Waspadai Dampak Lip Tie Terhadap Proses Menyusui

  • July 10, 2020
Lip tie pada bayi membuat si Kecil rewel saat menyusu dan tampak terus kelaparan

Kondisi tongue tie merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi yang baru lahir. Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar istilah lain yang disebut lip tie

Lip tie terjadi saat jaringan frenulum, yaitu jaringan kelenjar di belakang bibir bagian atas mengalami ketebalan yang tidak normal. Kondisi ini akan menghambat bayi untuk menggerakkan mulutnya secara bebas dan menghambat proses menyusui. 

Dampak lip tie pada proses menyusui

Dalam situasi normal, setiap bayi memiliki jaringan frenulum yang menjadi penghubung antara gusi dengan langit-langit mulut. Frenulum yang terlalu kaku dan tebal akan membatasi gerakkan mulut bayi dan membuat bayi sulit memposisikan mulut dengan sempurna ketika menyusui. 

Apabila bayi gagal memposisikan mulut dengan sempurna, durasi menyusui akan berlangsung lebih lama dan bayi mudah merasa lelah. Tak jarang, bayi akan jatuh tertidur di tengah waktu menyusui. 

Kondisi ini juga akan mempengaruhi kondisi payudara pada ibu menyusui. Karena kesulitan untuk memposisikan mulut dengan baik, ibu menyusi mungkin akan mengalami rasa nyeri dan luka pada payudara setelah atau saat sedang menyusui. Selain itu, payudara juga akan mengalami pembengkakkan dan hambatan produksi ASI. 

Secara umum, dampak kondisi lip tie bagi ibu menyusui antara lain: 

  • Rasa nyeri, gatal dan pecah-pecah pada puting setelah menyusui
  • Mengalami infeksi jamur setelah menyusui
  • Rasa lelah karena durasi menyusui yang panjang dan terus menerus
  • Produksi ASI yang terhambat

Sementara, dampak lip tie pada bayi berupa: 

  • Penambahan berat badan yang lambat
  • Kesulitan bernapas saat menyusui
  • Durasi menyusui yang lama atau tersendat-sendat
  • Jatuh tertidur atau kelelahan di tengah proses menyusui

Tips menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Kondisi lip tie bukanlah kondisi medis yang berbahya. Bayi tidak perlu menjalani perawatan khusus untuk memulihkannya dari kondisi ini. Akan tetapi, untuk mengurangi resiko kekurangan gizi serta infeksi pada ibu menyusui, penting untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menyusui bayi dengan gangguan lip tie

Berikut ini merupakan tips sederhana untuk melancarkan proses menyusui pada bayi dengan lip tie

  • Konsumsi susu dari botol

Bayi dengan kondisi lip tie umumnya akan lebih mudah mengonsumsi susu melalui botol dibandingkan dengan menyusui langsung pada payudara ibu. Anda bisa mencoba untuk memompa susu dan memasukkannya ke dalam botol untuk kemudian diberikan pada bayi. Hal ini akan membantu bayi untuk membiasakan mulut dan mengurangi resiko luka nyeri pada payudara sang ibu. 

  • Memompa susu sebelum mulai menyusui

Hambatan saat menyusui akan terasa saat bayi kesulitan menghisap ASI dari payudara sang ibu. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa mencoba untuk memudahkan proses menyusui dengan rutin memompa ASI sebelum mulai menyusui. 

Memompa susu secara teratur akan membantu memberikan pasokan ASI yang memadai bagi bayi. Dengan begitu, bayi tidak membutuhkan energi lebih untuk mengonsumsi ASI tersebut.

  • Posisikan dagu bayi ke bagian bawah

Penting bagi ibu menyusui untuk membantu bayi dalam mencari posisi yang tepat ketika menyusui, khususnya saat bayi mengalami kondisi lip tie. Cobalah untuk memposisikan dagu bayi ke bagian bawah agar bayi bisa menghisap lebih dalam. 

Anda juga bisa mencoba untuk melembabkan area di sekitar payudara menggunakan air liur bayi untuk memudahkan bayi saat memposisikan mulut ke payudara. Untuk memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi, pelajarilah teknik yang tepat untuk menyusui bayi dengan kondisi lip tie. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter agar terhindar dari resiko komplikasi yang berbahaya.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*