Cedera ACL Lebih dari Sekadar Kondisi Lutut Bengkak!

  • October 28, 2020

Laga Liga Inggris pekan kelima antara Everton FC versus Liverpool FC memakan korban. Bek andalan The Reds—julukan Liverpool—Virgil van Dijk mengalami cedera parah setelah diterjang kiper lawan pada menit-menit awal babak pertama. Dia tak dapat melanjutkan pertandingan karena cedera ACL. Beberapa waktu setelahnya, pemain asal Belanda itu mengunggah foto kondisi terkini dengan lutut bengkak.

Cedera ACL tergolong cedera parah. Bahkan, kondisi ini digadang-gadang sebagai mimpi buruk bagi para atlet, khususnya pemain sepak bola. Atlet yang mengalami cedera ACL setidaknya harus menepi untuk mendapat perawatan selama delapan bulan.

ACL atau Anterior Cruciate Ligament adalah bagian utama yang ada di lutut seorang manusia. ACL merupakan satu dari empat ligamen yang menghubungkan tulang tungkai bawah dengan tulang tungkai atas lutut dan menjaga kestabilan.

Fungsinya cukup vital, yakni menstabilkan gerakan tulang di sekitarnya. Cedera ACL terjadi ketika ligamen itu meregang secara berlebihan hingga robek. Jika jaringan ligamen tersebut mengalami kerusakan, baik robek maupun putus, maka pasien akan sulit berjalan dengan sempurna.

Ligamen tersebut bisa meregang hingga robek lantaran seseorang menjalani aktivitas olahraga dan juga aktivitas yang memberikan tekanan besar kepada lutut. Cedera ini biasanya terjadi ketika seseorang berhenti mendadak dan bergerak ke arah berlawanan, berputar arah dengan tumit tak ikut berputar, mendarat dengan posisi tidak sempurna ketika melompat atau ketika lutut mengalami benturan keras seperti dijegal dalam permainan sepak bola.

Ketika cedera terjadi, kemungkinan akan terdengar bunyi kecil yang diikuti dengan rasa nyeri serta diakhiri dengan lutut bengkak. Yang menjadikan ini sebagai mimpi buruk bagi altet adalah, cedera ACL biasanya juga menyebabkan cedera di jaringan lainnya.

Terjadinya lutut bengkak karena cedera ACL ini disebabkan karena adanya pendarahan di dalam lutut. Setelah itu, bengkak akan diikuti oleh rasa sakit yang sangat parah sehingga tubuh tidak bisa melanjutkan kegiatan.  Namun, terkadang tingkat rasa sakit yang dirasakan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada seberapa parah kerusakan yang terjadi di ligamen lutut.

Lutut bengkak ini akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan pertolongan pertama yang diberikan tim medis kepada penderita. Akan tetapi cedera ACL tidak hanya sekadar masalah lutut bengkak. Kondisi ini lebih dari itu. Atlet atau siapa pun yang mengalami kondisi ini juga beresiko besar mengalami osteoarthiritis atau peradangan sendi meskipun telah dilakukan operasi.

Bahkan setelah operasi pun penderita harus menjalani serangkaian perawatan, latihan, hingga terapi untuk memastikan kondisi lututnya sembuh dengan sempurna dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.

Selain atlet atau olahragawan, ada beberapa kelompok orang yang memiliki faktor risiko mengalami cedera ACL. Beberapa di antaranya adalah:

Mereka yang memiliki ligamen lemah. Faktor risiko ini dapat disebut pula sebagai ‘bawaan lahir’. Bahwa memang ada orang-orang yang terlahir dengan kondisi ligamen lemah. Hal ini menyebabkan tubuhnya lebih rentan mengalami cedera, terutama pada lutut.

Tidak melakukan pemanasan dengan benar. Pemanasan sebelum memulai aktivitas berat adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Jika Anda tidak melakukan pemanasan dengan tepat, atau malah tidak pemanasan sama sekali, risiko Anda untuk mengalami cedera ACL jauh lebih tinggi.

Tidak dilengkapi dengan peralatan penunjang yang memadai. Penggunaan sepatu olahraga yang tepat juga memengaruhi bagaimana kualitas olahraga seseorang. Apabila Anda memilih sepatu yang salah, Anda lebih rentan mengalami cedera karena sepatu yang Anda kenakan tidak dapat mendukung pergerakan tubuh Anda dengan sempurna.

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa lutut bengkak yang dialami Virgil van Dijk bukanlah inti dari apa yang dialaminya. Namun, jauh di balik itu semua dia harus berjuang untuk dapat mengembalikan ligamen anteriornya agar dapat kembali menendang bola. Yang pasti, kini, Jurgen Klopp sebagai pelatih Liverpool FC harus memutar otak lebih keras untuk mencari pengganti yang sepadan bek andalannya itu.

glaukoma kongenital primer

Glaukoma Kongenital Primer Bisa Sebabkan Kebutaan Dini pada Bayi

  • October 25, 2020

Berbeda dengan jenis glaukoma lain yang biasanya menjangkit usia lanjut, glaukoma kongenital primer terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah 3 tahun. Penyakit mata ini tergolong langka dengan risiko 1 kejadian di setiap 10.000 bayi. Jika tidak tertangani dengan baik, glaukoma kongenital primer dapat mengakibatkan kebutaan permanen.  

