tidak semua pendapat orangtua adalah yang terbaik.

5. Bertindak di luar nalar

Selain melawan orang tua, hal yang mungkin terjadi ketika peran anak dalam keluarga diabaikan adalah tindakannya di luar nalar. Mereka tidak hanya melawan, tetapi juga mulai menunjukkan reaksi secara tindakan. Sebagai contoh, anak mulai gemar berkelahi di sekolah, malas belajar dan sebagainya. Tindakan ini mereka lakukan, sebagai wujud dari pelampiasan apa yang dirasakan. Ia ingin orang tuanya tahu, bahwa ia juga bisa bertindak sesuatu. 

Selain itu, sikap buruk yang ia lakukan adalah bentuk pelampiasan karena tidak adanya kebebasan berpendapat di dalam keluarga. Oleh karena itu, sebelum anak melawan dan melakukan tindakan buruk, ada baiknya selalu melibatkan anak dalam segala hal. 

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*