Muntah Saat Hamil Mengapa Terjadi?

  • November 19, 2021
Muntah saat hamil di trimester pertama adalah hal yang wajar

Kehamilan merupakan sebuah masa yang indah. Anda menciptakan sebuah kehidupan baru. Dan setelah beberapa bulan, Anda akan menggendong momongan yang Anda cintai. Namun, kehamilan tidak selamanya seindah yang dibayangkan. Ada beberapa gejala yang awam dijumpai pada masa kehamilan, seperti kaki yang bengkak, mual, dan muntah saat hamil. Mual dan muntah saat hamil merupakan suatu hal yang normal. Namun mengapa hal ini terjadi?

Mual, atau dikenal dengan sebutan morning sickness, merupakan penyebab utama muntah saat hamil. Mual dan muntah saat hamil dapat terjadi kapan saja, tidak peduli pagi, siang, ataupun malam. Penyebab pasti morning sickness tidak diketahui. Namun ada kemungkinan besar hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh Anda saat hamil. Diperkirakan morning sickness terjadi pada 80 persen kehamilan, dengan mual dan muntah saat hamil terjadi saat usia kehamilan mulai memasuki minggu ke 6. Berita baiknya adalah gejala biasanya akan membaik pada trimester kedua, meskipun beberapa wanita akan mengalami morning sickness di sepanjang masa kehamilan mereka. 

Morning sickness bukanlah satu-satunya yang menjadi penyebab muntah saat hamil. Beberapa wanita akan mengalami morning sickness ekstrim yang dikenal dengan sebutan hyperemesis gravidarum pada masa kehamilan mereka. Kondisi ini kemungkinan besar disebabkan karena adanya peningkatan level hormon. Jika Anda menderita morning sickness biasa, Anda mungkin hanya akan muntah saat hamil sekali dalam sehari dan dapat mengatur gejala mual dan muntah. Akan tetapi, jika hyperemesis gravidarum berkembang, Anda akan muntah tiga hingga empat kali dalam sehari dan akan merasakan rasa mual yang konstan dan terus menerus terjadi. Muntah saat hamil akibat hyperemesis gravidarum bisa sangat parah dan menyebabkan beberapa ibu hamil kehilangan berat badan dan memiliki risiko dehidrasi karena ketidakmampuan untuk mengonsumsi makanan dan minuman. Muntah saat hamil juga bukan menjadi satu-satunya gejala kondisi ini. Anda juga akan diserta sakit kepala dan pusing. Gejala hyperemesis gravidarum akan memuncak pada minggu 9 hingga 13 untuk kemudian akan semakin membaik setelahnya. 

Selain dua tersebut di atas, muntah saat hamil juga disebabkan karena penyakit yang ditularkan lewat makanan. Anda akan merasa mual dan muntah apabila memakan makana yang telah terkontaminasi bakteri atau zat berbahaya. Semua orang memiliki risiko sakit akibat keracunan makanan. Namun, ibu hamil memiliki risiko yang jauh lebih tinggi karena kehamilan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang mereka miliki. Sebagai hasilnya, tubuh Anda akan kesulitan dalam melawan bakteri dan kuman. Gejala keracunan makanan sama dengan gejala morning sickness, yaitu mual dan muntah. Namun, kondisi ini juga dapat memicu gejala lain, seperti sakit kepala, nyeri tubuh, dan bahkan demam. Gejala ini akan berkembang dengan langsung setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi, biasanya dalam 24 jam hingga 48 jam setelahnya. Cara terbaik untuk melindungi Anda dan kandungan adalah dengan memasak daging hingga matang. Anda juga harus memasukkan makanan ke dalam kulkas, mencuci semua buah dan sayur, dan menghindari susu, telur, dan jus yang tidak dipasteurisasi. 

Meskipun hormon sering bertanggungjawab seputar kasus mual dan muntah saat hamil, beberapa faktor dapat meingkatkan risiko kondisi ini pada masa kehamilan. Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya adalah Anda mengandung kembar, Anda memiliki riwayat personal atau keluarga muntah saat hamil, Anda sensitif terhadap bau atau rasa makanan tertentu, Anda memiliki riwayat penyakit migraine, dan Anda mabuk perjalanan.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*