Ciri-ciri bayi dengan glaukoma kongenital primer

Glaukoma kongenital primer merupakan penyakit bawaan dan kebanyakan baru terdeteksi saat bayi berusia 3-6 bulan. Tekanan cairan di mata bayi menyebabkan kerusakan saraf optik. Risiko paling parahnya yaitu terjadinya kebutaan yang bersifat irreversible atau tidak dapat kembali. Akan tetapi, sebanyak 80-90% bayi terbukti tidak akan mengalami gangguan penglihatan jika mampu tertangani sejak awal. Berikut ini merupakan ciri-ciri glaukoma kongenital primer secara umum: 

  • Saat kelopak mata menutup, bayi seakan sedang melindungi matanya
  • Terlihat sensitif saat terkena cahaya
  • Sering menangis mengeluarkan banyak air mata

Ciri-ciri seperti berikut ini juga bisa terjadi, meskipun tidak umum tergantung pada tingkat keparahan penyakit, diantaranya:

  • Kornea terlihat keruh atau berembun
  • Salah satu atau kedua mata lebih besar dari biasanya
  • Mata merah

Kornea berembun mengakibatkan penglihatan bayi buram. Hal ini terjadi karena hilangnya transparansi kornea sehingga terjadi kerusakan jaringan. Mata bayi juga membesar karena cairan dalam mata yang meningkat.  

Pengobatan dan perawatan

Pengobatan bisa dilakukan dengan cara terapi medis seperti penggunaan tetes mata dan obat-obatan lainnya. Hal tersebut mampu memperlambat kerusakan mata, akan tetapi pembedahan menjadi pilihan utama agar tekanan bisa berkurang secara permanen.  

Jenis pembedahan tergantung dengan kondisi kornea bayi, beberapa diantaranya yaitu goniotomy dan trabeculectomy. Ganiotomy dilakukan jika kornea transparan, sedangkan trabeculectomy dilakukan jika kornea buram. Keduanya sama-sama bertujuan untuk memberikan saluran cairan mata sehingga mampu berfungsi dengan baik. Tindakan operasi dapat dilakukan lebih dari satu kali sampai tekanan mata turun.

Berdasarkan penelitian British Journal of Ophthalmology, tingkat keberhasilan trabeculectomy ternyata lebih tinggi dibandingkan goniotomy pada pasien congenital glaucoma tingkat ringan, sedang, maupun parah.

Dokter akan memberikan sayatan kecil pada bilik mata bagian depan untuk memperlancar cairan mata keluar. Setelah 2-3 bulan dilakukan trabeculectomy, pasien perlu diberikan obat-obatan pendukung serta tetap rutin melakukan kontrol ke dokter. Biasanya tindakan ini dilakukan jika pengobatan topikal dan laser mata tidak memberikan hasil yang diinginkan.

Komplikasi yang ditimbulkan

Tekanan yang tinggi pada mata jika tidak diobati atau pengobatn tertunda akan mengakibatkan komplikasi berat dan gangguan penglihatan signifikan bagi bayi. Berikut ini merupakan komplikasi penyakit yang mungkin terjadi:

  • Tekanan mata tidak berkurang sesuai yang diharapkan
  • Tekanan mata berkurang terlalu banyak
  • Amblyopia atau mata malas
  • Ablasi retina atau jaringan retina terpisah dari posisi normal
  • Astigmatisme
  • Dislokasi lensa

Peningkatan tekanan cairan mata mungkin saja kembali terjadi sewaktu-waktu sehingga perlu dilakukan pengecekan dokter mata secara berkala selama seumur hidup.

Selain itu, komplikasi juga bisa timbul setelah dilakukan tindakan operasi trabeculectomy, beberapa komplikasi tersebut antara lain:

  • Infeksi mata
  • Kelopak mata turun
  • Mata bengkak
  • Terbentuknya jaringan parut
  • Pendarahan mata
  • Penurunan penglihatan

Meskipun tidak bisa dipastikan, namun penglihatan biasanya kembali normal dan jernih dalam waktu 2 sampai 12 minggu setelah operasi. Apabila timbul masalah lain atau tidak kunjung pulih setelah jangka waktu yang ditentukan sebaiknya segera hubungi dokter.

Jenis Kutil dan Cara Ampuh Menghilangkan Kutil

  • October 19, 2020

Kutil merupakan benjolan timbul pada kulit yang disebabkan oleh “human papillomavirus” atau disingkat HPV. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kutil dapat merusak penampilan seseorang dan sangat menular. Dalam beberapa kasus, kutil dapat terasa sakit apabila disentuh. Ada lebih dari 100 jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kutil. Virus tersebut relatif tidak berbahaya dan menyebabkan kutil pada kaki dan tangan. Namun, ada beberapa jenis HPV yang dapat menyebabkan kutil di daerah sekitar, dan di dalam, alat kelamin. Pada wanita, kutil alat kelamin dapat menyebabkan kanker serviks dan berpotensi menyebabkan kematian. Artikel ini akan membahas berbagai jenis kutil dan cara ampuh menghilangkan kutil.

Jenis kutil

Untuk mengetahui cara ampuh menghilangkan kutil, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis kutil terlebih dahulu. Ada lima jenis kutil, atau juga dikenal dengan istilah “wart”. Masing-masing jenis muncul dan tumbuh di bagian tubuh yang berbeda-beda dan memiliki tampilan yang berbeda pula.

  • Plantar wart

Kutil jenis ini tumbuh di telapak kaki. Berbeda dengan kutil lain yang tumbuh keluar dari kulit, plantar wart malah masuk ke dalam kulit. Apabila Anda memiliki plantar wart, Anda akan melihat ada lubang kecil di telapak kaki yang dikelilingi oleh kulit yang mengeras. Plantar wart dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat Anda berjalan kaki.

  • Common wart

Common wart biasanya tumbuh di jari tangan dan jari kaki, namun bisa tumbuh di mana saja di tubuh. Kutil ini memiliki tampilan yang kasar dengan ujung yang bulat. Selain itu, kutil jenis ini memiliki warna lebih cerah keabu-abuan dibandingkan dengan kulit normal di sekitarnya.

