Warna Mata Anak Berbeda, Waspada Gejala Sindrom Horner

  • April 2, 2020

Apakah Anda familiar dengan sindrom Horner? Sindrom Horner adalah kumpulan gejala dan tanda yang disebabkan adanya kelainan pada jalur saraf simpatik yang menyelimuti wajah. Saraf ini memiliki peran untuk mengatur pergerakan pada tubuh, seperti detak jantung dan pergerakan pupil. Seseorang yang memiliki sindrom Horner akan mengalami kelainan pada salah satu bagian wajahnya.

Seperti Apa Gejala Sindrom Horner?

Sindrom Horner akan menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan berikut:

  • Kelopak mata pada bagian atas anak akan terlihat seperti jatuh atau lebih turun jika dibandingkan dengan kelopak pada sisi lain wajah.
  • Terangkatnya kelopak mata pada bagian bawah.
  • Pupil mata yang mengecil (adanya lingkaran hitam di tengah mata). Dalam kondisi normal, pupil mata seharusnya akan membesar dan mengecil ketika terdapat cahaya masuk ke dalam mata. Namun, pada pasien sindrom Horner, ukuran pupil cenderung kecil dan membesar dengan lambat.
  • Perbedaan ukuran pupil di salah satu bagian wajah (anisokor).
  • Tidak diproduksinya keringat pada sisi wajah yang terdampak.
  • Tidak adanya perubahan warna pada wajah setelah berolahraga, bermain, maupun ketika berada di luar ruangan dalam cuaca yang terik.
  • Mata terlihat masuk lebih dalam ke dalam rongga mata.

Sindrom Horner dapat terjadi pada semua usia, termasuk pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, dengan ciri adanya perbedaan warna pada kedua mata. Warna mata pada sisi wajah yang mengalami kelainan terlihat lebih terang jika dibandingkan dengan warna mata di sisi wajah lain. Bahkan, dalam kasus tertentu, tidak ditemukannya pigmen warna sama sekali (hipopigmentasi). Kondisi gejala sindrom Horner ini disebut dengan heterokromia.

Apa yang menyebabkan sindrom Horner?

Pada anak-anak, sindrom Horner seringkali dipicu oleh kelainan pada jalur kedua saraf simpatik yang menghubungkan otak dengan wajah. Di samping itu, penyebab sindrom Horner pada anak yang perlu diwaspadai adalah neuroblastoma. Neuroblastoma adalah keganasan sistem saraf yang umumnya menyerang anak di bawah 5 tahun.

Jika Anda mendapati warna mata anak Anda berbeda, Anda perlu waspada terhadap kelainan tersebut. Segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih dini.

Ini Dia Cara Mengobati Herpangina pada Anak

  • February 26, 2020

Jika Anda pernah menemukan bisul atau bentol di sekitar area langit-langit mulut anak Anda, kondisi tersebut kemungkinan adalah herpangina. Herpangina adalah infeksi salah satu infeksi yang umumnya terjadi pada anak-anak. Bentol yang timbul tersebut secara fisik terlihat seperti gelembung yang berisi air dan disertai dengan rasa sakit.

Seorang anak yang terinfeksi herpangina biasanya mengalami demam dan tidak memiliki nafsu makan. Infeksi ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia 3 hingga 10 tahun. Walaupun begitu, ibu hamil dan bayi yang belum lahir juga berisiko terkena infeksi ini. Begitu pula dengan orang dewasa lain.

Bentol-bentol tersebut tidak hanya muncul di sekitar area langit-langit mulut, namun juga di belakang tenggorokan.

Bagaimana mendiagnosis herpangina?

Ketika Anda ingin memeriksakan gejala yang dialami, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bentol-bentol yang muncul pada tubuh penderita. Biasanya, hanya dengan pemeriksaan seperti ini, dokter dapat segera memberikan hasil diagnosis. Maka dari itu, pemeriksaan penunjang, seperti tes darah jarang direkomendasikan oleh dokter.

Gejala yang muncul akibat herpangina sekilas serupa dengan gejala hand foot mouth disease (HFMD). Penularan dari kedua jenis infeksi ini juga serupa, yaitu melalui percikan cairan dari tubuh penderita secara langsung.

Cara membedakan herpangina dengan HFMD, yaitu dengan memerhatikan area munculnya bentol. Jika pada herpangina, lesi akan muncul pada bagian belakang rongga mulut. Sementara itu, dalam kasus HFMD terlihat adanya lepuhan pada bagian depan rongga mulut.

Cara mengobati herpangina pada anak

Herpangina termasuk ke dalam jenis penyakit yang tidak berbahaya dan juga dapat menghilang dengan sendirinya. Maka dari itu, penyakit ini tidak memiliki prosedur khusus pengobatan.

Jika memang diperlukan pengobatan, dokter akan meresepkan obat-obat tertentu untuk mengobati herpangina dengan cara meredakan nyeri timbul. Beberapa obat yang direkomendasikan dokter, yaitu:

  • Obat pereda nyeri: obat pereda nyeri yang umumnya diresepkan yaitu ibuprofen dan paracetamol.
  • Obat anastetis: obat anastetis diberikan untuk mengurangi rasa nyeri di sekitar area langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan yang disebabkan oleh gejala herpangina. Obat ini dikemas dalam bentuk tablet hisap, obat kumur, dan juga gel.