bayi kurang gizi

Tanda-Tanda Bayi Kurang Gizi dan Cara Mengatasinya

  • December 8, 2020

Sebagai orang tua, kondisi kesehatan bayi tentu menjadi perhatian utama Anda. Bila Anda tidak berhasil merawat bayi dengan bayi, bayi Anda rentan mengalami kurang gizi. Karena itu, Anda harus bisa mengenali gejala bayi kurang gizi untuk bisa memberikan penanganan secepat mungkin.

Salah satu faktor penyebab kurangnya gizi pada bayi adalah kondisi ekonomi keluarga yang buruk. Dalam keluarga dengan latar belakang seperti ini, bayi mungkin tidak bisa mendapatkan makanan bernutrisi yang memang dibutuhkan untuk tumbuh dan kembangnya.

Selain itu, kondisi ekonomi keluarga yang buruk juga mempengaruhi pengetahuan para orang tua terhadap apa saja nutrisi yang sebenarnya diperlukan oleh bayi.

Ciri-ciri bayi kurang gizi

Kekurangan gizi bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh bayi, memungkinkan bayi untuk lebih rentan terkena infeksi dan memperlambat proses penyembuhan. Sebaiknya, kenali ciri-ciri bayi kurang gizi berikut ini:

  • Kurang aktif

Pada dasarnya, anak-anak dan bayi memiliki energi dan keaktifan yang melebihi orang dewasa. Bayi yang aktif biasanya senang diajak bermain, lebih banyak bergerak dan tertawa, serta memunculkan banyak reaksi ketika diajak berinteraksi.

Akan tetapi, bayi yang kekurangan gizi cenderung kurang aktif. Tingkat keaktifan mereka akan menjadi lebih rendah dari sebelumnya. Bahkan, bayi mungkin jadi lebih sering tidur dengan durasi yang lebih lama dari biasanya.

  • Makan lebih sedikit

Bayi Anda mungkin mendapatkan asupan makanan dari ASI ataupun susu formula khusus. Sebaiknya, selalu perhatikan kondisi bayi Anda ketika diberi ASI dan susu formula. Apabila mereka mengonsumsi susu lebih sedikti dari biasanya, bisa saja ini menjadi tanda-tanda kekurangan gizi.

Salah satu hal yang bisa Anda perhatikan pada bayi dengan gejala kurang gizi adalah keluarnya susu yang telah diminumnya dari ASI. Jadi, ketika sedang menyusui, Anda mungkin melihat susu keluar lagi dari mulut sang bayi, dan bayi menjadi rewel, tidak ingin menyusui.

  • Tidak bertambah tinggi atau panjang

Sebenarnya, setiap bayi melalui proses pertumbuhan dengan cara yang berbeda-beda. Tidak bertambah panjang tidak selalu menjadi suatu tanda akan adanya masalah kesehatan pada bayi.

Namun, apabila bayi terus tidak bertambah panjang dalam periode tertentu, Anda mungkin harus mulai memperhatikan kondisi bayi. Ketidakmampuan untuk bertumbuh adalah salah satu dampak dari kekurangan gizi.

  • Penurunan berat badan

Pertumbuhan bayi diukur melalui berbagai hal, salah satunya dalam penambahan berat badan. Kecepatan penambahan berat badan pada setiap bayi berbeda.

Akan tetapi, bila bayi Anda tidak mengalami penambahan berat badan sama sekali, bahkan malah mengalami penurunan, bisa jadi bayi Anda kekurangan gizi. Anda perlu segera mengonsultasikan kondisi ini dengan dokter Anda.

Selain penurunan berat badan, ukuran berat badan bayi yang di bawah rata-rata juga bisa menjadi suatu gejala kekurangan gizi yang memprihatinkan.

Mengatasi gejala bayi kurang gizi

Pengobatan untuk bayi kurang gizi sebenarnya didasarkan pada faktor dasar yang menjadi penyebabnya. Tapi, umumnya pengobatan dilakukan dengan:

  • Suplemen vitamin dan mineral yang aman bagi bayi
  • Perawatan untuk setiap kondisi medis yang mendasarinya
  • Dukungan dari tenaga medis kepada keluarga untuk membantu mengelola faktor pemicu kekurangan gizi
  • Perubahan pola makan, dalam hal ini pemberian susu formula

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai perawatan bayi kurang gizi yang paling tepat. Dokter bisa memberikan anjuran untuk mengatasi gejala secara aman bagi bayi Anda.

Bart

E-mail : admin@cremasonline.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*