  • Flat wart

Kutil jenis ini biasanya tumbuh di wajah, paha, atau lengan. Flat wart berukuran kecil dan memiliki ujung yang datar, dengan warna merah muda, kecoklatan, atau sedikit kuning.

  • Periungual wart

Periungual wart adalah kutil yang tumbuh di bawah atau sekitar kuku jari kaki atau kuku jari tangan. Kutil ini akan terasa menyakitkan dan dapat memengaruhi pertumbuhan kuku.

  • Filiform wart

Filiform wart tumbuh di sekitar mulut atau hidung, dan terkadang di leher atau di bawah dagu. Filiform wart memiliki warna yang sama dengan kulit normal Anda.

Kutil umumnya dapat tumbuh dengan sendirinya dan tidak berbahaya. Namun, apabila Anda memiliki kutil di muka atau di daerah sensitif tubuh (seperti alat kelamin, mulut, dan hidung) dan terasa sakit, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan. Dokter ahli kulit biasanya mengetahui cara ampuh menghilangkan kutil. Apabila kutil disertai dengan pendarahan atau tanda-tanda infeksi (seperti nanah) dan berubah warna, periksakan ke dokter. Anda juga perlu menghubungi dokter apabila Anda memiliki kutil dan menderita penyakit diabetes atau defisiensi sistem kekebalan tubuh seperti HIV/AIDS.

Cara ampuh menghilangkan kutil dapat dimulai dengan obat-obatan atau krim OTC yang tersedia di apotek. Namun, berhati-hatilah karena kutil dapat menular ke bagian kulit atau orang lain. Anda juga tidak boleh merawat kutil di kaki apabila Anda menderita diabetes. Diabetes dapat menyebabkan hilangnya sensasi pada kaki, sehingga Anda dapat menciderai kaki tanpa menyadarinya. Selain itu, jangan mencoba memotong/melepas kutil dari wajah atau bagian sensitif tubuh seperti mulut, hidung, dan alat kelamin, karena hal ini dapat menyebabkan infeksi pada daerah tersebut. Apabila Anda memutuskan menggunakan bantuan medis, pilihan perawatan cara ampuh menghilangkan kutil yang akan ditawarkan dokter adalah operasi atau penggunana nitrogen cair.

Kesalahan Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Harus Dihindari

  • October 17, 2020

Mencukur bulu kemaluan atau pubic hair menjadi salah satu cara menjaga kebersihan area genital. Bagi kebanyakan orang, hal ini sudah menjadi ritual wajib, terlebih jika rambut di area tersebut sudah semakin panjang.

Cara mencukur bulu kemaluan biasanya menggunakan gunting atau pisau cukur. Ada juga yang memilih perawatan medis seperi laser untuk menghilangkannya secara permanen. Sayangnya, masih ada kesalahan yang sering dilakukan ketika mencoba mencukur bulu kemaluan.

Berikut ini kesalahan umum yang harus dihindari untuk mencegah area kemaluan terinfeksi.

  • Mencukur sebelum mandi

Kebanyakan orang baik pria maupun wanita menggabungkan ritual bercukur dengan mandi. Selain lebih cepat, cara mencukur bulu kemaluan ini juga lebih efisien.

Beberapa orang memilih untuk segera mencukurnya sebelum mandi atau ketika di bawah shower. Padahal hal ini adalah kesalahan yang sebaiknya dihindari. Mencukur bulu kemaluan sebaiknya dilakukan setelah mandi, ketika area genital sudah basah dalam waktu yang lama.

Area genital yang cukup lembab membuat akar dan folikel rambut melunak sehingga memudahkan Anda untuk mencukurnya. Selain itu, mencukur bulu pada permukaan kulit yang lembab akan mencegah ruam dan iritasi yang disebut juga dengan istilah razor burn.

  • Memangkas rambut terlalu dekat dengan kulit

Banyak orang yang memilih memotong rambut kemaluan dengan gunting terlebih dahulu sebelum mencukurnya. Ini adalah ide bagus karena akan mempermudah Anda dalam bercukur.

Namun kesalahan berikutnya yang sering dilakukan adalah mengguntingnya terlalu dekat dengan kulit. Hal ini jelas bisa membahayakan, khawatir jika kulit kemaluan justru ikut tergores tajamnya gunting.

Memotong terlalu dekat juga dapat meninggalkan bekas merah di area kemaluan. Agar lebih aman, beri jarak antara kulit dengan gunting. Hentikan memangkas rambut kemaluan disaat Anda merasa potongan tersebut sudah cukup memudahkan Anda dalam bercukur.

  • Mencukur dalam keadaan kering

Poin ini cukup berkaitan dengan poin pertama, karena cara mencukur bulu kemaluan yang terbaik adalah ketika permukaan kulit sudah cukup lembab.

Mencukurnya dalam keadaan kering dan terburu-buru dapat memicu reaksi iritasi dan rasa gatal yang tak tertahankan. Selain itu, besar kemungkinan sisa bulu jatuh ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.

  • Mengelap area yang telah dicukur dengan handuk mandi

Jika selama ini Anda mengelap area kemaluan setelah bercukur dengan handuk mandi, segera hentikan kebiasaan tersebut.

Tekstur handuk mandi cenderung agak kasar, sehingga menyeka area genital dengan benda tersebut dapat menyebabkan iritasi dan infeksi kulit. Gunakanlah kain atau handuk yang lebih lembut untuk menyeka area genital, terutama setelah bercukur.

  • Tidak menggunakan alat yang tepat

Umumnya mencukur rambut kemaluan bisa dengan pisau cukur atau gunting. Terkadang, kesalahan fatal berasal dari alat yang digunakan untuk mencukur rambut kemaluan.

Menggunakan gunting untuk mencukur atau memotong habis rambut kemaluan harus dilakukan secara hati-hati, terutama pria.

