Perbedaan Klepto dan Pengutil yang Perlu Anda Tahu

  • March 6, 2020

Pernahkan Anda mendengar istilah klepto atau kleptomania? Klepto merupakan adanya suatu dorongan dalam diri seseorang untuk mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh orang tersebut. Bahkan bisa jadi barang-barang tersebut seringnya akan dibuang atau diberikan kepada orang lain setelah berhasil dicuri. Dalam kata lain, barang yang dicuri sebenarnya kurang berguna untuk para klepto dan bukan bertujuan untuk dijual kembali.

Penyakit mental yang juga pernah dialami beberapa artis Hollywood seperti Megan Fox, Britney Spears, dan Lindsay Lohan ini juga dapat dialami oleh siapapun, termasuk anak-anak sekalipun. Namun, kleptomania lebih sering menimpa perempuan ketimbang laki-laki dan biasanya terjadi pada saat remaja.

Perbedaan kleptomania dan pengutil

Mungkin masih banyak yang menganggap bahwa kleptomania sama dengan pengutil, padahal kenyataanya dua hal tersebut adalah berbeda. Klepto adalah gangguan Kesehatan mental yang mendorong seseorang untuk mencuri barang-barang yang terkadang tidak dibutuhkan atau bernilai kecil, dalam kata lain hanya untuk memenuhi hasratnya.

Seseorang yang menderita kleptomania hanya mencuri sesuatu untuk memenuhi hasratnya, bukan untuk tujuan keuntungan atau karena mereka tidak dapat membeli barang tersebut. Mereka hanya akan merasa puas jika mereka berhasil atau sebenarnya tidak mereka butuhkan. Seseorang kleptomania juga biasanya tidak merencanakan aksi pencurian yang akan mereka lakukan.

Dorongan tersebut akan muncul dengan sendirinya atau spontan. Bahkan penderita kleptomania seringkali merasa bersalah dan timbul penyesalan mendalam setelah kelegaan berhasil mencuri barang yang diinginkannya. Lain halnya dengan pengutil. Pengutil umumnya mencuri karena faktor ekonomi, misalnya karena mereka ingin punya suatu barang, tetapi mereka tidak punya cukup uang untuk membelinya.

Pengutil akan mencuri barang yang memang dibutuhkannya, entah itu karena alasan tidak mampu atau adanya tekanan gaya hidup dari teman-temannya. Mereka melakukan tindakan pencurian secara sengaja dan biasanya sudah direncanakan.

Apakah kleptomania bisa disembuhkan?

Jawabannya adalah ya, kleptomania bisa disembuhkan. Hanya saja, seringkali penderitanya merasa malu untuk mengakui bahwa mereka memang menderita kleptomania dan memilih untuk menghindar. Takut dengan konsekuensi yang harus berurusan dengan hukum juga dapat menjadi salah satu alasan mengapa mereka memiliki untuk menghindar dan tidak ingin menemui psikiater.

Ada du acara yang biasanya digunakan psikiater untuk menyembuhkan klepto, antara lain dengan diberikan obat-obatan SSRI (obat antidepresan) dan dengan menggunakan psikoterapi. Psikoterapi sering digunakan untuk mengobati gangguan kontrol impulsif semacam klepto.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*