Jenis Cedera Brachial Plexus, Penyebab dan Penanganannya

  • January 13, 2022

Brachial plexus merupakan kumpulan atau jaringan saraf yang berada di bahu, leher, dan ketiak dari sumsum tulang belakang yang berfungsi dalam mengontrol gerak tangan, lengan, dan bahu. Saraf ini tentunya amat penting untuk kegiatan sehari-hari karena banyak aktivitas yang memerlukan gerak tangan. 

Jika saraf ini mengalami kerusakan, maka aktivitas pun dapat terganggu. Ada beragam penyebab terjadinya cedera brachial plexus, bayi yang baru lahir pun berisiko mengalami cedera ini. Atlet yang menggeluti olahraga adubadan seperti gulat, bisbol, sepak bola juga berisiko mengalami cedera brachial plexus saat mereka berbenturan. 

Cedera brachial plexus sendiri memiliki jenis-jenis dengan penyebabnya sendiri. Apa sajakah itu? Berikut daftarnya.

Apa itu cedera brachial plexus

Cedera brachial  plexus adalah kerusakan pada saraf yang berada di leher, dada bagian atas, hingga ketiak karena tertekan, tertarik, robek bahkan putus. Hal ini dapat disebabkan oleh olahraga, trauma atau kecelakaan, tumor dan kanker serta pengobatannya, serta pada bayi yang baru lahir karena persalinan yang sulit.

Cedera brachial plexus dapat ringan namun juga parah. Rasa sakitnya dapat terjadi sementara waktu tapi bisa juga dalam jangka panjang. Cedera brachial plexus memotong bisa semua atau sebagian sinyal antara sumsum tulang belakang dan lengan, pergelangan tangan dan tangan. Hal ini dapat mengakibatkan lengan atau tangan tidak dapat digerakkan atau digunakan. 

Jenis cedera brachial plexus

Cedera brachial plexus dapat terbagi menjadi 5 jenis yang dikategorikan menurut bagaimana saraf tersebut rusak dan tingkat keparahannya.

  • Brachial plexus Neuropraxia (Peregangan)

Jenis cedera ini adalah ketika saraf merenggang hingga terjadi cedera. Ada dua penyebab utama dari cedera ini, yaitu kompresi (tekanan) dan traksi (tarikan). Pada cedera kompresi akar saraf brachial plexus tertekan, bentuk ini paling umum dan banyak terjadi pada orang tua.

Sedangkan neuropraxia traksi terjadi ketika saraf ditarik ke bawah. Cedera ini kurang umum, dan lebih sering terjadi pada remaja maupun dewasa muda. Reaksi gejala dari cedera ini biasanya sensasi terbakar atau menyengat.

  • Brachial plexus Ruptur (sobek)

Jika jenis pertama karena peregangan biasa, jeni ini terjadi karena peregangan saraf yang kuat menyebabkan saraf menjadi robek, baik sebagian maupun seluruhnya. Cedera ini satu tingkat lebih serius dibanding dengan neuropraxia. 

Robekan ini dapat menyebabkan kelemahan pada bahu, lengan atau tangan dan bahkan dapat membuat otot-otot tertentu tidak dapat digunakan. Cedera ini juga dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.

Cedera ini dapat diperbaiki dengan pembedahan atau operasi, bergantung pada tingkat keparahan dan lokasi ruptur.

  • Neuroma brachial plexus

Terkadang ketika jaringan saraf terluka, misalnya dari luka selama operasi, saraf akan memperbaiki dirinya sendiri, salah satunya adalah dengan terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut inilah yang disebut neuroma, dan bisa menyebabkan nyeri pada salah satu saraf brachial plexus. 

Perawatan atau penanganan neuroma brachial plexus ini dapat dilakukan dengan operasi. Jaringan saraf yang terluka akan diangkat, kemudian menutup saraf atau menempelkannya ke saraf lain untuk mencegah pembentukan neuroma lainnya.

  • Neuritis brachial

Neurits brachial disebut juga sindrom Parsonage Turner, yang merupakan sindrom langka yang penyebabnya tidak dapat diidentifikasi. Neuritis brachial menyebabkan nyeri bahu dan lengan atas yang tiba-tiba, parah dan berkembang dari nyeri menjadi kelemahan, kehilangan otot dan bahkan kehilangan sensasi (mati rasa). 

Tak hanya bahu dan lengan, sindrom ini juga dapat mempengaruhi kaki dan diafragma. Meski belum diketahui secara jelas apa penyebabnya, tetapi banyak dikaitkan dengan respons autoimun yang dipicu oleh infeksi, cedera, persalinan, atau faktor lainnya.

  • Avulsi brachial plexus

Kondisi ini merupakan cedera yang paling parah, karena pada avulsi brachial plexus akar saraf benar-benar terpisah dari sumsum tulang belakang. Penyebabnya biasanya trauma, seperti kecelakaan mobil atau sepeda motor. 

Rasa sakitnya pun lebih parah daripada ruptur. Saraf yang putus ini sulit bahkan bisa jadi tidak mungkin untuk menyambungkan kembali akarnya ke sumsum tulang belakang. Karena itu, avulsi dapat menyebabkan kelemahan permanen, kelumpuhan dan kehilangan perasaan.

Cedera brachial plexus dapat terjadi ringan maupun berat sesuai dengan letak dan keparahannya. Cedera brachial plexus ringan bisa terjadi saat saraf merenggang atau neuropraxia, sedangkan cedera paling parah adalah saat brachial plexus terputus dari sumsum tulang belakang. Kondisi sulit dan hampir tidak mungkin diobati. 

Oleh karenanya, jika Anda merasa gejala-gejala yang semakin parah pada bagian leher, dada atas atau bahu, serta ketiak Anda maka segera periksakan ke dokter untuk mengetahui seperti apa kondisi Anda dan penanganannya yang tepat.

Anda bisa mendapat lebih banyak informasi mengenai cedera brachial plexus di website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa chat dengan dokter melalui aplikasi SehatQ seputar topik ini. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*