Pria yang terlalu fokus mencukur rambut pada area kemaluan tertentu dapat secara tidak sadar memotong bagiannya yang lain. Misalnya, pria tersebut menahan penisnya untuk mencukur rambut pada area tersebut, namun tanpa disadari ia menggunting sedikit bagian kulit skrotumnya.

Penggunaan pisau cukur juga harus diperimbangkan. Bagi pria atau wanita yang memiliki kutil kelamin tidak disarankan menggunakan pisau cukur. Hal ini dikarenakan pisau cukur dapat menyebarkan human papillomavirus (HPV) ke seluruh area yang tidak terinfeksi.

Anda juga tidak disarankan menggunakan pisau cukur jika terdapat luka terbuka atau tergores pada kulit kelamin Anda.

Catatan

Setelah melakukan pencukuran pada area genital, kebanyakan orang cenderung mengalami reaksi seperti gatal, iritasi, dan kulit menjadi lebih sensitif. Hal ini bisa jadi merupakan reaksi umum dan normal. Namun juga bisa menjadi salah satu efek samping dari cara mencukur bulu kemaluan yang salah.

Maka dari itu, ikutilah cara mencukur bulu kemaluan yang baik dan sehat untuk mencegah area genital menjadi iritasi dan terinfeksi.

Gangguan Stress Akut dan Gejala yang Dialami Penderitanya

  • October 15, 2020

Gangguan stres akut atau dikenal dengan istilah acute stress disorder (ASD) merupakan kondisi kesehatan mental yang terjadi setelah penderitanya mengalami, melihat atau menyaksikan peristiwa yang traumatis.

Meskipun masing-masing orang akan merespons kejadian traumatis dengan cara yang berbeda-beda, namun tetap penting untuk mewaspadai potensi efek psikologis dan juga fisik yang mungkin saja terjadi setelahnya.

Umumnya gangguan stres akut atau ASD ini terjadi dalam satu bulan setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis dan berlangsung setidaknya tiga hari hingga satu bulan. Jika gejala gangguan stres akut ini berlangsung hingga lebih dari satu bulan, maka ASD ini mungkin saja berkembang menjadi Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) atau disebut juga gangguan stres pascatrauma.

Gejala dan Tanda Seseorang Menderita Gangguan Stres Akut

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi kelima, untuk mendiagnosis seseorang mengalami ASD haruslah memenuhi lima kriteria berikut ini.

  1. Kriteria Pertama

Kriteria pertama ini bisa dilihat dari bagaimana pemaparan penderita terhadap ancaman kematian, cedera serius, ataupun pelecehan seksual melalui satu atau beberapa cara yang disebutkan berikut ini:

  • Menyaksikan kejadian yang terjadi pada orang lain secara langsung
  • Mengalami kejadian atau peristiwa yang traumatis secara personal
  • Pada kasus misalnya orang terdekat mengalami ancaman kematian dan kejadiannya sangat berat berupa kejadian. Sehingga penderita mempelajari kejadian atau peristiwa yang terjadi tersebut.
  • Mengalami paparan yang ekstrem atau terus menerus terpapar rincian-rincian kejadian traumatis yang tidak disukai.
  • Kriteria Kedua

Pada kriteria kedua ini, ada lima kategori yang muncul dan menjadi lebih buruk setelah seseorang mengalami kejadian yang traumatis. Berikut lima kategori beserta gejalanya.

  • Gejala gangguan

Gejala ini biasanya akan dialami oleh seseorang berupa munculnya mimpi-mimpi yang berhubungan dengan peristiwa traumatis secara terus menerus dan mengganggu.

Penderita biasanya juga akan mengalami gangguan-gangguan psikologis yang tetap setelah terjadinya peristiwa traumatis tersebut. Seseorang tersebut juga mungkin mengalami reaksi-reaksi disosiatif yang membuat dia seolah-olah mengalami kejadian traumatis tersebut kembali atau seperti kulasan balik kejadian.

Gejala lainnya seseorang akan merasa terganggu dengan memori atau kenangan akan peristiwa traumatis yang dialami dan akan muncul tiba-tiba serta berulang-ulang.

  • Suasana hati yang negatif

Biasanya seseorang tidak memiliki kemampuan untuk merasakan emosi positif secara terus menerus. Misalnya seseorang tidak bisa merasakan rasa senang, rasa cinta, atau merasa puas.

  • Penghindaran

Penghindaran berupa adanya usaha seseorang untuk menghindari dan melupakan memori yang buruk yang bisa memicu ingatan, pikiran serta perasaan yang mengganggu, biasanya yang berhubungan dengan peristiwa traumatis yang dialami oleh seseorang.

Selain itu, ada juga usaha-usaha untuk menghindari ingatan, pemikiran dan juga perasaan yang ada hubungannya dengan kejadian atau peristiwa traumatis yang dia alami.

  • Gejala Disosiatif

Gejala disosiatif ini memiliki gejala tidak mampu untuk mengingat hal-hal penting dari peristiwa traumatis yang dialami. Hal ini biasanya dialami akibat gangguan amnesia disosiatif, bukan karena faktor yang lain seperti cedera kepala, dan sebagainya.

Selain itu juga seseorang biasanya memiliki persepsi akan realita di diri individu atau di sekitar individu yang dirubah. Misalnya melihat diri sendiri dari perspektif orang lain, merasa linglung, atau bahkan merasa waktu berjalan lambat.

  • Stimulasi Tubuh

Gejala untuk kategori ini berupa panca indera seseorang lebih sensitif sehingga individu akan berperilaku ekstrem, mengalami kesulitas tidur, akan merespon kaget secara berlebihan, dan berperilaku mudah kesal atau pun ekspresi kemarahan lainnya.

