Kenali Gejala dan Penyebab Scabies pada Anak?

Kenali Gejala dan Penyebab Scabies pada Anak?

  • January 6, 2022

Scabies adalah masalah kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Kondisi ini bisa menyerang siapapun baik orang dewasa maupun anak-anak dan termasuk masalah kulit yang menular. Scabies pada anak kerap kali menimbulkan rasa sangat gatal pada kulit hingga bisa menyebabkan luka akibat digaruk. Maka dari itu, sebaiknya orang tua mengetahui apa saja gejala dan penyebab scabies pada anak untuk mencegah penyakit kulit ini terjadi. 

Gejala Scabies pada Anak

Ketika tertular, tungau penyebab scabies akan masuk ke dalam lapisan kulit dan berkembang biak. Masa inkubasi scabies biasanya berlangsung selama 4 sampai 6 minggu. 

Barulah setelah itu muncul gejala scabies pada anak. Salah satu gejala umum dari penyakit kulit ini adalah munculnya ruam pada kulit yang disertai dengan rasa sangat gatal. 

Lokasi munculnya ruam juga bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh usia anak. Pada anak di bawah 2 tahun, ruam paling sering muncul di telapak tangan, telapak kaki, kepala, dan leher. 

Sementara pada anak di atas 2 tahun, ruam sering muncul di sela-sela jari atau lipatan pergelangan tangan dan siku, serta lingkar pinggul, paha, bokong, pusar, dan ketiak. Adapun gejala scabies pada anak lainnya, antara lain :

  • Gatal parah, terutama di malam hari
  • Ruam dengan benjolan-benjolan merah, seperti jerawat
  • Kulit bersisik dan berkerak

Penyebab Scabies pada Anak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, scabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau ini memiliki delapan kaki dengan ukuran yang sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Tungau ini bisa masuk hingga ke dalam lapisan atas kulit untuk berkembang biak. Bahkan, tungau scabies betina bisa sampai bertelur di kulit anak. 

Ketika hal tersebut terjadi, kulit akan mengeluarkan reaksi, seperti ruam merah dan gatal-gatal terhadap tungau dan kotorannya. Masalah kulit ini termasuk dalam golongan penyakit kulit yang menular. 

Maka dari itu, Anda disarankan untuk tidak berkontak langsung dengan penderita scabies. Hindari penggunaan pakaian dan handuk yang sudah dipakai oleh penderita, tidur berdekatan, dan lainnya karena tungau scabies mudah ditularkan melalui kontak langsung. 

Cara Mengobati Scabies 

Melansir dari American Academy of Dermatology, tidak hanya penderita scabies saja yang memerlukan pengobatan, tapi semua orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan penderita juga memerlukan pengobatan meskipun tidak menunjukan adanya gejala scabies. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan scabies yang lebih luas. 

Untuk pengobatan scabies pada anak sebenarnya sama saja dengan orang dewasa. Umumnya, dokter akan meresepkan beberapa obat berikut ini. 

Krim permetrin 5%

Krim permetrin merupakan pengobatan paling umum untuk scabies. Krim ini digunakan untuk mengobati scabies pada anak 2 tahun ke atas dan wanita yang sedang hamil. 

Cara menggunakannya adalah dengan mengoleskan langsung krim tipis-tipis ke seluruh kulit mulai dari leher hingga jari kaki, termasuk telapak kaki. Setelah dioleskan, krim dibiarkan hingga 8-14 jam. 

Setelah itu bilas dengan air bersih dan aplikasikan ulang krim permetrin ke seluruh kulit. Biasanya dokter menganjurkan untuk pengaplikasian ulang dilakukan 1-2 minggu setelah penggunaan pertama. 

Salep sulfur 5-10%

Selain krim permetrin 5%, salep ini juga dapat digunakan untuk mengatasi scabies pada anak dan cenderung aman digunakan untuk segala usia. Bahkan, bayi usia di bawah 2 bulan juga bisa menggunakan salep ini. 

Sayangnya, salep sulfur memiliki bau belerang yang khas dan dapat meninggalkan noda pada pakaian. 

Antihistamin oral

Meskipun scabies pada anak sudah diatasi, tapi rasa gatal terkadang masih terasa sehingga membuat anak merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, untuk mengatasi gatal-gatal tersebut, dokter akan meresepkan antihistamin oral, seperti diphenhydramine.

Untuk scabies dengan gejala yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah dilakukan pengobatan, dokter akan meresepkan obat ivermectin pada anak. Jika setelah 4 minggu pengobatan gejala scabies tidak kunjung hilang, segera membawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. 

Itulah gejala dan penyebab scabies pada anak yang perlu Anda ketahui. Perlu diingat bahwa penggunaan krim atau salep scabies pada anak  hanya boleh dilakukan bila mendapat izin dan resep dari dokter.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*