Mendampingi Penderita Post Traumatic Stress Disorder

  • June 18, 2021

Gangguan kesehatan mental jadi isu penting belakangan ini. Banyak orang sudah mulai peduli terhadap kondisi tersebut. Penderita gangguan kesehatan mental, termasuk post traumatic stress disorder, tak hanya butuh pengobatan. Jauh daripada itu, mereka butuh pendampingan, serta perhatian dari kita, orang terdekatnya. 

Penyebab trauma pada penyakit PTSD bisa disebabkan oleh pelecehan

Bagi kita, orang terdekat korban, mungkin cukup berat mendapati kenyataan bahwa ada sanak-famili kita yang tengah berjuang melawan post traumatic stress disorder. Gangguan stres pascatrauma, atau biasa disingkat PTSD, sederhananya adalah satu kondisi di mana seseorang gagal pulih (secara mental) setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengerikan.

PTSD bisa berlangsung dalam jangka waktu tertentu, mulai dari hitungan bulan, hingga bertahun-tahun. Penderita akan selalu berada dalam bayang-bayang ketakutan terkait peristiwa yang memicu gangguan mental ini. Gejala dari PTSD sendiri beragam, kita, harus memahami kondisi psikologis penderita untuk dapat menjadi pendamping yang baik baginya.

Berikut ada beberapa hal, yang mungkin, penting dipahami oleh siapa saja orang yang tengah mendampingi korban post traumatic stress disorder. Apa-apa yang tertulis di sini tak hanya berdampak pada korban, tetapi juga berguna bagi kondisi kamu sendiri. Beberapa hal yang dimaksud di antaranya:

  • Jadilah pendengar yang baik

Pada umumnya penderita post traumatic stress disorder merasa tidak terwakili perasaannya. Baik korban, maupun orang-orang di sekitarnya, seringkali terjebak dalam situasi miss communication. Kondisi ini tentu jadi tantangan tersendiri bagi pendamping korban. Biar bagaimanapun, kamu dituntut untuk dapat menjadi pendengar yang baik baginya.

Ketika korban sudah mulai bercerita, jangan pernah sekali-kali mengabaikan atau “mengecilkan” perasaan atau pengalaman mereka. Kata-kata seperti, “masih untung tidak begini,” dan seterusnya justru akan semakin melemahkan kondisi mental korban.

Penting juga untuk tidak berasumsi terkait perasaan korban. Sebaiknya biarkan mereka terus berbicara terkait perasaannya dan hargai keputusannya, apabila di tengah pembicaraan dia memutuskan untuk berhenti.

  • Jangan menghakimi

Bagi pendamping korban post traumatic stress disorder, jangan sekali-kali menghakimi apapun keputusan atau perilaku korban. Tak bisa dimungkiri memang bahwa mungkin sulit bagi kita memahami kondisinya, terlebih kita belum pernah mengalami PTSD itu sendiri.

Dapat dimengerti jika kamu berharap keadaan dapat kembali normal, tetapi penting untuk tidak menyalahkan mereka atau menekan mereka untuk menjadi lebih baik tanpa waktu dan dukungan yang mereka butuhkan.

  • Hormati privasinya

Orang yang mengalami post traumatic stress disorder mungkin sering merasa gelisah. Mereka mungkin juga mudah terkejut atau merasa perlu terus-menerus waspada terhadap bahaya. Di sini, korban amat membutuhkan bantuan pendamping. Kendati demikian, tetap jaga privasinya, seperti:

  • Jangan sentuh atau memeluk korban tanpa persetujuan darinya;
  • Jangan mengerumuni atau berlaku yang membuatnya tidak nyaman;
  • Jangan mengejutkannya.

Intinya, hindari melakukan sesuatu yang justru malah membuat korban larut dalam kondisinya.

  • Jaga kesehatan mental diri sendiri

Meskipun tengah dalam misi membantu orang sembuh dri gangguan kesehatan mental, penting untuk diingat bahwa kesehatan mental diri sendiri juga penting. Apabila kamu mulai lelah, segera minta bantuan atau dukungan orang lain. Di sini, kamu juga harus pandai-pandai mengelola stres dan menjaga kesejahteraan diri sendiri agar tetap sehat secara mental.Di akhir, seseorang dengan post traumatic stress disorder akan “kambuh” jika mereka mengalami flashback. Situasi ini sekonyong-konyong menghidupkan kembali aspek peristiwa traumatis yang dialaminya. Sebagai pendamping, kehadiran kamu akan sangat membantu dalam masa-masa sulit selama korban mengalami flashback. Kiat-kiat di atas mungkin bisa membantu kamu bagaimana harus bersikap dalam situasi tersebut.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*