  • Kriteria Ketiga

Setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, durasi gejala yang dialami ada pada rentang tiga hari hingga satu bulan. Akan tetapi gejala tersebut bisa dirasakan langsung setelah kejadian dan harun tetap ada setidaknya tiga hari.

  • Kriteria Keempat

Gejala yang dialami tersebut menyebabkan adanya gangguan yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan individu seperti sosial, pekerjaan dan aspek lainnya.

  • Kriteria Kelima

Gejala yang dialami pada kategori kelima ini tidak bisa dikaitkan dengan efek fisiologis dari zat tertentu atau kondisi medis tertentu, dan tidak juga diakibatkan oleh gangguan psikologis singkat.

Orang-orang biasanya menderita gangguan stres akut setelah mengalami satu atau lebih peristiwa atau kejadian  yang traumatis. Jika gejala-gejala tersebut dialami dan lebih dari satu bulan, sebaiknya periksakan ke dokter atau psikiater untuk mendapatkan penanganan. Sehingga mecegah berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.

Make-up Sex, Hubungan Seksual Usai Pertengkaran

  • October 10, 2020

Di dalam hubungan, konflik dan pertengkaran adalah hal yang biasa. Setelah melalui pertengkaran yang panjang dan besar, pasangan cenderung melakukan hubungan seksual yang lebih intens yang disebut juga dengan make-up sex.

make up

Umumnya, hubungan seksual yang dilakukan usai bertengkar dengan pasangan cenderung lebih intens dan penuh gairah. Hal ini terkadang menjadi sarana untuk menyalurkan amarah yang masih tersisa.

Selain itu, hubungan seksual Anda dan pasangan pasti akan lebih berapi-api dan dipenuhi dengan pelepasan tinggi. 

Make-up sex setelah bertengkar, baik atau tidak?

Sebenarnya, make-up sex bisa menjadi solusi yang baik setelah pertengkaran, namun bisa juga tidak. Terkadang, make-up sex baru dilakukan setelah konflik benar-benar terselesaikan karena kasih sayang antara Anda dengan pasangan. 

Bila hal ini terjadi, maka make-up sex bisa menjadi cara yang tepat untuk untuk mengakhiri pertengkaran dengan pasangan. Pada tahap ini, Anda dan pasangan mungkin sudah menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Akan tetapi, tidak jarang pasangan melakukan make-up sex sebagai upaya menghindari pertengkaran dan komunikasi. Bila hal ini dilakukan, artinya konflik di antara Anda dan pasangan belum terselesaikan. Bukannya menyelesaikan masalah, hal ini hanya akan memberikan kepuasan sementara.

Karena itu, sebaiknya make-up sex benar-benar dilakukan setelah semua permasalahan terselesaikan. Jangan sampai, make-up sex hanya menjadi sarana Anda untuk melarikan diri dari permasalahan dengan pasangan.

Mengapa make-up sex lebih bergairah dibandingkan dengan seks biasa?

Ada beberapa faktor yang membuat hubungan seksual setelah pertengkaran terkesan lebih intens dibandingkan dengan hubungan seksual biasanya. Salah satunya adalah pemindahan gairah dari satu situasi ke situasi lainnya.

Ketika bertengkar dengan pasangan, Anda mengeluarkan banyak tenaga, emosi, dan gairah berupa amarah. Saat itu, seluruh semangat dan gairah Anda dipusatkan pada rasa kesal kepada pasangan.

Setelah konflik selesai dan Anda melakukan hubungan intim bersama pasangan, gairah Anda sedang ditransfer atau dipindahkan ke situasi yang baru, yaitu saat hubungan Anda dan pasangan baru saja kembali membaik. Inilah yang memicu gairah saat make-up sex menjadi lebih besar dari biasanya, sehingga terkesan lebih intens.

Pada dasarnya, kemunculan gairah dilatarbelakangi oleh emosi dan perasaan. Saat Anda marah, Anda mencurahkan emosi yang besar, memicu gairah berupa amarah. Ketika emosi Anda berubah, gairah pun akan ikut berubah.

Resiko hubungan seksual yang intens melalui make-up sex

Secara psikologis, hubungan seksual setelah pertengkaran memang bisa membantu menyelesaikan konflik dan amarah yang masih tersisa. Selain itu, hal ini juga membantu memperbaiki kondisi emosional Anda dan pasangan.

Akan tetapi, make-up sex juga dapat memicu beberapa resiko, seperti: 

  • Melibatkan kekerasan

Karena lebih berapi-api dan penuh gairah, tidak jarang make-up sex dipenuhi dengan kekerasan. Sebenarnya, kekerasan dalam hubungan seksual, seperti BDSM, tidak masalah jika kedua pihak setuju untuk melakukannya. 

Akan tetapi, bila kekerasan menjadi tidak terkendali dan dipenuhi amarah, hal ini akan menjadi hubungan seksual yang tidak sehat.

  • Komunikasi yang tidak sehat

Dalam beberapa kasus, pasangan tidak melakukan komunikasi yang efektif untuk mengatasi masalah, namun bergantung pada make-up sex untuk memperbaiki hubungan. Hal ini sebenarnya tidak baik, karena masalah tidak benar-benar terselesaikan, hanya tertunda untuk sementara waktu.

Make-up sex dengan pasangan pasti akan lebih intens dan terasa berbeda dengan hubungan seksual yang biasanya. Hal ini bukanlah sesuatu yang salah, tapi jangan sampai malah semakin merusak hubungan Anda. 

Kenali Efek Samping Antibiotik Sebelum Menggunakannya

  • October 9, 2020

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang banyak digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski penggunaannya sangat umum, Anda tetap perlu mewaspadai efek samping antibiotik sebelum mulai menggunakannya.

antibiotik

Selayaknya obat pada umumnya, antibiotik pun tidak terlepas dari kemungkinan menimbulkan efek samping. Antibiotik bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi atau mencegah bakteri tersebut dalam berkembang atau membelah diri.

