Sumber Omega-3, Inilah Manfaat Lobster untuk Anak-anak

  • December 17, 2020

Lobster biasanya diolah dengan cara direbus atau dikukus. Akan tetapi, lobster jarang diolah sebagai makanan rumahan. Kebanyakan masakan lobster ditemukan di rumah makan atau restoran mewah. Meskipun banyak sumber yang menyebutkan tentang bahaya lobster sebagai sumber kolesterol, namun ternyata kandungan gizi lainnya sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak. Lobster mampu membantu meningkatkan perkembangan otak anak, memperbaiki gangguan hiperaktifitas serta mencegah terjadinya anemia khususnya bagi remaja putri. 

Omega-3 lobster untuk perkembangan otak

Ikan dan jenis makanan laut lain seperti lobster, mengandung omega 3 yang penting bagi perkembangan otak anak. Omega-3 hanya ada pada beberapa bahan pangan saja. Sebanyak 85 gram lobster jenis wild spiny mengandung 200-500 mg omega-3. Sedangkan, lobster lain pada umumnya mengandung 200 mg omega-3. Akan tetapi, dibandingkan dengan ikan dan jenis makanan laut lain, lobster cenderung mengandung asam lemak yang lebih rendah. 

Sebuah studi menunjukkan, asam lemak omega-3 mampu meningkatkan fungsi otak, seperti kemampuan belajar, mengingat, dan perkembangan otaknya. Selain itu, dengan konsumsi omega-3 yang cukup, suasana hati anak bisa terkontrol. Berikut ini jumlah omega-3 yang dibutuhkan bayi dan anak setiap hari berdasarkan rentang umurnya:

  • Usia 0-1 bulan: 0,5 g
  • Usia 1-3 tahun: 0,7 g
  • Usia 4-9 tahun: 0,9 g

Saat masih dalam kandungan, janin membutuhkan omega-3 untuk perkembangan penglihatan dan pertumbuhannya. Jika ibu tidak mengonsumsi omega-3 dengan jumlah cukup, maka pertumbuhan janin akan terganggu.

Membantu mencegah kelainan hiperaktifitas pada anak

Kelainan hiperaktifitas yang dimaksud yaotu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Kelianan ini biasanya terjadi pada anak yang melibatkan gangguan hiperaktifitas, impulsif atau bertindak spontan tanpa berpikir terlebih dahulu, serta susah fokus. Salah satu tanda perilaku impulsif pada anak yaitu seringnya mengerjakan tugas sekolah tanpa mempelajari petunjuknya terlebih dahulu. 

Berdasarkan beberapa studi yang dipublikasikan tahun 2017, omega-3 memperbaiki`daya ingat, perhatian, belajar, impulsifitas, serta hiperaktifitas pada anak. Penelitian lain menyebutka, konsumsi omega 3 sebanyak 1300 mg setiap hari akan memperbaiki kemampuan anak dalam memperhatikan sekitarnya pada penderita dan bukan penderita ADHD.

Orang tua bisa membiasakan diet omega-3 dengan menambahkan menu harian berupa lobster atau makanan laut lainnya. Alternatif lainnya, yaitu memberikan suplemen minyak  ikan secara rutin.

Membantu mencegah anemia 

Berdarakan data Kemenkes tahun 2018, sebanyak 23% remaja putri mengalami anemia. Jumlah penderita anemia pada remaja perempuan hampir 2 kali lipat dibandingkan anak laki-laki. Penyebab anemia pada remaja putri yaitu kekurangan zat besi. 

Dalam satu cangkir daging lobster atau setara dengan 145 gram mengandung 3% zat besi dari total kebutuhan hariannya. Selain itu, lobster juga kaya akan mineral berupa tembaga dan seleniumnya.

Mineral mangan bekerja sama dengan zat besi untuk menghasilkan sel darah merah. Anemia terjadi ketika seseorang kekurangan sel darah merah atau sel darah merah dalam tubuhnya tidak berfungsi sempurna. Lobster merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan mangan paling tinggi dibandingkan bahan pangan lainnya. 

Hati-hati risiko alergi

Makanan laut merupakan penyebab alergi paling umum. Hindari konsumsi lobster jika terdapat anggota keluarga lain yang terbukti alergi terhadap makanan laut. Anda perlu waspada jika muncul gejala umum seperti berikut ini:

  • Gatal
  • Bengkak
  • Kesulitan bernapas
  • Mulut tidak nyaman
  • Muntah
  • Diare

Manfaat lobster untuk anak-anak memang banyak, akan tetapi segera hentikan konsumsi lobster dan periksakan ke dokter jika muncul gejala alergi.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*