Ada banyak sekali jenis-jenis antibiotik dengan dosis yang berbeda-beda. Penggunaan antibiotik biasanya disarankan untuk berlandaskan pada anjuran dari dokter dan tidak bisa dibeli sendiri secara bebas. 

Efek samping antibiotik yang umum terjadi

Timbulnya efek samping antibiotik bisa dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu golongan efek samping yang umum terjadi dan efek samping yang lebih serius. Pada efek samping umum, Anda mungkin akan mengalami kondisi-kondisi berikut ini: 

  • Masalah pencernaan

Masalah pencernaan menjadi salah satu efek samping penggunaan antibiotik yang sangat umum ditemukan. Biasanya, penderita akan mengalami gejala berupa mual dan muntah-muntah, diare, kembung, kehilangan nafsu makan, dan nyeri perut.

Untuk mengatasi hal ini, Anda hanya perlu berhenti mengonsumsi antibiotik yang memicunya. Atau, Anda juga bisa meminta saran dari dokter dan apoteker untuk meringankan gejala ini melalui makanan-makanan khusus.

Apabila gangguan pencernaan semakin parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. 

  • Fotosensitivitas

Fotosensitivitas adalah kondisi saat mata Anda menangkap sinar cahaya lebih terang dari biasanya, memicu kesulitan penglihatan. Selain itu, kondisi ini juga ditandai dengan kulit yang lebih sensitif pada sinar matahari.

Sama seperti efek samping masalah pencernaan, fotosensitivitas juga bisa dikendalikan setelah Anda berhenti mengonsumsi antibiotik. Selama mengonsumsi antibiotik, sebaiknya gunakan sun block secara rutin sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. 

Jangan lupa juga untuk mengenakan aksesoris pelindung seperti topi dan kaca mata hitam. 

  • Perubahan warna gigi

Menurut penelitian, 3-6% pasien yang mengonsumsi antibitoik dengan kandungan tetrasiklin mengalami perubahan warna gigi. Perubahan warna ini bersifat permanen dan tidak bisa dibersihkan.

Namun, perubahan warna gigi pada anak tidak akan bersifat permanen karena gigi anak masih dapat berganti menjadi gigi tetap menjelang dewasa. Apabila Anda ingin menghindari efek samping ini, tanyakan pada dokter mengenai alternatif pengobatan lain. 

Efek samping antibiotik yang lebih serius

Dalam kasus yang lebih serius, efek samping antibiotik harus segera diatasi. Sebenarnya, hal ini cukup jarang terjadi, tapi tetap perlu diantisipasi. Beberapa efek samping serius meliputi: 

  • Kekebalan bakteri terhadap antibiotik

Penggunaan antibiotik secara terus menerus memicu bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut, sehingga antibiotik tidak lagi mempan dalam menyembuhkan penyakit Anda. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengancam jiwa.

Untuk menghindarinya, pastikan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter. 

  • Gagal ginjal

Ginjal manusia berperan dalam menghilangkan racun melalui darah dan urin. Antibiotik bisa membuat ginjal bekerja terlalu keras hingga ginjal mengalami kerusakan. Ditambah lagi, seiring bertambahnya usia, kemampuan kerja ginjal semakin menurun.

  • Penyakit jantung

Dalam kasus yang cukup jarang, antibiotik bisa menyebabkan pelemahan detak jantung dan tekanan darah rendah. Secara khusus, ini bisa terjadi pada pasien yang sebelumnya telah memiliki masalah penyakit jantung.

Agar terhindari dari berbagai efek samping antibiotik, pastikan untuk selalu mengonsumsi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Bila efek samping dirasakan semakin parah, carilah penanganan tercepat dengan berkonsultasi pada dokter. 

Bidai Tulang Kering, Kondisi yang Sering Menyerang Atlet

  • October 5, 2020

Bidai tulang kering, atau dikenal dengan istilah “shin splints” mengacu pada rasa sakit di sepanjang tulang kering (tibia), yaitu tulang besar di bagian depan kaki bagian bawah. Dalam dunia medis, kondisi ini bernama “medial tibial stress syndrome”, dan sering terjadi pada atlet yang baru-baru ini mengubah atau meningkatkan rutinitas berlatih. Peningkatan aktivitas tersebut membuat otot, tendon, dan jaringan tulang bekerja dengan lebih keras. Kebanyakan kasus bidai tulang kering dapat diatasi hanya dengan cukup istirahat, kompres es, atau perawatan diri lain. Menggunakan alas kaki yang layak serta memodifikasi rutinitas latihan Anda dapat membantu mencegah bidai tulang kering terjadi kembali di kemudian hari.

Penyebab dan faktor risiko

Rasa sakit atau nyeri yang dihubungkan dengan kondisi bidai tulang kering disebabkan karena jumlah teaga berlebih pada tulang kering dan jaringan yang menghubungkan tulang kering dengan otot di sekitarnya. Tenaga berlebih tersebut menyebabkan otot membengkak dan meningkatkan tekanan terhadap tulang, menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Bidai tulang kering juga dapat menyebabkan reaksi stres terhadap retak tulang. Hentakan yang konstan dapat menyebabkan retakan kecil pada tulang kaki. Tubuh dapat memperbaiki retakan tersebut setelah beberapa waktu. Akan tetapi apabila tubuh tidak mendapatkan cukup istirahat, retakan kecil dapat menyebabkan fraktur lengkap atau fraktur stres.

Berbagai aktivitas dan sifat fisik dapat meningkatkan risiko Anda menderita bidai tulang kering. Faktor risiko tersebut termasuk ketidaknormalan anatomi (seperti sindrom kaki datar), kelemahan otot pada paha dan pantat, kurangnya fleksibilitas, teknik berlatih yang tidak tepat, berlari menuruni bukit, berlari di permukaan yang miring atau medan tidak rata, berlari di permukaan yang keras seperti beton, memakai sepatu yang tidak layak pakai, dan berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan aktivitas berhenti dan mulai berlari dengan cepat. Bidai tulang kering juga dapat terjadi ketika otot dan tendon kaki lelah. Wanita, orang-orang dengan kaki datar, atlet, rekrutan militer, dan penari semuanya memiliki risiko lebih besar menderita bidai tulang kering.

Gejala, diagnosa, dan perawatan

Orang-orang yang menderita bidai tulang kering akan mengalami beberapa gejala berikut ini, seperti nyeri tumpul di bagian depan kaki bagian bawah, rasa sakit yang berkembang saat latihan, nyeri di kedua sisi tulang kering, nyeri otot, nyeri di sepanjang tungkai bawah bagian dalam, pembengkakan di tungkai bawah, serta mati rasa dan kelemahan kaki. Kunjungi dokter apabila bidai tulang kering Anda tidak memberikan respon terhadap metode perawatan yang diberikan, atau Anda menderita gejala seperti nyeri parah di tulang kering setelah terjatuh atau kecelakaan, tulang kering yang terasa panas, tulang kering yang bengkak, dan rasa nyeri pada tulang kering saat Anda beristirahat.

Dokter biasanya dapat mendiagnosa bidai tulang kering saat pemeriksaan fisik. Mereka akan bertanya seputar jenis aktivitas fisik yang Anda lakukan dan seberapa sering/intens Anda dalam melakukan aktivitas tersebut. Dokter juga akan meresepkan tes diagnosa seperti pemindaian pencitraan dan sinar-X apabila mereka mencurigai Anda menderita retak tulang atau kondisi lain selain bidai tulang kering.

Bidai tulang kering umumnya membutuhkan istirahat dari aktivitas fisik tertentu. Rasa tidak nyaman biasanya akan hilang setelah beberapa jam atau beberapa hari dengan beristirahat dan membatasi aktivitas. Biasanya, Anda akan diminta beristirahat selama dua minggu. Dalam waktu tersebut, Anda bisa melakukan olahraga yang tidak menyebabkan kerusakan tambahan pada kaki, seperti berjalan atau berenang.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menjalani Konseling Pernikahan?

  • September 30, 2020

Dalam hubungan rumah tangga, setiap pasangan pasti pernah mengalami masalah. Terkadang, masalah yang terlalu banyak bisa menyulitkan hubungan Anda dan pasangan. Bila hal itu terjadi, mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk menjalani konseling pernikahan.

Konseling pernikahan merupakan alternatif yang tepat untuk memperbaiki hubungan pernikahan Anda dan pasangan. Tidak sedikit pasangan yang pada akhirnya berhasil mempertahankan hubungan pernikahan mereka berkat bantuan konseling tersebut.

Menentukan waktu yang tepat untuk melakukan konseling pernikahan

Terkadang, tidak semua orang menyadari bahwa mereka memerlukan konseling untuk memperbaiki hubungan pernikahan. Bila Anda tidak yakin apakah Anda dan pasangan perlu memulai konseling sesegera mungkin, coba pertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  • Anda memendam banyak amarah dan kekesalan pada pasangan, begitu pula sebaliknya
  • Anda dan pasangan sering mengkritik satu sama lain
  • Anda dan pasangan menikah di usia yang masih sangat muda
  • Anda merasakan adanya jarak dalam hubungan pernikahan dengan pasangan
  • Anda memiliki latar belakang keluar dengan orang tua yang bercerai
  • Anda merasa sulit membangun komunikasi yang efektif dengan pasangan
  • Anda dan pasangan menjalani hubungan pernikahan beda agama

Sebelum memutuskan untuk menjalani konseling, cobalah mempertimbangkan poin-poin di atas. Bila Anda merasakan bahwa sebagian besar poin tersebut sesuai dengan kondisi Anda saat ini, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai menjalani konseling pernikahan.

Tentunya, agar konseling dapat membuahkan hasil yang efektif, Anda perlu memastikan bahwa pasangan Anda pun bersedia melakukan konseling ini. Cobalah meminta pasangan untuk turut mempertimbangkan poin-poin di atas. Bila pasangan Anda merasakan hal yang sama dengan Anda, maka konseling bisa menjadi cara yang tepat untuk memulihkan pernikahan Anda.

Segeralah mencari terapis untuk memulai konseling sedini mungkin. Bila terlalu lama, menunda, masalah Anda bisa semakin memburuk dan kondisi pernikahan pun semakin sulit untuk dipulihkan.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan konseling pernikahan

Sebenarnya, tidak banyak persiapan yang perlu Anda lakukan untuk menjalani konseling pernikahan. Anda hanya perlu melakukan riset untuk menemukan terapis yang paling tepat.

Namun, sebelumnya, pastikan Anda dan pasangan sama-sama siap dan bersedia untuk memberi kesempatan kepada sang terapis untuk memberikan solusi bagi masalah Anda.

Anda bisa mencoba mencari terapis dengan meminta referensi dari keluarga atau teman-teman terdekat. Biasanya, Anda akan lebih mudah percaya pada terapis yang telah terbukti sukses dalam memperbaiki hubungan pernikahan orang yang Anda kenal.

Sebelum membuat jadwal sesi dengan terapis, pertimbangkan beberapa hal ini terlebih dahulu:

  • Latar belakang

Mengetahui latar belakang sang terapis bisa membantu Anda untuk memiliki harapan besar saat konseling. Cari tahu pengalaman sang terapis, testimoni dari orang-orang yang pernah berkonsultasi dengannya, serta pendidikan yang dijalani.

Pastikan terapis yang Anda pilih telah memiliki izin untuk menjalankan prakteknya secara legal.

  • Biaya konseling

Tentunya, faktor biaya tidak boleh luput dari pertimbangan ketika akan melakukan konseling. Terapis dengan pengalaman lebih banyak mungkin akan memberikan biaya konseling yang lebih tinggi, namun dengan hasil yang lebih terjamin

Cobalah sesuaikan konseling yang akan dipilih berdasarkan dana yang disediakan oleh Anda dan pasangan. Beberapa sesi konseling mungkin bisa ditanggung oleh asuransi.

Memutuskan untuk menjalani konseling pernikahan bukanlah hal yang mudah. Tapi, ketika Anda sudah berkomitmen untuk melakukannya, pernikahan Anda dan pasangan akan memiliki potensi untuk dipulihkan.

Ini Dia, 7 Alasan Kamu Harus Coba Makan Hummus!

  • September 23, 2020

Apakah Anda pernah mengonsumsi hummus? Hummus adalah makanan khas dari Timur Tengah. Makanan ini berupa saus dan selai Timur Tengah yang sangat populer. Umumnya, hummus dibuat dengan mencampurkan buncis, biji wijen, minyak zaitun, jus lemon, dan bawang putih ke dalam food processor.

Tak hanya memberikan kelezatan, hummus juga memiliki banyak nutrisi yang menyehatkan untuk tubuh. Ada 7 manfaat hummus yang telah terbukti secara ilmiah dan mungkin akan membuat Anda ingin segera mencicipinya. Apa sajakah itu?

  • Hummus super bergizi kaya protein nabati.

Hummus adalah salah satu makanan sumber protein nabati yang menyediakan 7,9 gram protein per porsinya. Tentunya, ini akan menjadikan pilihan yang baik bagi Anda yang sedang menjalani program diet vegetarian atau vegan. Dengan mencukupi kebutuhan protein, akan membantu proses pertumbuhan, pemulihan, dan meningkatan daya tahan tubuh.

Selain itu, hummus juga mengandung asam folat, vitamin B, zat besi, dan fosfor yang penting dalam program diet vegetarian dan vegan. Ini karena penganut diet tersebut mungkin tidak akan memperoleh vitamin dan mineral yang cukup dari makanannya.

  • Efektif mengurangi peradangan.

Peradangan merupakan bagian dari mekanisme tubuh untuk melindungi dari infeksi, penyakit, atau cedera. Namun, terkadang peradangan bisa berlangsung lebih lama dari yang dibutuhkan tubuh atau disebut peradangan kronis dan dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius.

Bahan-bahan untuk membuat hummus dapat membantu melawan peradangan kronis, seperti minyak zaitun, biji wijen, dan buncis yang mengandung tinggi antioksidan, sehingga dapat mengurangi faktor peradangan di dalam tubuh. Bahkan, kekuatan antioksidannya hampir  menyamai obat antiinflamasi pada umumnya, lho.

  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Hummus merupakan sumber serat pangan yang baik untuk kesehatan pencernaan Anda. Dalam 100 gram hummus, dapat menyediakan kebutuhan serat hingga 6 gram atau sama dengan 24% dari rekomendasi serat harian untuk wanita dan 16% untuk pria.

Serat makanan dapat membantu melancarkan pembuangan feses, memberi makan untuk bakteri sehat di usus, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Fungsi bakteri baik di usus untuk menghasilkan asam lemak butirat yang dapat menutrisi sel-sel saluran pencernaan. Alhasil, kesehatan pencernaan Anda terjaga dengan baik dan terhindar dari serangan kanker.

  • Hummus dapat mengontrol kadar gula darah.

Hummus dapat membantu mengontrol kadar gula darah Anda. Hal ini karena bahan-bahannya sendiri memiliki indeks glikemik yang rendah, seperti buncis. Makanan dengan indeks glikemik rendah dicerna dan diserap lebih lambat dibandingkan dengan makanan indeks glikemik tinggi. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir kadar gula darah akan naik saat mengonsumsi hummus.

  • Mengurangi risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi hummus dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Dua bahan utama yang diduga berperan penting adalah buncis dan minyak zaitun. Bahan-bahan tersebut dapat menekan kadar kolesterol-LDL dan sebagai sumber lemak sehat untuk tubuh, sehingga dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung. Meskipun begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut lagi terkait hal ini.

  • Menjaga berat badan ideal.

Karena hummus merupakan sumber serat yang baik untuk tubuh, tidak heran jika mengonsumsi makanan ini dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal. Jadi, Anda tidak perlu takut gemuk atau kurus.

Serat makanan terbukti dapat mengurangi kadar hormon kelaparan atau ghrelin. Alhasil, nafsu makan Anda jadi lebih terkontrol dan asupan makan tidak berlebihan. Selain serat, protein dalam hummus juga dapat menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

  • Aman dikonsumsi bagi Anda yang memiliki intoleransi makanan.

Apakah Anda punya intoleransi terhadap makanan tertentu? Misalnya susu, kacang-kacangan, dan gluten. Kabar baiknya, hummus bisa dinikmati oleh hampir semua orang, termasuk penderita intoleransi makanan.

Secara alami, hummus adalah makanan yang bebas gluten, kacang-kacangan, dan susu, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki penyakit celiac, alergi kacang, dan intoleransi laktosa.

Meskipun begitu, Anda tetap harus berhati-hati, sebab orang yang sensitif terhadap FODMAP atau alergi terhadap biji wijen harus membatasi atau menghindari makanan ini.

Inilah 7 alasan Anda harus coba makan hummus. Selain cita rasanya yang khas, makanan asli dari Timur Tengah ini juga menyimpan segudang manfaat kesehatan untuk tubuh Anda.

Bagaimana, tertarik mencoba?